Claim Missing Document
Check
Articles

KONTAMINASI BAKTERI Escherichia coli PADA DAGING SE’I SAPI YANG DIPASARKAN DI KOTA KUPANG ABADI BONTONG, REZKI; SUADA, I KETUT; MAHATMI, HAPSARI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (5) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.921 KB)

Abstract

Penelitian untuk mengetahui kontaminasi bakteri Escherichia coli pada daging se’i sapi yang dipasarkan di kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diambil dari lima tempat pembuatan daging se’i sapi secara tradisional yang tersebar di kelurahan Naikoten, Bello, Cikumana, dan telah dilakukan pada bulan April di Laboratorium Mikrobiologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Daging se’i sapi merupakan daging asap khas Kupang yang diasapi menggunakan kayu kosambi (Schleichera oleasa, Merr). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Most Probable Number (MPN). Pertama-tama dilakukan uji penduga Coliform dengan menggunakan kombinasi tabung seri sembilan dengan media Briliant Green Lactosa Bile (BGLB). Hasil uji penduga Coliform yang positif, selanjutnya dilakukan uji penegasan Escherichia coli pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil uji penegasan Escherichia coli yang positif kemudian dicocokkan dengan uji penduga Coliform yang positif, selanjutnya dicocokan dengan tabel MPN seri 9. Untuk mendapatkan nilai MPN Escherichia coli yaitu; nilai MPN x 1 /pengenceran tabung yang ditengah. Hasil penelitian kontaminasi bakteri Escherichia coli pada lima produsen daging se’i sapi yang dipasarkan di Kota Kupang yaitu: Aldia 1100 MPN/gram, Naikoten (1) 28 MPN/gram, Naikoten (2) 28 MPN/gram, Naikoten (3) 6,2 MPN/gram, dan Tradisional Timor > 2400 MPN/gram. Jumlah kontaminasi bakteri Escherichia coli pada kelima produsen telah melampaui batas maksimun kontaminasi bakteri Escherichia coli yang diperbolehkan SNI pada daging asap yaitu < 3 MPN/gram.
Penerapan Animal Welfare pada Proses Pemotongan Sapi Bali di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran, Denpasar Bali Wenno, Christine Regina Fenita; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.274 KB)

Abstract

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) memegang peranan penting dalam mata rantai pengadaan daging. Beberapa tahapan proses penyembelihan di RPH seringkali diabaikan atau tidak memperhatikan kaidah-kaidah animal welfare sehingga nantinya berpengaruh terhadap kualitas daging yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan animal welfare di RPH Pesanggaran khususnya pada pemotongan sapi bali. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 ekor sapi bali yang diamati mulai dari hewan diturunkan dari truk sampai ke kandang penampungan dan 100 ekor sapi yang diamati pada proses penyembelihan. Data hasil pengamatan diperoleh dari hasil inspeksi terhadap tahapan mulai dari sapi diturunkan dari truk sampai dengan disembelih yang selanjutnya dicatat dalam lembaran kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 73,19% proses penurunan hewan dari truk sampai penggiringan telah memenuhi persyaratan animal welfare. Sementara proses persiapan penyembelihan sampai penilaian kematian hewan (pemisahan kepala dan kaki hewan) ditemukan memenuhi persyaratan animal welfare sebesar 52,93%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar prinsip-prinsip animal welfare telah di laksanakan oleh pihak RPH Pesanggaran, sekalipun masih diperlukannya perbaikan terhadap beberapa proses.
Kualitas Daging Se’i Sapi di Kota Kupang Ditinjau dari Jumlah Bakteri Coliform dan Kadar Air HUTASOIT, KARTINI; SUADA, I KETUT; SUARJANA, I GUSTI KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (3) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.327 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa jumlah bakteri Coliform dan kadar air yang ada pada daging se’i sapi yang dibuat di Kota Madya Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diambil dari lima tempat pembuatan daging se’i sapi secara tradisional yang terbesar di daerah Aldia, Naikoten dan Tradisional Timur. Daging se’i merupakan daging asap khas Kota Kupang dimana pengasapan menggunakan kayu kosambi. Asap yang dihasilkan dari pengasapan menggunakan kayu kosambi ini mengandung fenol, formaldehid sebagai preservatif dan asam organik sebagai antioksidan yang akan menghasilkan warna dan citarasa yang khas pada daging se’i sapi. Untuk menentukan jumlah bakteri Coliform pada daging se’i sapi digunakan metode Most Probable Number (MPN). Pengujian ini dilakukan suspensi 1:10 yaitu sampel ditimbang 10 gram dan selanjutnya digerus dan ditambahkan 90 ml NaCl fisiologis kemudian dilakukan pengenceran 10-1, 10-2, 10-3 yang dimasukkan ke dalam 9 ml Nacl fisiologis. Setiap tabung reaksi dimasukkan 10 ml BGLB dan setiap tabung diisi tabung Durham. Selanjutnya, diinkubasi selama 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati. Jika terdapat gas atau keruh, dan media berubah menjadi warna kuning, maka diduga terdapat Coliform pada sampel. Masing - masing tabung yang menunjukkan hasil positif dapat dicocokkan dengan tabel MPN seri 9 tabung. Sedangkan untuk penghitungan kadar air dilakukan dengan menggunakan oven vakum, cawan beserta isinya dan tutup cawan dipanaskan pada suhu 1050C selama beberapa jam hingga beratnya konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Coliform dan Kadar Air berturut-turut sebagai berikut (1) Aldia nilai 1100 MPN/gram dan kadar air 63,49% (2) Naikoten 1 nilai 210 MPN/gram dan kadar air 63,60% (3) Naikoten 2 nilai 210 MPN/gram dan kadar air 64,34% (4) Naikoten 3 nilai 240 MPN/gram dan kadar air 56,86% (5) Tradisional Timor-Cikumana nilai >2400 MPN/gram dan kadar air 55,55%. Dengan adanya kontaminasi bakteri Coliform pada produk se’i sapi, maka diperlukan pengolahan daging se’i sapi yang lebih baik berupa peningkatan sanitasi dan higiene tempat produksi dan pekerjanya.
Pengaruh Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Kualitas Daging Kambing Pada Suhu Ruang Cita, I Putu Giri Wahyu Eka; Suada, I Ketut; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.223 KB)

Abstract

Daun salam sering dimanfaatkan sebagai bahan penyedap makanan dan juga sebagai obat alami, tanpa disadari bahwa daun salam mengandung senyawa antimikroba yang bersifat bakterisidal. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman infusa daun salam terhadap kualitas daging kambing pada peletakkan suhu ruang yang ditinjau dari konsistensi, tekstur, daya ikat air, dan perkiraan jumlah bakteri. Uji konsistensi dan tekstur menggunakan sepuluh orang panelis, uji daya ikat air menggunakan metode Hamm, dan uji perkiraan jumlah bakteri menggunakan uji reduksi biru metilin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman infusa daun salam dengan konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15%) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsistensi dan perkiraan jumlah bakteri. Konsentrasi infusa daun salam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tekstur dan daya ikat air daging kambing. Pemberian infusa daun salam baik terhadap kualitas daging kambing pada suhu ruang.
Kualitas Susu Segar pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Alkohol, Derajat Keasaman dan Angka Katalase Nababan, Maulina; Suada, I Ketut; Ngurah Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (4) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.264 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu segar yang dijual di Kota Denpasar pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari Uji Alkohol, Uji Derajat Asam (oSH), dan Angka Katalase. Penelitian ini menggunakan sampel susu sapi segar yang diambil dari salah satu distributor susu sapi segar yang ada di Kota Denpasar. Data hasil penelitian uji alkohol dianalisis menggunakan uji Cochran, jika terjadi perbedaan yang nyata dapat dilanjutkan dengan  uji Mc Nemar. Data derajat asam dan angka katalase dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan uji alkohol pada susu cair yang disimpan pada suhu ruang berdasarkan uji Cocran hasil positif terjadi pada jam ke-6 sampai jam ke-8 ditandai adanya gumpalan yang menempel pada dinding tabung reaksi. Dengan uji Mc.Nemar penyimpanan pada jam ke– 0, 2, 4 dengan jam ke-6 dan ke-8 terjadi hasil positif yang sangat nyata ( P < 0,01 ). Uji derajat keasaman pada lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata ( P < 0,01 ) terhadap derajat keasaman susu cair. Terjadi peningkatan derajat keasaman (°SH ) susu cair selama penyimpanan pada suhu ruang.  Uji agka katalase berdasarkan hasil sidik ragam diperoleh hasil perlakuan  berpengaruh sangat nyata ( P < 0,01 ) terhadap angka katalase air  susu. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa semakin lama susu cair disimpan pada suhu ruang maka kualitas susu tersebut semakin  tidak layak untuk dikomsumsi oleh masyarakat.
Seroprevalensi Sistiserkosis pada Babi Lokal yang Dipotong di Tempat Pemotongan Babi Penatih, Denpasar Suada, I Ketut; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Purba, Elly Hariati Br
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.085 KB)

Abstract

Sistiserksosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh larva cacing Taenia solium yang berdampak serius pada kesehatan hewan maupun manusia. Bali merupakan salah satu daerah endemis sistiserkosis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi sistiserkosis pada babi yang dipotong di tempat pemotongan babi (TPB) Penatih, Denpasar. Sebanyak 180 sampel serum babi dikumpulkan dari TPB, kemudian diuji dengan Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis pada babi di TPB Penatih, Denpasar sebesar 1,1% (2/180). Dapat disimpulkan bahwa seroprevalensi sistiserkosis pada babi di TPB, Penatih Denpasar adalah rendah, walaupun demikian tetap diperlukan program oleh instansi terkait untuk memberantas penyakit ini di Bali.
Ketahanan Daging Rendang Tanpa Pemasakan Ulang Selama Penyimpanan Suhu Ruang Berdasarkan Uji Reduktase dan Organoleptik Prasafitra, Anggara Fajri; Suada, I Ketut; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.609 KB)

Abstract

Daging rendang merupakan sebuah masakan dengan bahan dasar daging sapi yang masak dengan santan dan dicampurkan dengan bumbu alami rempah-rempah. Masakan ini termasuk golongan tradisional yang berasal dari suku Minangkabau, Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging rendang yang disimpan pada suhu ruang. Metode yang digunakan yaitu Waktu Reduktase dan Uji Organoleptik. Hasil uji Waktu Reduktase menunjukkan kerusakan pada daging rendang pada hari ke-3. Sementara itu uji Organoleptik menunjukkan perubahan signifikan terjadi pada hari ke-6, namun pada hari ke-3 sudah terlihat tanda-tanda kerusakan. Hal ini menandakan bahwa masakan daging rendang tanpa pemasakan ulang yang disimpan pada suhu ruang hanya dapat bertahan selama 3 hari. Dapat disimpulkan semakin lama rendang disimpan maka semakin banyak beban bakterinya.
Ketahanan Susu Kuda Sumbawa Ditinjau dari Waktu Reduktase, Angka Katalase, Berat Jenis, dan Uji Kekentalan Saragih, Chandra Immanuel; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.917 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketahanan susu kuda Sumbawa ditinjau dari waktu reduktase, berat jenis, angka katalase, dan uji kekentalan. Susu kuda Sumbawa diambil dari lima peternak dan dari masing-masing peternak diambil 600 ml susu dan ditampung dalam botol steril lalu ditutup dan disimpan pada suhu ruangan. Pengambilan susu dilakukan 1 kali. Volume susu yang digunakan adalah sebanyak 3 liter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan 5 ekor kuda sebagai kelompok. Pengamatan dilakukan pada hari ke 0, 1, 2, 3, 4, 5 sebagai perlakuan, sehingga di uji sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji waktu reduktase zat biru metilen cepat terbentuk. Berat jenis susu mengalami penurunan disebabkan oleh perubahan senyawa-senyawa yang terkandung dalam susu. Angka katalase mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Uji kekentalan susu mengalami penurunan. Selama penyimpanan dalam suhu ruangan terjadi peningkatan waktu reduktase yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 317,40 menit±30,95, akan tetapi sampai hari ke-5 belum terjadi penyimpangan. Pada uji berat jenis terjadi perubahan berat jenis yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 1,03±0,01 dan mengalami penyimpangan setelah hari ke-2. Pada uji angka katalase terjadi penurunan angka katalase yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 0,80cc±0,23, sampai hari ke-5 belum terjadi penyimpangan. Pada uji kekentalan terjadi perubahan penurunan kekentalan yang sangat nyata (P<0,01) dengan rata-rata 8,63 Brix±0,01, dan sampai hari ke-5 belum mengalami penyimpangan. Susu kuda Sumbawa tanpa proses pasteurisasi dapat dikonsumsi sebelum susu tersebut memasuki hari ke-5.
Penggunaan Serbuk Biji Kelor untuk Penanganan Limbah Peternakan Sapi Ditinjau dari Total Coliform dan Total Suspended Solid Gea, Octo Berkat; Suada, I Ketut; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (3) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.625 KB)

Abstract

Pencemaran limbah peternakan sapi sangat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat termasuk masyarakat veteriner. Pemakaian bahan alami yang dapat digunakan untuk mengolah air limbah sangat diperlukan, salah satunya yaitu biji kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari serbuk biji kelor terhadap penurunan TSS (Total Suspended Solid) dan total coliform limbah peternakan sapi. Limbah peternakan sapi diperoleh dari kandang anggota kelompok tani Walung Mekar, Gianyar. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Perlakuan konsentrasi biji kelor (0 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L dan 150 mg/L)/500 ml limbah sapi dilakukan pengadukan cepat (200 rpm) dan pengadukan lambat (60 rpm) dengan lama pengendapan (0 menit, 20 menit, 40 menit dan 60 menit). Analisis uji sidik ragam konsentrasi biji kelor dan lama pengendapan berpengaruh sangat nyata terhadap penurunan total coliform dan TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamatan yang dilakukan pada parameter total coliform dan TSS, konsentrasi serbuk biji kelor optimum terbaik hingga 150 mg/L dan lama pengendapan optimum 60 menit mampu menurunkan total bakteri coliform dan TSS. Namun pada penurunan TSS efesien pada lama pengendapan 20 menit.
Kualitas Daging Kambing yang Disimpan pada Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Subjektif dan Objektif Sembiring, Uli Rehlitna; Suada, I Ketut; Agustina, Kadek Karang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.169 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap daging kambing untuk mengetahui kualitas daging pada suhu ruang ditinjau dari uji subjektif dan objektif. Sampel diambil dari empat tempat pemotongan di kota Denpasar antara lain : di Kampung Jawa, Kampung Bugis, (Serangan) Sidakarya dan Teuku Umar. Untuk uji warna menggunakan standar warna SNI, sedangkan uji bau dan tektur diuji oleh panelis, untuk mengukur daya ikat air menggunakan metode Hamm. Kadar air dilakukan dengan pengeringan menggunakan oven selanjutnya untuk mengukur pH dilakukan dengan menggunakan pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat tempat pemotongan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap keenam parameter antara lain : warna, bau, tekstur, daya ikat air, kadar air dan pH sedangkan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P
Co-Authors Agnes - Tasia Agung Denlira Sitepu AGUSTINA BORU MANIK Ahmat Fansidar Aletha Yuliana Mandala, Aletha Yuliana Alhamdani, Yusuf Riska Alvionita Alexther Lingga Anak Agung Komang Suardana Anastasia Cornelia Anastasya, Sindika Anggara Fajri Prasafitra ANITA KAROLINA SIMAMORA Apriyani, Ester Muki Arhiono, Haru Nira Putra Bakar, Nor Kartini Abu Cesarina Pascalia dos Santos Alegria Chandra Immanuel Saragih Christine Regina Fenita Wenno, Christine Regina Fenita Cita, I Putu Giri Wahyu Eka Dayana, Anak Agung Putri Isadela Dewi, Ni Kadek Emi Sintha Dimas Indra Dwi Purnama Dwi Yoga Sutrisna Dyah Ayu Widiasih Eggy Hidta Lusandika ELIYA KUSUMAWATI Elly Hariati Br Purba, Elly Hariati Br Emerensia Patryconsitha Aman Enjelina, Ni Desak Gede Rista Gayatri, Anak Agung Sagung Intan Gea, Octo Berkat Gracemon Loe Mau, Gracemon Handayani, Ni Made Hapsari Mahatmi HESTI YOHANA GINTING HESTIN YUSWANTI I Dewa Made Nurja Sadhi I Gede Indrawan I Gede Made Sunu Satwika Nur Agung I GEDE PUTU WIRAWAN I Gusti Ketut Suarjana I Made Damriyasa I Made Merdana I Made Robi I Made Sukada I Nyoman Arsana, I Nyoman I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Polos I NYOMAN WIJAYA I Putu Agus Hendra Wibawa I Putu Sampurna I Wayan Batan I Wayan Masa Tenaya, I Wayan Masa I Wayan Suardana I Wayan Wahyudi, I Wayan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Putri Darmawati Ida Ayu Putu Aselya Mardyawati Ida Ayu Resmihariningsih Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Julita Dewitri Merthayasa Kadek Karang Agustina Kalimutu, Putu Krisnawan KARTINI HUTASOIT KETUT AYU YULIADHI Ketut Budiasa Ketut Tono Pasek Gelgel Lely Anggriani Nababan Luh Putu Pradnya Swari LULUK WULANDARI Mamboran, Nikko Marthen Manullang, Prila Kartika Maria Yasinta Manuama Martha Putri Manullang Mas Djoko Djoko MAS DJOKO RUDYANTO Maulina Nababan, Maulina Mintari, Gusti Ayu Willem Munthe, Lambok Jenny Sagita Narty, Yasinta Ni Ketut Ayu Juliasih Ni Luh Gede Sudaryati Ningsih, Gusti Ketut Asti Dea NOER SYAIFUL HAKIM Nurul Masyita, Nurul Pande Made Satya Sumitra Paramita, Ni Made Diana Pradnya Parwata, I Made Oka Prabarini Hanum Sari Pranata, Kadek Dwipayana Purnama Layli, Purnama Putra, I Made Arya Udyana Reny Navtalia Sinlae REZKI ABADI BONTONG Richard Stenly Tindjabate Rindang Dwiyani Rizki, Muhamad Farrel Rusmita, Gst Ayu Putu Ika Yulia Sabaaturohma, Clara Luceatriani Sanjaya, I Putu Wahyu Saputra, I Dewa Ketut Ari Sasadara, Maria Malida Vernandes Satria Yanuwardani Setiawan Shchegolkova, Nataliya Sidabutar, Febyana Sihombing, Vivi Ekatry SISKA MAHARGIAN FIBRIANTI Sonia Dewi Citra Sembiring Sosiawan, I Gede Arya Mas Sousa, Rojelio Dias Trindade Sudiartawan, I Putu Sukardika, Ketut Elok Sumarya, I Made SURAINIWATI SURAINIWATI TRI KOMALA SARI TRISNA AGUNG PHABIOLA Uli Rehlitna Sembiring, Uli Rehlitna UTAMA, I WAYAN EKA KARYA Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung Widayantari, Anak Agung Ayu Sauca Sunia Wilson Lois, Wilson Wisnu Pradana YUDHA, I KADEK WISMA Yunita Sri Hastuti, Yunita Sri Yuyun Fitriani Zhao, Tiejun