Claim Missing Document
Check
Articles

The Dynamics and Factors Influencing The Land Use/Land Cover Change in Ciparay District, Bandung Regency Ryan Prima Chandra; Lia Warlina
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i3.38406

Abstract

Population growth in Ciparay District, as in several areas in West Java Province, has been increasing, especially in the last ten years, leading to an increase in housing needs and converting rice fields to residential land. This study aims to identify the spatial conversion dynamic of rice fields and analyze the factors that influence the conversion of rice fields in Ciparay District, Bandung Regency. The method used in this research is a quantitative descriptive method with map overlay analysis techniques and multiple linear regression analysis. This study found that the characteristics of land conversion in Ciparay District are divided into four land use/ land cover changes: rice field to residential land, rice field to dryland farming, rice field to vacant land, and dryland agricultural to settlement. The most significant change in land use/ land cover is in the change of rice fields to residential areas, which is 336.09 hectares. The factor that had the most influence on the land conversion of rice fields was the accessibility ratio.
IDENTIFIKASI KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KOTA AMBON STUDI KASUS: KAWASAN KOTA AMBON, PROVINSI MALUKU Wattimena, Randy; Warlina, Lia
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 7 No. 01 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v8i01.11236

Abstract

Kota Ambon merupakan kota terbesar dan juga ibukota dari Provinsi Maluku. Kota Ambon adalah tempat pemerintahan kota dan juga merupakan tempat utama pembangunan. Dilihat dari segi fisiknya, kota Ambon selalu terjadi bencana yaitu bencana banjir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan memetakan suatu tingkat kerawanan banjir yang terdapat di kota Ambon. Manfaat untuk penelitian ini merupakan suatu pemberian memberikan informasi kawasan mana saja yang merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan banjir, dan memberikan informasi kawasan mana saja yang aman terhadap kejadian banjir. Analisis dalam penelitian kerawanan banjir ini menggunakan metode dekriptif kuantitatif yang memiliki tujuan mendisktipsikan tingkat kerawanan, dengan terdapat 5 variabel yaitu jenis tanah, curah hujan, tutupan lahan, kemiringan lereng, dan topografi. Penetapan tingkatan suatu kerawanan banjir dengan menguunakan skoring dan pembobotan untuk masing-masing variabel yang mana hasil perkalian dari skor tiap variabel dan bobot masing-masing variabel tersebut bisa dipergunakan dalam menentukan suatu tingkat wilayah dalam hal ini yaitu kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukan tingkat kerawanan banjir di kota Ambon terbagi menjadi 5 klasifikasi yaitu sangat rwan, rawan, cukup rawan, kurang rawan, dan tidak_rwan dengan Tingkat cukup rawan merupakan tingkat terluas. Tingkat sangat rawan dan rawan tersebar pada daerah pesisir keseluruhan kecamatan di kota ambon sedangkan daerah yang aman akan terjadinya banjir terdapat pada daerah perbukitan terutama pada Kecamatan Leitimur Selatan.
GIS-based urban village regional fire risk assessment and mapping Hermawan, Yonathan Andri; Warlina, Lia; Mohd, Masnizah
International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineering (INJIISCOM) Vol. 2 No. 2 (2021): International Journal of Informatics, Information System and Computer Engineeri
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.531 KB) | DOI: 10.34010/injiiscom.v2i2.6041

Abstract

Fires in residential areas are one of the threats out of 13 disasters in Indonesia. Fires are disasters based on their causes, classified as disasters caused by human negligence. This research aims to identify residential fire incidents, assess fire risk levels, and map the risk level. We used the geographic information system (GIS) analysis approach and direct observation of the study area. The research location was in the Tamansari sub-district in Bandung City. The subdistrict of Tamansari consists of 20 neighborhood units (rukun warga/ RW) with 22,995 people and 6,598 households. We conducted a field survey from December 2019 to March 2020. We used a spatial approach to analyze fire risk in this residential area by using GIS to map urban-village regional fire incidents and assess the risk level. There were four fire hazard variables: population density, building density, building quality, road class. On the other hand, vulnerability variables are based on the community's social parameters: population density, percentage of old age and children under five, people with disabilities, and the population's sex ratio. The hazard and vulnerability maps overlay showed three neighborhood units (rukun warga/ RW) with a high risk of fire, eight RWs with a moderate risk of residential fires, and nine RWs with a low risk of residential fires. The areas with low-risk categories must remain vigilant because the width of the roads in these areas is relatively narrow.
Perubahan Tutupan Lahan Kecamatan Tanjungpandan Dalam Pembangunan Pariwisata Kabupaten Belitung Mawarini, Nuraini Ayu; Warlina, Lia
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i1.50313

Abstract

Kabupaten Belitung merupakan salah satu tujuan pariwisata yang berkembang pesat sejak ditetapkannya Kawasan Wisata Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal tersebut memicu peningkatan pembangunan dan mempengaruhi perubahan tutupan lahan, terutama di Kecamatan Tanjungpandan sebagai pusat kegiatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dalam pembangunan aktivitas pariwisata di Kecamatan Tanjungpandan. Data yang digunakan adalah peta tutupan lahan tahun 2014 dan 2022 serta data fasilitas pendukung pariwisata (hotel dan fasilitas makan minum).  Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan teknik overlay dan nearest neighbor analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan pada tahun 2014-2022 terjadi perubahan pada area bervegetasi, pertanian lahan kering, sawah, dan tanah kosong/gundul. Tutupan lahan permukiman dan tempat kegiatan bertambah luas sebesar 661 hektar, dengan luas terbesar pertambahnnya ada di Desa Air Merbau dengan persentase 31%. Lokasi yang mengalami perkembangan pertambahan fasilitas pendukung pariwisata rata-rata berada di lokasi yang memang sebelumnya merupakan permukiman dan tempat kegiatan. Total pertambahan fasilitas pendukung pariwisata berupa hotel dan penginapan ada 20 unit, sedangkan fasilitas makan dan minum sebanyak 56 unit. Pertambahan fasilitas pendukung pariwisata ini tidak sejalan dengan pertambahan luas kawasan permukiman dan tempat kegiatan. Untuk desa yang mengalami pertambahan kawasan permukiman dan tempat kegiatan terluas tidak menjadi desa dengan pertambahan unit failitas pendukung pariwisata terbanyak.
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pengembangan Desa Wisata Di Desa Paku Alam Kecamatan Darmaraja Warlina, Lia; Aulia, Selfa Septiani; Abioso, Wanita Subadra; Suheri, Tatang; Alamsyah, M Indra
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol. 1 No. 1 (2020): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.124 KB) | DOI: 10.34010/icomse.v1i1.2790

Abstract

ABSTRACT Paku Alam Village is one of 12 villages in the Darmaraja District, Sumedang Regency. The purpose of community empowerment activities in Paku Alam Village is to see the potency of the community for village tourism development and explore the aspirations of village officials and community leaders. The team consist of lecturers and students from departments of Urban and Regional Planning and Architecture. The implementation of the activities is from December 2018 to March 2019. The activities was carried out by initiation phase, identification of village potentials, gathering aspirations of the community, and explaining the potential of the village to community leaders. Participants in the activity were Paku Alam peoples that the related to the development of the tourism village those were the owner of homestays, restaurants and others . The village community was very enthusiastic in developing this tourism village which is well supported by the district government. The activity by obtaining village potential and community aspirations in the development of a tourism village in the Paku Alam Village was relatively successful. Key words: community empowerment, tourism village, ABSTRAK Desa Paku Alam merupakan salah satu dari 12 desa yang berada di wilayah Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Tujuan dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Paku Alam adalah untuk melihat potensi yang ada di desa tersebut dari aspek lokasi dan masyarakat untuk pengembangan desa sebagai desa wisata, dan menggali aspirasi dari aparat desa dan tokoh masyarakat untuk pengembangan wisata berbasis masyarakat. Tim pelaksana adalah dosen di program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Arsitektur dan beberapa mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan adalah dari bulan Desember 2018 sampai Maret 2019. Kegiatan dilaksanakan dengan melaksanakan inisiasi, identifikasi potensi desa, pengumpulan ide dan aspirasi masyarakat, dan pemaparan potensi desa kepada tokoh masyarakat. Peserta kegiatan adalah kepala desa, pelaku usaha yang berkaitan dengan pengembangan desa wisata. Masyarakat desa sangat antusias dalam pengembangan desa wisata ini yang didukung dengan baik oleh pemerintah kabupaten. Kegiatan untuk memperoleh potensi desa dan aspirasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Paku Alam dapat dikatakan cukup berhasil. Kata kunci: desa wisata, pemberdayaan masyarakat
PENGENALAN KARAKTER DESAIN JEPANG KEPADA SISWA SLTA: PENGENALAN KARAKTER DESAIN JEPANG KEPADA SISWA SLTA Cahyadi, Arif Try; Persada, Satria Indra Praja; Rochmawati, Irma; Fauzi, Ahmad Nurzaeni; Warlina, Lia
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol. 4 No. 2 (2023): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/icomse.v4i2.8947

Abstract

Fudedameshi atau “unjuk gigi dengan kuas” yang memiliki arti menunjukan keterampilan atau bakat dengan cara berkarya. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh Fakultas Desain dengan berkolaborasi dengan kegiatan webinar yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Budaya Unikom. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali dan memperkenalkan desain karakter Jepang kepada para siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada awal Juni sampai Agustus 2022. Kegiatan dilakukan secara online. Pengumuman dilakukan secara online melalui media sosial Instagram dan bantuan dari Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sastra Jepang Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Fudedameshi ini berhasil dengan bail karena yang ditunjukkan dengan peserta lomba dari beberapa provinsi. Hasil lomba menunjukkan karya yang ditunjukkan oleh siswa SLTA ini orisinal, kreatif dan memiliki teknik gambar yang sangat baik. Untuk berkelanjutan kegiatan Fudademeshi ini perlu ditegaskan bahwa desain karakter ini tidak hanya tentang teknik gambar saja tetapi filosofi dari desain yang dihasilkan perlu menjadi perhatian.
ANALISIS KESADARAN BIOPHILIA PADA SIVITAS AKADEMIKA FAKULTAS DESAIN UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA Dina Fatimah; Lia Warlina; Salsabila Zahra Multifah
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2023.v10.i2.006

Abstract

By incorporating nature, both physically and in its natural forms, into the design, biophilic design gives people the chance to live and work in a healthy environment and lead prosperous lives. This study uses the Faculty of Design at the Indonesian Computer University as a case study. The goal of this study is to examine user awareness tools for the Biophilia idea and seek for chances to apply it more precisely. The user's understanding of the idea of biophilia is gauged using the quantitative descriptive technique. This study's findings indicate that the UNIKOM Faculty of Design's academic community has a strong awareness of biophilia. If anything goes above and beyond expectations, it might be a future assessment of how educational facilities are used to improve teaching and learning that is tied to the physical and psychological needs of its users.
SITAMPAN: Mobile application for planting and harvesting of horticultural crops in Garut Regency Soegoto, Eddy Soeryanto; Warlina, Lia; Supatmi, Sri; Rafdhi, Agis Abhi; Jumansyah, Rizky; Saputra, Herry
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol. 12 No. 3 (2022): Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/matrix.v12i3.123-136

Abstract

Garut Regency’s agriculture sector has the most impact on the region’s GDP compared to other sectors. The Central Statistics Agency reports that the agricultural sector’s contribution was 39.11% in 2014 and will be 37.97% in 2020. The farmer’s inability to manage their crop goods is the primary cause of the contribution decline. The study aims to build a prototype of a mobile application information system for planting and harvesting. commodities based on a geospatial information system. The research method used was field surveys, interviews, and focus group discussions (FGD) with farmers, farmer group leaders, agricultural extension workers, and officials at Garut Regency Agriculture Office. The designed application is Sitampan which stands for Sistem Informasi Tanam dan Panen (Planting and Harvesting Information System). The users of this application are farmers, farmer group leaders, agricultural extension workers, and Garut Regency Agriculture Office. Each user will have a specific role and access based on their roles. The public can only see the data contained in this application. In conclusion, this app can serve as a platform for information and communication for farmers. Farmers can use this app as a decision-making tool to manage their crops, including when to sell, plant, and harvest. Hopefully, this application will enhance the welfare of farmers, particularly those in Garut district, one of the industries that have the most impact on the Indonesian agricultural sector.
IDENTIFIKASI TINGKAT KETAHUAN MASYARAKAT TENTANG UPAYA-UPAYA PERBAIKAN LINGKUNGAN SUNGAI CIKAPUNDUNG KOTA BANDUNG Angkotasan, Saona; Warlina, Lia
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 12 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.602 KB)

Abstract

Lingkungan Sungai Cikapundung memiliki masalah yang kompleks. Masalah tersebut antara lain : adanya pemukiman padat di kawasan sempadan Sungai Cikapundung yang juga melanggar peraturan sempadan sungai yang ditetapkan, dan pencemaran air sun-gai yang disebakan oleh bangunan rumah masyarakat di kawasan sempadan Sungai Cikapundung mengarah langsung ke badan sungai. Hal ini menyebabkan lingkungan Sungai Cikapundung telah rusak oleh faktor manusia. Sebagai upaya memperbaiki keru-sakan lingkungan Sungai Cikapundung, pihak pemerintah Kota Bandung, pihak swasta maupun masyarakat melakukan upaya-upaya untuk perbaikan lingkungan sungai terse-but. Upaya-upaya yang dilakukan pada kenyataannya belum membawa lingkungan Sun-gai Cikapundung khususnya Kelurahan Tamansari ke kondisi yang lebih baik. Ada dugaan bahwa masyarakat kurang mengetahui upaya-upaya yang dilakukan, sehingga upaya tersebut kurang berjalan dengan efektif dan efesien. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi tingkat ketahuan masyarakat Tamansari yang bermukim di sempadan Sungai Cikapundung tentang upaya-upaya perbaikan lingkungan Sungai Cikapundung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pen-yebaran kuesioner dan wawancara kepada penghuni rumah yang tinggal di sekitar ban-taran Sungai Cikapundung di kawasan Tamansari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahuan masyarakat yang paling rendah terdapat pada ketahuan mengenai bantuan 1000 bibit pohon dan yang paling tinggi terdapat pada ketahuan mengenai pelaksanaan festival kukuyaan. Masyarakat yang mengetahuai informasi mengenai upaya-upaya tersebut banyak bersumber dari melihat langsung dan tetangga. Masyara-kat yang belum mengetahui informasi upaya-upaya perbaikan lingkungan Sungai Cika-pundung, banyak memilih Ketua RT untuk mendapatkan informasi tersebut. Tinggi dan rendahnya tingkat ketahuan masyarakat tergantung pada karakteristik upaya-upaya yang dilakukan dan sumber informasi, sedangkan metode pengembangan masyarakat yang cocok digunakan adalah tatap muka dan demonstrasi. Selain itu, perbandingan yang paling menonjol antara perbaikan lingkungan Sungai Cikapundung Kota Bandung dan lingkungan Sungai Code Kota Yogyakarta yaitu upaya perbaikan di lingkungan Sun-gai Code melibatkan semua pihak (masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah Yogya-karta), sedangkan upaya perbaikan di lingkungan Sungai Cikapundung hanya pihak-pihak tertentu
PENGEMBANGAN EKOWISATA DI PULAU BIAWAK KABUPATEN INDRAMAYU Nurlaela, Ira; Warlina, Lia
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 16 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.738 KB) | DOI: 10.34010/miu.v16i2.1363

Abstract

Pulau Biawak merupakan objek wisata berada di Kabupaten Indramayu yang pengelolaannya diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2013 pasal 7 sebagai kawasan perlindungan plasma nutfah dan kawasan terumbu karang. Pulau ini menjadi tujuan wisata, karena keunikan faunanya serta keindahan biota lautnya. Minat pengunjung ke Pulau Biawak cukup tinggi tetapi aksesibilitas wisata tersebut belum mendukung. Karena kawasan Pulau Biawak merupakan kawasan konservasi, maka pengembangan pariwisata yang sesuai untuk wilayah ini adalah ekowisata pulau. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata di Pulau Biawak Indramayu, dengan mengidentifikasi potensi dan permasalahan serta arahan pengembangan ekowisata di Pulau Biawak. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan observasi langsung, wawancara dengan pengelola dan penyebaran kuesioner kepada responden. Ada dua kelompok responden yaitu masyarakat umum yang tinggal di sekitar kawasan ekowisata sebanyak 100 orang dan pengunjung/ wisatawan yang datang ke Pulau Biawak sebanyak 30 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya potensi berupa: (1) daya tarik ekosistem biawak, (2) tersedianya air bersih dan listrik tenaga matahari yang baik, (3) bangunan yang ada relatif sedikit yaitu 5-10 bangunan. Hasil lainnya adalah adanya permasalahan berupa: (1) biaya menyeberang dari Indramayu ke Pulau Biawak yang relatif mahal, (2) kurangnya kemanan dan kenyamanan saat menyeberang ke Pulau Biawak, (3) rusaknya bangunan yang ada di Pulau Biawak, (4) tidak ada informasi/promosi, informasi tentang Pulau Biawak tidak diketahui oleh masyarakat. Untuk arahan dalam pengembangan konsep Ekowisata dengan menyediakan kapal cepat yang murah, perawatan dan pemeliharaan bangunan yang rusak di Pulau Biawak, peningkatan penyebaran informasi/ promosi dengan memanfaatkan media sosial, partisipasi masyarakat berupa penyediaan tempat oleh-oleh, toko suvenir hasil kerajinan serta koperasi masyarakat , membina masyarakat serta melakukan kerjasama yang baik dengan para stakeholder bidang pariwisata.