Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Technology Transfer-Based Capacity Building for Organic Fertilizer Production Using Non-Symbiotic Microbial Consortium Agus Muji Santoso; Siti Zubaidah; Risky Aswi Ramadhani; Hesti Istiqlaliyah; Poppy Rahmatika Primandiri; Tutut Indah Sulistiyowati; Ricko Bintang Ramadhan; M. Raffi Fahriza; Mohamad Wahyu Erwin Santoso; A'a Imam Majid; M. Lani Ira Irawan; Anggi Tias Pratama; Astri Rino Okvitasari; Nurul Bahiyah Binti Abd Wahid
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.19766

Abstract

This community service program aims to enhance partners’ skills in producing solid organic fertilizer using non-symbiotic microbial consortiums and shredding machines through a participatory-collaborative empowerment approach based on the ODSIMED stages. The program was implemented from August to December 2025 with KUB Surya Agrotani in Kediri Regency. Skill data were collected from 56 respondents using structured observation sheets administered at the beginning and end of the mentoring program, while service quality was evaluated through a Likert-scale questionnaire. Descriptive analysis revealed a significant improvement across 10 production skill indicators, with an average N-Gain in the high category (0.89). An important finding was that participants’ compliance with occupational health and safety standards during the mentoring process also increased substantially, with a high N-Gain score (0.84). This result is consistent with the service quality assessment, which indicated that the team of lecturers and students paid strong attention to occupational health and safety standards throughout program implementation. These findings demonstrate that the integration of biotechnology and appropriate technology within the ODSIMED framework effectively strengthens partners’ organic fertilizer production capacity in a measurable and sustainable manner, while maintaining strong attention to health and safety standards.
Etnokonservasi Mata Air Pada Ritual Mandi Suci dan Nimba Banyu di Sendang Tirto Kamandanu Kabupaten Kediri Putri Salma Abrilliant; Tutut Indah Sulistiyowati; Sulistiono Sulistiono
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 3 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i3.604

Abstract

Wellhead has a vital role for humans. Conservation efforts are key to maintaining springs. However, local wisdom-based conservation, particularly cultural practices, has received more attention than science-based conservation. This study aims to determine the cultural ritual practices at Sendang Tirto Kamandanu and their role in conservation. The study was conducted from November 2024 to April 2025 using a qualitative approach with ethnographic methods in Menang, Pagu, Kediri. The data consisted of recordings and photographs obtained through interviews using the snowball sampling technique, involving the head of the cultural and nature conservation division of the Kediri Regency Tourism Office, the head of the Village Consultative Body (BPD) of Menang Village, the site caretaker (juru kunci), and visitors. The data were then compared across respondents to identify similarities, differences, and emerging findings within the studied population. Finally, conclusions were drawn and presented in a narrative form. The results revealed five ethnoconservation practices at Sendang Tirto Kamandanu: ritual mandi suci, nimba banyu, pengkain kuning, sesrawung ringin sanga, and 1 suro. Through these cultural ritual practices, Sendang Tirto Kamandanu has been well maintained and conserved to date. This research is expected to enrich ethnoconservation studies in environmental conservation education, especially at Nusantara PGRI Kediri University.
Pelatihan dan Evaluasi Hasil Pembuatan Nata de Coco pada Siswa SMA Kota Kediri sebagai Bentuk Peningkatan Jiwa Biopreneur Ida Rahmawati; Elysabet Herawati; Bhudi Utami; Poppy Rahmatika Primandiri; Sulistiono Sulistiono; Agus Muji Santoso; Dwi Ari Budiretnani; Tutut Indah sulistiyowati; M. Raffi Fahriza; M. Fauzan Putra Rahmatullah; Gilang Taufan Insani
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2: Januari 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.155

Abstract

Biopreneurship adalah salah satu pendekatan pembelajaran kontekstual yang dapat melatih siswa mengembangkan ide serta menemukan cara baru dalam melihat masalah ataupun peluang yang dihadapi siswa dalam lingkungan sekitar. Salah satu produk bioteknologi konvensional yang mudah diaplikasikan adalah Nata de coco. Pengembangan semangat biopreneurship di kalangan siswa SMA masih minim, meskipun didukung oleh fasilitas laboratorium yang lengkap. Melalui program pelatihan teknologi tepat guna pembuatan nata de coco ini diharapkan mampu meningkatkan jiwa wirausaha berbasis ilmu Biologi pada siswa SMA Kota Kediri. Metode pengabdian meliputi tahap persiapan, pelatihan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menegaskan bahwa produksi Nata de coco merupakan implementasi biopreneurship yang sangat relevan bagi siswa SMA di Kota Kediri. Melimpahnya ketersediaan bahan baku air kelapa di wilayah ini, didukung dengan prosedur teknis yang sesuai dengan kapasitas belajar siswa, membuka peluang strategis bagi mereka untuk menjadikan Nata de coco sebagai rintisan usaha mandiri yang prospektif. Hasil evaluasi produk dari kegiatan pengabdian ini Adalah Sebagian produk mengalami kegagalan yang kemungkinan disebabkan kurang terjaga sterilitas selama prosedur pembuatan nata.
Landscape Tanaman Pekarangan Rumah Masyarakat Kediri dari Sudut Pandang Kosmologi Jawa Tutut Indah Sulistiyowati; Wanda Kartika Sari; Fauzi Dwi Putra
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/t3enm387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tata letak tanaman di pekarangan rumah Masyarakat Kediri, dihubungkan dengan sudut pandang kosmologi Jawa. Berdasarkan hasil studi terdahulu diketahui bahwa Sebagian besar maaasyarakat menanam tanaman di pekarangan rumah tanpa memahami makna filosofis maupun simbolis mengenai letak tanamannya. Dalam kajian literatur budaya Jawa dan feng shui, posisi dan bentuk tanman memiliki nilai simbolik yang berkaitan dengan keseimbangan dan keharmonisan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotik, melalui observasi langsung, wawancara, dan studi literatur yang dilakukan pada Juli sampai September 2025. Terdapat 20 jenis tanaman yang umum ditanam di pekarangan rumah warga. Sebanyak 10% dari total data terhimpun menunjukkan adanya ketidaksesuaian tata letak tanaman berdasarkan fengshui dan kosmologi Jawa. Namun secara umum masyarakat telah mengatur landscape tanaman pekarangan rumah dengan baik, meskipun tidak mengetahui secara pasti makna symbol tanaman tersebut.