Claim Missing Document
Check
Articles

Umur Sapi Bali Betina yang Disembelih pada Rumah Pemotongan Hewan di Bali Masyita, Nurul; Suada, I Ketut; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (5) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.263 KB)

Abstract

Sapi potong dalam masyarakat Indonesia mempunyai peran yang cukup banyak, antara lain sebagai penghasil daging, sumber lapangan pekerjaan maupun sebagai tabungan. Tingginya tingkat permintaan daging yang tidak sesuai dengan laju peningkatan produksi menyebabkan ketersediaan daging dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan. Salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan daging yaitu dilakukannya pemotongan sapi betina produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rataan umur sapi betina yang disembelih di rumah pemotongan hewan pemerintah dan swasta serta mengetahui manakah yang memiliki persentase pemotongan betina produktif paling tinggi. Penelitian ini menggunakan masing-masing 50 sampel mandibula sapi bali betina dari RPH Negeri dan RPH Swasta di Banjar Bersih Darmasaba. Pengamatan dilakukan berupa pendugaan umur sapi betina yang dilihat berdasarkan waktu erupsi gigi sapi tersebut. Hasil penelitian menunjukan rataan umur sapi betina yang dipotong di RPH Negeri yaitu umur 1,5-2,0 tahun (10%); 2,5-3,0 tahun (4%); 3-4 tahun (46%); 5 tahun (36%); 7 tahun (2%); 9 tahun (2%) sedangkan pada RPH Swasta di Banjar Bersih Darmasaba yaitu umur <1,5 tahun (10%); 1,5-2,0 tahun (22%); 2,0-2,5 tahun (20%); 2,5-3,0 tahun (12%); 3-4 tahun (24%); 5 tahun (12%). Simpulan yang dapat ditarik bahwa persentase pemotongan sapi bali betina produktif lebih tinggi pada RPH swasta (100%) dibandingkan RPH yang unit pelaksanaannya oleh pemerintah (98%).
Perbedaan Daya Simpan Telur Ayam Ras yang Dicelupkan dan Tanpa Dicelupkan Larutan Kulit Manggis Cornelia, Anastasia; Suada, I Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.967 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas telur ayam ras yang dicelupkan dan tanpa dicelupkan larutan kulit manggis (Garcinia mangostana L) terhadap daya simpan telur ayam ras yang disimpan pada suhu ruang ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Haugh Unit (HU). Pada penelitian ini menggunakan telur ayam ras yang dicelupkan ke dalam larutan kulit manggis selama 1 menit, selanjutnya dihitung nilai IPT, IKT dan HU. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap IPT dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap IKT dan HU. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap IPT, IKT dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap HU. Kualitas telur ayam ras yang dicelupkan ke dalam larutan kulit manggis lebih baik dibandingkan dengan telur yang tanpa dicelupkan larutan.
Kualitas Se’i Babi Produksi Denpasar yang Disimpan pada Suhu Dingin Lois, Wilson; Suada, I Ketut; Agustina, Kadek Karang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.278 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi yaitu produksi Max dan Gimbo dan disimpan pada suhu dingin. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan kualitas se’i babi adalah daya ikat air (DIA), pH, dan cita rasa. Untuk uji daya ikat air menggunakan metode Hamm, dan untuk uji pH dilakukan pengukuran dengan pH meter dan cita rasa dengan menggunakan panelis. Hasil yang didapat dari uji ini adalah daya ikat air dan pH daging se’i babi produksi Denpasar disimpan pada suhu dingin pada hari ke-0 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan penyimpanan pada hari ke-2, dan 4. Uji cita rasa daging se’i babi produksi Denpasar yang disimpan pada suhu dingin mengalami penurunan nilai cita rasa atau berpengaruh sangat nyata (P
Deteksi Antibodi terhadap Cysticercus Cellulosae pada Babi Lokal yang Dipotong di Tempat Pemotongan Babi Panjer, Denpasar Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut; Layli, Purnama
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.019 KB)

Abstract

Sistiserkosis merupakan penyakit yang bersifat zoonosis yang disebabkan oleh larva cacing pita Taenia solium yang disebut Cysticercus cellulosae. Di Indonesia terdapat tiga provinsi yang berstatus endemik penyakit sistiserkosis, salah satunya adalah provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi antibodi terhadap C. cellulosae pada babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar. Sampel penelitian adalah 270 sampel serum babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar Selatan. Babi lokal ini berasal dari Nusa Penida, Karangasem dan Negara. Sampel serum diuji dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) indirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibodi C. cellulosae terdeteksi pada 33 sampel. Disimpulkan bahwa terdeteksi antibodi C. cellulosae pada 33 sampel dari 270 sampel serum babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar.
Pengawetan Telur Ayam Ras dengan Pencelupan dalam Ekstrak Air Kulit Manggis pada Suhu Ruang Tindjabate, Richard Stenly; Suada, I Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.914 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pencelupan ke dalam larutan kulit manggis dan penyimpanan suhu ruang terhadap telur ayam ras ditinjau dari warna putih telur, warna kuning telur, dan warna kerabang. Penelitian ini menggunakan sampel telur ayam ras umur 0 hari sebanyak 40 butir. Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pencelupan telur ke dalam larutan kulit manggis selama 1 menit selanjutnya disimpan pada suhu ruang. Pencelupan ke dalam larutan kulit manggis terhadap telur ayam ras dapat mempertahankan warna putih telur, warna kuning telur, dan warna kerabang telur. Lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap telur ayam ras tanpa perlakuan mempengaruhi warna putih telur, warna kuning telur. Lama simpan pada suhu ruang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna kerabang telur. Lama penyimpanan telur ayam ras pada suhu ruang mempengaruhi perubahan warna pada kerabang telur serta perubahan warna kuning telur. Lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap telur ayam ras yang diberi perlakuan pencelupan lebih baik dibandingkan dengan telur tanpa pencelupan
Faktor Risiko Penyebaran Escherichia coli O157:H7 pada Sapi di Mengwi, Badung, Bali Hastuti, Yunita Sri; Suada, I Ketut; Suardana, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (5) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.527 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor resiko serta signifikasi dari masing-masing faktor resiko terhadap penyebaran E. coli O157:H7. Sampel yang digunakan sebanyak 60 sampel feses sapi. Penelitian menggunakan metode cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tehnik sampling purposif (purposive sampling). Isolasi Bakteri E. coli dimulai dengan menumbuhkan bakteri pada media EMBA, selanjutnya diuji pewarnaan Gram, dan tes IMVIC. Konfirmasi bakteri E. coli O157:H7 dibiakkan dengan menumbuhkan isolate pada media SMAC, Latex Agglutination Test dan uji serologi H7. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan di uji dengan Odds ratio dan uji Chi square. Hasil penelitian pada uji Odds ratio menunjukkan jenis kelamin sapi jantan dengan nilai odds ratio 1,52, sumber air non PAM dengan nilai odds ratio 1,52, dan keadaan cuaca hujan dengan nilai odds ratio 2,05 yang berarti memiliki resiko lebih tinggi terhadap penyebaran E. coli O157:H7. Kesimpulan dari variabel dari faktor risiko infeksi E. coli O157:H7 menunjukkan bahwa sapi dengan jenis kelamin jantan yang mendapat sumber air non-PAM pada saat cuaca hujan lebih berisiko terhadap penyebaran infeksi E. coli O157:H7. Namun, nilai chi square menunjukkan bahwa faktor-faktor resiko tidak berasosiasi secara nyata(P>0,05) terhadap infeksi E. coli O157:H7 di Kecamatan Mengwi.
Aplikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Juru Sembelih Halal dan Pekerja Pemotong Daging di Rumah Pemotongan Hewan Mambal dan Pesanggaran Dayana, Anak Agung Putri Isadela; Rudyanto, Mas Djoko; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.933 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.99

Abstract

Rumah Potong Hewan (RPH) merupakan unit pelayanan masyarakat dalam penyediaan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), tempat pemantauan dan survailans penyakit hewan serta zoonosis. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu masalah yang sangat signifikan untuk mencapai tujuan dari RPH yaitu menghasilkan produk halal dan memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aplikasi kesehatan dan keselamatan kerja pada Juru Sembelih Halal (Juleha) dan pekerja di RPH Mambal Badung dan Pesanggaran Denpasar. Metode yang digunakan dari penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara terhadap juru sembelih halal dan pekerja pemotong daging dalam pengaplikasian K3 pada proses penyembelihan yang dilanjutkan dengan melakukan analisis deskriptif terhadap data yang diperoleh. Dari data kuisioner dan observasi yang diperoleh, juleha dan pekerja belum paham untuk mengaplikasikan K3 sesuai dengan standar. Karena itu, perlu dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan K3 serta dijelaskan dampak dan resiko dari tidak diterapkan K3.
Kualitas Telur Ayam Ras yang Mendapat Pelapisan Bubur Kulit Manggis dan Disimpan pada Suhu Ruang MANIK, AGUSTINA BORU; SUADA, I KETUT; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.798 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan bubur kulit manggis dan lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap kualitas telur ayam ras ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), dan Haugh Unit (HU), dan untuk mengetahui interaksi yan terjadi antara pelapisan dan lama penyimpanan terhadap kualitas telur ayam ras ditinjau dari IPT, IKT, dan HU.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bubur kulit manggis ( Garcinia mangostana L) berpengaruh terhadap kualitas telur ayam ras yang dilapisi, dimana terjadi peningkatan nilai IPT, IKT, dan HU dibandingkan dengan telur ayam ras yang tanpa pelapisan. Penyimpanan telur ayam ras pada suhu ruang berpengaruh terhadap nilai IPT, IKT, dan HU dimana semakin lama penyimpanan maka nilai IPT, IKT, dan HU semakin menurun selanjutnya akan terjadi kerusakan. Terdapat interaksi antara telur yang dilapisi dan tanpa dilapisi bubur kulit manggis dengan lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap kualitas telur ayam ras ditinjau dari IPT, IKT, dan HU.
Penilaian Penerapan Animal Welfare pada Proses Pemotongan Sapi di Rumah Pemotongan Hewan Mambal Kabupaten Badung Mandala, Aletha Yuliana; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (1) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.92 KB)

Abstract

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) adalah kompleks bangunan dengan desain tertentu yang dipergunakan sebagai tempat memotong hewan secara benar bagi konsumsi masyarakat luas serta harus memenuhi persyaratan-persyaratan teknis tertentu, termasuk dalam hal penerapan animal welfare sebagai upaya untuk mendukung tercapainya produk pangan yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan animal welfare di RPH Mambal Kabupaten Badung khususnya pada proses pemotongan sapi. Penelitian ini menggunakan 50 ekor sapi yang diamati rata-rata 5-7 ekor per hari selama 10 hari penelitian. Sapi diamati mulai dari diturunkan dari pick up sampai disembelih yang selanjutnya dicatat dalam lembaran kuisioner. Hasil penelitian menunjukan RPH Mambal telah menerapkan animal welfare pada proses sebelum penyembelihan sudah memenuhi persyaratan sebesar 63,04% dan pada proses penyembelihan sebesar 75,96%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan animal welfare di RPH Mambal sudah memenuhi persyaratan 63,04% sebelum penyembelihan dan 75,96% pada proses penyembelihan
Kualitas Daging Se’i Babi Produksi Denpasar Aman, Emerensia Patryconsitha; Suada, I Ketut; Agustina, Kadek Karang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (5) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.072 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi dan pemasaran daging se’i babi di kota Denpasar yaitu Gimbo di Imam Bonjol dan Max di Teuku Umar. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas daging se’i babi tersebut meliputi daya ikat air (DIA), pH, kadar air, dan cita rasa. Analisis data menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan daya ikat air, pH dan cita rasa daging se’i babi produksi kedua tempat produksi tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan kadar air daging se’i babi produksi Gimbo (34.850) berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan daging se’i babi produksi Max (29.082). Melihat kualitas daging se’i babi produksi Gimbo dan Max yang cukup baik, diharapkan produsen dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi kualitas daging se’i babi yang diproduksi sehingga kualitasnya menjadi lebih baik lagi.  
Co-Authors Agnes - Tasia Agung Denlira Sitepu AGUSTINA BORU MANIK Ahmat Fansidar Aletha Yuliana Mandala, Aletha Yuliana Alhamdani, Yusuf Riska Alvionita Alexther Lingga Anak Agung Komang Suardana Anastasia Cornelia Anastasya, Sindika Anggara Fajri Prasafitra ANITA KAROLINA SIMAMORA Apriyani, Ester Muki Arhiono, Haru Nira Putra Bakar, Nor Kartini Abu Cesarina Pascalia dos Santos Alegria Chandra Immanuel Saragih Christine Regina Fenita Wenno, Christine Regina Fenita Cita, I Putu Giri Wahyu Eka Dayana, Anak Agung Putri Isadela Dewi, Ni Kadek Emi Sintha Dimas Indra Dwi Purnama Dwi Yoga Sutrisna Dyah Ayu Widiasih Eggy Hidta Lusandika ELIYA KUSUMAWATI Elly Hariati Br Purba, Elly Hariati Br Emerensia Patryconsitha Aman Enjelina, Ni Desak Gede Rista Gayatri, Anak Agung Sagung Intan Gea, Octo Berkat Gracemon Loe Mau, Gracemon Handayani, Ni Made Hapsari Mahatmi HESTI YOHANA GINTING HESTIN YUSWANTI I Dewa Made Nurja Sadhi I Gede Indrawan I Gede Made Sunu Satwika Nur Agung I GEDE PUTU WIRAWAN I Gusti Ketut Suarjana I Made Damriyasa I Made Merdana I Made Robi I Made Sukada I Nyoman Arsana, I Nyoman I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Polos I NYOMAN WIJAYA I Putu Agus Hendra Wibawa I Putu Sampurna I Wayan Batan I Wayan Masa Tenaya, I Wayan Masa I Wayan Suardana I Wayan Wahyudi, I Wayan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Putri Darmawati Ida Ayu Putu Aselya Mardyawati Ida Ayu Resmihariningsih Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Julita Dewitri Merthayasa Kadek Karang Agustina Kalimutu, Putu Krisnawan KARTINI HUTASOIT KETUT AYU YULIADHI Ketut Budiasa Ketut Tono Pasek Gelgel Lely Anggriani Nababan Luh Putu Pradnya Swari LULUK WULANDARI Mamboran, Nikko Marthen Manullang, Prila Kartika Maria Yasinta Manuama Martha Putri Manullang Mas Djoko Djoko MAS DJOKO RUDYANTO Maulina Nababan, Maulina Mintari, Gusti Ayu Willem Munthe, Lambok Jenny Sagita Narty, Yasinta Ni Ketut Ayu Juliasih Ni Luh Gede Sudaryati Ningsih, Gusti Ketut Asti Dea NOER SYAIFUL HAKIM Nurul Masyita, Nurul Pande Made Satya Sumitra Paramita, Ni Made Diana Pradnya Parwata, I Made Oka Prabarini Hanum Sari Pranata, Kadek Dwipayana Purnama Layli, Purnama Putra, I Made Arya Udyana Reny Navtalia Sinlae REZKI ABADI BONTONG Richard Stenly Tindjabate Rindang Dwiyani Rizki, Muhamad Farrel Rusmita, Gst Ayu Putu Ika Yulia Sabaaturohma, Clara Luceatriani Sanjaya, I Putu Wahyu Saputra, I Dewa Ketut Ari Sasadara, Maria Malida Vernandes Satria Yanuwardani Setiawan Shchegolkova, Nataliya Sidabutar, Febyana Sihombing, Vivi Ekatry SISKA MAHARGIAN FIBRIANTI Sonia Dewi Citra Sembiring Sosiawan, I Gede Arya Mas Sousa, Rojelio Dias Trindade Sudiartawan, I Putu Sukardika, Ketut Elok Sumarya, I Made SURAINIWATI SURAINIWATI TRI KOMALA SARI TRISNA AGUNG PHABIOLA Uli Rehlitna Sembiring, Uli Rehlitna UTAMA, I WAYAN EKA KARYA Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung Widayantari, Anak Agung Ayu Sauca Sunia Wilson Lois, Wilson Wisnu Pradana YUDHA, I KADEK WISMA Yunita Sri Hastuti, Yunita Sri Yuyun Fitriani Zhao, Tiejun