Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Citizens’ Spiritual Capital for Strengthening Character Development in Indonesian Civic Education Chris Apandie; Silvia Rahmelia
JURNAL PENDIDIKAN Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v26i2.23654

Abstract

This paper aims to explore the concept of citizens' spiritual capital as a theoretical foundation for character development within Indonesian Civic Education. Employing a systematic literature review methodology, the research synthesizes scholarly works to address three key questions: the role of spiritual capital as a theoretical base, its key dimensions, and strategies for its integration. The findings indicate that spiritual capital, defined as the inner resource of values, meaning, and life purpose, provides a crucial foundation for developing character. Four key dimensions were identified as relevant: values foundation, moral reasoning, social cohesion, and service orientation. The study concludes that effective integration requires a multi-level strategy, emphasizing a bottom-up approach starting from individual self-development, supported by the family, and reinforced through non-formal education and community practices. This approach is posited to be more effective in fostering ethically responsible citizens and achieving sustainable national character development than top-down models. The research offers insights for educators and policymakers in designing character education programs that holistically develop the spiritual, moral, and civic dimensions of learners. Keywords: Character Development, Civic Education, Indonesian Citizenship, Pancasila, Spiritual Capital
FILSAFAT RASIONALISME SEBAGAI DASAR BAGI PEMBENTUKAN WARGA NEGARA YANG KRITIS DAN BERETIKA Chris Apandie; Zulkarnain Zulkarnain; Silvia Rahmelia; Ahmad Ahmad
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6447

Abstract

Artikel ini mengkaji filsafat rasionalisme sebagai dasar konseptual pembentukan warga negara yang kritis dan beretika dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Rasionalisme menempatkan akal sebagai sumber utama pengetahuan dan menekankan pentingnya penalaran logis, refleksi kritis, serta justifikasi etis dalam kehidupan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian filosofis berbasis studi pustaka terhadap karya-karya utama rasionalisme dan literatur Pendidikan Kewarganegaraan. Analisis dilakukan secara konseptual dan hermeneutik untuk menelusuri sejarah, prinsip-prinsip dasar, serta relevansi rasionalisme dalam konteks pendidikan kewargaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme memiliki kontribusi penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, penalaran moral, otonomi intelektual dan kecakapan deliberatif warga negara. Di tengah tantangan disinformasi dan fenomena post-truth, rasionalisme memberikan landasan filosofis yang kuat bagi penguatan Pendidikan Kewarganegaraan yang demokratis dan berorientasi pada etika publik. Kata kunci: Etika publik, Pendidikan Kewarganegaraan, Rasionalisme, Warga Negara Kritis