Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Telur Ayam Konsumsi yang Dibersihkan dan Tanpa Dibersihkan Selama Penyimpanan Suhu Kamar FIBRIANTI, SISKA MAHARGIAN; SUADA, I KETUT; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (3) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.261 KB)

Abstract

Lama penyimpanan menentukan kualitas telur. Semakin lama disimpan, kualitas dan kesegaran telur semakin merosot. Pedagang sebelum menjual telur biasanya mereka membersihkan kulitnya supaya terlihat lebih menarik dan bersih padahal pencucian telur malah mempercepat penurunan kualitas telur karena pada saat telur dibersihkan pori-pori kulit telur terbuka dan terdapat selaput kutikula yang melapisi kulit telur ikut hilang. Akibatnya karena tidak adanya selaput kutikula maka mikroorganisme masuk dengan mudahnya ke dalam telur. Media yang biasa dipakai oleh pedagang untuk membersihkan telur ayam konsumsi adalah dengan air. Padahal dalam kandungan air yang tidak bersih banyak terdapat mikroorganisme yang dapat menyebabkan cemaran pada telur. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa telur sebanyak 72 butir masing-masing 36 butir telur dibersihkan dengan air kran dan 36 butir telur dibiarkan dalam keadaan tanpa dibersihkan. Penelitian dilakukan sebanyak enam kali ulangan selama hari ke-0 sampai ke-25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur ayam konsumsi yang dibersihkan dan tanpa dibersihkan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap nilai IPT, IKT dan HU. Selain itu lama penyimpanan pada suhu kamar dari telur ayam konsumsi yang dibersihkan dan tanpa dibersihkan berpengaruh sangat nyata (p<0.01) terhadap nilai IPT, IKT dan HU. Terdapat interaksi yang sangat nyata (p<0.01) antara perlakuan telur yang dibersihkan dan tanpa dibersihkan dengan lama penyimpanan terhadap nilai IPT, IKT dan HU. Pada telur ayam konsumsi yang dibersihkan mempunyai nilai IPT, IKT dan HU lebih rendah daripada telur ayam konsumsi tanpa dibersihkan selama penyimpanan suhu kamar.
Kualitas Telur Ayam Ras Yang Dilapisi Bubur Kulit Manggis yang Disimpan pada Suhu 40C GINTING, HESTI YOHANA; SUADA, I KETUT; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.317 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam ras yang dilapisi bubur kulit manggis setelah penyimpanan pada suhu kulkas 40C selama empat minggu ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Haugh Unit (HU). Sampel penelitian diambil dari peternakan di Desa Senganan, Penebel Kabupaten Tabanan sebanyak 40 butir, sedangkan bahan penelitian yaitu kulit manggis diambil di Pasar Badung sebanyak tiga kilogram. Manggis yang diambil dari Pasar Badung sebanyak tiga kg. Kemudian manggis dipisahkan antara kulit dan daging buahnya. Kulit buah yang digunakan adalah bagian endocarpnya. Setelah itu, kulit buah diblender.Setelah didapatkan bubur kulit manggisnya kemudian telur dilapisi dengan bubur kulit manggis sebanyak 10 gram setiap pelapisan pada kulit telur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan telur yang dilapisi bubur kulit manggis menunjukkan bahwa Indeks Putih Telur (IPT) dan Haugh Unit (HU) cenderung mengalami kenaikan sedangkan nilai Indeks Kuning Telur (IKT) cenderung mengalami penurunan. Rataan nilai IPT dari minggu ke-0 sampai ke-4 : 0,1395, nilai IKT : 0,4257, nilai HU : 76, 582. Untuk telur yang tidak dilapisi bubur kulit manggis nilai IPT, IKT dn HU cenderung mengalami penurunan. Rataan nilai IPT : 0,0957, nilai IKT : 0,3999, nilai HU : 49,832. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa kualitas telur ayam ras yang dilapisi lebih baik dibandingkan dengan yang tanpa dilapisi bubur kulit manggis
Daya Tahan Daging Kambing yang Diberikan Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Suhu Ruang Paramita, Ni Made Diana Pradnya; Suada, I Ketut; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.717 KB)

Abstract

Daging kambing mengandung protein cukup tinggi dan terdapat pula kandungan asam amino esesensial yang lengkap dan seimbang. Akibat adanya komponen nutrisi yang terkandung dalam daging kambing, maka daging kambing juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri, sehingga mudah mengalami kerusakan dan pembusukan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya tahan daging kambing yang diberikan infusa daun salam pada peletakan suhu ruang yang ditinjau dari bau, warna, pH, dan kadar air. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yaitu empat faktor konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15% infusa daun salam dan dilakukan pengamatan waktu 0, 3, 6, dan 9 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman infusa daun salam dengan konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15%) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bau dan pH pada lama peletakan, sedangkan warna daging berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi dan lama peletakan. Konsentrasi infusa daun salam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air daging kambing. Pemberian daun salam sebagai pengawet alami berpengaruh baik terhadap daya tahan daging kambing.
Implikasi Pengetahuan Ayat Tentang Pemotongan Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Terhadap Sapi Bali Fansidar, Ahmat; Rudyanto, Mas Djoko; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.541 KB)

Abstract

Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini dapat diketahui tingkat implikasi pengetahuan masyarakat tentang undang-undang pemotogan sapi bali dan seberapa banyak sapi bali betina yang produktif dan tidak produktif yang dipotong di RPH mergantaka Mandala Temesi, pada bulan April 2012. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode porpusive sampling  atau pengambilan sampel dilakukan secara disengaja. Jumlah per hari sapi yang akan dipotong, berdasarkan jumlah sapi bali betina yang dipotong di RPH Mergantaka Mandala Temesi. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara diskriptif. Sapi bali betina yang di potong di RPH Mergantaka Mandala Temesi, Gianyar selama delapan hari sebanyak 127 ekor. Jumlah ini terdiri atas 108 ekor sapi betina produktif dan 22 ekor sapi betina non produktif dengan rata-rata sapi betina produktif yang dipotong sebanyak 13 ekor perhari dan sapi betina non produktif sebanyak dua ekor perhari. Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah sapi betina produktif yang dipotong di RPH Mergantaka Mandala Temesi, Gianyar lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah sapi betina non produktif. Dapat disimpulkan tingginya implikasi pengetahuan jagal, karyawan dan petani tentang undang-undang peternakan dan kesehatan hewan tidak berpengaruh terhadap tingginya angka pemotongan sapi bali betina produktif. Disarankan kepada berbagai pihak yang berkecimpung dalam bidang peternakan untuk tidak memotong sapi bali betina usia produktif serta perlu dilakukan tindakan nyata untuk melestarikan plasma nutfah asli Bali ini agar tidak terjadi kepunahan di kemudian hari.
Daya Simpan dan Variasi Bumbu Daging Se’i Babi Produksi Kota Denpasar pada Suhu Ruang Loe Mau, Gracemon; Suada, I Ketut; Swacita, I.B.N.
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya simpan daging se’i babi produksi Kota Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi se’i babi yaitu di Jalan Teuku Umar (bumbu A) dan Jalan Imam Bonjol (bumbu B). Sebagai kontrol digunakan daging se’i babi tanpa bumbu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah pH dan waktu reduktase. Untuk mengukur pH digunakan pH meter dan untuk pengujian waktu reduktase menggunakan waterbath/penangas air. Analisis data menggunakan sidik ragam dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang didapatkan menunjukkan pH daging se’i babi tanpa bumbu (5,94) berbeda sangat nyata (P
Ketahanan Susu Segar pada Penyimpanan Suhu Ruang Ditinjau dari Uji Tingkat Keasaman, Didih, dan Waktu Reduktase Nababan, Lely Anggriani; Suada, I Ketut; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (4) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.797 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan susu segar yang dijual di Kota Denpasar pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari uji tingkat keasaman (pH), uji didih, dan waktu reduktase. Sampel yang digunakan adalah susu segar yang diambil dari penyalur susu segar di Kota Denpasar sebanyak 500 mL setiap ulangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan kali ulangan lima kali pengamatan sehingga jumlah sampel yang diamati adalah 40. Data uji tingkat keasaman (pH) dan waktu reduktase (menit) dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Data uji didih dianalisis dengan uji Cochran dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Mc Nemar. Hasil penelitian untuk uji tingkat keasaman (pH) menunjukkan bahwa lama penyimpanan sangat nyata (P<0,01) menurun pH susu segar mulai jam ke-6 sampai jam ke-8. Pada uji didih hasil positif terjadi pada jam ke-6 sampai jam ke-8 ditandai dengan adanya gumpalan yang menempel di tabung reaksi. Dengan uji Mc Nemar penyimpanan pada jam ke-0, 2, 4 dengan jam ke-8 terjadi hasil perbedaan sangat nyata (P<0,01). Waktu reduktase menunjukkan penurunan yang sangat nyata (P<0,01) mulai penyimpanan jam ke-6 sampai jam ke-8. Disimpulkan bahwa susu segar memiliki ketahanan pada suhu ruang selama empat jam.
Mutu Telur Asin Desa Kelayu Selong Lombok Timur yang Dibungkus dalam Abu Gosok Dan Tanah Liat SURAINIWATI, SURAINIWATI; RUDYANTO, MAS DJOKO; SUADA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (3) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.734 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengasinan dan lama penyimpanan serta perubahan yang terjadi selama proses pengasinan berlangsung sampel diambil dari desa kelayu kecamatan selong lombok timur. Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 4 x 5, dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor pertama meliputi telur itik segar dan telur itik yang dalam proses pengasinan. Faktor yang kedua yaitu jangka waktu pengamatan yang dimulai dari hari ke-3, ke-10, ke-17, sampai hari ke-24 (dengan 4 kali pengamatan). Variabel bebas dalam penelitian ini telur itik segar dan telur itik dalam proses pengasinan. Data yang terkumpul dianalisis dengan sidik ragam dan bila hasil yang diperoleh berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan nilai Indeks Putih Telur (IPT), Indek Kuning Telur (IKT) dan Haugh Unit (HU), telur itik segar pada hari ke-3, ke-10, ke-17, sampai hari ke-24, mengalami penurunan, sedangkan pada telur asin mengalami peningkatan. Selama pengasinan kualitas telur itik asin lebih baik dibandingkan dengan telur itik segar yang berasal dari desa Kelayu Kecamatan Selong Lombok Timur, ditinjau dari IPT, IKT dan HU. Selama penyimpanan terjadi perbedaan jelas terlihat terhadap kualitas telur itik yang berasal dari desa Kelayu Kecamatan Selong Lombok Timur ditinjau dari IPT, IKT dan HU. Terjadi interaksi selama pengasinan dan penyimpanan terhadap kualitas telur itik, ditinjau dari IPT, IKT, dan HU.
PENGASINAN MEMPENGARUHI KUALITAS TELUR ITIK MOJOSARI KUSUMAWATI, ELIYA; RUDYANTO, MAS DJOKO; SUADA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (5) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.017 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengasinan dan lama penyimpanan terhadap kualitas telur itik ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), Haugh Unit (HU) dan warna kuning telur dan untuk mengetahui interaksi antara pengasinan dan lama penyimpanan terhadap kualitas telur itik ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), Haugh Unit (HU) dan warna kuning telur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 4 x 5, dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor pertama meliputi telur itik segar dan telur itik asin. Sedangkan faktor kedua yaitu jangka waktu pengamatan yang dimulai dari hari ke-1, ke-8, ke-15 sampai hari ke-22 (4 kali pengamatan). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah telur itik segar dan telur itik asin. Variabel terikatnya adalah IPT, IKT, HU dan warna kuning telur. Variabel kendali/kontrol adalah asal telur dan suhu penyimpanan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Data yang terkumpul dianalisis dengan sidik ragam dan apabila didapatkan hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Untuk warna kuning telur diuji dengan uji Kruskal-Wallis dan jika terdapat perbedaan yang signifikan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan nilai IPT telur itik segar pada hari ke-1 (0.083). Kemudian menurun berturut-turut dari hari ke-8 (0.060), hari ke-15 (0.029), dan hari ke-22 (0.021). Sedangkan rataan nilai IPT telur itik asin pada hari ke-1 (0.094). Kemudian meningkat berturut-turut dari hari ke-8 (0.120), hari ke-15 (0.159), dan hari ke-22 (0.201). Rataan nilai IKT telur itik segar pada hari ke-1 (0.374). Kemudian menurun berturut-turut dari hari ke-8 (0.253), hari ke-15 (0.083), dan hari ke-22 (0.045). Sedangkan rataan nilai IKT telur itik asin pada hari ke-1 (0.455). Kemudian meningkat berturut-turut dari hari ke-8 (0.837), hari ke-15 (0.954), dan hari ke-22 (1.019). Rataan nilai HU telur itik segar pada hari ke-1 (65.162). Kemudian menurun berturut-turut dari hari ke-8 (54.998), hari ke-15 (21.008), dan hari ke-22 (6.060). Sedangkan rataan nilai HU telur itik asin pada hari ke-1 (69.540). Kemudian meningkat berturut-turut dari hari ke-8 (73.975), hari ke-15 (80.602), dan hari ke-22 (86.398). Untuk warna kuning telur itik segar, warnanya semakin menurun yaitu pada hari ke-1 dengan skor 3 dan pada hari ke-22 dengan skor 1. Sedangkan pada telur itik asin, warnanya semakin meningkat yaitu pada hari ke-1 dengan skor 5 dan pada hari ke-22 dengan skor 12.
Mutu Susu Kambing Peranakan Etawa yang Disimpan pada Suhu Ruang Manuama, Maria Yasinta; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.253 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lamanya penyimpanan susu kambing Peranakan Etawa pada suhu ruang ditinjau dari uji derajat asam, warna, dan total bakteri E. coli. Sampel susu dari 5 ekor kambing dari kelompok tani ternak Werdi Gopala di desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng masing-masing sebanyak 100 ml. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data derajat asam dan total bakteri E. coli dianalisis dengan sidik ragam. Warna dianalisis dengan uji Cochran?Mc Nemar. Hasil penelitian derajat asam, warna, dan total bakteri E. coli menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap derajat keasaman, warna, dan jumlah total bakteri E. coli. Hasil penelitian derajat asam dan total bakteri E. coli menunjukkan bahwa pada jam ke-2 penyimpanan, susu sudah tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi. Hasil uji warna menunjukkan bahwa pada jam ke-5 penyimpanan, susu sudah tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi. Sehingga berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa susu kambing Peranakan Etawa hanya dapat bertahan pada jam ke-2 pada penyimpanan suhu ruang.
Hubungan Umur, Bobot dan Karkas Sapi Bali Betina yang Dipotong Di Rumah Potong Hewan Temesi Pradana, Wisnu; Djoko, Mas Djoko; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (1) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.25 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bobot dan umur sapi bali betina yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Temesi dengan bobot karkas yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini didapat bobot minimal dari sapi yang dipotong sebesar 208 kg, bobot maksimal 276 kg, dan bobot rata-rata 229,27 kg. Umur minimal sapi yang dipotong berumur tiga tahun, maksimal tujuh tahun dengan rata-rata berumur 4,633 tahun. Bobot karkas minimal sebesar 73,2 kg, bobot karkas maksimal 145, 2 kg dan rata-rata bobot karkas sebesar 99,487 kg. Hasil korelasi (r) untuk umur dengan bobot karkas sebesar 0,392, sehingga tidak terdapat hubungan antara umur dengan bobot karkas. Korelasi bobot dengan bobot karkas sebesar 0, 995, sehingga terdapat korelasi yang tinggi. Sehingga dapat disimpulkan umur tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot karkas sapi bali betina, sedangkan bobot berpengaruh terhadap bobot karkas yang dihasilkan. Dalam penelitian ini didapat persentase karkas terhadap bobot sebesar 43,7 %. Sehingga didapat rumus korelasi Y = 0,437X, yang dapat diartikan bobot karkas sapi bali betina yang dipotong di RPH Temesi sebesar 0,437 dari bobot sapi tersebut, dengan korelasi 0,995 atau 99,5 %. Dapat disimpulkan bahwa umur tidak berpengaruh terhadap bobot karkas yang dihasilkan sehingga disarankan kepada masyarakat untuk menentukan bobot karkas sapi bali betina sebaiknya tidak melihat umur dari sapi bali betina tersebut. Sedangkan bobot badan dari sapi bali betina berpengaruh terhadap bobot karkas yang dihasilkan, sehingga masyarakat dapat mengetahui bobot karkas sapi bali betina dengan melihat bobot badan dari sapi bali betina tersebut. Bobot karkas sapi bali betina yang dipotong di RPH Temesi sebesar 43,7 % dari bobot badan, dengan koefisen korelasi sebesar 99,5 %.
Co-Authors Agnes - Tasia Agung Denlira Sitepu AGUSTINA BORU MANIK Ahmat Fansidar Aletha Yuliana Mandala, Aletha Yuliana Alhamdani, Yusuf Riska Alvionita Alexther Lingga Anak Agung Komang Suardana Anastasia Cornelia Anastasya, Sindika Anggara Fajri Prasafitra ANITA KAROLINA SIMAMORA Apriyani, Ester Muki Arhiono, Haru Nira Putra Bakar, Nor Kartini Abu Cesarina Pascalia dos Santos Alegria Chandra Immanuel Saragih Christine Regina Fenita Wenno, Christine Regina Fenita Cita, I Putu Giri Wahyu Eka Dayana, Anak Agung Putri Isadela Dewi, Ni Kadek Emi Sintha Dimas Indra Dwi Purnama Dwi Yoga Sutrisna Dyah Ayu Widiasih Eggy Hidta Lusandika ELIYA KUSUMAWATI Elly Hariati Br Purba, Elly Hariati Br Emerensia Patryconsitha Aman Enjelina, Ni Desak Gede Rista Gayatri, Anak Agung Sagung Intan Gea, Octo Berkat Gracemon Loe Mau, Gracemon Handayani, Ni Made Hapsari Mahatmi HESTI YOHANA GINTING HESTIN YUSWANTI I Dewa Made Nurja Sadhi I Gede Indrawan I Gede Made Sunu Satwika Nur Agung I GEDE PUTU WIRAWAN I Gusti Ketut Suarjana I Made Damriyasa I Made Merdana I Made Robi I Made Sukada I Nyoman Arsana, I Nyoman I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Polos I NYOMAN WIJAYA I Putu Agus Hendra Wibawa I Putu Sampurna I Wayan Batan I Wayan Masa Tenaya, I Wayan Masa I Wayan Suardana I Wayan Wahyudi, I Wayan Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Putri Darmawati Ida Ayu Putu Aselya Mardyawati Ida Ayu Resmihariningsih Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Julita Dewitri Merthayasa Kadek Karang Agustina Kalimutu, Putu Krisnawan KARTINI HUTASOIT KETUT AYU YULIADHI Ketut Budiasa Ketut Tono Pasek Gelgel Lely Anggriani Nababan Luh Putu Pradnya Swari LULUK WULANDARI Mamboran, Nikko Marthen Manullang, Prila Kartika Maria Yasinta Manuama Martha Putri Manullang Mas Djoko Djoko MAS DJOKO RUDYANTO Maulina Nababan, Maulina Mintari, Gusti Ayu Willem Munthe, Lambok Jenny Sagita Narty, Yasinta Ni Ketut Ayu Juliasih Ni Luh Gede Sudaryati Ningsih, Gusti Ketut Asti Dea NOER SYAIFUL HAKIM Nurul Masyita, Nurul Pande Made Satya Sumitra Paramita, Ni Made Diana Pradnya Parwata, I Made Oka Prabarini Hanum Sari Pranata, Kadek Dwipayana Purnama Layli, Purnama Putra, I Made Arya Udyana Reny Navtalia Sinlae REZKI ABADI BONTONG Richard Stenly Tindjabate Rindang Dwiyani Rizki, Muhamad Farrel Rusmita, Gst Ayu Putu Ika Yulia Sabaaturohma, Clara Luceatriani Sanjaya, I Putu Wahyu Saputra, I Dewa Ketut Ari Sasadara, Maria Malida Vernandes Satria Yanuwardani Setiawan Shchegolkova, Nataliya Sidabutar, Febyana Sihombing, Vivi Ekatry SISKA MAHARGIAN FIBRIANTI Sonia Dewi Citra Sembiring Sosiawan, I Gede Arya Mas Sousa, Rojelio Dias Trindade Sudiartawan, I Putu Sukardika, Ketut Elok Sumarya, I Made SURAINIWATI SURAINIWATI TRI KOMALA SARI TRISNA AGUNG PHABIOLA Uli Rehlitna Sembiring, Uli Rehlitna UTAMA, I WAYAN EKA KARYA Wahyu Maha Putra, Anak Agung Gede Agung Widayantari, Anak Agung Ayu Sauca Sunia Wilson Lois, Wilson Wisnu Pradana YUDHA, I KADEK WISMA Yunita Sri Hastuti, Yunita Sri Yuyun Fitriani Zhao, Tiejun