Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Nurse Leader dalam Meningkatkan Patient Safety di Rumah Sakit: A Scoping Review Nursahid Nursahid; Dwi Indah Iswanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52809

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu layanan rumah sakit, dan nurse leader memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan serta memastikan praktik keperawatan yang aman. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah terbaru mengenai peran nurse leader dalam meningkatkan patient safety di rumah sakit. Metode: Review dilakukan sesuai pedoman JBI dan PRISMA-ScR dengan pencarian pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, CINAHL, dan Google Scholar. Sebanyak 10 artikel tahun 2020–2025 memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil: Temuan utama menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan khususnya transformational leadership komunikasi efektif, psychological safety, kompetensi kepemimpinan, serta strategi seperti audit keselamatan dan bedside leadership berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan pasien. Intervensi kepemimpinan terbukti menurunkan medication error, fall rate, dan meningkatkan pelaporan insiden. Kesimpulan: Nurse leader berperan penting dalam peningkatan patient safety melalui gaya kepemimpinan yang efektif, keterampilan komunikasi, dan strategi manajerial berbasis bukti. Kata kunci: nurse leader, patient safety, leadership, hospital.
Penerapan Handover dengan Metode Sbar Bedside Teaching Terhadap Kualitas Pelayanan dan Patient Safety Pada Pasien Rawat Inap di Brawijaya Hospital Depok Udur Hotmaira Sirait; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53341

Abstract

Komunikasi efektif merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks keselamatan pasien. Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. salah satu metode komunikasi untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit dalam keperawatan adalah dengan metode SBAR melalui operan jaga atau handover. Handover yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan handover dengan metode SBAR bedside teaching terhadap kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan quasy experiment one group. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 55 responden di ruang rawat inap Rumah Sakit Brawijaya Depok. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan handover dengan metode SBAR dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kualitas pelayanan (p-value = 0,000) dan patient safety (p-value = 0,000) sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Penerapan handover dengan metode SBAR efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok.
Faktor Risiko, Perlindungan, dan Strategi Pencegahan Masalah Psikososial pada Remaja: Tinjauan Sistematis Dwi Indah Iswanti; Kandar
Link Journal of Health Science Vol 3 No 1 (2026): March : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v3i1.157

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode rentan terhadap timbulnya masalah psikososial seperti depresi, kecemasan, dan perilaku berisiko, yang dapat berdampak jangka panjang pada kesejahteraan individu dan masyarakat. Pendekatan pencegahan yang komprehensif dan berbasis bukti diperlukan untuk mengatasi isu kesehatan masyarakat yang mendesak ini. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan faktor perlindungan yang signifikan, serta mengevaluasi efektivitas strategi pencegahan masalah psikososial pada remaja. Metode: Pencarian literatur dilakukan pada empat database (PubMed, Scopus, PsycINFO, Cochrane) menggunakan istilah kunci terkait remaja, masalah psikososial, faktor risiko/protektif, dan intervensi. Studi observasional dan uji klinis acak (RCT) yang relevan dengan kriteria inklusi diseleksi secara independen oleh dua peneliti. Kualitas studi dinilai menggunakan alat standar (Cochrane RoB 2, NOS), dan sintesis data dilakukan secara naratif. Hasil: Dari 2.350 artikel yang diidentifikasi, 25 studi memenuhi kriteria inklusi. Faktor risiko paling konsisten adalah perundungan, disfungsi keluarga, penggunaan media sosial bermasalah, tekanan akademik, dan tingkat sosioekonomi rendah. Faktor protektif utama meliputi dukungan sosial, keterikatan sekolah, keterampilan regulasi emosi, serta optimisme. Intervensi pencegahan paling efektif bersifat multimodal dan berbasis sekolah, menggabungkan pelatihan keterampilan sosial-emosional (SEL), edukasi kesehatan mental, dan pelibatan orang tua. Kesimpulan: Masalah psikososial remaja dipengaruhi oleh interaksi kompleks faktor risiko dan proteksi. Investasi dalam program pencegahan berbasis sekolah yang evidence-based dan melibatkan berbagai sistem pendukung remaja merupakan langkah krusial untuk mempromosikan kesehatan mental dan kesejahteraan populasi remaja.
Pengaruh Coaching Terhadap Kinerja Perawat dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan: Studi Quasi Eksperimen di Rumah Sakit X Elis Susilawati; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54316

Abstract

Rumah sakit sebagai pilar utama pelayanan kesehatan membutuhkan asuhan keperawatan yang berkualitas, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat di Indonesia masih rendah dan berdampak pada mutu layanan serta kepuasan pasien. Rendahnya kinerja ini dipengaruhi oleh kurangnya pelatihan, komunikasi yang tidak efektif, motivasi rendah, beban kerja tinggi, serta ketidakpuasan terhadap kompensasi. Coaching dipandang sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan kemampuan, motivasi, dan interaksi perawat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat dan berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja perawat dan kepuasan pelayanan pasien di rawat jalan Rumah Sakit “X”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment dengan desain pretest-posttest one group without control design. Penelitian di lakukan di Rumah Sakit “X” dengan populasi seluruh perawat di rawat jalan sejumlah 113. Teknik sampling penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Instrumen penelitian ini berupa materi bimbingan/pelatihan dan kuesioner. Untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja perawat dan kepuasan pelayanan pasien di rawat jalan Rumah Sakit X menggunakan uji paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden berusia <40 tahun sebanyak 80 orang (82,5%), pendidikan rata-rata responden yaitu Ners sebanyak 63 orang (65%), dan rata-rata responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 94 orang (69,9%). Kinerja perawat sebelum coaching dalam kategori baik sebanyak 36 (37,1%), kurang baik 61 sebanyak (63,9%) sedang kinerja perawat sesudah coaching dalam kategori baik 89 (92,7%) dan kurang baik sebanyak 7 (7,3%). Kepuasan pelayanan sebelum Coaching dalam kategori baik 41 (42,3%) dan kurang baik sebanyak 56 (57,7%), sedangkan kepuasan pelayanan sesudah Coaching dalam kategori baik 83 (85,6%) dan kurang baik 13 (14,5%). Hasil uji analisis Paired T Test menunjukkan p Value sebesar 0,000 < nilai signifikansi yaitu 0,05 yang artinya pemberian Coaching terhadap perawat berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat dan kepuasan layanan terhadap pasien di Rawat Jalan Rumah Sakit X.
Pengaruh Penerapan Ronde Keperawatan Berbasis Teori Boykin & Schoenhofer Terhadap Kualitas Asuhan Keperawatan dan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RSKB Columbia Asia Pulomas Nike Silprihatin Romauli; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57091

Abstract

Keperawatan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup dimensi emosional dan psikososial pasien, sehingga hubungan yang baik antara perawat dan pasien menjadi kunci dalam membentuk pengalaman perawatan. Perawatan yang aman dan kompeten mengacu pada praktik keperawatan yang efektif dan sesuai standar, namun masih terdapat kesenjangan antara harapan pasien dan pelayanan yang diterima, yang menjadi tantangan bagi perawat untuk tidak hanya memenuhi standar klinis, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, kualitas asuhan keperawatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan ronde keperawatan berbasis teori Boykin & Schoenhofer terhadap kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien di ruang rawat inap RSKB Columbia Asia Pulomas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Two Group Pretest–Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap RSKB Columbia Asia Pulomas. Sampel dalam penelitian sebanyak 70 pasien yang terbagi menjadi 35 kelompok kontrol dan 35 kelompok intervensi dengan penerapan ronde keperawatan berbasis Boykin & Schoenhofer. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji paired t-test dengan taraf tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan penerapan ronde keperawatan berbasis teori Boykin dan Schoenhofer mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan dengan p value sebesar 0,001 dan kepuasan pasien dengan p value 0,001. Implementasi ronde keperawatan berbasis teori Boykin & Schoenhofer berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien secara signifikan.
Honey as an alternative wound healing therapy: a systematic review of clinical and preclinical evidence (2020-2024) Eni Kusyati; Dwi Indah Iswanti; Sa’adah Mujahidah; Dewi Mayangsari
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i2.26951

Abstract

Wound management remains a significant global public health challenge, contributing to substantial morbidity, mortality, and healthcare costs. Honey has been increasingly investigated as a complementary wound care agent due to its antimicrobial, anti-inflammatory, and wound-healing properties. This systematic review aimed to synthesize and critically evaluate the current evidence on the use of honey as an alternative wound treatment. A systematic review was conducted following PRISMA guidelines. Six electronic databases (Scopus, Nature, ProQuest, EBSCO, SpringerLink, and ScienceDirect) were searched using predefined search terms for studies published between 2020 and 2024. Inclusion criteria encompassed human studies, mixed-methods or quantitative designs, and interventions using honey for wound care. Study quality was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tools. From 302 initially identified articles, 16 studies met the inclusion criteria after removing duplicates and screening. The included studies comprised randomized controlled trials, prospective controlled studies, case series, and in vitro investigations. Three themes emerged: i) Honey as a wound-healing therapy, demonstrating antimicrobial, anti-inflammatory, and biofilm-inhibiting properties; ii) Benefits of medical-grade honey (MGH), including accelerated epithelialization, reduced infection rates, and shorter recovery times; and iii) Recommendations for honey as a cost-effective, accessible alternative treatment. The evidence supports honey as a promising adjunctive therapy for wound management, particularly in resource-limited settings. However, the heterogeneity in study designs, honey types, and wound categories limits definitive conclusions. Future large-scale randomized controlled trials with standardized outcomes are needed to establish clinical guidelines for honey-based wound care.
The Effect of Electroconvulsive Therapy (ECT) on the Ability to Control Violent Behavior in the Gatotkaca Ward, Dr. Amino Gondohutomo Mental Hospital, Central Java Province Yulina Mahaling; Dwi Indah Iswanti
BIOSAINSTEK Vol 8 No 1 (2026): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v8i1.2724

Abstract

Violent Behavior is an acts of aggression or violent behavior manifested verbally, physically, or via both modalities towards a target, individual, or oneself. Signs and symptoms such as red and tense face, glaring/sharp gaze, clenched fists, pacing, and high tone of voice (Pardede, J. A., & Laila, B. 2020). This study aims to implement and evaluate nursing intervention SP 1 (Deep breathing and pillow hitting technique) and the administration of Electroconvulsive Therapy (ECT) among patients displaying within the Gatotkaca Inpatient Unit of RSJD Dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province. The approach method us utilized in this investigation is a case study design violent behavior employing a descriptive technique (Nursalam, 2020). The participants in this research consisted of three patients dealing with violent behavior issues within the Gatotkaca Inpatient Unit of RSJD Dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province. This study showed no significant effect when administering Deep Breathing and Pillow Hitting before administering Electroconvulsive Therapy (ECT) and there was a significant impact on patients undergoing scheduled electroconvulsive therapy, with changes in physical and verbal behavior compared to before scheduled electroconvulsive therapy. There was no variation regarding the control of violent behavior within the three patients preceding electroconvulsive therapy (ECT), and a notable shift occurred in the control of violent behavior among the three patients subsequent to electroconvulsive therapy (ECT). This measure may be utilized as a substitute therapy in psychiatric nursing practice.
The Effect of Beethoven's Classical Music Therapy on the Ability to Control Auditory Hallucinations in the Dewa Ruci Room of Dr. Amino Gondohutomo Mental Hospital, Central Java Julian Debora Talasi; Dwi Indah Iswanti
BIOSAINSTEK Vol 8 No 1 (2026): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v8i1.2725

Abstract

Auditory hallucinations are capturing sounds or complete dialogues from two or more individuals in which the patient is instructed to perform actions that are sometimes risky (Madepan et al., 2021). Nursing care using the method of reprimanding techniques, conversations, doing activities and taking medication as well as providing Beethoven's Classical Music Therapy to patients with Auditory Hallucinations to see the patient's ability to control the hallucinations experienced by the patient. Non-pharmacologic approaches such as Beethoven's classical music therapy are considered useful in helping respondents manage hallucinations independentlyDescribe the method of reprimanding techniques, conversations and Beethoven's classical music therapy on the ability to control auditory hallucinations. This case study involved three patients (Mrs. K, Mrs. H, Mrs. D) who show ed symptoms of auditory hallucinations. And the Implementation of Freezing carried out by the researcher was for 4 days, in patients Mrs. K (02-06-2025), Mrs. H (06-07-2025), and Mrs. D (06-12-2025) through a gradual approach, namely providing hallucination rebuke techniques, training patients to converse, taking medication, and providing Beethoven classical music therapy, inputting the techniques taught into the patient's daily schedule. Data analysis used was frequency and percentage distribution. There was a significant decrease in the indicators of verbalization of hearing whispering voices and hallucinatory behavior. The scores of the three respondents decreased from the "increased" category on the first day to "decreased" on the fourth day, which showed the effectiveness of Beethoven classical music therapy intervention. rebuke, conversation, and Beethoven classical music therapy proved effective in controlling auditory hallucinations.
Application of Deep Breathing and Pillow-Hitting Techniques and Mozart Classical Music Therapy on the Ability to Control Violent Behavior in the Gatotkaca Ward of Dr. Amino Gondohutomo Mental Hospital, Central Java Feki Karu; Dwi Indah iswanti
BIOSAINSTEK Vol 8 No 1 (2026): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v8i1.2726

Abstract

Violent behavior can be divided into low and high levels. At a low level, violent behavior can be seen as hostility. While at a high level, violent behavior can cause serious and dangerous injuries (Suryanti & Ariani, 2018). To describe the application of Deep Breathing and Hitting a Pillow and Mozart Classical Music Therapy on the Ability to Control Violent Behavior in Nursing Care. This case study involved three patients (Mr. I, Mr. S, and Mr. O) who showed symptoms of Risk of Violent Behavior. A nursing implementation was carried out for five days for patient Mr. I, (May 29-June 2, 2025), patient Mr. S (June 3-7, 2025), while for Mr. O (June 8-12, 2025). Through a gradual approach, namely the Deep Breathing technique, hitting a Pillow, and Mozart Classical Music Therapy, and input of the techniques taught into the patient's daily schedule. Data analysis used was frequency distribution and percentage. There was a significant decrease in the verbalization indicator of the ability to control the risk of violent behavior. The scores of all three patients decreased from "increased" with a percentage value of 100.0% on the first day to "decreased" with a percentage value of 100.0% on the third day, indicating the effectiveness of the interventions provided to the patients. Deep breathing, pillow beating, and Mozart classical music therapy have been proven effective in reducing the intensity and frequency of violent behavior in patients with potential violent behavior care problems. These actions can be used as for non-medication therapy options in psychiatric care settings.
The Application of Free Drawing Art Therapy on the Ability to Control Auditory Hallucinations in The Dewaruci Room of Dr. Amino Gondohutomo RSJD, Central Java Devilya Pasimanyeku; Dwi Indah Iswanti
BIOSAINSTEK Vol 8 No 1 (2026): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v8i1.2727

Abstract

Hallucinations are a mental disorder in which clients experience sensory perception disorders, resulting in false sensations of sound, taste, touch, sight, or smell. Clients with auditory hallucinations hear voices commanding and calling them to perform activities, consisting of two or more voices commenting on a person's behavior or thoughts. Auditory hallucinations are a stimulus disturbance in which clients hear voices, especially human voices. They typically hear voices discussing their thoughts and ordering them to do something. This study aims to describe the application of free-drawing art therapy in nursing care for patients with sensory perception disorders: auditory hallucinations in the DewaRuci Ward of Dr. Amino Gondohutomo Mental Hospital, Central Java. This case report involves three patients (Mrs. S, Mrs. R, and Mrs. A) who exhibited symptoms of auditory hallucinations. Nursing implementation was carried out over three sessions using a step-by-step approach, including techniques for reprimanding hallucinations, medication education, distraction through drawing and coloring, conversational practice, and encouragement to make drawing a routine. The evaluation results showed a significant decrease in indicators of verbalization, hearing whispers, and hallucinatory behavior. The patient experienced a decrease from the "increased" category at the second meeting to "decreased" on the third day, indicating the effectiveness of the art therapy intervention. In conclusion, art therapy has been proven effective in reducing the intensity and frequency of auditory hallucinations in patients with sensory perception disorders. This intervention can be used as an alternative non-pharmacological therapy in psychiatric nursing practice.
Co-Authors Abu Bakar Ah Yusuf Ah Yusuf, Ah Ahsan Ahsan Ahsan Antono Surjoputro Ariskha, Feti Arista Adityasari Putri Balalembang, Febriani Zusje C. Lenny Priharsanti Cahyaningrum, Dessy Dwi Dessy Dwi Cahyaningrum Devilya Pasimanyeku Dewi Mayangsari Dewi, Rian Kusuma Dianis Wulan Sari Diyanto Diyanto Dwi Retnaningsih Elis Susilawati Eni Kusyati Erwansyah, Rio Ady Faizatur Rohmi Feki Karu Fery Agusman Fery Agusman MM Fery Agusman Motuho Mendrofa Fery Agusman Motuho Mendrofa Fery Agusman Motuho Mendrofa Fery Agusman Motuho Mendrofa Feti Ariskha Gero, Sabina Gloria Caesar Cabral Hani, Umi Helena Alalag Hery Ernawati I Made Moh. Yanuar Saifudin Indah Wulaningsih Julian Debora Talasi Kandar Kandar Kandar Kandar Kandar Kandar Kandar, Kandar Kanthi Suratih Kanthi Suratih Khairul Huda Khairul Huda Khairul Huda Koesoemo, Rizki Fitryasari Patra Kristiana Susilowati Lai, Lee-Lee Lela Nurlela Lenina Nurani M. Marthoenis Martha Irene Kartasurya Metik Prihandini Muhammad Akbar Sobarna Muhammad Rivai Mujahidah, Sa'adah Mulud, Zamzaliza Abdul Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih, Nia Nike Silprihatin Romauli Niken Sukesi Nordianna Seman Nursahid Nursahid Nursalam Nursalam Nursalam Nursalam, Nursalam Oktavia Ramadhani Saputri Ovtalia Andriyani Permana, Bhakti Puji Lestari, Sri Raras Arifa Kinanti Putri Rilla Fiftina Rita Sariani Saragih Rohmi, Rohmi Rompas, Meigi Rozaq I Nugraha Sa'adah Mujahidah Saifudin, I Made Moh. Yanuar Sawab Sawab Sawab Sawab Sa’adah Mujahidah Sa’adah Mujahidah Siti Nur Umariyah F. STIKES Karya Husada Semarang Son Haji Son Haji Son Haji Son haji, Son Sri Puji Lestari Sri Puji Lestari Sri Puji Lestari Sri Wahyuni Sri Warsini Suhartini Suhartini Supriyadi Supriyadi Takumasang, Reza Resaldi Theresia Asri Luberingsih Tri Ismu Pujiyanto Tri Ismu Pujiyanto Udur Hotmaira Sirait Umi Hani Umi Hani Utama, Julvainda Eka Priya Wenni Winasti Widiyaningsih Widiyaningsih, Widiyaningsih Winasti, Wenni Yulina Mahaling