Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Phinisi Integration Review

REPRESENTASI IDENTITAS NILAI BUDAYA DAN DINAMIKA SOSIAL DITINJAU DARI SASTRA DAN SEJARAH DI GOWA Jafar, Jafar; Setia Wati, Jenny Ratna Ika; Iriany, Rosary; Tenriana, Nuzul; Muhdar, Andi
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.78988

Abstract

Sastra dan sejarah di Kabupaten Gowa merupakan dua entitas yang saling berkelindan dalam membentuk konstruksi identitas budaya masyarakat. Berbagai bentuk teks tradisional seperti lontaraq, kelong, tuturan lisan, hingga legenda-lagenda lokal tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga arsip historis yang merekam perkembangan sosial, politik, dan budaya Gowa dari masa kejayaan Kerajaan Gowa–Tallo hingga era modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana identitas, nilai budaya, dan dinamika sosial masyarakat Gowa direpresentasikan melalui karya-karya sastra dan catatan sejarahnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis tekstual pada sumber sastra tradisional, dokumen lontaraq, serta literatur sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra berfungsi sebagai mekanisme penguatan identitas kolektif, penjaga nilai budaya siri’, pacce, lempu, dan getteng, sekaligus menjadi refleksi perubahan sosial akibat modernisasi dan pergeseran budaya. Dengan demikian, sastra Gowa memainkan peran strategis dalam memahami rekam jejak sejarah dan dinamika sosial masyarakat setempat. Literature and history in Gowa Regency are two interrelated entities that collectively shape the cultural identity of its society. Various forms of traditional texts, such as lontaraq, kelong, oral narratives, and local legends, function not only as artistic expressions but also as historical archives documenting the social, political, and cultural development of Gowa from the era of the Gowa–Tallo Kingdom to the modern period. This study aims to describe how identity, cultural values, and social dynamics of Gowa’s society are represented through its literary works and historical records. The research employs a descriptive qualitative method through textual analysis of traditional literary sources, lontaraq manuscripts, and historical literature. The findings reveal that literature serves as a mechanism for strengthening collective identity, preserving cultural values such as siri’, pacce, lempu, and getteng, as well as reflecting social changes influenced by modernization and cultural shifts. Thus, Gowa’s literary tradition plays a strategic role in understanding the historical traces and social dynamics of the local community.
INOVASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH SISWA Jafar, Jafar; Nur, Hasruddin; Wati, Jenny Ratna Ika Setia
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82787

Abstract

Pembelajaran sejarah di sekolah masih cenderung berorientasi pada hafalan fakta sehingga kurang mampu menumbuhkan kesadaran sejarah dan keterkaitan siswa dengan realitas sosial-budaya di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan efektivitas efektivitas inovasi pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kesadaran sejarah siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa dan guru sejarah di sekolah menengah di Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan refleksi siswa, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah mampu meningkatkan pemahaman sejarah siswa, mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta memperkuat koneksi emosional siswa terhadap sejarah dan identitas budaya lokal. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan pengalaman hidup siswa. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk mengembangkan kesadaran sejarah, karakter, dan identitas budaya siswa, sekaligus memperkaya praktik pembelajaran sejarah di sekolah. History learning in schools still tends to focus on the memorization of facts, which limits its ability to foster historical awareness and students’ connection to their surrounding socio-cultural realities. This study aims to analyze the effectiveness of innovative history learning based on local wisdom in enhancing students’ historical awareness. The research employed a qualitative approach with a case study design, involving students and history teachers in secondary schools in South Sulawesi. Data were collected through observations, in-depth interviews, documentation, and student reflections, and analyzed using data reduction, data display, and thematic conclusion drawing. The findings indicate that the integration of local wisdom into history learning improves students’ historical understanding, encourages active participation in learning, and strengthens students’ emotional connection to history and local cultural identity. Learning becomes more contextual, meaningful, and relevant to students’ lived experiences. This study concludes that local wisdom–based history learning is an effective pedagogical strategy for developing students’ historical awareness, character, and cultural identity, while also enriching history teaching practices in schools.