Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KARAKTER MORFOLOGI MIKROSPORA TEMBAKAU VIRGINIA YANG MENGALAMI CEKAMAN PELAPARAN DAN SUHU TINGGI SECARA IN VITRO Baiq Farhatul Wahidah
Teknosains Vol 8 No 2 (2014): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v8i2.1910

Abstract

The effect of treatment combination by heat shock (34oC) and starvation medium on embryogenesis induction in microspore culture of selected genotype of Nicotiana tabacum L.cv. Virginia was examined.The microspores which were isolated aseptically by maceration and centrifugation, were cultured on starvation medium (B medium) without sugar and nitrogen during 6 days at 34oC. The culture contained relatively homogeneous population of developed stage microspore (late uninucleate stage). The viability and development of microspore was obsevered. DAPI (4,6-diamidino-2-phenylindole) was used to stain the nucleus. Stained microspores were examined under a fluorescence microscope.The result showed that during stress treatment by starvation and heat shock (34oC) the structure of microspore change into 3 types of embryogenic microspore. Type 1 was identical to the late uninucleate microspore stage; in type 2 the vacuole of microspore was fragmented and peripheral cytoplamic pocket contain the nucleus; and type 3 the nucleus was positioned in cytoplamic pocket in the centre of the microspore.
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH INDOLE ACETIC ACID (IAA) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG SAYANG (MUSA PARADISIACA L. VAR. SAYANG) SECARA IN VITRO Baiq Farhatul Wahidah; Hasrul Hasrul
Teknosains Vol 11 No 1 (2017): JANUARI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v11i1.7408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ZPT IAA terhadap pertumbuhan tanaman pisang sayang secara in vitro. Penelitian dilakukan mulai September sampai Desember 2011 di Laboratorium Kultur Jaringan UPTD Balai Benih Tanaman Hortikultura (BBTH) Provinsi Sulawesi Selatan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang terdiri atas empat taraf yakni kontrol, hormon IAA dengan tiga perlakuan yakni pada konsentrasi 0,5ppm, 1ppm dan 1,5ppm. Parameter yang diamati adalah pertambahan berat massa planlet, kecepatan pembentukan mata tunas, pertambahan jumlah daun, pertambahan ukuran panjang daun, dan pertambahan ukuran tinggi tanaman. Analisa data dengan menggunakan uji F (varians) pada taraf kepercayaan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata antara perlakuan dengan kontrol terhadap pertumbuhan tanaman pisang sayang (Musa paradisiaca L. var. sayang) secara in vitro. Nilai rata-rata pertumbuhannya menunjukkan bahwa pemberian ZPT IAA dengan konsentrasi 0,5ppm memberikan hasil tertinggi terhadap pertambahan volume tanaman dan pertambahan jumlah daun, pada konsentrasi 1ppm memberikan hasil tertinggi terhadap kecepatan pembentukan mata tunas, sedangkan kontrol memberikan hasil tertinggi terhadap pertambahan ukuran tinggi tanaman dan panjang daun, namun demikian keberadaan auxin IAA maka dapat membantu dalam proses pertumbuhan tanaman pisang sayang secara in vitro.
PERTUMBUHAN BERBAGAI MACAM VARIETAS TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) PADA TANAH ULTISOL Fatmawati Nur; Baiq Farhatul Wahidah; Erna Afdal
Teknosains Vol 12 No 2 (2018): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v12i2.7601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan berbagai macam varietas tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus) pada tanah ultisol. Pengamatan dilakukan 1 minggu setelah tanam hingga minggu ke 4. Data hasil penelitian pada varietas Vima 1, Vima 2, Vima 3, dan Kutilang dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas kacang hijau berpengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan panjang akar. Pertambahan tinggi tanaman tertinggi adalah varietas Vima 3 dengan nilai ratarata 6,90 cm, pertambahan jumlah daun terbanyak adalah varietas Vima 3 dengan jumlah rata-rata 3,60 helai, pertambahan jumlah cabang terbanyak adalah varietas Kutilang, Vima 1 dan Vima 2 dengan jumlah rata-rata 0,80 tangkai, dan panjang akar terpanjang adala varietas Vima 1 dengan nilai rata-rata 25,33 cm.
Bamboo Diversity in Indrokilo Botanical Garden, Central Java Baiq Farhatul Wahidah; I Putu Gede P. Damayanto; Sri Mulyani
Buletin Plasma Nutfah Vol 27, No 1 (2021): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v27n1.2021.p57-70

Abstract

The efforts of Bamboo conservation have been conducted by botanical gardens in Indonesia, including the Indrokilo Botanical Garden, Central Java. Scientific information regarding the bamboo collection of the Indrokilo Botanical Garden, however, is not yet available. This study aimed to determine the diversity of the species, as well as, to provide a synopsis and the similarity analysis of the bamboo species in the Indrokilo Botanical Garden. Exploration and collection of bamboo specimens have been carried out by the Indrokilo Botanical Garden. Processing and identification of the specimens were carried out at Herbarium Bogoriense. A total of 27 morphological characters were used for similarity analysis using the UPGMA method with Nei & Li similarity coefficients. The data were analyzed descriptively. There are seven species of bamboo in the Indrokilo Botanical Garden: Bambusa glaucophylla, B. lako, B. multiplex, B. vulgaris, Dendrocalamus sp., Guadua cf. angustifolia, and Schizostachyum sp. A synopsis of the bamboo species and their identification keys to the species were provided. Based on the similarity analysis, bamboo in the Indrokilo Botanical Garden consists of five groups at a similarity index of 70%. The diversity of bamboo species in the Indrokilo Botanical Garden is relatively low compared to some botanical gardens in Indonesia.
Identifikasi Jenis-Jenis Poaceae di Desa Samata Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Megawati Bohari; Baiq Farhatul Wahidah
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2125

Abstract

Penelitian ini  merupakan  penelitian  deskriptif  yang dilakukan untuk  mengetahui  jenis-jenis Poaceae di Di Desa Samata Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Metode yang dilakukan adalah plot dengan membuat  beberapa plot di daerah penelitian. Daerah peneitiannya sendiri dibagi menjadi 20 stasiun  yang  ditentukan  secara purposive  sampling yaitu  area  yang  memiliki  kepadatan  populasi tumbuhan  yang  cukup  tinggi.  Selanjutnya Poaceae yang  di  jumpai  diidentifikasi  berdasarkan  ciri morfologinya yaitu akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat 18 jenis Poaceae yaitu Axonopus compressus, Bambusa apus, Bambusa vulgaris,  Chloris  barbata, Cymbopogon  nardus Cynodon  dactylon, Dactyloctenium  aegyptium, Digitaria  sanguinalis, Eleusin  indica, Eragrotis  amabilis,  Eulalia  amaura,  Imperata  cylindrical, Paspalum  commersonii, Pennisetum  purpureum, Pogonatherum  paniceum,  Sorghum  halapenses, Oryza sativa dan Zea mays.
Pola Distribusi dan Keanekaragaman Jenis Pohon di Kebun Raya Lemor Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Baiq Farhatul Wahidah; Murhadi Murhadi; Rusmadi Rusmadi; Zul Janwar
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2127

Abstract

Kebun Raya Lemor merupakan salah satu obyek wisata alam berupa hutan seluas 82,9 Ha. Kebun raya  lemor  ini  terletak  di  Kecamatan  Suela  Kabupaten  Lombok  Timur  Nusa  Tenggara  Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi dan keanekaragaman jenis pohon di Kebun Raya Lemor.  Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan metode kuadrat yaitu membuat plot berukuran 10 m x 10m sebanyak 80 plot. Dari  hasil  pengamatan  diperoleh  ada  34  jenis  pohon.  Spesies  yang  jumlahnya  tertinggi  yang ditemukan  adalah Dao (Dracontomelon-duhu.BI) sebesar  83  individu,  sedangkan  terendah  adalah Mangga (Mangifera  indica L.) sebanyak  2  individu.  Keanekaragaman  jenis  pohon  rendah  dengan indeks sebesar 3,331116801 dengan Pola distribusi mengelompok.
Pengaruh Penambahan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Stek Mikro Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum) Secara In Vitro Mustakim Mustakim; Baiq Farhatul Wahidah; Adi Al-Fauzy
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2136

Abstract

Langkah antisipatif pemenuhan kebutuhan massal benih krisan bermutu yang dilakukan dengan perbanyakan secara in vitro. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air kelapa terhadap  stek  mikro  tanaman Krisan yang  ditanam  secara in  vitro,  serta  perlakuan  mana  yang memberikan pengaruh terbaik. Penelitian  telah  dilaksanakan  di  laboratorium  Botani  Fakultas  Sains  dan  Teknologi  UIN Alauddin  Makassar.  Penelitian  ini  berupa  penelitian  eksperimen  dengan  menggunakan  Rancangan Acak  Lengkap  (RAL)  satu  faktor  yaitu  penambahan  air  kelapa  yang  terdiri  atas    empat  perlakuan yakni 0 ml/l, 50 ml/l, 100 ml/l, dan 150 ml/l. parameter  yang diamati adalah pembentukan jumlah akar, jumlah daun, tinggi planlet , dan berat planlet. Data yang diperoleh setelah dianalisa secara statistik inferensial yaitu uji F (varians) pada taraf kepercayaan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air kelapa dengan konsentrasi 150  ml/  memberikan  hasil  terbaik  terhadap  pembentukan  jumlah  daun,  jumlah  akar,  tinggi  planlet dan berat planlet.
Etnobotani Tumbuhan yang Digunakan Dalam Pengobatan Tradisional di Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan Nurlaila Sari; Baiq Farhatul Wahidah; Nurkhalis A Gaffar
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4677

Abstract

This research is a study of Ethnobotany Plants used in traditional medicine in Sinjai Regency South Sinjai Subdistrict of South Sulawesi with the aim to obtain the data how to obtain medical plants and ways of processing in traditional medicine conducted by sanro of South Sinjai. Further data collection is done by means of structured interviews, observation, documentation, and reference searches. Data from the research results are analyzed further qualitative descriptive according to the purpose of the research will be presented in the form of tables, photos or drawings. The results showed that there are 43 kinds of plants used in traditional medicine. Medicinal plants are grouped into three upon how to get IE grows wild as much as 33plants (76.74%), plants that are deliberately kept as many as 7 plants (16.27%) and are bought as many as 3 plants (6.97%). The way used sanro to cultivate the plant into a drug that is a) a drug that is eaten is eaten raw materials; b) a drug that is drunk: ingredients kneaded and then drink or boiled and then drink; c) use: pasted, and then where it chewed, smeared/scrub on the part of the sick/injured.
Karakteristik morfologi daun di kawasan hutan Bulu’ Ballea, Tinggi Moncong kabupaten Gowa sebagai referensi dalam pembelajaran morfologi tumbuhan Zulkarnain Zulkarnain; Rusmadi Rukmana; Hasyimuddin Hasyimuddin; Masriany Masriany; Baiq Farhatul Wahidah; Nurman Nurman; Rahmat Fajrin Alir
Prosiding Seminar Biologi Vol 5 No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR BIOLOGI BIODIVERSITAS INDONESIA
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v5i1.11865

Abstract

Keanekaragaman jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan hutan Bulu’ Ballea  memiliki karakteristik  morfologi daun yang beranekaragam juga  mulai dari bangun daun, permukaan daun, warna daun, tepi daun,tulang daun, ujung daun, dan pangkal daun. Morfologi daun merupakan karakteristik dan sifat yang dimiliki daun. Dengan mengetahui karakteristik morfologi daun ini, diharapkan bisa menjadi sumber literatur dan referensi bagi pembelajaran pada mata kuliah morfologi tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan dan karakteristik morfologi daun yang terdapat di kawasan Hutan Bulu Ballea, Kec. Moncong, kabupaten Gowa.Teknik pengumpulan data menggunakan  metode eksplorasi yaitu dengan cara menjelajah dan mengamati secara langsung karakteristik morfologi daun yang terdapat di lokasi penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan yang terdapat di lokasi penelitian sebanyak  30 jenis yang terdiri dari 24 famili yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dari permukaan daun, tulang daun, ujung daun, pangkal daun, dan tepi daun.
Etnobotani tanaman pepaya di daerah Moga Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang Rizkiati Khasanah; Baiq Farhatul Wahidah; Nur Hayati; Miswari Miswari; Irsyad Kamal
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15870

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu komoditas buah yang memiliki banyak fungsi dan manfaat. Pepaya sebagai buah segar banyak dikonsumsi karena mengandung nutrisi yang baik. Harga pepaya relatif terjangkau dibandingkan buah lainnya. Daerah penghasil pepaya di Jawa Tengah salah satunya adalah di Kabupaten Pemalang tepatnya di Daerah Moga. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif dengan metode survei, wawancara semiterstruktur dan dikuatkan dengan angket. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik acak sederhana dan snowball sampling yang dilakukan di Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang. Pemanfaatan tanaman pepaya itu sendiri dapat dimanfaatkan sebagai masakan, manisan, obat, jajanan dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat yang memanfaatkan tanaman pepaya sebagai masakan sebanyak 55%, jajanan sebanyak 43,30%, obat 46,60%, manisan 48,30% dan yang terakhir kebutuhan masyarakat sebanyak 45%. Pemanfaatan tanaman pepaya meliputi semua organ, baik buah muda maupun matang, daun, biji, getah dan akar.
Co-Authors Abadiyah, Auliya Saadatul ACHMAD FARAJALLAH Adi Al-Fauzy Adi Al-Fauzy, Adi Adi Sutanto Aidatul, Agustina Alfina, Lina Andang Syaifudin Anif Rizqianti Hariz Anif Rizqianti Hariz Aprilianingsih, Risqi Apriliyani, Riski Arifin Surya Dwipa Irsyam Asma Lutfi, Asma Asri Febriana Asri Febriana, Asri Atika Wijaya Auliya Saadatul Abadiyah Azizah, Ismatul Birran, Regan Abadi Khalid Putra Yusac Brintan Yonaka Dhea Dani Cut Muthiadin Devi Octavia Dhea Dani, Brintan Yonaka Dinalhaq, Putri Cahya Dinalhaq, Putri Cahya Dyah Perwitasari DYAH PERWITASARI -FARAJALLAH Eri Sulis Hardianto Erna Afdal Fadly Husain FATIMA, SITI Fatmawati Nur Firman Adi Saputra Firman Adi Saputra, Firman Harto Wicaksono, Harto Hasby Ash Shidiqy Hasrul Hasrul Hasyimuddin Hasyimuddin I Putu Gede P. Damayanto I Putu Gede P. Damayanto Irsyad Kamal Irsyam, Arifin Surya Dwipa Ismail Ismail Ismail Ismail Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Isna Rasdianah Aziz Khasanah, Rizkiati Khoirurrais, Muhamad Kuncoro Bayu Prasetyo Lailatul Qodriyah Lala Nita Sari Lianah Lianah, Lianah Masriany, Masriany Megawati Bohari Megawati Bohari, Megawati Miswari Miswari Miswari Miswari, Miswari Muhamad Khoirurrais Muhammad Hasiibun Nuhaa Muhammad Rifqi Hariri Muhammad Rifqi Hariri Mulyanah, Wiwin Murhadi Murhadi Mustakim M, Mustakim Mustakim Mustakim Nawang, Mugi Niken Kusumarini Niken Kusumarini, Niken Nisa', Galih Kholifatun Nuhaa, Muhammad Hasiibun Nur Hayati Nur Hayati Nur Hayati Nurkhalis A Gaffar Nurlaila Sari Nurlailah Mappanganro Nurman Nurman Nurul Muhlisyah Nurul Muhlisyah Rahma Ziyan Firdausia Rahmat Fajrin Alir Rini Iswari Risqi Aprilianingsih Rizkiati Khasanah Rusmadi Rukmana Rusmadi Rusmadi Rusmadi Rusmadi Saifullah Hidayat Sary, Dian Puspita Shidiqy, Hasby Ash Sri Mulyani Sri Mulyani St Hasbiah St Hasbiah Syaifudin, Andang Ulya, Fadhliyatul Zahro, Shofiyyatuz Zul Janwar Zulkarnain Zulkarnain