Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MINAT MASYARAKAT TERHADAP PRODUK HERBAL DALAM MENGHADAPI COVID-19 Marliani, Lia; Fatin, Mia Nisrina Anbar; Kusriani, R. Herni; Sulaeman, Agus; Kaniawati, Marita
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 8 No 2 (2021): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v8i2.1533

Abstract

Dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru, angka kejadian COVID-19 di Jawa Barat masih meningkat. Kasus terkonfirmasi yang masih meningkat menuntut masyarakat harus siap untuk mengendalikan dan mencegah infeksi semakin menyebar dengan meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Pengetahuan masyarakat akan hal ini terutama dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar keluarga sebagai suplemen untuk meningkatkan sistem imun masih belum optimal. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi mengenai sistem imunitas dan pemanfaatan bahan alam untuk meningkatkan sistem imun yang dilanjutkan dengan tutorial pembuatan produk herbal dari TOGA untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui metode daring dimana kuisioner, edukasi, penyebaran informasi, dan pemberian tutorial dilakukan melalui platform Youtube, WhatsApp Grup, dan Instagram. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat, Perancangan kegiatan, survei pengetahuan awal masyarakat, pemberian edukasi dan tutorial melalui poster edukasi dan video tutorial, Pemberian masker, bahan baku, dan contoh produk herbal jadi siap konsumsi untuk bahan praktek simulasi oleh tim Penggerak PKK dan Evaluasi kegiatan dengan mengukur peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat dalam menghadapi COVID-19 dimana sebelum adanya edukasi, tingkat pengetahuan terbanyak adalah tingkat pengetahuan yang cukup. Setelah adanya edukasi terjadi peningkatan pengetahuan yaitu menjadi baik (75%) dan tidak ada lagi yang memiliki tingkat pengetahuan kurang. Minat warga untuk mengolah dan menggunakan produk atau sediaan herbal siap saji juga meningkat.
Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya dari Tongkol dan Rambut Jagung (Zea Mays L.) Herni Kusriani; Lia Marliani; Erlina Apriliani
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.345 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v4i1.10428

Abstract

Zea mays L. (Jagung) adalah tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan pemanfaatan limbah dari jagung masih sebatas sebagai pakan ternak, sedangkan pemanfaatan kandungan komponen didalamnya masih sangat terbatas. Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman jagung antara lain alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, fenol, steroid, glikosida, terpenoid, protein, mineral. Senyawa fenol banyak berperan dalam aktivitas antioksidan dan tabir surya. Sampel tongkol dan rambut jagung diduga berpotensi sebagai sumber antioksidan dan tabir surya alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak dan fraksi tongkol dan rambut jagung serta kadar fenol totalnya. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1 Difenil-1-Pikrihidrazil (DPPH) dan uji aktivitas tabir surya dengan penentuan nilai sun protected farctor (SPF) dengan spektrofotometri yang diukur pada λ 290-320nm. Penetapan kadar fenol total diukur dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin Ciocalteu dan diukur dengan spektrofotometri pada λ 765nm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dan tabir surya terbaik ditunjukkan oleh fraksi etil asetat rambut jagung dengan nilai IC50 sebesar 45,18 μg/mLdan nilai SPF sebesar 23,943 serta kadar fenol totalnya sebesar 106,010 mg/G ± 0,431. Fraksi etil asetat rambut jagung memiliki aktivitas antioksidan, tabir surya, dan kadar fenol yang lebih tinggi dari yang lainnya.
The Effect of Extraction Condition on The Polyphenol Content and Antioxidant Activity of Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe Rhizome Lia Marliani; Wempi Budiana; Yonara Anandari
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.314 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v4i2.12770

Abstract

White turmeric (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) is one of Indonesian herbal medicine. The extraction process to get active compound was influenced by some factor such as solvent, temperature, time, and method of extraction. The objective of this study was to determine the significant factor of extraction  that is solvent, temperature and time of extraction on the polyphenol content and antioxidant activity of white turmeric (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) rhizome. Extraction was done by dynamic maceration method with variations (23 factor variable design) of solvent (ethanol 95% and water), temperature (25°C and 70°C), time (6 and 24 hours). The method of analysis of polyphenol content using Folin Ciocalteu reagent, and the antioxidant activity using DPPH free radical reduction method. The experiment design and data analysis using software Design Expert ver.10. The result showed that extraction using ethanol 95% at 70°C for 24 hours was gave high polyphenol content and antioxidant activity. Data analysis was showed that polyphenol content and antioxidant activity was influenced only by solvent of extraction. This study indicated that solvent is significant extraction factor for polyphenol content and antioxidant activity of white turmeric (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) rhizome. Keywords: Antioxidant, Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe, extraction, polyphenol
Comparison of antioxidant activities from four species of piper Muhamad Insanu; Lia Marliani; Nabila Pandu Dinilah
Pharmaciana Vol 7, No 2 (2017): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.053 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v7i2.6935

Abstract

Some species from Piper genus were known for traditional medicine and ornamental plant. Previous studies showed that Piper betle and Piper acre had antioxidant activities. But, the study of antioxidant activity from other species of Piper was still limited. Because of that, the purposes of this study were to determine the antioxidant activity, and total flavonoid content of Piper nigrum, Piper aduncum, Piper retrofractum, and Piper crocatum. Extraction was done by gradient maceration using n-hexane, ethyl acetate, and ethanol as solvents. The extracts were concentrated by rotary evaporator. Antioxidant activity was evaluated by DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) free scavenging method. Total flavonoid determination was done by colorimetry method using aluminum chloride (AlCl3) as a reagent. The result showed that the IC50 values of Piper nigrum, Piper aduncum, Piper retrofractum, and Piper crocatum were ranged between 58-1249 μg/mL. The total flavonoid values of all extracts were between 1.4-8.3 mg QE/100 mg. The extract which had the strongest antioxidant activity was the ethanol extract of Piper nigrum with an IC50 value was  57.72 μg/mL. The highest values of total flavonoid was showed by the ethanol extract of Piper aduncum which was 8.3 mg QE/100 mg extract.
Pengaruh Pengolahan Bahan Terhadap Kadar Dan Komponen Minyak Atsiri Rimpang Zingiber Cassumunar Roxb. Komar Ruslan Wirasutisna; - Sukrasno; As’ari Nawawi; Lia Marliani
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 No. 1 & 2 (2011)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri merupakan salah satu komponen Zingiber cassumunar Roxb. yang memiliki aktivitas farmakologi. Sehubungan dengan potensi pemanfaatan minyak atsiri Zingiber cassumunar Roxb. dalam pengembangan obat, diperlukan jaminan terhadap kualitas bahan yang meliputi kontrol terhadap kualitas bahan baku yang digunakan, termasuk kandungan minyak atsirinya. Penghalusan, pengeringan, dan penyimpanan adalah proses penyiapan bahan yang dapat mempengaruhi kadar minyak atsirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengolahan bahan terhadap kandungan minyak atsiri. Metode penghalusan rimpang segar yang digunakan dalam penelitian ini adalah perajangan (SR) dan penggilingan menggunakan blender (SB). Metode pengeringan yang digunakan adalah pengeringan menggunakan oven 40°C (PO) dan sinar matahari (PM). Sedangkan proses penyimpanan dilakukan dalam tiga tempat berbeda yaitu besek (SSb), karung (SSk), dan keranjang plastik (SSp) selama 14 (A) dan 90 (B) hari. Kadar minyak atsiri setiap sampel ditentukan dan komponennya dianalisa menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa (KG-SM). Uji t-test (α=0,05) terhadap kadar minyak atsiri menunjukkan perbedaan signifikan antara SR dengan PO, PM, SSb B, SSk B, dan SSp B. Hal ini berarti bahwa proses pengeringan dan penyimpanan selama 90 hari mempengaruhi kadar minyak atsiri. Hasil GC-MS menunjukkan komponen utama untuk setiap sampel adalah 4-terpeniol (41,52% - 53,15%), beta-pinene (27,63% - 40,48%), gamma-terpinene (3,97% - 6,02%), alpha-terpinene (1,8% - 2,57%), cis-sabinene hidrate (0,91% - 1,98%), trans-sabinene hidrate (0,85% - 2,08%).
Pengaruh Pengolahan Bahan Terhadap Kadar Dan Komponen Minyak Atsiri Rimpang Zingiber cassumunar Roxb. Komar Ruslan Wirasutisna; Sukrasno Sukrasno; As’ari Nawawi; Lia Marliani
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 37 No. 2 (2012)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri merupakan salah satu komponen Zingiber cassumunar Roxb. yang memiliki aktivitas farmakologi. Sehubungan dengan potensi pemanfaatan minyak atsiri Zingiber cassumunar Roxb. dalam pengembangan obat, diperlukan jaminan terhadap kualitas bahan yang meliputi kontrol terhadap kualitas bahan baku yang digunakan, termasuk kandungan minyak atsirinya. Penghalusan, pengeringan, dan penyimpanan adalah proses penyiapan bahan yang dapat mempengaruhi kadar minyak atsirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengolahan bahan terhadap kandungan minyak atsiri. Metode penghalusan rimpang segar yang digunakan dalam penelitian ini adalah perajangan (SR) dan penggilingan menggunakan blender (SB). Metode pengeringan yang digunakan adalah pengeringan menggunakan oven 40°C (PO) dan sinar matahari (PM). Sedangkan proses penyimpanan dilakukan dalam tiga tempat berbeda yaitu besek (SSb), karung (SSk), dan keranjang plastik (SSp) selama 14 (A) dan 90 (B) hari. Kadar minyak atsiri setiap sampel ditentukan dan komponennya dianalisa menggunakan kromatografigas-spektrometri massa (KG-SM). Uji t-test (α=0,05) terhadap kadar minyak atsiri menunjukkan perbedaan signifikan antara SR dengan PO, PM, SSb B, SSk B, dan SSp B. Hal ini berarti bahwa proses pengeringan dan penyimpanan selama 90 hari mempengaruhi kadar minyak atsiri. Hasil GC-MS menunjukkan komponen utama untuk setiap sampel adalah 4-terpeniol (41,52% - 53,15%), beta-pinene (27,63% - 40,48%), gamma-terpinene (3,97% - 6,02%), alpha-terpinene (1,8% - 2,57%), cissabinene hidrate (0,91% - 1,98%), trans-sabinene hidrate (0,85% - 2,08%).Kata kunci: Zingiber cassumunar Roxb., Minyak atsiri, Pengolahan bahan, Metode pengeringan, Penyimpanan, 4-terpeniol. The rhizome of Zingiber cassumunar Roxb contains essential oil which has pharmacological activity. By considering the potential benefits of essential oil from Zingiber cassumunar Roxb. in drug development, it is necessary to guarantee the quality of the raw materials used, including the content of the essential. Comminuting, drying, and storage are processes which can affect the content of volatile oil in the crude drug. The purpose of this research were to observe the influence of rhizome processing on the essential oil content. Fresh rhizome comminuting methods used in this research were chopping (SR) and grinding using a blender (SB). Drying methods used in this research were oven drying at 40°C (PO) and sun drying (PM), while storage process in three different storage: bamboo container (SSb), sack (SSk), and plastic container (SSp) for 14 (A) and 90 (B) days. Oil content was determined and its composition were analyzed by GC-MS. T-test results (α=0.05) showed significant differences between SR with PO, PM, SSb B, SSk B, and SSp B. It means that drying and storage process influenced essential oil content. GC-MS results showed that major compound were 4-terpeniol (41,52% - 53,15%), beta-pinene (27,63% - 40,48%), gamma-terpinene (3,97% - 6,02%), alpha-terpinene (1,8% - 2,57%), cis-sabinene hidrate (0,91% - 1,98%), trans-sabinene hidrate(0,85% - 2,08%).Keywords: Zingiber cassumunar Roxb., Essential oil, Material processing, Drying methode, Storage, 4-terpeniol.
Isolation of Antioxidant Compounds from Ethanol Extract of Temu Kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) Rhizomes Lia Marliani; Dadang Juanda; Arif Rubianto
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 38 No. 2 (2013)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temu kunci (Beosenbergia pandurata Roxb.) is traditionally used to treat various diseases, and antioxidants are one of their utilization. The aim of this study was to isolate and identify the antioxidant compounds of temu kunci rhizomes. Temu kunci rhizomes was extracted by maceration with ethanol 95%. Etanol extract was then fractionated by liquid-liquid extraction, vacuum liquid chromatography, and classical column chromatography. Monitoring and testing the antioxidant activity used thin-layer chromatography (TLC) with 0.2% DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) reagent. Purity test was performed by a single development TLC using three different kinds of mobile system and two-dimensional TLC. Isolate BP-1 was isolated from the ethanol extract and active as an antioxidant. Based on ultraviolet-visible and infrared spectrums, isolate BP-1 was identified as flavanone in the absence of hydroxyl groups at the ortho position (o-diOH), with substitution of -OH at C5 and C7.Keywords: Temu kunci, Boesenbergia pandurata, DPPH, Antioxidant. AbstrakTemu kunci (Beosenbergia pandurata Roxb.) secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya adalah sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi komponen antioksidan yang dimiliki temu kunci. Rimpang temu kunci diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 95%. Ekstrak etanol kemudian difraksinasi dengan ekstraksi cair-cair, kromatografi cair vakum, dan kromatografi kolom klasik. Aktivitas antioksidan kemudian dipantau dan diuji menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan reagen 0,2% DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Uji kemurnian dilakukan dengan pengembangan tunggal KLT menggunakan 3 macam fase gerak yang berbeda dan KLT dua-dimensi. Isolat BP-1 merupakan hasil isolasi dari ekstrak etanol dan aktif sebagai antioksidan.  Berdasarkan spektrum UV-Vis dan inframerah, isolat BP-1 teridentifikasi sebagai flavanone karena adanya gugus hidroksil yang hilang pada posisi orto (o-diOH), dengan substitusi "“OH pada C5 dan C7.Kata kunci : Temu kunci, Boesenbergia pandurata, DPPH, antioksidan.
UJI SITOTOKSIK EKSTRAK TANAMAN GANDARIA (Bouea macrophylla Griff) TERHADAP SEL HeLa Asep Roni; Amar Maruf; Lia Marliani
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.24254

Abstract

Gandaria merupakan tanaman yang berasal dari indonesia terutama maluku yang memiliki akitvitas farmakologis, akan tetapi belum banyak dilihat sebagai objek studi penelitian karena kelangkaannya di Indonesia. Gandaria memiliki kandungan flavonoid, yang terdapat dalam berbagai tumbuhan dan memiliki berbagai aktifitas farmakologis. Salah satu contoh senyawa flavonoid yang terdapat dalam gandaria adalah quercetin dimana quercetin memiliki berbagai efek biologis, salah satunya sebagai antikanker. Kanker adalah penyebab utama kedua kematian menurut WHO pada tahun 2018. Salah satu pengobatan kanker adalah kemoterapi akan tetapi memiliki efek samping yang merugikan oleh karena itu bahan alam berpotensi sebagai salah satu alternatif karena efek sampingnya lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas sitotoksik ekstrak daun dan batang gandaria terhadap sel kanker serviks HeLa. Metode yang digunakan adalah MTT assay yaitu uji kolorimetri untuk menilai aktivitas metabolisme sel yang dibaca oleh alat ELISA reader pada panjang gelombang 550 nm. Nilai IC50 dari ekstrak etil asetat daun 436,966 μg/mL dan ekstrak n-heksana batang 292,044 μg/mL. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas sitototksik paling baik ditunjukan oleh sampel ekstrak n-heksana batang dan tergolong lemah
Penapisan Fitokimia, Kadar Kurkuminoid dan Aktivitas Antibakteri Temu Hitam (Curcuma aeruginosa (Christm) Roscoe.), Temu Putih (Curcuma zedoaria Roxb.) dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Lia Marliani; Ika Kurnia Sukmawati; Dadang Juanda; Elmadhita Anjani; Ira Anggraeni
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Herb-Medicine Journal Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v4i1.9092

Abstract

The content of secondary metabolites in the rhizome of the Curcuma genus such as Black turmeric (Curcuma aeruginosa Roxb.), White turmeric (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) and Java turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) play a role in various pharmacological activities. One of them is the content of the curcuminoid compounds which have been proved to have antibacterial activity. This study aims to screen the content of secondary metabolite compounds, determine curcuminoid content and verify the antibacterial activity of the extracts of Black turmeric (Curcuma aeruginosa Roxb.), White turmeric (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) and Java turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Extraction was carried out by the maceration method using 95% ethanol as solvent. Phytochemical screening was tested for the content of alkaloid, polyphenols, flavonoids, quinones, tannins, saponins, and steroids/ triterpenoids compounds. Determination of curcuminoid content by UV-Vis Spectrophotometry method. The antibacterial activity test was carried out by the microdilution method against Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, and Propionibacterium acne bacteria. The results of phytochemical screening showed that the three extracts contained polyphenols and flavonoids. Quinone compounds are only contained in the extract of Black turmeric and Java turmeric. Saponin compounds were only detected in Black turmeric and White turmeric  extracts. Meanwhile, steroid/ triterpenoid compounds were detected in the extract of White turmeric and Java turmeric. The results of curcuminoid content determination on the three extracts showed that the Java turmeric extract had the highest content of curcuminoids (16.07 ± 0.023 mg CE/g extract). The results of the antibacterial test showed the strongest activity of the three test samples shown by Java turmeric extract with a minimum inhibitory concentration (MIC) value of 64 mg/mL against Staphylococcus aureus bacteria; 256 mg/mL against Staphylococcus epidermidis bacteria; and 32 mg/mL against the Propionibacterium acne bacteria. These results indicate that Java turmeric extract is more active against Propionibacterium acne bacteria.
REVIEW : KARAKTERISASI DAN PEMANFAATAN BAKTERI ENDOFIT YANG BERASAL DARI FAMILIA Zingiberaceae DI BIDANG FARMASI Prayoga Prayoga; Soni Muhsinin; Lia Marliani
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 4 No 2 (2021): Journal Of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v4i2.1885

Abstract

Permasalahan kesehatan pada manusia akibat penyakit infeksi merupakan masalah yang serius. Timbulnya mikroorganisme patogen yang resisten dan penggunaan obat antimikroba sintesis secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi, maka dibutuhkan pencarian senyawa baru dengan efektivitas yang lebih baik. Tanaman familia zingiberaceae mengandung metabolit sekunder yang bermanfaat untuk pengobatan, selain bisa didapatkan langsung dari tanaman cara lain mendapat metabolit sekunder adalah pemanfaatan bakteri endofit. Kemampuan bakteri endofit dalam memproduksi metabolit sekunder yang sama dengan inangnya merupakan potensi besar sebagai bahan pembuatan obat yang berasal dari bahan alam. Tujuan penulisan review artikel ini untuk memberikan informasi ilmiah terkait bakteri endofit yang menginang pada tanaman familia zingiberaceae serta potensinya di bidang farmasi. Metode penulisan artikel review ini menggunakan pendekatan literatur review, literatur didapatkan secara online dari internet berasal dari jurnal terakreditasi baik secara nasional atau internasional berdasarkan kriteria inklusi yang ditentukan. Berdasarkan hasil studi literatur literatur yang dilakukan didapatkan bahwa bakteri endofit yang berasal dari bagian tanaman familia zingiberaceae dapat diisolasi pada media nutrien agar setelah dilakukan sterilisasi dengan teknik sterilisasi permukaan, hasil identifikasi karakteristik bakteri menunjukan hasil beragam tergantung dari spesies tanaman inangnya dan kondisi lingkungan tempat tanaman tumbuh, hasil isolat bakteri endofit menunjukan aktivitas farmakologi seperti antibakteri dan antifungi yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan obat.