Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Implementation of The STEM Learning Model Using Math City MAP (MCM) in Improving Creative and Critical Mathematical Thinking Ability Risnawati Risnawati; Sudiyanto Sudiyanto; Retno Winarni
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i1.84315

Abstract

There is a need to summarize the result of STEM reachers findings, especially to improve  mathematical creatives thinking and mathematical critical thinking skills. This research also synthetisizes relevant studies from various sources include: Google Scholar, Directory Open Access Journal (DOAJ), Semantik Scholar and Education Resources Information Center (ERIC) from  2015 to 2022.The result of the research show that the STEM learning models has a positive and significant influence on increasing critical thonking skills and students’ mathematical creativity. Various descriptions of research characteristics such as sample sizw, level of education, and years of education can be examined further for further research. The intergration of STEM learning models can be used by educators to facilitate students with various project-based taks and problem solving. It is hoped that the use of the Math City map application will be able to motivate students to have joyfull and meaningfull mathematics learning.In this students are required to have critical and creatives mathematical thinkings skills. The results of this research contribute to knowledge for educators and research regardib=ng how STEM should be applied in mathematics lesson.
A Systematic Literature Review of School Literacy Movement Policies: Hope and Reality Anita Cahyani; St. Y. Slamet; Sudiyanto Sudiyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98839

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah (GSL) merupakan kebijakan yang berdampak positif bagi peningkatan literasi siswa. Namun, implementasinya seringkali menghadapi berbagai tantangan dan menunjukkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan GSL dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa di berbagai jenjang pendidikan, baik lokal (Indonesia) maupun global. Metode penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan 17 artikel akhir yang diterbitkan antara tahun 2020-2024 (5 tahun terakhir) yang dianalisis. Penerapan GLS, baik di tingkat internasional maupun lokal di Indonesia, telah menunjukkan dampak positif terhadap hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi. Namun, ada kesenjangan antara ekspektasi dan kenyataan dalam penerapan GLS yang perlu diatasi. Perbedaan utama antara implementasi di tingkat internasional dan lokal terletak pada fokus kurikulum, pendekatan implementasi, dan tantangan yang dihadapi. Di tingkat internasional, fokusnya lebih pada literasi kritis dan pemikiran global, sedangkan di Indonesia lebih ditekankan pada kebiasaan membaca dan pengembangan minat baca dasar.
Analysis of The Implementation of Problem-Based Learning Model Integrated with Ethnoscience in Enhancing Critical Thinking Skills in Elementary Science Education Ratih Rintan Susandra; Sri Yamtimah; Sudiyanto Sudiyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98980

Abstract

Seiring perkembangan zaman, Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang kompeten secara teknologi dan memiliki daya saing tinggi. Keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan kehidupan yang kompleks. Namun, rendahnya kemampuan berpikir kritis pada peserta didik, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), menjadi penghambat tercapainya tujuan tersebut. Metode pengajaran yang tidak melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses berpikir kritis menyebabkan hasil belajar yang kurang optimal. Salah satu solusi adalah penerapan model Problem-Based Learning (PBL) yang terintegrasi dengan etnosains, yaitu pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pemecahan masalah dengan etnosains, sehingga membantu peserta didik menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan PBL yang terintegrasi dengan etnosains dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 32 peserta didik di SD Negeri 1 Wonoharjo, Kabupaten Boyolali, yang diamati secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL terintegrasi dengan etnosains meningkatkan keterlibatan peserta didik dan kemampuan berpikir kritis. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal, peserta didik mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka, sehingga mendorong berpikir kritis dan membantu mereka menemukan solusi atas permasalahan dunia nyata.
Implementation of Learning Modules to Improve the Oral Communication Skills of Class IV Elementary School Students Tya Maulia Latif; Sudiyanto Sudiyanto; Chumdari Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98964

Abstract

Keterampilan komunikasi lisan peserta didik di sekolah dasar belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: 1) modul pembelajaran yang dibutuhkan pendidik untuk meningatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar, 2) modul pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar. Subjek dari penelitian ini peserta didik kelas IV sekolah dasar yang mengalami kesulitan komunikasi lisan dan objek penelitian ini adalah modul pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik sangat tertarik dengan modul pembelajaran ini. modul pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar selain itu, validasi materi dan media pembelajaran juga menyatakan bahwa modul ini sangat sesuai dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran peserta didik. oleh karena itu, modul pembelajaran ini dianggap sangat menarik dan efektif untuk digunakan. penelitian ini diharapkan dapat diteruskan dengan penambahan materi pada modul pembelajaran dan implementasnya dalam proses pemebelajaran lebih lanjut.
Effect of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)-Based Project Based Learning (PjBL) Model on Creative Thinking Ability Rulli Hari Utomo; Sudiyanto Sudiyanto; Supianto Supianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98890

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif masih belum diberdayakan dengan baik, oleh karena itu dalam prosesnya membutuhkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PjBL berbasis STEM terhadap keterampilan berpikir kreatif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode True Experiment Posttest-Only Control Design yakni melakukan post test secara bersama kepada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen akan tetapi hanya kelompok eksperimen saja yang mendapat perlakuan. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV sejumlah 682 dari 33 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Purwantoro. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling, 3 SD Negeri untuk kelompok eksperimen dengan 58 siswa menggunakan model PjBL berbasis STEM dan 3 SD Negeri untuk kelompok kontrol dengan 56 siswa menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dengan tes deskripsi kemampuan berpikir kreatif, yang telah memenuhi uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan uji hipotesis Independent Sample t-test, nilai posttest diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < α (α = 0,05) dan nilai t hitung sebesar 2,521 > t tabel 1,673, artinya menolak H0 dan menerima hipotesis alternatif (H1). Kesimpulan penelitian adalah model PjBL berbasis STEM berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas IV di Kecamatan Purwantoro
The Need for Augmented Reality Batik Media to Increase Cultural Love for Learning, Drawing, Design, and Craft Production in Vocational High Schools Wildan Deni Fahrezi; Sariyatun Sariyatun; Sudiyanto Sudiyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.99114

Abstract

Cinta budaya di sekolah sangat penting, karena selain melestarikan warisan budaya, juga memperkuat identitas, meningkatkan toleransi, dan membangun karakter siswa di tengah masyarakat multikultural. Salah satu cara efektif untuk menumbuhkan rasa cinta budaya adalah melalui inovasi pembelajaran yang menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan Media Batik Augmented Reality sebagai solusi untuk meningkatkan cinta budaya di kalangan siswa SMK dalam pembelajaran Gambar Desain dan Produksi Kriya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan media batik augmented reality dalam meningkatkan cinta budaya pada pembelajaran gambar desain dan produksi kriya di sekolah menengah kejuruan. Hasil data mengenai ketertarikan siswa terhadap batik menunjukkan bahwa 65% siswa merasa sangat tertarik jika materi batik disampaikan melalui AR, mengindikasikan bahwa teknologi ini berpotensi menarik perhatian siswa dengan cara yang lebih interaktif dan visual. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat  peluang besar dalam pengembangan media pembelajaran batik augmented reality di era digital dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran gambar desain dan produksi kriya di  SMK.
Factors Causing Misconceptions Among Students in Mathematics Subjects Annisa Ayu Kuserawati; Riyadi Riyadi; Sudiyanto Sudiyanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98936

Abstract

Miskonsepsi dalam pembelajaran matematika merupakan masalah yang sering terjadi di kalangan peserta didik dan dapat mempengaruhi pemahaman konsep-konsep dasar yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif untuk memahami dan menggambarkan informasi secara mendalam. Beberapa faktor utama yang ditemukan antara lain rendahnya pemahaman konsep dasar, penggunaan metode pembelajaran yang kurang efektif, keterbatasan media pembelajaran, serta minimnya interaksi dan umpan balik dari guru. Selain itu, kesulitan dalam memahami bahasa matematika dan kesalahan interpretasi simbol atau istilah matematis juga menjadi penyebab signifikan. Faktor lain yang turut berperan adalah kecemasan terhadap matematika, rendahnya motivasi belajar, serta kurangnya penerapan pembelajaran kontekstual. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi para pendidik untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman matematika di kalangan peserta didik.