Claim Missing Document
Check
Articles

Understanding predictors of caregivers’ treatment-seeking behavior for mental health: the roles of stigma, motivation, relationship, and literacy Fitryasari, Rizki; Iswanti, Dwi Indah; Sari, Dianis Wulan; Nurlela, Lela; Marthoenis, Marthoenis; Warsini, Sri; Mulud, Zamzaliza Abdul
Jurnal Ners Vol. 20 No. 4 (2025): VOLUME 20 ISSUE 4 (NOVEMBER 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v20i4.75117

Abstract

Introduction: Caregivers play a crucial role in seeking timely treatment for individuals with mental disorders. However, reliance on traditional healing practices often leads to delayed medical care. This study aims to identify predictors of caregivers' treatment-seeking efforts, focusing on the role of stigma, motivation, relationship with the patient, and mental health literacy. Methods: A cross-sectional study involving 301 caregivers of patients with mental disorders was conducted in two mental hospitals using cluster sampling. Variables studied include sociodemographic factors, caregiving burden, stigma, social support, motivation, mental health literacy, and treatment-seeking behavior. The data were collected through validated questionnaires as instruments. Multivariate regression analysis was performed to identify significant predictors of treatment-seeking behavior. Results: The study revealed that caregivers' relationship with the patient, perceived stigma, caregiving motivation, and mental health literacy significantly predicted treatment-seeking behavior (p < 0.05). Mental health literacy emerged as the strongest predictor (β = 0.349), followed by motivation (β = 0.202), stigma (β = -0.125), and relationship with the patient (β = -0.108). Together, these variables explained 23.4% of the variance in treatment-seeking efforts. Conclusions: Mental health literacy is the most influential factor in caregivers' efforts to seek medical treatment. Interventions aimed at increasing mental health literacy and reducing stigma are critical to enhancing caregivers' engagement with formal healthcare services. Findings support the development of culturally appropriate education and support programs to improve mental health outcomes.
Kesinambungan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil untuk mencegah perdarahan post-partum: Studi Literatur Dwi Indah Iswanti; Sa'adah Mujahidah; Nia Agustiningsih
Link Journal of Midwivery Vol 1 No 1 (2025): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v1i1.29

Abstract

Kesinambungan pelayanan kesehatan dapat memutus salah satu penyebab kematian Ibu dan Anak. Berbagai faktor yang menyebabkan ibu tidak melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkesinambungan. Tujuan: menyajikan studi literatur kesinambungan pelayanan kesehatan pada pada ibu hamil untuk mencegah risiko perdarahan post-partum. Metode: studi literatur dari berbagai original article di 3 data base: Scopus, ProQuest, SAGE. Proses pemilihan artikel menyesuaikan kriteria inklusi melalui kerangka kerja PICOS. Penilaian risiko bias dari artikel yang ditemukan dengan menggunakan critical judgment dari peer-review dan Flow chat PRISMA. Ada 10 artikel yang terseleksi untuk ditinjau karena relevan dengan tujuan penelitian. Hasil: Kesinambungan pelayanan kesehatan pada ibu hamil melalui konsistensi perawatan, advokasi dan aksesibilitas ke tenaga kesehatan. Perawatan yang membangun hubungan dekat dengan ibu hamil dan peka terhadap budaya sehingga meningkatkan persepsi keselamatan dan kepercayaan serta merasa didukung dalam mengambil keputusan. Simpulan: Faktor penghambat seperti keterbatasan tenaga bidan/perawat dan variasi budaya tentang menjadi tantangan pelayanan kesehatan untuk dapat diminimalkan.
Peran Nurse Leader dalam Meningkatkan Patient Safety di Rumah Sakit: A Scoping Review Nursahid Nursahid; Dwi Indah Iswanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52809

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu layanan rumah sakit, dan nurse leader memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan serta memastikan praktik keperawatan yang aman. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah terbaru mengenai peran nurse leader dalam meningkatkan patient safety di rumah sakit. Metode: Review dilakukan sesuai pedoman JBI dan PRISMA-ScR dengan pencarian pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, CINAHL, dan Google Scholar. Sebanyak 10 artikel tahun 2020–2025 memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil: Temuan utama menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan khususnya transformational leadership komunikasi efektif, psychological safety, kompetensi kepemimpinan, serta strategi seperti audit keselamatan dan bedside leadership berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan pasien. Intervensi kepemimpinan terbukti menurunkan medication error, fall rate, dan meningkatkan pelaporan insiden. Kesimpulan: Nurse leader berperan penting dalam peningkatan patient safety melalui gaya kepemimpinan yang efektif, keterampilan komunikasi, dan strategi manajerial berbasis bukti. Kata kunci: nurse leader, patient safety, leadership, hospital.
Penerapan Handover dengan Metode Sbar Bedside Teaching Terhadap Kualitas Pelayanan dan Patient Safety Pada Pasien Rawat Inap di Brawijaya Hospital Depok Udur Hotmaira Sirait; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53341

Abstract

Komunikasi efektif merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks keselamatan pasien. Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. salah satu metode komunikasi untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit dalam keperawatan adalah dengan metode SBAR melalui operan jaga atau handover. Handover yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan handover dengan metode SBAR bedside teaching terhadap kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan quasy experiment one group. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 55 responden di ruang rawat inap Rumah Sakit Brawijaya Depok. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan handover dengan metode SBAR dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kualitas pelayanan (p-value = 0,000) dan patient safety (p-value = 0,000) sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Penerapan handover dengan metode SBAR efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok.
Pengaruh Coaching Terhadap Kinerja Perawat dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan: Studi Quasi Eksperimen di Rumah Sakit X Elis Susilawati; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54316

Abstract

Rumah sakit sebagai pilar utama pelayanan kesehatan membutuhkan asuhan keperawatan yang berkualitas, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat di Indonesia masih rendah dan berdampak pada mutu layanan serta kepuasan pasien. Rendahnya kinerja ini dipengaruhi oleh kurangnya pelatihan, komunikasi yang tidak efektif, motivasi rendah, beban kerja tinggi, serta ketidakpuasan terhadap kompensasi. Coaching dipandang sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan kemampuan, motivasi, dan interaksi perawat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat dan berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja perawat dan kepuasan pelayanan pasien di rawat jalan Rumah Sakit “X”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment dengan desain pretest-posttest one group without control design. Penelitian di lakukan di Rumah Sakit “X” dengan populasi seluruh perawat di rawat jalan sejumlah 113. Teknik sampling penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Instrumen penelitian ini berupa materi bimbingan/pelatihan dan kuesioner. Untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja perawat dan kepuasan pelayanan pasien di rawat jalan Rumah Sakit X menggunakan uji paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden berusia <40 tahun sebanyak 80 orang (82,5%), pendidikan rata-rata responden yaitu Ners sebanyak 63 orang (65%), dan rata-rata responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 94 orang (69,9%). Kinerja perawat sebelum coaching dalam kategori baik sebanyak 36 (37,1%), kurang baik 61 sebanyak (63,9%) sedang kinerja perawat sesudah coaching dalam kategori baik 89 (92,7%) dan kurang baik sebanyak 7 (7,3%). Kepuasan pelayanan sebelum Coaching dalam kategori baik 41 (42,3%) dan kurang baik sebanyak 56 (57,7%), sedangkan kepuasan pelayanan sesudah Coaching dalam kategori baik 83 (85,6%) dan kurang baik 13 (14,5%). Hasil uji analisis Paired T Test menunjukkan p Value sebesar 0,000 < nilai signifikansi yaitu 0,05 yang artinya pemberian Coaching terhadap perawat berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat dan kepuasan layanan terhadap pasien di Rawat Jalan Rumah Sakit X.
Efektivitas Intervensi Lenina (Lung Function Evaluation and Nursing Intervention for Non-Pharmacological Asthma Management) terhadap Kemampuan Pengendalian Asma Pada Balita Nurani, Lenina; Mendrofa, Fery Agusman Motuho; Iswanti, Dwi Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20438

Abstract

ABSTRACT Asthma is a chronic inflammatory disease of the respiratory tract with increasing prevalence in toddlers. Inadequate asthma control can lead to decreased quality of life, activity limitations, and increased risk of hospitalization. The LENINA (Lung function Evaluation and Nursing Intervention for Non-pharmacological Asthma management) intervention was designed as a comprehensive non-pharmacological approach to improve asthma control abilities. To analyze the effectiveness of LENINA intervention on asthma control abilities in toddlers, including lung function, frequency of asthma attacks, and family asthma management abilities. A quasi-experimental study with pretest-posttest with control group design was conducted on 42 toddlers with asthma in the working area of Nagrak Health Center, Cianjur Regency. The sample was divided into an intervention group (n=21) receiving LENINA intervention and a control group (n=21) receiving standard care. Lung function was measured using Peak Expiratory Flow Rate (PEFR), frequency of asthma attacks using observation sheets, and family asthma management abilities using questionnaires. Data were analyzed using paired t-test and independent t-test. LENINA intervention significantly improved PEFR values (p=0.000), decreased the frequency of asthma attacks (p=0.000), and increased family asthma management abilities (p=0.000) in the intervention group compared to the control group. The difference in PEFR value improvement in the intervention group (13.38) was greater than the control group (2.76). The decrease in asthma attack frequency in the intervention group (2.53 times/month) was more significant than the control group (0.38 times/month). The increase in family asthma management ability scores in the intervention group (20.67) was much greater than the control group (2.14). LENINA intervention proved effective in improving asthma control abilities in toddlers through improved lung function, decreased frequency of asthma attacks, and increased family asthma management abilities. The results recommend implementing LENINA intervention in asthma control programs for toddlers in primary healthcare facilities. Keywords: Toddler Asthma, Non-Pharmacological Intervention, LENINA, Asthma Control, Family Role.   ABSTRAK Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang prevalensinya terus meningkat pada balita. Pengendalian asma yang tidak adekuat dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, keterbatasan aktivitas, dan peningkatan risiko rawat inap. Intervensi LENINA (Lung function Evaluation and Nursing Intervention for Non-pharmacological Asthma management) dirancang sebagai pendekatan non-farmakologis komprehensif untuk meningkatkan kemampuan pengendalian asma. Menganalisis efektivitas intervensi LENINA terhadap kemampuan pengendalian asma pada balita yang meliputi fungsi paru, frekuensi serangan asma, dan kemampuan manajemen asma keluarga. Penelitian quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest with control group dilakukan pada 42 balita dengan asma di wilayah kerja Puskesmas Nagrak, Kabupaten Cianjur. Sampel dibagi menjadi kelompok intervensi (n=21) yang menerima intervensi LENINA dan kelompok kontrol (n=21) yang menerima perawatan standar. Pengukuran fungsi paru menggunakan Peak Expiratory Flow Rate (PEFR), frekuensi serangan asma menggunakan lembar observasi, dan kemampuan manajemen asma keluarga menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Intervensi LENINA secara signifikan meningkatkan nilai PEFR (p=0,000), menurunkan frekuensi serangan asma (p=0,000), dan meningkatkan kemampuan manajemen asma keluarga (p=0,000) pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Selisih peningkatan nilai PEFR pada kelompok intervensi (13,38) lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (2,76). Penurunan frekuensi serangan asma pada kelompok intervensi (2,53 kali/bulan) lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol (0,38 kali/bulan). Peningkatan skor kemampuan manajemen asma keluarga pada kelompok intervensi (20,67) jauh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (2,14). Intervensi LENINA terbukti efektif meningkatkan kemampuan pengendalian asma pada balita melalui peningkatan fungsi paru, penurunan frekuensi serangan asma, dan peningkatan kemampuan manajemen asma keluarga. Hasil penelitian ini merekomendasikan implementasi intervensi LENINA dalam program pengendalian asma pada balita di fasilitas kesehatan primer. Kata Kunci: Asma Balita, Intervensi Non-Farmakologis, LENINA, Pengendalian Asma, Peran Keluarga.
Psychosocial, demographic, and clinical predictors of postpartum depression among mothers: a cross-sectional study Sukesi, Niken; Saputri, Oktavia Ramadhani; Iswanti, Dwi Indah; Seman, Nordianna; Retnaningsih, Dwi; Nugraha, Rozaq I
Pediomaternal Nursing Journal Vol. 12 No. 1 (2026): VOLUME 12 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pmnj.v12i1.77160

Abstract

Introduction: Postpartum depression (PPD) is a major public health issue with lasting effects on maternal well-being and child development. However, limited empirical evidence exists on the psychosocial, demographic, and clinical determinants of PPD among urban populations in Southeast Asia. This study aimed to identify psychosocial, demographic, and clinical predictors of postpartum depression among mothers residing in Semarang, Indonesia.Methods: A cross-sectional study was conducted among 168 postpartum women aged ≥17 years who had delivered a live infant and provided informed consent. Data were collected using validated tools, including the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to assess depressive symptoms. Independent variables included maternal age, education, employment, parity, mode and place of delivery, medical history, obstetric complications, socioeconomic status, anxiety level, and perceived spousal and family support. Chi-square tests and binary logistic regression were used to determine significant predictors.Results: The prevalence of mothers at risk of PPD was 50%. Logistic regression analysis showed that low education (OR = 7.18; 95% CI: 1.05–48.96; P-value = .044), moderate anxiety (OR = 5.52; 95% CI: 1.14–26.74; P-value = .034), limited spousal support (OR = .34; 95% CI: 0.15–0.80; P-value = .013), and lack of family support (OR = 6.15; 95% CI: 1.93–19.62; P-value = .002) were significant predictors of PPD.Conclusion: Psychosocial factors, particularly anxiety and insufficient social support, are key predictors of postpartum depression. Routine psychosocial screening and strengthened family-centered interventions are essential to reduce the risk and long-term impact of PPD.Keywords: depression postpartum; edinburgh postpartum depression scale; risk factors
Co-Authors Abu Bakar Ah Yusuf Ah Yusuf, Ah Ahsan Ahsan Ahsan Antono Surjoputro Ariskha, Feti arista adityasari putri Balalembang, Febriani Zusje C. Lenny Priharsanti Cahyaningrum, Dessy Dwi Dessy Dwi Cahyaningrum Dewi, Rian Kusuma Diyanto Diyanto Dwi Retnaningsih, Dwi Elis Susilawati Erwansyah, Rio Ady Faizatur Rohmi Fery Agusman Fery Agusman MM Fery Agusman Motuho Mendrofa Feti Ariskha Gero, Sabina Gloria Caesar Cabral Hani, Umi Hery Ernawati, Hery Indah Wulaningsih Kandar Kandar Kandar Kandar Kandar Kandar, Kandar Kanthi Suratih Kanthi Suratih Khairul Huda Khairul Huda KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Lai, Lee-Lee M. Marthoenis Martha Irene Kartasurya Metik Prihandini Muhammad Rivai Mujahidah, Sa'adah Mulud, Zamzaliza Abdul Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih Nia Agustiningsih, Nia Niken Sukesi Nugraha, Rozaq I Nurani, Lenina Nurlela, Lela Nursahid Nursahid Nursalam Nursalam Nursalam Nursalam, Nursalam Ovtalia Andriyani Permana, Bhakti PK, Rizki Fitryasari Puji Lestari, Sri Putri, Arista Adityasari Raras Arifa Kinanti Putri Rilla Fiftina Rita Sariani Saragih Rizky Fitryasari Rohmi, Rohmi Rompas, Meigi Sa'adah Mujahidah Saifudin, I Made Moh. Yanuar Saputri, Oktavia Ramadhani Sari, Dianis Wulan Sawab Sawab Sa’adah Mujahidah Seman, Nordianna Siti Nur Umariyah F. STIKES Karya Husada Semarang Son Haji Son Haji Son Haji Son haji, Son Sri Puji Lestari Sri Puji Lestari Sri Puji Lestari Sri Warsini Suhartini Suhartini Supriyadi Supriyadi Susilowati, Kristiana Takumasang, Reza Resaldi Theresia Asri Luberingsih Tri Ismu Pujiyanto Udur Hotmaira Sirait Umi Hani Umi Hani Utama, Julvainda Eka Priya Wenni Winasti Widiyaningsih Widiyaningsih, Widiyaningsih Winasti, Wenni