Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasein Gagal Jantung Marisa Marisa; M Sobirin; Putri Vidiasari Darsono; Dede Mahdiyah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.184

Abstract

Kelebihan cairan pada pasien gagal jantung dapat menyebabkan sesak, kebengkakan pada kaki, lutut dan perut, cairan yang terlalu banyak dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan lebih sulit di pompa, sehingga dianjurkan untuk membatasi asupan cairan. Kepatuhan pasien sangat penting dalam pembatasan cairan ini. Maka dari itu diperlukan dukungan keluarga yang merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan program pengobatan pasien gagal jantung. Tujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal jantung di RSUD Sultan Suriansyah. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain korelasional dengan pendekatan crossectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 24 pasien gagal jantung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Dukungan Keluarga dan kuesioner Kepatuhan Pembatasan Cairan yang sudah teruji valid dan reliabel. Analisis data menggunakan Corelasi Rank Spearman. (1) Dukungan keluarga pada pasein gagal jantung pada dukungan keluarga cukup sebesar 41,7%. (2) Kepatuhan pembatasan cairan pada gagal jantung pada tingkatan patuh sebesar 58,3%. (3) Hasil uji statistik rank  Spearman pada tingkat kepercayaan 95% dengan  = 0,05 diperoleh rho () sebesar 0,664 dan  probabilitas (P) sebesar 0,000, artinya dukungan keluarga dan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal jantung memiliki hubungan positif. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal jantung.
Efektivitas Kompres Hangat Dan Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang Nurlinda Nurlinda; Adriana Palimbo; Nur Hidayah; Dede Mahdiyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i2.526

Abstract

Latar Belakang: Pada saat menghadapi persalinan Ibu yang merasakan nyeri sehingga merasa cemas. Kecemasan merupakan suatu faktor utama yang dapat mempengaruhi kelancaran persalinan. Metode non farmakologis untuk menurunkan kecemasan saat proses persalinan, antara lain dengan kompres hangat dan terapi musik klasik. Terapi musik adalah usaha untuk meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa sehingga dapat mempertahankan kesehatan fisik dan mental. Pemberian kompres hangat pada ibu bersalin kala I dapat mengurangi secara simultan terhadap penurunan kecemasan selama persalinan. Tujuan: Mengetahui Efektivitas Kompres Hangat dan Terapi Musik Klasik terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari menggunakan metode Quasy Eksperimental dengan desain Two Group Pretest- Posttest Design . Populasi penelitian ini yaitu seluruh wanita bersalin di bulan Februari 2024 dan dengan sampel sebanyak 15 orang kelompok eksperimen untuk terapi musk dan 15 orang untuk kelompok kontrol kompres hangat. Metode pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Uji analisis Independent T test. Hasil: Hasil uji analisis Independent T test didapatkan p value 0,04 (<0,05). Simpulan: Ada pengaruh kompres hangat dan terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin Kala I Fase Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang sehingga diharapkan bidan mampu menerapkan metode terapi music dan kompres hangat sebagai salah satu terapi non farmakologis pengurangan kecemasan pada kala I fase aktif.
Pengaruh Emo-Demo dan Story Telling Terhadap Self Efficacy Ibu Hamil dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Long Kali Dwi Sukma Pryhandini; Adriana Palimbo; Dede Mahdiyah; Nur Hidayah
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 3 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i3.634

Abstract

Pendahuluan: Mendapatkan ASI Eksklusif merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh setiap bayi sejak dilahirkan sampai umur 6 bulan dan harus dipenuhi kecuali terdapat indikasi medis, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kegagalan ASI Eksklusif seperti kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga, kondisi psikologis ibu, kurangnya minat dan self efficacy ibu yang buruk. Tujuan: Mengetahui pengaruh metode Emo-Demo dan story telling terhadap self-efficacy pada ibu hamil tentang pemberian ASI Eksklusif. Metode: Metode penelitian ini berupa eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian yaitu pre test post test non equivalent two control group, Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan ibu hamil Trimester 3 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Long Kali, teknik pengambilan sampel dengan Total sampling yaitu 36 ibu hamil sebagai sampel. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh terdapat pengaruh yang signifikan antara Metode Edo-Demo dan story telling dengan peningkatan self efficacy ibu hamil P-value 0,002 dengan nilai a=0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan self efficacy ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, pada perlakuan Emo-Demo dan Story Telling  setelah diberikan perlakuan self efficacy responden meningkat, didapatkan yang diberikan  intervensi praktek  Emo Demo memiliki perubahan self efficacy lebih tinggi yaitu 14 (77,8%) responden dibandingkan dengan klompok Kontrol Story Telling sebesar 13(72,2%)  responden.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan ANC K6 di UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang Arbainah Arbainah; Frani Mariana; Fitri Yuliana; Dede Mahdiyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1074

Abstract

Pendahuluan: Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil minimal 6 kali meliputi 1 (satu) kali pada trimester pertama, 2 (dua) kali pada trimester kedua, dan 3 (tiga) kali pada trimester ketiga. Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang capaian kunjungan ANC K1 sebanyak 71,6%, K4 sebanyak 60,42% dan kunjungan K6 sebanyak 48,48%, dari data ini dapat diketahui bahwa capaian kunjungan ANC jauh di bawah target dinas kesehatan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ANC K6 di UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel seluruh ibu nifas di bulan Februari-April 2024 di wilayah UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang berjumlah 72 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas responden kategori usia risiko rendah sebanyak 53 orang (73,6%), kategori pendidikan rendah sebanyak 40 orang (55,6%), kategori pengetahuan kurang sebanyak 38 orang (52,8%), kategori primipara sebanyak 33 orang (45,8%), dukungan suami kategori positif sebanyak 59 orang (81,9%), frekuensi kunjungan ANC K6 kategori lengkap sebanyak 37 orang (51,4%). Terdapat hubungan dengan usia (p-value 0,005 < 0,05), nilai OR sebesar 2,092, tingkat pendidikan (p-value 0,011 < 0,05), pengetahuan (p-value 0,001 < 0,05), dan dukungan suami (p-value 0,001 < 0,05). Tidak ada hubungan paritas dengan kunjungan ANC ke-6 dengan nilai signifikansi p-value 0,343 > 0,05. Simpulan: Ada hubungan antara umur, pendidikan, dan pengetahuan dengan dukungan suami pada kunjungan ANC ke-6. Tidak ada hubungan antara paritas dan kunjungan K6 ANC.