Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Linking Artificial Intelligence and Insect Genetics for Coffee Plantation Research: A Bibliometric Perspective Priyambodo, Priyambodo; Parabi, M. Iqbal; Rustiati, Elly Lestari; Permatasari, Nindy; Amrullah, Syarif Hidayat; 'Aliyah, Siti Hamidatul
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.9996

Abstract

Artificial intelligence (AI) has advanced rapidly over the past two decades, creating opportunities to address ecological and agricultural challenges by integrating computational methods with genetics. This study aims to map the scientific landscape of research at the intersection of AI, insect population genetics, and coffee agroecosystems. A bibliometric analysis was conducted using the Scopus database, covering publications from 1978 to 2025 and employing co-occurrence, co-authorship, centrality, and co-citation analyses supported by VOSviewer for visualization. The results show a significant growth in publications since 2010, with the United States and Brazil as leading contributors, while collaborations among influential authors and institutions have shaped three main clusters: ecology and agroecosystem management, insect–pest interactions and biological control, and genetics with molecular approaches to plant metabolism. The co-citation network further highlights the integration of pest ecology, biodiversity conservation, and the economic value of pollinators as central themes. These findings indicate that AI–genetics integration is increasingly pivotal for sustainable coffee management, with future research directions emphasizing predictive modeling of pest and pollinator dynamics under climate variability, alongside investigations into soil microbiomes and pollinator health to enhance resilience in coffee production systems.
Efektivitas Penggunaan Perangkap Cahaya terhadap Tingkat Serangan Spodoptera exigua pada Tanaman Bawang Merah di Desa Saruran Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan Yunadia Yunadia; Syarif Hidayat Amrullah; St. Aisyah Sijid
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1323

Abstract

Spodoptera exigua (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama kosmopolitan yang secara signifikan mempengaruhi budidaya bawang merah dengan menyebabkan kerugian hasil yang cukup besar. Salah satu metode pengendalian yang ramah lingkungan dan sedang menjadi perhatian adalah penggunaan perangkap cahaya berwarna untuk menarik dan mengurangi populasi hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji intensitas serangan larva S. exigua pada tanaman bawang merah yang terpapar warna cahaya yang berbeda dan mengevaluasi efektivitas masing-masing warna dalam mengendalikan dan mengusir hama. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2024 di Desa Saruran, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pendekatan kuantitatif melalui desain Rancangan Acak Kelompok dan analisis data numerik populasi larva, sedangkan pendekatan kualitatif melalui deskripsi visual terhadap gejala serangan dan kondisi tanaman. Data dikumpulkan secara langsung dari lahan bawang merah yang dibagi menjadi empat petak, masing-masing dilengkapi dengan perangkap cahaya dengan warna yang berbeda (merah, putih, oranye, dan kuning). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan tertinggi terjadi pada perlakuan perangkap cahaya merah (43,75%), diikuti oleh putih (41,88%), oranye (28,13%), dan kuning (25,83%). Demikian pula, kepadatan populasi S. exigua tertinggi ditemukan pada perlakuan cahaya merah (30,83 individu), diikuti oleh putih (30,00), oranye (19,79), dan kuning (16,46). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkap lampu kuning dan lampu oranye paling efektif dalam menekan populasi dan intensitas serangan S. exigua, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan pada budidaya bawang merah.
Analisis Komparatif Keragaman Serangga Tanah Diurnal pada Perkebunan Kopi Berdasarkan Prediksi AI dan Eksplorasi Lapangan Afandi, Aril; Winarno, Winarno; Suhada, Suhada; Maharani, Annisa Lidya; Safitri, Anggi; Saputri, Nur Ayu; Rhamadaningtyas, Nabila Aulia; Soegiharto, Yolande Cathleya; Apriani, Vivin; Fitrisyah, Asyifa Zahara; Pratama, M. Idris Afta; Vega, Cindy Ameliya; Pawaka, Arrahmaan Syah; Saputra, Rama Arsalta Bara; Amrullah, Syarif Hidayat; Parabi, M. Iqbal; Rustiati, Elly Lestari; Pratami, Gina Dania; Permatasari, Nindy; Priyambodo, Priyambodo
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10 nomor 4 tahun 2025 Terbit Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i4.7121

Abstract

Soil insects play a crucial role in maintaining ecosystem balance and supporting soil fertility, particularly within coffee plantation ecosystems. This study aims to analyze the diversity of soil insects by comparing results from artificial intelligence (AI)-based predictions and field explorations to obtain a comprehensive understanding of community structure. The research was conducted in a smallholder coffee plantation located in Wiyono Village, Pesawaran Regency, Lampung. Field data were collected using the pitfall trap method, while AI-based predictions were generated utilizing a dataset derived from 14 relevant scientific publications. Data analysis employed the Shannon-Wiener diversity index (H′) to evaluate differences between predicted and observed results. The findings revealed that the AI-based prediction estimated an H′ value of 1.787 (moderate diversity), whereas the field exploration yielded an H′ value of 0.428 (low diversity). This discrepancy is influenced by dataset limitations, species dominance, and selectivity inherent in the sampling method. The results highlight the importance of integrating AI-based predictive approaches with field validation to enhance the accuracy of biodiversity assessments. This study contributes to the development of AI-driven prediction models and supports sustainable management of coffee plantation ecosystems.
Teknik pemeliharaan induk ikan kakap putih (Lates calcarifer) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan Adnan, Nur; Hidayat Amrullah, Syarif; Hamka, Hamka
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 2 No 3 (2022): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.387 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v2i3.29495

Abstract

Sumber daya perikanan sebagai salah satu aset nasional merupakan modal besar untuk mencapai sasaran di bidang perikanan guna menunjang keberhasilan pembangunan. Kakap putih telah menjadi bisnis komersial (dalam budidaya) untuk dikembangkan, karena pertumbuhannya relatif cepat, perawatan yang mudah dan toleran yang tinggi terhadap perubahan lingkungan, membuat kakap putih cocok untuk budidaya skala kecil maupun besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik penanganan indukan kakap putih (Lates calcarifer) yang efektif di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar. Metode penelitian dilakukan dengan teknik wawancara secara langsung dan penanganan indukan ikan kakap putih yang meliputi persiapan induk, penyiapan wadah budidaya, manajemen kualitas air, manajemen pakan, pemijahan induk, serta pemanenan dan penanganan telur hasil pemijahan. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap satu jumlah total telur adalah 4.903.100 butir dan jumlah total telur yang terbuahi adalah 4.779.000 butir. Sedangkan pada tahap dua jumlah total telur adalah 16.366.000 butir dan jumlah total telur yang terbuahi adalah 15.926.000 butir.
Deteksi keberadaan virus pada sampel bawang merah (Allium ascalonicum) dan bawang putih (Allium sativum) di Laboratorium Balai Besar karantina Pertanian Makassar Amrullah, Syarif Hidayat; Zulkarnain, Zulkarnain; Juhari, Damraeni; Ar, Riski Amaliah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.917 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v3i1.29807

Abstract

Tanaman dan bagian-bagiannya merupakan media pembawa organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada proses karantina tanaman dalam kegiatan pengiriman ekspor maupun impor ataupun pengiriman dari suatu wilayah ke wilayah lain di dalam negeri. OPT adalah semua organisme yang dapat menyebabkan dan menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya. Salah satu jenis OPT pada tanaman yaitu virus dengan mekanisme penularan secara mekanis melalui organ vegetatif maupun melalui perantara vektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi virus pada media pembawa (tanamana) yaitu bawang merah (Allium ascalonicum) dan bawang putih (A. sativum) yang merupakan komoditi pertanian penting. Metode yang digunakan yaitu uji serologi dengan metode DAS ELISA untuk mendeteksi keberadaan salah satu jenis virus dengan tingkat infeksi yang cukup tinggi pada tanaman bawang yaitu Onion yellow dwarf virus (OYDV). Hasil yang diperoleh dari kedua sampel bawang yaitu bahwa kedua jeni bawang, baik itu bawang merah maupun bawang putih negatif terinfeksi OYDV berdasarkan metode ELISA yang ditunjukkan dengan nilai absorbansi sampel tidak mencapai tiga kali lipat dari nilai absorbansi kontrol negatif serta tidak terjadi perubahan warna pada sumur sampel di microplate.
Identifikasi jenis capung (Odonata) pada daerah persawahan dan rawa di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Irmawati, Irmawati; Amrullah, Syarif Hidayat; Zulkarnain, Zulkarnain
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.30448

Abstract

Capung (Odonata) adalah salah satu ordo dari kelompok Arthropoda yang dapat digunakan sebagai parameter kualitas air dan pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan capung termasuk serangga air yang sangat sensitif terhadap perubahan kandungan zat di dalam air. Capung memiliki peran sebagai predator hama, baik dalam bentuk nimfa (larva) maupun dewasa. Beberapa famili nimfa capung dikelompokkan dalam kategori serangga air yang sensitif terhadap pencemaran dan perubahan kandungan zat di dalam air. Sehingga perubahan jumlah nimfa capung dapat dijadikan sebagai indikator baik buruknya perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis capung (Odonata) yang terdapat di daerah persawahan dan rawa di Jalan Veteran Bakung Somba Opu Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan cara survei dan pengamatan langsung (tangkap lepas). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada daerah persawahan ditemukan 3 jenis capung dari famili Libellulidae dan di kawasan rawa ditemukan 2 jenis capung dari famili Libellulidae dan Coenagrionidae.
Efektivitas Penggunaan Perangkap Cahaya terhadap Tingkat Serangan Spodoptera exigua pada Tanaman Bawang Merah di Desa Saruran Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan Yunadia Yunadia; Syarif Hidayat Amrullah; St. Aisyah Sijid
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1323

Abstract

Spodoptera exigua (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama kosmopolitan yang secara signifikan mempengaruhi budidaya bawang merah dengan menyebabkan kerugian hasil yang cukup besar. Salah satu metode pengendalian yang ramah lingkungan dan sedang menjadi perhatian adalah penggunaan perangkap cahaya berwarna untuk menarik dan mengurangi populasi hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji intensitas serangan larva S. exigua pada tanaman bawang merah yang terpapar warna cahaya yang berbeda dan mengevaluasi efektivitas masing-masing warna dalam mengendalikan dan mengusir hama. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2024 di Desa Saruran, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pendekatan kuantitatif melalui desain Rancangan Acak Kelompok dan analisis data numerik populasi larva, sedangkan pendekatan kualitatif melalui deskripsi visual terhadap gejala serangan dan kondisi tanaman. Data dikumpulkan secara langsung dari lahan bawang merah yang dibagi menjadi empat petak, masing-masing dilengkapi dengan perangkap cahaya dengan warna yang berbeda (merah, putih, oranye, dan kuning). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan tertinggi terjadi pada perlakuan perangkap cahaya merah (43,75%), diikuti oleh putih (41,88%), oranye (28,13%), dan kuning (25,83%). Demikian pula, kepadatan populasi S. exigua tertinggi ditemukan pada perlakuan cahaya merah (30,83 individu), diikuti oleh putih (30,00), oranye (19,79), dan kuning (16,46). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkap lampu kuning dan lampu oranye paling efektif dalam menekan populasi dan intensitas serangan S. exigua, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan pada budidaya bawang merah.
KEANEKARAGAMAN KEPITING BIOLA (Uca SPP.) DI EKOSISTEM MANGROVE TONGKE- TONGKE SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI Turrahmi, Mawadda; Muspa, Ade; Nurman; Baso, Rihlaeni Duha A.; Amrullah, Syarif Hidayat
Jurnal Biogenerasi Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, no 1, 2026, (Januari - Maret 2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v11i1.8128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai keanekaragaman kepiting biola (Uca spp.) di kawasan mangrove Tongke-Tongke, Sinjai Timur. Pengambilan sampel dilakukan di empat stasiun pengamatan menggunakan pengamatan langsung yang dikombinasikan dengan teknik pengambilan sampel bertujuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga spesies kepiting biola, yaitu Uca rosea, Uca perplexa, dan Uca jocelynae, yang tersebar tidak merata di seluruh stasiun pengamatan. Analisis indeks ekologi menunjukkan keanekaragaman spesies yang rendah di Stasiun I (H' = 1,07) dengan keseragaman yang tinggi (E = 0,97), sedangkan Stasiun II juga menunjukkan keanekaragaman yang rendah (H' = 0,61) tetapi dengan keseragaman yang sedang (E = 0,55). Tidak ditemukan kepiting biola di Stasiun III dan IV, yang terletak di dekat permukiman penduduk dan kawasan ekowisata. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu (29,96–30,94 °C), pH (7,4–7,5), salinitas (26,5–27,6‰), oksigen terlarut (DO; 5,29–6,0 mg/L), dan jenis substrat mulai dari lempung berpasir hingga lempung liat berpasir. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan kepiting biola dapat berfungsi sebagai bioindikator kesehatan ekosistem mangrove, dengan distribusinya sangat dipengaruhi oleh karakteristik substrat dan kondisi lingkungan, terutama di daerah yang mengalami gangguan antropogenik minimal.
Analysis of Total Coliform Bacteria in Domestic Wastewater of Makassar City Using the Most Probable Number (MPN) Method Syaiful, Muhammad Fadhil; Amrullah, Syarif Hidayat; Amrullah, Dirhamzah; Anggraeni, Rini; Nurman; Rosmah
Indonesian Journal of Ecology and Conservation Vol 2 No 2 (2025): Tropical Ecology and Biodiversity
Publisher : Center for Ecology, Conservation and Ethnobiology Studies, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ijec.v2i2.4760

Abstract

Domestic wastewater serves as a habitat for various microorganisms, including coliform bacteria. High concentrations of total coliform exceeding the established wastewater quality standards indicate the presence of pathogenic contaminants that may contribute to the spread of waterborne diseases. This study aimed to determine the total coliform bacteria present in domestic wastewater in Makassar City. The method used was microscopic examination employing the Most Probable Number (MPN) method. The results of the MPN test showed that out of 50 domestic wastewater samples analyzed, 29 samples (58%) met the wastewater quality standards, while 21 samples (42%) did not meet the established standards. The samples analyzed were collected from various sources of domestic wastewater, including hotels, hospitals, factories, and shopping centers distributed across Makassar City
Efektivitas Ekstrak Biji dan Daun Sirsak untuk Pengendalian Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi Syarif Hidayat Amrullah; Herdiati
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 2 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tumbuhan di Indonesia memiliki potensi dalam mengendalikan populasi hama atau dikenal dengan istilah biopestisida atau lebih spesifik sebagai pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas biji dan daun sirsak (Annona muricata) sebagai biopestisida pengendali hayati terhadap salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) pada padi, yaitu walang sangit (Leptocorisa acuta). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) melalui tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Tahapan kerja meliputi penyiapan wadah, ekstraksi biji dan daun sirsak, dan pengaplikasian ekstrak pada hama walang sangit. Data kemudian dianalisis dengan ANAVA dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan jumlah walang sangit yang mati untuk P0, P1, P2, dan P3 secara berturut adalah 0, 25, 25, dan 32 ekor. Uji ANAVA menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, dan hasil uji BNT menunjukkan bahwa ketiga perlakuan memiliki efektivitas yang tidak jauh berbeda. Hanya saja P1 dianggap lebih efisien karena mampu membunuh banyak hama dengan konsentrasi yang paling kecil (25%) atau perbandingan ekstrak biji dan daun sirsak dengan air 1:3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak biji dan daun sirsak terhadap mortalitas hama walang sangit pada tanaman padi secara statistik memberikan pengaruh nyata dalam upaya pengendalian OPT tersebut. Konsentrasi ekstrak yang paling baik yaitu 25% + 75 ml air.