Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL

Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Melitus Listifani, Ikrimah Aurora; Indrawati, Lina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2779

Abstract

Diabetes Melitus atau dikenal dengan penyakit kencing manis menjadi salah satu penyakit tahunan yang diderita selama seumur hidup oleh penderitanya. Penelitian ini menggunakan Observasional Analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional, dengan jumlah sampel 71 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi, dianalisis secara uji statistic menggunakan Chi Square Test, diperoleh nilai Asym Signifikasi (0,000) ≤ nilai a (0,05). Hasil dari penelitian ini terdapat Hubungan yang Signifikan antara Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pagelaran Pandeglang Banten Tahun 2023
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-36 Bulan Nisya, Devia Ainun; Meliyana, Ernauli; Indrawati, Lina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2795

Abstract

Stunting merupakan gambaran terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan akumulasi malnutrisi yang berlangsung lama sejak kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperburuk oleh tidak terimbangi nya pengejaran pertumbuhan bagi anak-anak yang sebelumnya stunting (catch up growth) yang memadai. Dijadikan perhatian khusus dan memerlukan pengetahuan yang cukup untuk orang tua. Menganalisis hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan Di Wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.penelitian ini bersifat observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yaitu jenis variabel bebas (independen) maupun variabel terikat (dependen) dan teknik sampling purposive sampling yaitu memilih sampel berdasarkan distribusi frekuensi karakteristik responden pasien. Sampel yang digunakan Ibu yang memiliki balita stunting usia 6-36 bulan diwilayah kerja puskesmas pengasinan Didapatkan hasil P value antara Usia Ibu (0,000), Tingkat Pendidikan ibu (0,002), Status Pekerjaan (0,051), Tinggi Badan Ibu (0,002) dan Tingkat pendapatan keluarga (0,001) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.Ada hubungan Usia ibu, Tingkat Pendidikan ibu, Tinggi Badan ibu dan tingkat pendapatan keluarga, Sedangkan Status Pekerjaan Ibu Tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Cahyaningrum, Arliyanti; Indrawati, Lina; Meliyana, Ernauli
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2898

Abstract

Penyakit ginjal merupakan kelainan pada organ ginjal yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti, infeksi, tumor, kelainan kongenital, penyakit metabolik atau degeneratif dan lain-lain. Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi terutama untuk menjaga homeostasis tubuh. (Dewi dan Hendrati 2022). Penyakit ginjal merupakan, penyakit yang perlu mendapatkan perhatian, salah satunya adalah Penyakit Ginjal kronis (Gagal Ginjal Kronik). menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menguraikan suatu fenomena berdasarkan data-data yang didapatkan. Penelitian ini memiliki tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut Tujuan umum: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Tujuan khusus: Mengetahui karakteristik responden (Usia dan Jenis Kelamin) pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Mengetahui distribusi frekuensi Tingkat Kecemasan pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Mengetahui distribusi Frekuensi Kualitas Hidup pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Menganalisa Hubungan Tingkat Kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.Peneliti ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 121 responden dan menggunakan teknik sampling Non Probability dengan metode teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan didapatkan hasil P-value sebesar P-value sebesar 0.038 (P-value <0.05), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Anggota Keluarga yang di Rawat di Ruang ICU Azzahra, Fazra Latifah; Pelawi, Arabta Malem Peraten; Indrawati, Lina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2928

Abstract

Komunikasi merupakan unsur yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses keperawatan kepada keluarga pasien, dalam istilah kesehatan disebut komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik perawat merupakan komunikasi yang dilakukan perawat dan pasien dalam menjalin komunikasi profesional perawat. Dengan berkomunikasi perawat dapat mendengarkan perasaan pasien maupun keluarganya dan menjelaskan prosedur tindakan keperawatan. Komunikasi terapeutik ini memegang peranan penting dalam membantu pasien memecahkan masalah yang dihadapi. Karena bertujuan untuk terapi kesembuhan maka komunikasi dalam keperawatan disebut komunikasi terapeutik. Ahli teori keperawatan telah menganjurkan penggunaan terapeutik diri sendiri untuk mengembangkan hubungan interpersonal dengan pasien yang mengarah pada proses kesembuhan dan kesehatan. Salah satu faktor yang dapat mengurangi perasaan cemas dalam keluarga adalah adanya dukungan informasi yang jelas dari staf medis berkaitan dengan penyakit pasien dan tindakan yang dapat diambil untuk keselamatan pasien. Perawat dapat berperan dalam mengurangi kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien, hal ini bisa dilakukan dengan teknik komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat ICU Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Di Rumah Sakit Rawalumbu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu keluarga pasien yang berjumlah 62 keluarga pasien. Sampel dalam penelitian ini yaitu 62 keluarga pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan metode Non Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa dari 62 responden, sebanyak 25 responden (40,3%) mengatakan komunikasi terapeutik perawat ICU baik dan sebagian keluarga pasien mengalami kecemasan ringan sebanyak 23 responden (37,1%) dan nilai P Value sebesar 0,000 < nilai α (0,05). Dapat disimpulkan ada hubungan komunikasi terapeutik perawat ICU dengan tingkat kecemasan keluarga di Rumah Sakit Rawalumbu.
Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TBC Elisia, Mega; Indrawati, Lina; Pelawi, Arabta M. Peraten
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2930

Abstract

Tuberkolosis atau TBC paru adalah penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Gejala utama dari penyakit ini adalah batuk yang berlangsung lama hingga beringgu-minggu, batuk disertai dahak yang bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, penurunan berat badan, malaise, keringat malam tanpa kondisi fisik yang aktif, demam, Fakta lain dari penyakit tuberkolosis bisa diobati secara tuntas, namun pada kenyataannya angka kekambuhan penyakit tuberkolosis masih tinggi hal ini dibuktikan dengan masih banyak ditemukan kasus TBC yang disebabkan karena penderita tidak mematuhi aturan dalam pengobatan. Kepatuhan minum obat pada penderita tbc menyebabkan angka kesembuhan penderita semakin rendah, angka kematian tinggi, dan kekambuhan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien tbc. Dibuktikan dengan hasil perolehan data menggunakan Statistical Program For Social Science didapatkan p value sebesar 0,000 < a (0,05) hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien tbc.Terhadap hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien tbc di puskesmas pagelaran pandeglang banten tahun 2023 dengan p value 0,000 ≤ 0,05.