Claim Missing Document
Check
Articles

Efisiensi Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah Muhammad Junaidi; Sri Hindarti; Nikmatul Khoiriyah
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.045 KB)

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas strategis dan penyumbang inflasi terbesar nomor dua di masa pandemic Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani bawang merah. Data penelitian menggunakan data primer, dikumpulkan melalui wawancara langsung kepada 40 petani bawang merah di Desa Tawangsari, kecamatan Pujon, Data penelitian menggunakan data primer melalui wawancara langsung ke patani bawang merah. Analisis data menggunakan model regresi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani bawang merah sebesar Rp. 48.515.548 per hektar per satu kali musim tanam. R/C Ratio bawang merah sebesar 3,36. Bibit dan pupuk ZA sangat berpengaruh (99% atau p<0.01) dan positif terhadap produksi usahatani bawang merah dengan koefisien regresi sebesar 0,492%, Kenaikan penggunakan bibit 1% meningkatkan produksi bawang merah sebesar 0,492%. Kenaikan pemakaian pupuk ZA 1% meningkatkan produksi bawang merah sebesar 0,402%. Sedangkan Pupuk Phonska berpengaruh (95% atau p<0.05) dan positif terhadap produksi bawang merah dengan koefisien regresi sebesar 0,133%. Artinya, kenaikan pemakaian pupuk Phonska 1% meningkatkan produksi bawang merah sebesar 0,133%.Kata kunci: Penerimaan, Produksi
EFISIENSI AGROINDUSTRI KERIPIK APEL DI KOTA BATU Miftahul Hamdi; Nikmatul Khoiriyah; Moch Noerhadi Sudjoni
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 10, No 2 (2022): SEAGRI Volume 10 Nomor 02 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.033 KB)

Abstract

AbstrakBuah apel yang merupakan ikon kota Batu yang memiliki prospek ekonomi cukup tinggi ternyata belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi petani atau pengusaha agroindustri kripik apel. Pengolahan apel menjadi keripik apel dapat digunakan sebagai alternatif meningkatkan nilai tambah apel. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung efisiensi. Penelitian dilakukan di kota Batu, Jawa Timur pada bulan Juli sampai September 2021. Penelitian menggunakan data primer, dikumpulkan melalui wawancara kepada pemilik home agroindustri keripik apel sejumlah 10 orang. Analisis data menggunakan R/C ratio. Hasil penelitian menegaskan bahwa agroindustri keripik apel di Kota Batu efisien. Hal ini ditunjukkan oleh nilai R/C ratio sebesar 1,22 lebih dari satu. Nilai R/C ratio diperoleh dari perbandingan antara penerimaan sebesar Rp. 79.621.008 dengan biaya sebesar Rp. 64.166.563. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa agroindustry kripik apel di Kota Batu efisien sehingga perlu dikembangkan dalam upaya meningkatkan pendapatan petani dan pemilik agroindustry.Kata Kunci : Efisiensi, Agroindustri Keripik Apel
KAJIAN DESKRIPTIF ETHNOFOOD SAWUT SEBAGAI ALTERNATIF KETAHANAN PANGAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 Nur Fadilah Muyassaro; Nikmatul Khoiriyah; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 10, No 4 (2022): Seagri Volume 10 Nomor 4 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.99 KB)

Abstract

Abstract Sawut sebagai sumber pangan karbohidrat memiliki potensi yang cukup tinggi, serta dapat menjadi alternatif ketahanan pangan karbohidrat rumah tangga, namun belum dimanfaatkan oleh rumah tangga di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskriptifkan ethnofood sawut sebagai alternatif pangan. Penelitian dilakukan di Kota Malang, Jawa Timur. Penentuan sampel menggunakan metode Krejcie dan Morgan serta diperoleh sampel sebanyak 77 rumah tangga. Pengambilan sample menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis data menggunakan diskriptif berupa analisis kualitatif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah mengonsumsi sawut > 3 tahun sebesar 49%, frekuensi dalam satu minggu sebagian besar mengonsumsi sawut dengan rentan 1-2 hari sebesar 87% dan dikonsumsi oleh sebagian anggota rumah tangga yaitu sebesar 57%. Rumah tangga memperoleh sawut dengan cara membeli yaitu sebesar 65%. Dari temuan ini usia produktif atau usia muda cukup familiar dengan sawut dan tidak asing untuk mengonsumsinya.. Peningkatan konsumsi sawut bagi rumah tangga dapat mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap beras sehingga dengan demikian dapat mengurangi ketergantungan impor beras. Keyword: Pola konsumsi, Ethnofood sawut, Alternatif Pangan
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN DAN EFISIENSI PEMASARAN PADA USAHATANI PAPRIKA DI DESA TLOGOSARI KECAMATAN TUTUR Olyvyatur Rizky; Masyhuri Machfudz; Nikmatul Khoiriyah
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.299 KB)

Abstract

Tlogosari Village Tutur District is a village that has a lot of natural potential, one of which is paprika. The development of paprika farming is large enough so that this research needs to be done with the aim to analyze efficiently on paprika farming in Tlogosari Village, Tutur Subdistrict, to see socio-economic factors that can affect profits on paprika farming in Tlogosari Village, Tutur District, and identify marketing efficiency paprika farming in Tlogosari Village, Tutur District. The method used in this study is a quantitative method with a purposive location determination and a sample of respondents as many as 33 people whose samples were taken by census. The results obtained from this study showed 1) the results of the R / C ratio showed efficient. 2) socio-economic factors that affect profit by using Unit Output Price (UOP) - Cobb Douglass analysis, namely seed costs, fertilizer costs, drug costs, and labor costs. 3) marketing efficiency in paprika farming in Tlogosari village, Tutur sub-district was declared efficient.
IMPACTS OF RISING ANIMAL FOOD PRICES ON DEMAND AND POVERTY IN INDONESIA Nikmatul Khoiriyah; Ratya Anindita; Nuhfil Hanani; Abdul Wahib Muhaimin
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 20 No. 1 (2020): JANUARY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2020.20.1.9

Abstract

Protein deficiency is one of the causes of the poor nutritional status of the Indonesian population, is permanent, and long-term will have an impact on the lower quality of human resources. This study analyzes the impact of price and income changes on animal food consumption patterns and demand on five poverty level in Indonesia. The demand esimation uses Quadratic Almost Ideal Demand Systems, using the National Socio Economic Survey (SUSENAS) data (March 2016) compilation data of 291,414 households. The results showed that there were different interactions between beef and the other four animal protein food sources, namely the Poor, Almost Poor and Vulnerable Poor beef substitution was mainly chicken, followed by fresh fish and eggs. Hicksian's own-price elasticity decreases following the decrease in the level of household poverty. Cases of beef, household own-price elasticity "extremely poor" -11.70% and "not poor" -1.95%. The sensitivity of the decrease in beef consumption is due to an increase in own-prices for "extremely poor" households 5.5 times compared to "non-poor". Beef is a very luxurious and relatively inaccessible source of animal protein food, especially for extremely poor, poor, almost poor, and vulnerable poor households, and this constitutes 40% of Indonesia's population. To increase beef consumption, it is necessary to increase domestic beef production so that the price of beef is affordable not only for non-poor households but also for extremely poor, poor, almost poor and vulnerable poor households in Indonesia
POLA KEMITRAAN AGRIBISNIS PETANI SAWI ORGANIK DI CV KURNIA KITRI AYU FARM Kholilatun Nafisah; Nikmatul Khoiriyah; Mashyuri Mahfudz
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 6 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 6 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertanian organik di CV.Kurnia Kitri Ayu Farm menggunakan Kerja sama dalam bentukkemitraan . Kemitraan adalah Kerjasama bidang agribisnis yang terjadi antara petani denganpihak mitra merupakan kerjasama mulai dari hulu hingga hilir .Namun pada kenyataannyapenerapan kemitraan tersebut sering menghadapi masalah, yang menyebabkan kemitraan yangdibangun tidak dapat berkelanjutan . tujuan dari penelitian ini menganalisis pola kemitraanagribisnis dan analisis pendapatan sawi organik Penelitian ini dilakukan di CV.Kurnia Kitri AyuFarm . Penentuan sampel menggunakan convinience sampling dengan jumlah sampel 52responden. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner.Analisis data menggunakan Deskriptif Kualitatif Analisis pendapatan dan R/C Ratio Hasil yangdiperoleh adalah pola kemitraan di CV.Kurnia Kitri Ayu Farm adalah inti plasma . Rata-ratapendapatan petani mitra sawi organik sebesar Rp 233.354 MT/m². dan R/C ratio sebesar 1,8.Dengan adanya penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan CV.Kurnia Kitri AyuFarm dalam meningkatkan kualitas kemitraan dan kualitas produk sawi organik agar dapatmemenuhi permintaan pasar dan meningkatkan pendapatan baik perusahaan dan petani mitraKata kunci: Kemitraan , Sawi organik
PREFERENSI PEDAGANG SAYURAN TERHADAP SUB TERMINAL AGRIBISNIS (STA) Suciati Nilam Sari; Zainul Arifin; Nikmatul Khoiriyah
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 7 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 7 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pedagang sayuran. Penelitiandilakukan di Sub Terminal Agribisnis (Pasar Agribisnis) Kecamatan Pujon Kabupaten MalangJawa Timur. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan wawancara dan memberikankuisioner kepada para pedagang sayuran. Pengambilan sampel dilakukan secara accidentalsampling dengan sampel sebanyak 68 pedagang sayuran. Pendekatan penelitian ini adalah metodedeskriptif kuantitatif. Penelitian dapat di ketahui tujuan yang pertama karakteristik pedagangsayuran di dominasi jenis kelamin laki-laki sebanyak 48 orang (70,6%), umur antara 40-49sebanyak 31 orang (45,6%), pendidikan SMA sebanyak 27 Orang (39,7%), pendapatan 2.100.000– 3.000.000 sebanyak 29 orang (42,6%) jumlah anggota keluarga sejumlah 3 sebanyak 19 orang(27,9%). Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait dengan faktorfaktor yang mempengaruhi keputusan pembelian sayuran di Sub Terminal Agribisnis.Kata Kunci: Pedagang, Sayuran.
PROFIL PETANI PORANG DI DESA REJOSARI KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG Sadiyatul Islami; Bambang Siswadi; Nikmatul Khoiriyah
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 8 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 8 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPorang memiliki potensial untuk dikembangkan sebagai komoditi ekspor karena beberapanegara membutuhkan tanaman ini sebagai bahan makanan maupun bahan industri. Dilihat darisegi ekonomi tanaman porang memiliki nilai ekonomis tinggi yang potensial sebagai sebagai salahsatu sumber pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil petani porangDesa Rejosari Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Metode pengambilan data menggunakanwawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Pengambilan sampel menggunakan Simple RandomSampling dengan populasi petani porang sebanyak 121 orang untuk mendapatkan sampel yangmenggambarkan populasi maka digunakan rumus slovin diperoleh hasil sebanyak 43 sampel.Penelitian dilakukan pada bulan Februari - Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profilpetani yang dideskripsikan melalui umur, pendidikan, pekerjaan dan luas lahan. Dari 121 petaniporang didominasi oleh umur lanjut usia berkisar 41-50 tahun yang artinya masih belum banyakditemukan petani-petani milenial yang berusahatani porang. Tingkat pendidikan petani respondenmasih didominasi dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dari 43 petani responden yangberpendidikan SD sebanyak 21 orang dengan persentase 49% artinya tingkat pendidikanmerupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam berusahatani selain di dukungoleh pengalaman berusahatani. Pekerjaan petani rata-rata sebagai petani sebanyak 39 respondendengan persentase 90% artinya petani yang menjadikan pekerjaan usahatani porang sebagaipekerjaan utama dikarenakan hasil pertanian yang diperoleh dapat dijual guna untuk memperolehpenghasilan dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebanyak 20 orang memiliki luas lahan≤ 1 artinya luas lahan yang dimiliki oleh petani maka semakin besar pula hasil panen yangdiperoleh petani.Kata Kunci : Tanaman Porang, Desa Rejosari, Profil Petani
KEPUTUSAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN MINUMAN DAUN TEA BAR (Studi Kasus di Daun Tea Bar Kota Malang) Nila Yunizar; M. Noerhadi Sudjoni; Nikmatul Khoiriyah
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 8 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 8 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri minuman teh terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Selain karena perubahan gaya hidup, teh menjadi produk minuman yang paling dekat dengan kultur masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen terhadap pembelian minuman Daun Tea Bar yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 7, Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan secara accidental sampling dengan sampel sebanyak 56 customer Daun Tea Bar. Analisis data menggunakan resgresi model logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel gaya hidup, harga minuman Daun Tea bar, harga minumanl lain, tempat, dan proses berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian minuman Daun Tea Bar, dan variabel pendapatan, pekerjaan, selera, kualitas produk, promosi, orang, dan tampilan fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian minuman Daun Tea Bar.Kata Kunci: Industri minuman teh, keputusan pembelian
DESKRIPSI HARGA CABAI MERAH DI JAWA TIMUR Rifqi A’wanil Abdi; Bambang Siswadi; Nikmatul Khoiriyah
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 8 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 8 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cabai ialah komoditas hortikultura berarti di Indonesia yang disantap oleh sebagian besar penduduk tanpa mencermati tingkatan sosial. Tidak hanya itu sangat prospektif serta potensial dalam upaya kenaikan taraf hidup petani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi harga cabai merah di Jawa Timur. Penelitian dilaksnakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Data pada penelitian diperoleh dari website SISKAPERBAPO dan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2021. Menggunakan data skunder berupa data temasarias perbulam dari Januari 2017 hinnga Desember 2021 menggunakan metode analisis ARCH GARCH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor faktor yang berpengaruhi nyata terhadap harga cabai merah di Jawa Timur adalah curah hujan dan harga cabai merah priode sebelumnya sedangkan produksi cabai merah tidak berpegaruh nyata terhadap harga cabai merah di Jawa Timur. Strategi yang tepat untuk mengatasi inflasi cabai merah Jawa Timur adalah perlu adanya kebijakan di sektor pertanian melalui pengaturan sitem distribusi dan penyimpanan atau stok, guna mengatasi fluktuasi harga cabai merah di Jawa Timur Kata Kunci: Harga,volatilitas, cabai merah
Co-Authors Abdul Barry Marsianoor Abdul Wahib Muhaimin Abdul Wahib Muhaimin Ajatkan Ajatkan Ali, Roihan Muhammad Aljannah, Sri Ayu Anteng Widodo Ayi Najmul Hidayat Azhahra, Rahma Ayuzuana Bambang Siswadi Bambang Siswandi Bara, Siska Brilyan Yoga Aditya Pramadinata Dian Mayasari Dwi Susilowati Egi Purnomo Euis Sunarti Evi Feronika Forgenie, David Hadi Nasbey Hanif, Lulu Afifah Harbi Pramana Husen, Fadli Joko Sujatmiko Kholilatun Nafisah Levis, Leta R. Lintar Brillian Pintakami Maman Suherman Marthen Robinson Pellokila Mashyuri Mahfudz Masyhuri Masyhuri Maula, Lia Rohmatul Melly Latifah Melyana Febryantari Wardana Mh. Idris Miftahul Hamdi Mintyastuti, Dyah Sri Mohammad Nurhadi Sudjoni Mohammat Isbatul Choirot Muhammad Rifki Muhammad Rizki Arrohman Muhammad Subandi, Muhammad Nendissa, Doppy Roy Ni Made Putri Agustini Dharma Nikolaus, Serman Nila Yunizar Nugroho, Agung Nuhfil Hanani Nur Fadilah Muyassaro Octavianti, Rahma Putri Olyvyatur Rizky Qur'ania, Anita Qur’ania, Anita Rafandi, Rafandi Ratya Anindita Ratya Anindita Rifqi A’wanil Abdi Rizki Zulkarnain S, Ririt Iriani Sadiyah, Ana Arifatus Sadiyatul Islami Salvita Ayu Mayangsari Saofanita, Saofanita Sari, Dina Kartika Sa’diyah, Ana Arifatus Siti Asmaniyah Mardiyani SITI MUSLIKAH Sri Hindarti Suciati Nilam Sari Sudjoni, M. Noerhadi Sudjoni, Mohammad Nurhadi Suhudi, Suhudi Sukmawati Kusnadi, Fitria Syafiul Muzid Syathori, Ahmad Dedy Tiara Mursyidah TITIS SURYA MAHA RIANTI Wahyuningsih, Asih widowati widowati Wilma Silvi Tiarantika Yulianawati, Dewi Yuni Erlina Yunizar, Nila Zainul Arifin Zamarudah, Zuhanid