Claim Missing Document
Check
Articles

Understanding predictors of caregivers’ treatment-seeking behavior for mental health: the roles of stigma, motivation, relationship, and literacy Fitryasari, Rizki; Iswanti, Dwi Indah; Sari, Dianis Wulan; Nurlela, Lela; Marthoenis, Marthoenis; Warsini, Sri; Mulud, Zamzaliza Abdul
Jurnal Ners Vol. 20 No. 4 (2025): VOLUME 20 ISSUE 4 (NOVEMBER 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v20i4.75117

Abstract

Introduction: Caregivers play a crucial role in seeking timely treatment for individuals with mental disorders. However, reliance on traditional healing practices often leads to delayed medical care. This study aims to identify predictors of caregivers' treatment-seeking efforts, focusing on the role of stigma, motivation, relationship with the patient, and mental health literacy. Methods: A cross-sectional study involving 301 caregivers of patients with mental disorders was conducted in two mental hospitals using cluster sampling. Variables studied include sociodemographic factors, caregiving burden, stigma, social support, motivation, mental health literacy, and treatment-seeking behavior. The data were collected through validated questionnaires as instruments. Multivariate regression analysis was performed to identify significant predictors of treatment-seeking behavior. Results: The study revealed that caregivers' relationship with the patient, perceived stigma, caregiving motivation, and mental health literacy significantly predicted treatment-seeking behavior (p < 0.05). Mental health literacy emerged as the strongest predictor (β = 0.349), followed by motivation (β = 0.202), stigma (β = -0.125), and relationship with the patient (β = -0.108). Together, these variables explained 23.4% of the variance in treatment-seeking efforts. Conclusions: Mental health literacy is the most influential factor in caregivers' efforts to seek medical treatment. Interventions aimed at increasing mental health literacy and reducing stigma are critical to enhancing caregivers' engagement with formal healthcare services. Findings support the development of culturally appropriate education and support programs to improve mental health outcomes.
Kesinambungan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil untuk mencegah perdarahan post-partum: Studi Literatur Dwi Indah Iswanti; Sa'adah Mujahidah; Nia Agustiningsih
Link Journal of Midwivery Vol 1 No 1 (2025): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v1i1.29

Abstract

Kesinambungan pelayanan kesehatan dapat memutus salah satu penyebab kematian Ibu dan Anak. Berbagai faktor yang menyebabkan ibu tidak melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkesinambungan. Tujuan: menyajikan studi literatur kesinambungan pelayanan kesehatan pada pada ibu hamil untuk mencegah risiko perdarahan post-partum. Metode: studi literatur dari berbagai original article di 3 data base: Scopus, ProQuest, SAGE. Proses pemilihan artikel menyesuaikan kriteria inklusi melalui kerangka kerja PICOS. Penilaian risiko bias dari artikel yang ditemukan dengan menggunakan critical judgment dari peer-review dan Flow chat PRISMA. Ada 10 artikel yang terseleksi untuk ditinjau karena relevan dengan tujuan penelitian. Hasil: Kesinambungan pelayanan kesehatan pada ibu hamil melalui konsistensi perawatan, advokasi dan aksesibilitas ke tenaga kesehatan. Perawatan yang membangun hubungan dekat dengan ibu hamil dan peka terhadap budaya sehingga meningkatkan persepsi keselamatan dan kepercayaan serta merasa didukung dalam mengambil keputusan. Simpulan: Faktor penghambat seperti keterbatasan tenaga bidan/perawat dan variasi budaya tentang menjadi tantangan pelayanan kesehatan untuk dapat diminimalkan.
Peran Nurse Leader dalam Meningkatkan Patient Safety di Rumah Sakit: A Scoping Review Nursahid Nursahid; Dwi Indah Iswanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52809

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu layanan rumah sakit, dan nurse leader memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan serta memastikan praktik keperawatan yang aman. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah terbaru mengenai peran nurse leader dalam meningkatkan patient safety di rumah sakit. Metode: Review dilakukan sesuai pedoman JBI dan PRISMA-ScR dengan pencarian pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, CINAHL, dan Google Scholar. Sebanyak 10 artikel tahun 2020–2025 memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil: Temuan utama menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan khususnya transformational leadership komunikasi efektif, psychological safety, kompetensi kepemimpinan, serta strategi seperti audit keselamatan dan bedside leadership berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan pasien. Intervensi kepemimpinan terbukti menurunkan medication error, fall rate, dan meningkatkan pelaporan insiden. Kesimpulan: Nurse leader berperan penting dalam peningkatan patient safety melalui gaya kepemimpinan yang efektif, keterampilan komunikasi, dan strategi manajerial berbasis bukti. Kata kunci: nurse leader, patient safety, leadership, hospital.
Penerapan Handover dengan Metode Sbar Bedside Teaching Terhadap Kualitas Pelayanan dan Patient Safety Pada Pasien Rawat Inap di Brawijaya Hospital Depok Udur Hotmaira Sirait; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53341

Abstract

Komunikasi efektif merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks keselamatan pasien. Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. salah satu metode komunikasi untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit dalam keperawatan adalah dengan metode SBAR melalui operan jaga atau handover. Handover yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan handover dengan metode SBAR bedside teaching terhadap kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan quasy experiment one group. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 55 responden di ruang rawat inap Rumah Sakit Brawijaya Depok. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan handover dengan metode SBAR dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kualitas pelayanan (p-value = 0,000) dan patient safety (p-value = 0,000) sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Penerapan handover dengan metode SBAR efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok.
Efektivitas Intervensi Lenina (Lung Function Evaluation and Nursing Intervention for Non-Pharmacological Asthma Management) terhadap Kemampuan Pengendalian Asma Pada Balita Nurani, Lenina; Mendrofa, Fery Agusman Motuho; Iswanti, Dwi Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20438

Abstract

ABSTRACT Asthma is a chronic inflammatory disease of the respiratory tract with increasing prevalence in toddlers. Inadequate asthma control can lead to decreased quality of life, activity limitations, and increased risk of hospitalization. The LENINA (Lung function Evaluation and Nursing Intervention for Non-pharmacological Asthma management) intervention was designed as a comprehensive non-pharmacological approach to improve asthma control abilities. To analyze the effectiveness of LENINA intervention on asthma control abilities in toddlers, including lung function, frequency of asthma attacks, and family asthma management abilities. A quasi-experimental study with pretest-posttest with control group design was conducted on 42 toddlers with asthma in the working area of Nagrak Health Center, Cianjur Regency. The sample was divided into an intervention group (n=21) receiving LENINA intervention and a control group (n=21) receiving standard care. Lung function was measured using Peak Expiratory Flow Rate (PEFR), frequency of asthma attacks using observation sheets, and family asthma management abilities using questionnaires. Data were analyzed using paired t-test and independent t-test. LENINA intervention significantly improved PEFR values (p=0.000), decreased the frequency of asthma attacks (p=0.000), and increased family asthma management abilities (p=0.000) in the intervention group compared to the control group. The difference in PEFR value improvement in the intervention group (13.38) was greater than the control group (2.76). The decrease in asthma attack frequency in the intervention group (2.53 times/month) was more significant than the control group (0.38 times/month). The increase in family asthma management ability scores in the intervention group (20.67) was much greater than the control group (2.14). LENINA intervention proved effective in improving asthma control abilities in toddlers through improved lung function, decreased frequency of asthma attacks, and increased family asthma management abilities. The results recommend implementing LENINA intervention in asthma control programs for toddlers in primary healthcare facilities. Keywords: Toddler Asthma, Non-Pharmacological Intervention, LENINA, Asthma Control, Family Role.   ABSTRAK Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang prevalensinya terus meningkat pada balita. Pengendalian asma yang tidak adekuat dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, keterbatasan aktivitas, dan peningkatan risiko rawat inap. Intervensi LENINA (Lung function Evaluation and Nursing Intervention for Non-pharmacological Asthma management) dirancang sebagai pendekatan non-farmakologis komprehensif untuk meningkatkan kemampuan pengendalian asma. Menganalisis efektivitas intervensi LENINA terhadap kemampuan pengendalian asma pada balita yang meliputi fungsi paru, frekuensi serangan asma, dan kemampuan manajemen asma keluarga. Penelitian quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest with control group dilakukan pada 42 balita dengan asma di wilayah kerja Puskesmas Nagrak, Kabupaten Cianjur. Sampel dibagi menjadi kelompok intervensi (n=21) yang menerima intervensi LENINA dan kelompok kontrol (n=21) yang menerima perawatan standar. Pengukuran fungsi paru menggunakan Peak Expiratory Flow Rate (PEFR), frekuensi serangan asma menggunakan lembar observasi, dan kemampuan manajemen asma keluarga menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Intervensi LENINA secara signifikan meningkatkan nilai PEFR (p=0,000), menurunkan frekuensi serangan asma (p=0,000), dan meningkatkan kemampuan manajemen asma keluarga (p=0,000) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Selisih peningkatan nilai PEFR pada kelompok intervensi (13,38) lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (2,76). Penurunan frekuensi serangan asma pada kelompok intervensi (2,53 kali/bulan) lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol (0,38 kali/bulan). Peningkatan skor kemampuan manajemen asma keluarga pada kelompok intervensi (20,67) jauh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (2,14). Intervensi LENINA terbukti efektif meningkatkan kemampuan pengendalian asma pada balita melalui peningkatan fungsi paru, penurunan frekuensi serangan asma, dan peningkatan kemampuan manajemen asma keluarga. Hasil penelitian ini merekomendasikan implementasi intervensi LENINA dalam program pengendalian asma pada balita di fasilitas kesehatan primer. Kata Kunci: Asma Balita, Intervensi Non-Farmakologis, LENINA, Pengendalian Asma, Peran Keluarga.
Psychosocial, demographic, and clinical predictors of postpartum depression among mothers: a cross-sectional study Sukesi, Niken; Saputri, Oktavia Ramadhani; Iswanti, Dwi Indah; Seman, Nordianna; Retnaningsih, Dwi; Nugraha, Rozaq I
Pediomaternal Nursing Journal Vol. 12 No. 1 (2026): VOLUME 12 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pmnj.v12i1.77160

Abstract

Introduction: Postpartum depression (PPD) is a major public health issue with lasting effects on maternal well-being and child development. However, limited empirical evidence exists on the psychosocial, demographic, and clinical determinants of PPD among urban populations in Southeast Asia. This study aimed to identify psychosocial, demographic, and clinical predictors of postpartum depression among mothers residing in Semarang, Indonesia.Methods: A cross-sectional study was conducted among 168 postpartum women aged ≥17 years who had delivered a live infant and provided informed consent. Data were collected using validated tools, including the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to assess depressive symptoms. Independent variables included maternal age, education, employment, parity, mode and place of delivery, medical history, obstetric complications, socioeconomic status, anxiety level, and perceived spousal and family support. Chi-square tests and binary logistic regression were used to determine significant predictors.Results: The prevalence of mothers at risk of PPD was 50%. Logistic regression analysis showed that low education (OR = 7.18; 95% CI: 1.05–48.96; P-value = .044), moderate anxiety (OR = 5.52; 95% CI: 1.14–26.74; P-value = .034), limited spousal support (OR = .34; 95% CI: 0.15–0.80; P-value = .013), and lack of family support (OR = 6.15; 95% CI: 1.93–19.62; P-value = .002) were significant predictors of PPD.Conclusion: Psychosocial factors, particularly anxiety and insufficient social support, are key predictors of postpartum depression. Routine psychosocial screening and strengthened family-centered interventions are essential to reduce the risk and long-term impact of PPD.Keywords: depression postpartum; edinburgh postpartum depression scale; risk factors
Effect of Mindfulness-Based Stress Reduction with 40 Hz Music on Anxiety and Quality of Life in Prolanis Patients with Diabetes Mellitus Muhammad Akbar Sobarna; Mendrofa, Fery Agusman Motuho; Iswanti, Dwi Indah
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 3 (2026): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i3.1089

Abstract

Background: Anxiety is a common psychological problem experienced by patients with Diabetes Mellitus and can negatively affect disease management and quality of life. Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) combined with 40 Hz music frequency is that may help reduce anxiety and improve quality of life in patients with chronic diseases. Purpose: This study aimed to analyze the effectiveness of MBSR with 40 Hz music frequency on anxiety and quality of life among Prolanis patients with Diabetes Mellitus. Methods: Study design used a quasi-experimental pretest–posttest control group. The sample consisted of 60 respondents, divided into intervention and control groups. The intervention group received an 8-week MBSR program combined with 40 Hz music frequency, while the control group received standard Prolanis care. Anxiety levels using the DASS-21 questionnaire, and quality of life was assessed using WHOQOL-BREF. Data were analyzed using Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Results: The anxiety levels significantly decreased in the intervention group (mean difference = −10.15; p < 0.001), while no significant change was observed in the control group (p > 0.05). In addition, quality of life significantly improved in the intervention group (median increase = +16; p < 0.001), whereas the control group showed only a slight and non-significant improvement (p > 0.05). Conclusion: Mindfulness-Based Stress Reduction combined with 40 Hz music frequency is effective in reducing anxiety and improving quality of life among Prolanis patients with Diabetes Mellitus. This intervention can be integrated into primary healthcare services as a complementary nursing intervention to support holistic diabetes management.
Pengaruh Coaching Terhadap Kinerja Perawat dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan: Studi Quasi Eksperimen di Rumah Sakit X Elis Susilawati; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54316

Abstract

Rumah sakit sebagai pilar utama pelayanan kesehatan membutuhkan asuhan keperawatan yang berkualitas, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat di Indonesia masih rendah dan berdampak pada mutu layanan serta kepuasan pasien. Rendahnya kinerja ini dipengaruhi oleh kurangnya pelatihan, komunikasi yang tidak efektif, motivasi rendah, beban kerja tinggi, serta ketidakpuasan terhadap kompensasi. Coaching dipandang sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan kemampuan, motivasi, dan interaksi perawat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat dan berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja perawat dan kepuasan pelayanan pasien di rawat jalan Rumah Sakit “X”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment dengan desain pretest-posttest one group without control design. Penelitian di lakukan di Rumah Sakit “X” dengan populasi seluruh perawat di rawat jalan sejumlah 113. Teknik sampling penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Instrumen penelitian ini berupa materi bimbingan/pelatihan dan kuesioner. Untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja perawat dan kepuasan pelayanan pasien di rawat jalan Rumah Sakit X menggunakan uji paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden berusia <40 tahun sebanyak 80 orang (82,5%), pendidikan rata-rata responden yaitu Ners sebanyak 63 orang (65%), dan rata-rata responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 94 orang (69,9%). Kinerja perawat sebelum coaching dalam kategori baik sebanyak 36 (37,1%), kurang baik 61 sebanyak (63,9%) sedang kinerja perawat sesudah coaching dalam kategori baik 89 (92,7%) dan kurang baik sebanyak 7 (7,3%). Kepuasan pelayanan sebelum Coaching dalam kategori baik 41 (42,3%) dan kurang baik sebanyak 56 (57,7%), sedangkan kepuasan pelayanan sesudah Coaching dalam kategori baik 83 (85,6%) dan kurang baik 13 (14,5%). Hasil uji analisis Paired T Test menunjukkan p Value sebesar 0,000 < nilai signifikansi yaitu 0,05 yang artinya pemberian Coaching terhadap perawat berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat dan kepuasan layanan terhadap pasien di Rawat Jalan Rumah Sakit X.
Pengaruh Penerapan Ronde Keperawatan Berbasis Teori Boykin & Schoenhofer Terhadap Kualitas Asuhan Keperawatan dan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RSKB Columbia Asia Pulomas Nike Silprihatin Romauli; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57091

Abstract

Keperawatan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup dimensi emosional dan psikososial pasien, sehingga hubungan yang baik antara perawat dan pasien menjadi kunci dalam membentuk pengalaman perawatan. Perawatan yang aman dan kompeten mengacu pada praktik keperawatan yang efektif dan sesuai standar, namun masih terdapat kesenjangan antara harapan pasien dan pelayanan yang diterima, yang menjadi tantangan bagi perawat untuk tidak hanya memenuhi standar klinis, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, kualitas asuhan keperawatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan ronde keperawatan berbasis teori Boykin & Schoenhofer terhadap kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien di ruang rawat inap RSKB Columbia Asia Pulomas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Two Group Pretest–Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap RSKB Columbia Asia Pulomas. Sampel dalam penelitian sebanyak 70 pasien yang terbagi menjadi 35 kelompok kontrol dan 35 kelompok intervensi dengan penerapan ronde keperawatan berbasis Boykin & Schoenhofer. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji paired t-test dengan taraf tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan penerapan ronde keperawatan berbasis teori Boykin dan Schoenhofer mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan dengan p value sebesar 0,001 dan kepuasan pasien dengan p value 0,001. Implementasi ronde keperawatan berbasis teori Boykin & Schoenhofer berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien secara signifikan.
Honey as an alternative wound healing therapy: a systematic review of clinical and preclinical evidence (2020-2024) Eni Kusyati; Dwi Indah Iswanti; Sa’adah Mujahidah; Dewi Mayangsari
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i2.26951

Abstract

Wound management remains a significant global public health challenge, contributing to substantial morbidity, mortality, and healthcare costs. Honey has been increasingly investigated as a complementary wound care agent due to its antimicrobial, anti-inflammatory, and wound-healing properties. This systematic review aimed to synthesize and critically evaluate the current evidence on the use of honey as an alternative wound treatment. A systematic review was conducted following PRISMA guidelines. Six electronic databases (Scopus, Nature, ProQuest, EBSCO, SpringerLink, and ScienceDirect) were searched using predefined search terms for studies published between 2020 and 2024. Inclusion criteria encompassed human studies, mixed-methods or quantitative designs, and interventions using honey for wound care. Study quality was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tools. From 302 initially identified articles, 16 studies met the inclusion criteria after removing duplicates and screening. The included studies comprised randomized controlled trials, prospective controlled studies, case series, and in vitro investigations. Three themes emerged: i) Honey as a wound-healing therapy, demonstrating antimicrobial, anti-inflammatory, and biofilm-inhibiting properties; ii) Benefits of medical-grade honey (MGH), including accelerated epithelialization, reduced infection rates, and shorter recovery times; and iii) Recommendations for honey as a cost-effective, accessible alternative treatment. The evidence supports honey as a promising adjunctive therapy for wound management, particularly in resource-limited settings. However, the heterogeneity in study designs, honey types, and wound categories limits definitive conclusions. Future large-scale randomized controlled trials with standardized outcomes are needed to establish clinical guidelines for honey-based wound care.
Co-Authors Abu Bakar Ah Yusuf Ah Yusuf, Ah Ahsan Ahsan Ahsan Antono Surjoputro Ariskha, Feti arista adityasari putri Balalembang, Febriani Zusje C. Lenny Priharsanti Cahyaningrum, Dessy Dwi Dessy Dwi Cahyaningrum Dewi Mayangsari Dewi, Rian Kusuma Dianis Wulan Sari Diyanto Diyanto Dwi Retnaningsih, Dwi Elis Susilawati Eni Kusyati Erwansyah, Rio Ady Faizatur Rohmi Fery Agusman Fery Agusman MM Fery Agusman Motuho Mendrofa Feti Ariskha Gero, Sabina Gloria Caesar Cabral Hani, Umi Hery Ernawati, Hery Indah Wulaningsih Kandar Kandar Kandar Kandar Kandar Kandar, Kandar Kanthi Suratih Kanthi Suratih Khairul Huda Khairul Huda KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Koesoemo, Rizki Fitryasari Patra Lai, Lee-Lee Lela Nurlela M. Marthoenis Martha Irene Kartasurya Metik Prihandini Muhammad Akbar Sobarna Muhammad Rivai Mujahidah, Sa'adah Mulud, Zamzaliza Abdul Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih, Nia Nike Silprihatin Romauli Niken Sukesi Nugraha, Rozaq I Nurani, Lenina Nursahid Nursahid Nursalam Nursalam Nursalam Nursalam, Nursalam Ovtalia Andriyani Permana, Bhakti Puji Lestari, Sri Putri, Arista Adityasari Raras Arifa Kinanti Putri Rilla Fiftina Rita Sariani Saragih Rohmi, Rohmi Rompas, Meigi Sa'adah Mujahidah Saifudin, I Made Moh. Yanuar Saputri, Oktavia Ramadhani Sawab Sawab Sa’adah Mujahidah Sa’adah Mujahidah Seman, Nordianna Siti Nur Umariyah F. STIKES Karya Husada Semarang Son Haji Son Haji Son Haji Son haji, Son Sri Puji Lestari Sri Puji Lestari Sri Puji Lestari Sri Warsini Suhartini Suhartini Supriyadi Supriyadi Susilowati, Kristiana Takumasang, Reza Resaldi Theresia Asri Luberingsih Tri Ismu Pujiyanto Udur Hotmaira Sirait Umi Hani Umi Hani Utama, Julvainda Eka Priya Wenni Winasti Widiyaningsih Widiyaningsih, Widiyaningsih Winasti, Wenni