Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN

Model Pembelajaran Membaca Menulis Menghitung (Calistung) pada Anak Usia Dini Di Kabupaten Pekalongan Istiyani, Dwi
Jurnal Penelitian Vol 10 No 1: Mei 2013
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.131 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v10i1.351

Abstract

The focus of this research is the widespread phenomenon of learning to read, write and count in early childhood around the District of Wiradesa, Pekalongan. Why such a phenomenon appears? How the model of learning to read, write and count in early childhood around the District of Wiradesa, Pekalongan? And how it impacts their ability to read, write and count and their psychological. To answer these questions, observation, in-depth interview and documentation were used in this study. To analysis data, review and reflection, exploration, and reduction were used. The results showed that the phenomenon of learning to read, write and count in early childhood in Pekalongan appeared on concerns of parents with a basic level of selection into the elementary school. Many early childhood activities were included in the part-time formal learning. Most of them also followed that lesson in educational institutions. Consequently, those who were following the course outside their formal school mastered faster, although their psychological impact tended to quickly become bored with learning. Meanwhile, the introduction of learning to read, write and count in early childhood in kindergarten was slower because it did not focus solely on that learning, but dominantly in play activities. On the one hand, the kids did not get bored and did not realize they were learning to read, write and count, because learning is integrated in play activities.
REFLEKSI TERHADAP PEMBELAJARAN KELAS DI SMP ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG: Pendekatan School Knowledge dan Action Knowledge Istiyani, Dwi; Zaduqisti, Esti; Mufidah, Ely
Jurnal Penelitian Vol 9 No 2: November 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.919 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v9i2.137

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk merefleksikan kegiatan belajar dilakukan oleh guru dan siswa di kelas. Apa yang terjadi pada pola mengajar di kelas di sekolah, dan apakah mengajar di kelas di al-Azhar SMP Islam 14 Semarang telah mencapai tingkat pengetahuan tindakan atau masih di sekolah pengetahuan adalah untuk menjawab masalah dalam penelitian ini. Ini Penelitian ini menggunakan pendekatan yang ditawarkan oleh Douglas Barnes, yang pengetahuan sekolah dan pengetahuan tindakan. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi dari dua pendekatan (pengetahuan sekolah dan pengetahuan tindakan) yang dilakukan di SMP Islam Al Azhar 14, adalah pada dua pendekatan yang diprakarsai oleh Douglas Barnes. Menurut Barnes, secara umum, siswa belajar pengetahuan baru di sekolah tingkat, mahasiswa hanya mendapatkan pengetahuan itu, misalnya, siswa hanya mampu menjawab pertanyaan guru, ujian pertanyaan, dan latihan, tetapi mereka tidak menggunakan pengetahuan itu, atau bahkan melupakannya. Dia mengatakan bahwa idealnya, belajar di kelas harus memperpanjang untuk learning by doing. Siswa tidak hanya menguasai pengetahuan pada waktu di dalam kelas (pengetahuan sekolah), tetapi mereka juga sudah harus menggunakan pengetahuan yang dalam pribadi mereka daerah dalam bentuk tindakan (pengetahuan tindakan). sedang beraksi perspektif pengetahuan, siswa pada dunia dapat diubah, sehingga mereka akan dapat mengambil tujuan hidup mereka sendiri.
REFLEKSI TERHADAP PEMBELAJARAN KELAS DI SMP ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG: Pendekatan School Knowledge dan Action Knowledge Dwi Istiyani; Esti Zaduqisti; Ely Mufidah
Jurnal Penelitian Vol 9 No 2: November 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i2.137

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk merefleksikan kegiatan belajar dilakukan oleh guru dan siswa di kelas. Apa yang terjadi pada pola mengajar di kelas di sekolah, dan apakah mengajar di kelas di al-Azhar SMP Islam 14 Semarang telah mencapai tingkat pengetahuan tindakan atau masih di sekolah pengetahuan adalah untuk menjawab masalah dalam penelitian ini. Ini Penelitian ini menggunakan pendekatan yang ditawarkan oleh Douglas Barnes, yang pengetahuan sekolah dan pengetahuan tindakan. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi dari dua pendekatan (pengetahuan sekolah dan pengetahuan tindakan) yang dilakukan di SMP Islam Al Azhar 14, adalah pada dua pendekatan yang diprakarsai oleh Douglas Barnes. Menurut Barnes, secara umum, siswa belajar pengetahuan baru di sekolah tingkat, mahasiswa hanya mendapatkan pengetahuan itu, misalnya, siswa hanya mampu menjawab pertanyaan guru, ujian pertanyaan, dan latihan, tetapi mereka tidak menggunakan pengetahuan itu, atau bahkan melupakannya. Dia mengatakan bahwa idealnya, belajar di kelas harus memperpanjang untuk learning by doing. Siswa tidak hanya menguasai pengetahuan pada waktu di dalam kelas (pengetahuan sekolah), tetapi mereka juga sudah harus menggunakan pengetahuan yang dalam pribadi mereka daerah dalam bentuk tindakan (pengetahuan tindakan). sedang beraksi perspektif pengetahuan, siswa pada dunia dapat diubah, sehingga mereka akan dapat mengambil tujuan hidup mereka sendiri.
Model Pembelajaran Membaca Menulis Menghitung (Calistung) pada Anak Usia Dini Di Kabupaten Pekalongan Dwi Istiyani
Jurnal Penelitian Vol 10 No 1: Mei 2013
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v10i1.351

Abstract

The focus of this research is the widespread phenomenon of learning to read, write and count in early childhood around the District of Wiradesa, Pekalongan. Why such a phenomenon appears? How the model of learning to read, write and count in early childhood around the District of Wiradesa, Pekalongan? And how it impacts their ability to read, write and count and their psychological. To answer these questions, observation, in-depth interview and documentation were used in this study. To analysis data, review and reflection, exploration, and reduction were used. The results showed that the phenomenon of learning to read, write and count in early childhood in Pekalongan appeared on concerns of parents with a basic level of selection into the elementary school. Many early childhood activities were included in the part-time formal learning. Most of them also followed that lesson in educational institutions. Consequently, those who were following the course outside their formal school mastered faster, although their psychological impact tended to quickly become bored with learning. Meanwhile, the introduction of learning to read, write and count in early childhood in kindergarten was slower because it did not focus solely on that learning, but dominantly in play activities. On the one hand, the kids did not get bored and did not realize they were learning to read, write and count, because learning is integrated in play activities.