Articles
IDENTIFIKASI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI NON-PERTANIAN (INDUSTRI) DI KABUPATEN CIANJUR SERTA DAMPAK BAGI PEREKONOMIAN MASYARAKAT WILAYAH SETEMPAT DI DESA SUKASIRNA KABUPATEN CIANJUR
Gustiwan, A.;
Warlina, Lia
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 5 No. 01 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/jwk.v6i01.2454
Sukasirna Village is one of ten villages that existed in Kecamatan Sukaluyu. The area of Kecamatan Sukaluyu is about 48.02 km2 or 4,802 ha. In the local Government Regulation No. 17 Year 2012 about Spatial Plan Kabupaten Cianjur in 2011 – 2031 set Kecamatan Sukaluyu bas set industrial zone. The research objectives area to identify land use change and it’s impact were to the economy of community in Desa Sukasirna. Data collection techniques were primary and secondary data collection. Primary data obtained from the results of observation and dissemination of questionnaires to the communities and farmers, while the secondary data obtained from relevant institutions agencies such as BAPPEDA, Badan Pusat Statistik, and the Office of Sukasirna Village. Method used for data analysis were descriptive analysis and overlay techniques for land use map in 2006, 2011, and 2016. The reseach resultan showed there was conversion of agricultural land into industrial land use. The area of agricultural land i.e ricefield in 2006 was 81.1 percent, in 2011 was 77 percent and in 2016, the area was 66.2 percent. The Langest conversion of agricultural land into industrial land was in 2011 to 2016 with an area of 57,37. The impact on livelihoods and people's income in 2016 had a decline in the number of farmers and there was an increasing livelihood of factory employees. The growth of industry increased the income of the community in 41 percent and additional income such as trading around the industrial area. Impacts on farmers led to a decrease in land ownership of farmers with a percentage of 48 percent, as well as other impacts on the environment were water pollution and air /sound pollution with a percentage of 70 percent. Kata Kunci : Guna Lahan, Perubahan Guna Lahan, Pemukiman, dan Pemasukan
IDENTIFIKASI SEBARAN LOKASI SERTA KESESUAIAN LOKASI TOKO SWALAYAN DAN PUSAT PERBELANJAAN DI KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR KABUPATEN KARAWANG
Kurniawan, M. E.;
Warlina, Lia
Jurnal Wilayah dan Kota Vol 6 No 02 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/jwk.v6i02.3189
ABSTRAK Kecamatan Telukjambe Timur merupakan wilayah perkotaan dengan fokus pengembangan dan penataan kawasan industri serta permukiman. Dari keduanya, maka terjadi fenomena multiplier effect yang berupa munculnya sarana perdagangan. Yang dimaksud sarana tersebut adalah retail modern yang berupa toko swalayan dan pusat perbelanjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya pola distribusi serta kesesuaian lokasi secara normatif kedua jenis retail modern di atas. Metode penelitian ini terdiri dari metode pengumpulan data dan metode analisis data. Metode yang pertama adalah pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Sedangkan untuk metode analisis data menggunakan perangkat lunak google earth dan ArcMap 10.3. Dalam mengolah data, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Adapun hasil analisis dan pembahasan penelitian ini adalah dapat diketahui penyebarannya dengan jenis acak atau mengelompok. Selain itu, tidak sedikit minimarket, supermarket, hypermarket, departement store, dan mall yang berlokasi pada kelurahan, jenis jalan, dan penggunaan lahan tertentu. Dari hasil tersebut juga dapat diketahui luas jangkauan pelayanan masing-masing terhadap kawasan permukiman. Sehingga ada kawasan permukiman yang terlayani serta yang tidak. Selanjutnya, beberapa retail modern tersebut diketahui ada yang sesuai dan tidak sesuai berdasarkan kriteria lokasi pendirian toko swalayan dan pusat perbelanjaan. Kriteria yang dimaksud terdiri dari kesesuaian lokasi berdasarkan fungsi jalan, jarak dengan pasar tradisional/pasar rakyat, serta jarak dengan kawasan industri. Hasilnya, lebih banyak toko swalayan dan pusat perbelanjaan yang telah sesuai dibandingkan yang tidak sesuai. Kata Kunci : Toko Swalayan, Pusat Perbelanjaan, dan Pola Sebaran.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN GUNA LAHAN DI DESA CIKAWUNG KECAMATAN TERISI KABUPATEN INDRAMAYU
Anam, Khoirul;
Warlina, Lia
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 01 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/jwk.v7i01.4745
Desa Cikawung yang terdiri dari 6 dusun dengan luas wilayah 7271 Ha. Berdasarkan RTRW Kabupaten Indramayu Tahun 2011 – 2031 pasal 48, merupakan kawasan resapan air dan hutan produksi. Yang mana difokuskan pada Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Wanapolitan [1]. Dilalui oleh interchange cikedung, dengan pembangunan jalan tol cipali pada tahun 2014 di Kabupaten Indramayu. Serta pada tahun 2016 diadakan program perhutanan sosial dalam rangka pemanfaatan kawasan hutan negara oleh masyarakat yang dilindungi pemerintah. Sehingga dilakukan surat edaran pada tahun 2017 dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pemanfaatan Hutan Perhutanaan Sosial (IPHPS), yang masyarakat yang berada di kawasan hutan dapat mengelola hutan akan tetapi dalam perlindungan dan kerjasama pihak perhutani akan berpengaruh terhadap perubahan guna lahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan guna lahan di Desa Cikawung serta dampak sosial ekonomi terhadap masyrakat sekitar. Dengan metode yang digunakan pemodelan spasial dengan software ArcGIS. Analisis spasial berfungsi untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan yang terjadi di Desa Cikawung tahun 2011 dan 2018. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa adanya perubahan lahan dalam kurun waktu 7 tahun terakhir yaitu lahan hutan dan sawah. pergeseran mata pencaharian dan pendapatan berkaitan dengan membuka tenaga kerja lokal untuk lahan terbangun yang berada di Desa Cikawung. Kata Kunci : Desa Cikawung, Perubahan Guna Lahan, Mata Pencaharian dan Pendapatan.
PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG TENTANG OBJEK WISATA GEOPARK CILETUH KABUPATEN SUKABUMI
Oktavianita, A.;
Warlina, Lia
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 01 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/jwk.v7i01.4748
Objek Wisata Geopark Ciletuh merupakan salah satu wisata alam di Kabupaten Sukabumi yang letaknya di Kecamatan Ciemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi persepsi dan preferensi pengunjung terhadap objek wisata di Geopark Ciletuh, dan untuk mengetahui gap antara persepsi dengan preferensi pengunjung terhadap Obyek Wisata Geopark Ciletuh Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian digunakan adalah analisis gap dan kuadran. Data primer diperoleh melalui kuesioner serta data sekunder diperoleh dari dinas-dinas terkait. Hasil analisis gap antara persepsi dan preferensi pengunjung didapatkan dari dua puluh tujuh atribut terdapat dua puluh diantarnya memiliki nilai negatif dan tujuh atribut bernilai positif. Kesenjangan terbesar terjadi pada atribut keberadaan tempat kesehatan dengan nilai gap sebesar -207, dan kesenjangan terkecil ada pada keberadaan restoran, warung makan, pertokoan dengan nilai gap sebesar -14. Sedangkan atribut yang memiliki nilai positif tertinggi ada pada kelancaran lalu lintas menuju objek wisata dengan nilai gap sebesar 44, dan nilai positif terkecil ada keberadaan pasir putih dengan nilai gap sebesar 2. Hasil analisis kuadran menunjukan ada empat atribut pada kuadran I sebagai prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya. Atribut-atribut pada kuadran I ini dianggap penting oleh responden tetapi kinerjanya buruk dalam melayani pengunjung. Pada kuadran II terdapat enam atribut yang yang harus dipertahankan. Dua belas atribut terletak kuadran III sebagai prioritas rendah. Dan dua atribut sisanya berada di kuadran IV. Kinerja Geopark Ciletuh masih di bawah harapan pengunjung yang ditunjukan dengan atribut terbanyak berada kuadran III. Aspek kinerja daya tarik dirasakan sudah baik sedangkan aspek servis/pelayanan dirasakan kurang. Kata Kunci : Analisis gap, Ciletuh, Geopark, Persepsi, Preferensi
KESIAPAN PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA IR H. JUANDA TERHADAP PENERAPAN KEBIJAKAN NEW NORMAL
Maulana, M. A.;
Ramadan, W.;
Warlina, Lia
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 02 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/jwk.v7i02.4752
Selama pandemi Covid 19 dan kebijakan Normal Baru, Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda mulai dibuka kembali pada 1 Juli 2020, tetapi pengelola menerapkan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan pengelola dalam mengantisipasi era New Normal serta memberikan masukan dan saran untuk pelaksanaan protokol kesehatan dalam pengelolaan pariwisata di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan studi literatur dan observasi langsung serta wawancara dengan pengelola. Hasil yang didapat adalah kesia-pan pengelola yang dilakukan, termasuk pemesanan tiket secara online, pembatasan pengunjung, dan pembagian hand sanitizer yaitu pembagian spanduk masker wajib yang dipasang di setiap area yang berpotensi ramai pengunjung. Dengan adanya kebijakan dan protokol kesehatan, kegiatan wisata dapat dilakukan, bahkan pengunjung sudah mulai berdatangan dan berharap bisa berlibur di kawasan tersebut. Namun dengan adanya kebijakan baru tersebut, banyak pengunjung yang masih belum mengetahui cara membeli tiket. Oleh karena itu pengelola harus lebih sering bersosialisasi dengan berbagai format media agar informasi bagi pengunjung Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda tersampaikan dengan baik. Kata Kunci : COVID-19, Protokol kesehatan, New Normal, wisata, Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda.
Impact of Population Density on Physical Environmental Quality
Lia Warlina;
Nafilah Aulia;
Kevin Rizal Lukmanul Hakim;
Nuraeni Nuraeni;
Natasha Puspa Dewi
Tesa Arsitektur Vol 19, No 2: Desember 2021
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24167/tesa.v19i2.3400
This study aims to identify and assess population density that causes slums and physical effects on the environment in the Simpang Dago area. The methodology used is a qualitative research method on the object's condition by conducting a literature study and collecting related documents. The study was conducted with a case study in one area in the city of Bandung. The results showed that the achievement of comfort, safety, health, and mutual satisfaction is expected to help reduce population density impact in the Simpang Dago area. To achieve that goal, a study of population density impact on the quality of the physical environment. The solution of densely populated areas problem by relocating residents and providing affordable vertical housing by considering various aspects. The implication of this study's results is due to the dense population and houses' distance is too close; therefore residents around the Simpang Dago area must be concerned about their environment's cleanliness. In addition, not all population density gives negative impacts to the quality of an area's physical environment, depending on the residents' awareness.
PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI TELEMATIKA DALAM UPAYA MENDORONG DAYA SAING REGIONAL (KASUS KOTA CIMAHI)
Lia Warlina;
Rifiati Safariah;
Andri Heryandi
TATALOKA Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (486.631 KB)
|
DOI: 10.14710/tataloka.21.1.63-74
The ICT industry is developing greatly because human dependency of information technology increases rapidly. In order to drive ICT industry competitiveness, well planned development should be carried out based on its vision. One of ICT industry cluster in Indonesia is in Cimahi City. The research objectives were to identify general characteristics of the ICT industry and its core competence, and also to acquire internal and external factors of competitiveness; and also to identify key factors that could be developed to drive regional competitiveness of ICT industry in Cimahi City. Primary data survey conducted to obtain information regarding (1) ICT industry characteristics, (2) core competence of ICT industry and (3) internal factor of competitiveness. Meanwhile, secondary data survey was conducted to obtain information regarding external factors of competitiveness. A prospective analysis was conducted to build a scenario in developing ICT industry cluster in Cimahi City. Research result showed that the core competence of ICT industry was animation, film and information system. Key factors to drive regional competitiveness of ICT industry cluster were (1) telecommunication service quality; (2) skilled labor availability; (3) responsiveness on change and innovation; (4) business ethics and (5) ICT industry regulation.
PEMODELAN PERUBAHAN GUNA LAHAN (KASUS KABUPATEN MAJALENGKA)
Lia Warlina
TATALOKA Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.784 KB)
|
DOI: 10.14710/tataloka.13.4.235-247
Land use change can be predicted by spatial modeling. One of spatial method to predict land use change is CLUES (Conversion of Land Use Changes and its Effect at small regional extent). The objective of the research is to determine factors that influence land use change in Kabupaten Majalengka and to predict its land use in the future. Data applied in this research project was biogeophysic, socio economic and existing land use data of Kabupaten Majalengka. Eight land use classes applied were shrub, forest, pond, dry land agriculture, pasture, settlement, and plantation and rice field. Land use classes were dependent variables; and biogeophysical and socio economical data were independent variables. Binary logistic regression was applied to determine influenced factors to land use change. Factors that influence of type of land use’s occurrence were different for each type of land use. The value of the factors was used as an input in land use modeling using CLUES. Scenario that used were scenario with land use change rate same as previous change. The simulation was applied for 12 years with the baseline data in the year of 2009. The simulation result shows that the land use types of shrub, forest, and plantation are decrease. The area that increased are land use types of dry land agriculture, settlement and rice field; however land use types of pond and pasture are remain constant.
The Online Journal Aggregator System Design Using User Centered Design (UCD) Approach
Irawan Afrianto;
Sufa Atin;
Andri Heryandi;
Lia Warlina
Lontar Komputer : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol. 9, No. 3 December 2018
Publisher : Institute for Research and Community Services, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (662.484 KB)
|
DOI: 10.24843/LKJITI.2018.v09.i03.p05
Journal as a medium to explain the results of research. It has developed in such a way especially because of the rapid support of information and communication technology today. Various models of online-based journaling management can be easily operated by journals managers as well as writers / researchers who will include research results in the journal. It's just that with the number of journals that exist today, causing difficulties for the manager of journals to be able to promote the journals he managed, in addition to the manager of the journal sometimes difficult to get a researcher who would put his paper into the journal he manages. Meanwhile, with the number of journals that have been online, researchers will find it difficult to get information from the journals. Researchers should open their journal entries, read their profiles and publications, until they are interested to include papers in the journal. This problem is the background of the development of online journals aggregator system, which with this system will facilitate the meeting between journals, journal managers and writers or researchers. In order to develop an online journal aggregator system, a software development method is needed that directly captures the needs of its users. This study aims to implement the UCD method in the functional design and interface of the aggregator journal system. In order to determine the level of acceptance and support of prospective users of the aggregator journal system. Measurements were taken using Likert method with user acceptance preferences for 3 aspects of the system, namely: accessibility, navigation, and content aspects. The measurement results show 82% of prospective users state that the functional design and interface of the aggregator journal system can be accepted and can be developed to the next stage.
Kajian Model Pengembangan SDM Pariwisata Di Kawasan Jatigede Kec. Darmaraja Kab. Sumedang
Isniar Budiarti;
Muhammad Iffan;
Kani Mahardika;
Selfa Septiani Aulia;
Lia Warlina;
Sufa'atin Sufa'atin
Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vol 2 No 1 (2021): Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE)
Publisher : Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) UNIKOM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (862.054 KB)
|
DOI: 10.34010/icomse.v2i1.4706
Munculnya keresahan masyarakat yang terkena dampak dari pembangunan Waduk Jatigede sebagai salah satu destinasi yang menjadi prioritas pengembangan skala nasional yang diarahkan sebagai kawasan strategis pariwisata ekonomi khusus di Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini dilakukan untuk mengkaji pengembangan model SDM pariwisata yang ada di desa karangpakuan dan paku alam sebagai desa yang memiliki potensi untuk menjadi Desa Wisata. Lokasi kegiatan dilakukan di Dua desa ini yang menjadi relokasi dari adanya pembangunan Waduk Jatigede. Metode yang digunakan Deskriptif kualitatif dengan cara melakukan wawancara Pemdes, Bumdes, Masyarakat sekitar, Kompepar, kelompok tani dan karang taruna; klasifikasi data; analisis SWOT. Hasil kegiatan diperoleh bahwa kedua desa di kawasan jatigede ini memiliki kekuatan wisata budaya, wisata Alam dan wisata ziarah, namun kesiapan masyarakat belum optimal karena kekurangan keterampilan dan kemampuan SDM. Perlu dilakukan promosi melalui undangan media lokal nasional dan internasional, ataupun Promosi menggunakan platform digital, hal ini bisa dijadikan sebagai peluang UMKM dan pengrajin makan pada saat mengadakan kegiatan kebudayaan, namun kendala yang dihadapi oleh kedua Desa Wisata ini adalah ketidaksiapan SDM. Hasil kegiatan ini adalah kajian model SDM pariwisata di karang pakuan dan pakualam yang menyangkut 3 (tiga) aspek, yaitu Attitude (Sikap), Skill (Keterampilan); dan Knowledge (Pengetahuan). Kata kunci: Desa Wisata, Model SDM Pariwisata