Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agripet

Respon Superovulasi Sapi Persilangan Belgian Blue dengan Metode yang Berbeda Fahrudin Darlian; Sri Wahjuningsih; Anny Rosmayanti; Sepatria Jodiansyah; Ludi Ahmad Jalaludin; Yanyan Setiawan; Trinil Susilawati
Jurnal Agripet Vol 21, No 2 (2021): Volume 21, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v21i2.20407

Abstract

ABSTRACT. Superovulasi merupakan suatu metode pemanfaatan induk betina unggul untuk menghasilkan embrio sebanyak-banyaknya untuk kegiatan transfer embrio. Tujuan penelitian ini membandingkan 2 teknik superovulasi yang berbeda pada sapi persilangan Belgian Blue. Penelitian dilakukan di Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor dengan menggunakan 24 ekor sapi persilangan Belgian Blue dengan umur 2-3 tahun, masing-masing perlakuan 12 ekor. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan dua perlakuan, P1 = Superovulasi menggunakan penyuntikan FSH selama 3 hari pada pagi dan sore (metode konvensional) dengan dosis 400 mg FSH dalam 20 ml pelarut dan P2 = Superovulasi menggunakan penyuntikan tunggal (satu kali) FSH dengan dosis 400 mg FSH dalam 3 ml pelarut . Parameter pada penelitian ini adalah Jumlah Corpus luteum (CL), respon rate, perolehan embrio, kualitas embrio, recovery rate, dan tingkat fertilisasi. Data yang diperoleh diuji dengan uji T tidak berpasangan. Hasil analisa data menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P0,05) pada jumlah CL P1 : 8,42+3,06 dan P2 : 6,08+4,74; Respon rate P1 : 100% dan P2 : 75%; Total perolehan embrio P1 : 6,08+2,64 embrio dan P2 : 4,45+4,01 embrio; Embrio recovery rate P1 : 70,37+9,18% dan P2 : 61,33+12,12%; Embrio Layak Transfer P1 : 3,83+2,92 embrio dan P2 : 2,73+2,28 embrio; dan berbeda nyata (P0,05) pada rataan fertilisasi P1 : 79,10% dan P2 : 95,26%. Kesimpulan penelitian ini adalah teknik superovulasi penyuntikan tunggal FSH secara subkutan memberikan efek superovulasi dan menghasilkan embrio dengan jumlah dan kualitas yang tidak berbeda nyata dengan teknik superovulasi konvensional.(Superovulation Responses of Belgian Blue Crossbreed Cattle Treated with Different Superovulation Methods) ABSTRAK. Superovulation is a technique for producing a large number of embryos for embryo transfer using a genetically superior female. The purpose of this research was to compare two alternative methods of superovulation in Belgian Blue crossbreed cattle. The study used 24 Belgian Blue crossbred cattle aged 2-3 years, including 12 cows per treatment, at the National Livestock Embryo Center of Cipelang in Bogor. The research was done in an experimental setting using two different treatments, P1 = Superovulation using twice daily FSH injections for three days at a dose of 400 mg FSH dissolved in 20 ml of saline, and P2 = Superovulation using FSH single injections at a dose of 400 mg FSH dissolved in 3 ml of saline. The parameters in this study were the number of corpus luteum (CL), response rate, total number of embryo/ova collection, embryo quality, recovery rate, and fertilization rate. The data obtained were tested by unpaired T test. The results of data analysis showed results that were not significantly different (P0.05) on the number of CL P1 : 8.42+3.06 and P2 : 6.08+4.74; Response rate P1 : 100% and P2 : 75%; Total number of embryos collection P1 : 6.08+2.64 embryos and P2 : 4.45+4.01 embryos; Embryo recovery rate P1 : 70.37+9.18% and P2 : 61.33+12.12%; Transferable Embryos P1 : 3.83+2.92 embryos and P2 : 2.73+2.28 embryos; and significantly different (P0.05) on fertilization rate P1 : 79.10% and P2 : 95.26%. The conclusion of this study show that the subcutaneous FSH single injection technique induces superovulation and produces embryos that are similar in number and quality to those produced by conventional superovulation techniques.
Hubungan antara Tingkah Laku Seksual dengan Produksi Spermatozoa Sapi Brahman Sholikah, Nisa'us; Sutomo, Aris; Widiasmoro, Ndaru Pranowo; Wahjuningsih, Sri; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Kuswati, Kuswati; Susilawati, Trinil
Jurnal Agripet Vol 18, No 2 (2018): Volume 18, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i2.12036

Abstract

ABSTRAK. Pejantan untuk program inseminasi buatan adalah pejantan unggul yang diseleksi berdasarkan libido dan produksi spermatozoa. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan antara tingkah laku seksual dengan produksi spermatozoa sapi Brahman. Materi penelitian adalah 3 pejantan sapi Brahman yang ditampung menggunakan vagina buatan. Metode penelitian adalah observasional dengan mengamati waktu reaksi dan lama ejakulasi. Observasi laboratorium dengan mengamati volume, konsentrasi, dan motilitas individu untuk menghitung total spermatozoa (TS) dan total spermatozoa motil (TSM). Pengamatan dilakukan sebanyak 10 ulangan. Data dianalisa secara deskriptif serta hubungan antara tingkah laku seksual dan produksi spermatozoa dihitung dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi tingkah laku seksual dan produksi spermatozoa pada sapi Brahman. Individu Cipta mempunyai waktu reaksi dan lama ejakulasi paling singkat serta produksi spermatozoa paling rendah. Hubungan signifikan antara waktu reaksi dengan TS serta TSM pada individu Bizzyard dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 14 % dan 20%. Hubungan sangat signifikan antara lama ejakulasi dengan TS serta TSM pada individu Cipta dengan R2 sebesar 46% dan 58%. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara tingkah laku seksual dengan produksi spermatozoa pada sapi Brahman, dengan koefisien korelasi (r) tertinggi sebesar 0,72 dan R2 sebesar 58% antara lama ejakulasi dan total spermatozoa motil pada individu Cipta.(The relationship between sexual behavior and semen production in Brahman bulls)ABSTRACT. Bulls for artificial insemination must be selected based on libido and sperm production. The study aimed to analyze the relationship between sexual behavior with sperm production on Brahman bulls. The material was 3 Brahman bulls collected using artificial vagina. The method was observational by observing reaction time and ejaculation duration. Laboratory observations by observing volume, concentration, and motility to calculate total sperm (TS) and total motile sperm counts (TMSC). Observations were replicated 10 times. The data were analyzed descriptively, the relationship between behavior and sperm production was examined using Pearson correlation. The results showed that there were variations in sexual behavior and sperm production in each bull. Cipta have the shortest reaction time and ejaculation duration and the lowest sperm production. A significant relationship between reaction time and TS and TMSC in Bizzyard with coefficient of determination (R2) of 14% and 20%. A very significant between ejaculation duration with TS and TMSC in Cipta with R2 of 46% and 58%. In conclusion, there was a relationship between sexual behavior and sperm production in Brahman bulls, with the highest correlation coefficient (r) of 0.72 and R2 of 58% between ejaculation duration and the total motile sperm counts in Cipta.
Co-Authors Achadiah Rachmawati Aditya Budiawan Alfa Fajarrofa Angelina N. Tethool Anis Mei Munazaroh Anis Mei Munazaroh Anny Rosmayanti Anugra Yekti, Aulia Puspita Ardyah Ramadhina Irsanti Putri Aris Sutomo Asri Nurul Huda Aulani'am Aulani'am Aulia Puspita A Yekti Aulia Puspita Anugra Yekti Awang Tri Satria Ayu Melia Sades Bayuardhi, Muhammad Dedi Muhammad Dedy Kaunang Effendi, Fredyan Isnan Eko Widodo Eros Sukmawati Eros Sukmawati Ervandi, Mohamad Fahrudin Darlian Fajarrofa, Alfa Falah, Moh. Miftahul Gatot Cipatadi Gatot Ciptadi Hanief Eko Sulistyo Harsi, Tri Hartutik (Hartutik) Hartutik Hartutik Heraini, Dela Indiah Indiah Indiah, Indiah Indria Susanti Irfan Irfan Ita Wahju Nursita Khaeruddin Khaeruddin Kuswati Kuswati Ludi Ahmad Jalaludin M Nur Ihsan M. Nur Ihsan M. Pangestu Mashudi Mashudi Moch Sasmito Djati Moh Nur Ihsan Moh. Miftahul Falah Moh. Nur Ihsan Mohammad Nur Ihsan, Mohammad Nur Muhammad Agus Tahar Muhammad Nur Ihsan Muhammad Nur Ihsan Ndaru Pranowo Widiasmoro Nining Haryuni Nisa’us Sholikah Nurgiartiningsih, V. M. A. Nurlayasari, Irma Nurul Isnaini P. Srianto R. P. Putra Rahman Maulana Rahmawati, Achadiyah Rahmi, Siti Aulia REZA FAHLEVI Robbaani, Muhammad S. Suyadi Safitri, Brilla Ismaya Saka Wahyu Hikamawan Sepatria Jodiansyah Siti Sunami Sri Rahayu Suhartojo Hardjopranjoto Suhartojo Hardjopranjoto, Suhartojo Sutiman B. Sumitro Sutiman Bambang Sumitro Sutomo, Aris Suyadi Suyadi Tri Harsi Trinil Susilawati Trinil Susilawati Veronica Devita Bunga Widiasmoro, Ndaru Pranowo Wiyoso, Shelfia Anggraini Wulandari, Desinta Y A Tribudi Yanyan Setiawan Yulia Indri Anastasia