Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Teknologi Fitoremediasi Sebagai Polishing Treatment Palm Oil Mill Effluent : A Review Hakim, Lukman; Rahayu, Aster; Jamilatun, Siti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya ekspansi industri kelapa sawit menimbulkan potensi ancaman terhadap lingkungan. Industri ini menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar yang dikenal sebagai palm oil milleffluent. Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi alternatif yang dapat digunakan untuk polishing treatment palm oil mill effluent. Teknologi yang menggunakan tanaman ini dinilai lebih ramah lingkungan dan berbiaya rendah. Meskipun memiliki keuntungan, teknologi ini juga memiliki resiko seperti kontaminasi dari bagian tanaman yang dikonsumsi, dan juga efisiensi pengolahan yang rendah. Oleh karena itu, pemilihan tanaman yang tepat dan pemahaman mengenai mekanisme fitoremediasi adalah cara terbaik untuk dapat meningkatkan efisiensinya. Mekanisme seperti fitoekstraksi, fitostabilisasi, rhizofiltrasi, fitovolatilisasi, fitodegradasi dan fitodesalinasi adalah proses degradasi polutan. Proses ini dapat berlangsung baik dengan mempertimbangkan konsentrasi dan jenis kontaminan. Faktor-faktor seperti sifat tanaman, konsentrasi polutan, dan kondisi lingkungan mempengaruhi efektivitas fitoremediasi. Meskipun masih memiliki kekurangan, namun fitoremediasi merupakan pendekatan yang cukup menjanjikan untuk mengatasi permasalahan pencemaran yang disebabkann oleh industri minyak kelapa sawit dengan cara yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.Kata kunci: Fitoremediasi, Lingkungan, Polishing Treatment, POME
A Review : Optimalisasi Sisa Tanaman Hiperakumulator: Pemanfaatan dan Pengelolaan Biomassa Logam Berat Pasca-Fitoremediasi Jamilatun, Siti; Nurmustaqimah, Nurmustaqimah; Astuti, Erna; Rahayu, Aster
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi dan industrialisasi yang pesat meningkatkan risiko polusi logam berat, mengakibatkan dampak ekologis yang merugikan dan klasifikasi sebagai polutan utama. Logam berat seperti kadmium, kromium, merkuri, arsenik, timbal, dan seng tidak dapat terurai secara alami, menyebabkan tanah tidak cocok untuk pertanian. Fitoremediasi, dengan menggunakan tanaman hiperakumulator, muncul sebagai solusi untuk mengatasi kontaminasi logam berat, tetapi menghadapi tantangan polusi sekunder dari pelepasan ulang kontaminan oleh biomassa tanaman. Review ini mengevaluasi metode perlakuan pasca-fitoremediasi, termasuk perlakuan panas (insinerasi, pirolisis, dan gasifikasi), ekstraksi (dengan agen seperti amonium asetat dan amonium oksalat), pengomposan, dan pemadatan. Meskipun perlakuan panas efektif dalam menghilangkan logam berat, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efisiensi dan pemulihan logam berat. Pengomposan, meskipun mengurangi volume biomassa, memiliki risiko remobilisasi logam berat. Pemadatan, sebagai alternatif, melibatkan tekanan untuk memadatkan biomassa tanaman. Pemilihan metode perlakuan harus mempertimbangkan efisiensi, biaya, dan dampak lingkungan. Kesadaran akan potensi polusi sekunder dan pengelolaan limbah hasil dari perlakuan sangat penting untuk keberlanjutan upaya remediasi logam berat. Diperlukan penelitian lanjutan dalam pengembangan teknologi pasca-fitoremediasi dan pemantauan lingkungan untuk mendukung keberlanjutan upaya remediasi logam berat.Kata kunci: Limbah, Biomassa, Logam berat, Lingkungan, Fitoremediasi
Review: Effect of Material Characteristics, and Process Conditions in Reducing Gaseous Pollutants Using Fly Ash (FA)-Based Adsorbent Setya Wardhana, Budi; Hanum, Farrah Fadhillah; Mufrodi, Zahrul; Jamilatun, Siti
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Vol. 14 No. 4 (2024): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v14i4.749

Abstract

The intensive use of fossil fuels has led to a significant increase in air pollution, which negatively affects human health and the environment. Fly ash (FA), a byproduct of coal combustion, has great potential as an adsorbent for hazardous gas pollutants due to its physical and chemical properties. This research aims to evaluate the effectiveness of fly ash as an adsorbent in reducing gas pollutants such as CO2, SO2, and NO2, as well as to examine the influence of temperature and material characteristics on adsorption capacity. The results indicate that the maximum adsorption capacity for each gas pollutant is achieved at different temperatures, fly ash demonstrating the highest performance at 150 °C for CO2 adsorption, achieving an efficiency of 94.7%. For SO2 and NO2, the optimum temperatures are 200 °C, with efficiencies of 72.17% and 100%, respectively. This study also emphasizes the importance of selecting the appropriate characteristics of the adsorbent material to enhance adsorption efficiency. This finding has the potential to support the development of more efficient and sustainable air pollution reduction technologies in the future, by utilizing industrial waste such as fly ash as an innovative solution.
Effectiveness of Ammonium Polymer in Improving Floating Treatment Wetland to Reduce Cod From Palm Oil Mill Effluent Hakim, Lukman; Rahayu, Aster; Jamilatun, Siti
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Vol. 15 No. 1 (2025): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v15i1.768

Abstract

Palm oil mill effluent (POME) is a liquid waste from the palm oil industry. This waste contains high levels of organic pollutants and can contribute to environmental pollution. Current technologies effectively degrade these pollutants but are often not environmentally friendly and expensive. Phytoremediation combined with an adsorption system using ammonium polymers is expected to address these challenges. Vetiver grass (Chrysopogon zizanioides) and ammonium polymers have been separately tested and proven capable of degrading pollutants in wastewater. The study began by modifying the planting medium for vetiver grass with gravel:polymer:soil ratio of 3:5:2. The modified net pot was then placed in a floating treatment wetland reactor for POME treatment over a remediation period of 7 days. For comparison, a control experiment was conducted using plants without polymers in the planting medium. The results showed a COD degradation of approximately 75% in POME after treatment. The reduction in COD continued to improve with increasing remediation time, reaching its peak on the seventh day. The modified planting medium also influenced plant growth, as the polymer adsorbed some phosphate and nitrate.
Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penjernihan Asap Cair Siti Jamilatun; Martomo Setyawan
Spektrum Industri Vol. 12 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v12i1.1651

Abstract

Arang aktif merupakan senyawa karbon amorph, yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan.. Arang aktif akan dibuat dari arang hasil pirolisis tempurung kelapa.dan diimplementasikan untuk menjernihkan asap cairnya. Adapun langkah yang pertama membuat arang aktif dari tempurung kelapa adalah, membuat arang tempurung kelapa dengan membersihkan tempurung kelapa terlebih dahulu dari bahan-bahan pengotor seperti tanah, kerikil. Kemudian mengeringkannya dibawah sinar matahari, selanjutnya membakar tempurung kering pada drum/bak pembakaran dengan suhu 300-500 0C selama 3-5 jam. Langkah yang kedua adalah arang hasil pembakaran direndam dengan bahan kimia CaCl2 dan ZnCl2 (kadar 25 %) selama 12 sampai 24 jam untuk menjadi arang aktif. Selanjutnya melakukan pencucian dengan air suling/air bersih hingga kotoran atau bahan ikutan dapat dipisahkan. Arang aktif basah dihamparkan pada rak dengan suhu kamar untuk ditiriskan, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 110 – 8000C selama 3 jam. Suhu aktivasi mempengaruhi kualitas karbon aktif yang terbentuk. Dari uji kualitas karbon aktif yang dilakukan, kualitas karbon aktif yang terbaik diperoleh pada suhu 800oC dengan kadar air 1,3 %, kadar abu 0,60 % memenuhi standar SII 0258-79 dan memiliki daya serap terhadap kadar iod sebesar 580,0 mg/g yang memenuhi standar SNI 06-3730. Penjernihan air limbah rumah tangga, air berwarna menggunakan karbon aktif dari suhu aktivasi 800oC menghasilkan air yang jernih, tidak berbau dan memenuhi pH standar air (7,0-7,5). Key words : Asap cair, tempurung kelapa, pirolisis, arang aktif
Effect of NaOH Concentration on Surface Width and Pore Volume of Silica Gel From Beef Shrain as Adsorbent Nurmutaaqimah; Siti Jamilatun; Aster Rahayu
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Vol. 15 No. 2 (2025): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v15i2.814

Abstract

Rice husk is a natural source of silica that has the potential to be utilized in various applications, especially in industrial wastewater treatment. This study aims to determine the effect of NaOH concentration on the surface area and pore volume of silica gel from rice husk as an adsorbent. The method used is sol-gel with variations in NaOH concentration, namely 1, 2, and 3 M. The process of making silica gel consists of four steps. The silica gel manufacturing process consists of four steps: (1) combustion of rice husk using a furnace, (2) preparation of sodium silicate solution, (3) formation of silica gel through the addition of HCl, and (4) sample testing. Based on XRF analysis, rice husk ash is rich in silica (SiO₂) with a concentration of up to 32.189%, while water content testing shows that the 2 M NaOH concentration provides the largest decrease in water content (96%), higher than the concentrations of 1 M and 3 M, which reach 95%, in line with the results of BET analysis showing optimum conditions at a concentration of 2 M producing the highest surface area (138.720 m²/g) and the largest pore volume (0.673 cm³/g). The 1 M NaOH concentration produced a smaller surface area of 73.869 m²/g with a pore volume of 0.501 cm³/g. Meanwhile, the 3 M NaOH concentration decreased the surface area to 111.626 m²/g with a pore volume of (0.640 cm³/g). Overall, the 2 M NaOH concentration proved to be the most effective in increasing surface area and pore volume. Thus, the resulting silica gel is very suitable for adsorption applications, especially in the treatment of industrial wastewater.
Evaluation of Conventional Methods in Reducing Heavy Metal Concentrations in Industrial Waste Nurmustaqimah; Zahrul Mufrodi; Siti Jamilatun
Indonesian Journal of Chemical Engineering Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijce.v3i1.1413

Abstract

The rapid growth of the chemical industry has increased liquid waste containing heavy metals (Cadmium, Zinc, Lead), which threaten ecosystems and human health due to persistence and biomagnification. The handling of these effluents requires specific methods according to the characteristics of the effluents. Electrochemical processes stand out in heavy metal removal efficiency, while adsorption using natural materials (fruit peels, sawdust) offers lowcost effectiveness. Ion flotation utilizes surfactants, although its efficiency depends on operational conditions. Chemical precipitation with lime is a cheap solution to reduce metal solubility, while phytoremediation relies on plants as an environmentally friendly alternative. The selection of methods is based on the type of metal, waste concentration, and economic-environmental factors. The implementation of this appropriate technology is expected to minimize the risk of heavy metal pollution in a sustainable manner.
Energy efficient direct transesterification of Nannochloropsis sp. using hydrodynamic cavitation Nirmalasari, Jiran; Setyawan, Martomo; Jamilatun, Siti; Pitoyo, Joko; Hakika, Dhias Cahya
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 14, No 2: June 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v14.i2.pp394-405

Abstract

The increasingly limited supply of fossil fuels requires renewable fuel as an alternative source. Nannochloropsis sp. is a microalgae species containing a lipid content of between 12 and 53%, which can be converted to biofuel as an alternative source of fossil fuels through a transesterification process. Up to this date, the literature has reported no studies on biodiesel production from Nannochloropsis sp. via direct transesterification with catalyst using hydrodynamic cavitation. The direct transesterification process introduced 7.5 g of microalgae, 40 ml of methanol, 90 ml of hexane, and 0.0225 g of sodium hydroxide into the sample chamber. These mixtures were passed within the cavitation using a pressure driver and transformed into fatty acid methyl ester (FAME). The catalytic hydrodynamic cavitation method produces a higher extract yield than the stirring one. Regarding the FAME composition, the catalytic hydrodynamic cavitation method is dominated by saturated fatty acid (palmitic), while the stirring catalytic method is dominated by monounsaturated fatty acid (oleic). The hydrodynamic cavitation method provides a lower average degree of unsaturation and shorter chain length than the stirring catalytic method.
Pengaruh Berbagai Metode Ekstraksi dan Jenis Pelarutnya pada Kandungan Fitokimia dalam Minyak Jagung : Literature Review Sofiana, Nurani; Permadi, Adi; Jamilatun, Siti; Mufrodi, Zahrul
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 5 No. 2 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu minyak nabati yang paling terkenal di Indonesia dan banyak negara lainnya adalah minyak jagung. Minyak jagung telah lama dianggap sebagai pilihan utama di antara minyak nabati karena rasanya yang netral, stabilitasnya yang baik, dan manfaat kesehatannya. Dalam hal produksi tahunan, minyak jagung berada di urutan kesepuluh di antara semua minyak nabati dan menyumbang sekitar 2% dari total minyak nabati yang diproduksi di seluruh dunia. Minyak jagung didapatkan melalui proses ekstraksi bubuk biji jagung menggunakan teknik refluks dan sokhletasi dengan berbagai pelarut, termasuk n-heksana, etanol, dan etil asetat, untuk menghasilkan minyak jagung. Selanjutnya, dilakukan analisis kandungan fenolik dan karotenoid dalam minyak jagung. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstraksi dengan metode sokhletasi menggunakan pelarut etil asetat menghasilkan kandungan fenolik dan karotenoid tertinggi, yaitu mg/kg dan  mg/g. Sementara itu, metode sokhletasi dengan pelarut N-heksana menghasilkan kandungan fenolik terendah dan metode maserasi dengan pelarut etanol menghasilkan kadar karotenoid terendah. Sehingga, metode sokhletasi dapat digunakan dalam industri produksi minyak jagung untuk menghasilkan minyak jagung dengan kadar fitokimia lebih tinggi.
Peran Manajemen Energi terhadap Efisiensi Konsumsi Listrik Rumah Tangga di Indonesia Jamilatun, Siti; Rhomadoni, Firda Rizki; Astuti, Erna; Wardhana, Budi Setya; Idris, M; Auliasari, Putry Ayu
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Indonesia dari 255,88 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 281,6 juta jiwa pada tahun 2024 telah mendorong pertumbuhan konsumsi listrik rumah tangga secara signifikan. Sektor ini menyumbang sekitar 42% dari total konsumsi listrik nasional, menjadikannya sasaran strategis dalam upaya efisiensi energi. Namun, pertumbuhan konsumsi tersebut belum sepenuhnya diiringi oleh praktik penggunaan energi yang efisien, sehingga berpotensi menimbulkan krisis energi dan tekanan terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen energi dalam meningkatkan efisiensi konsumsi listrik di sektor rumah tangga melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan penelusuran berbagai sumber ilmiah, data statistik nasional, serta laporan kebijakan energi. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi listrik per kapita Indonesia meningkat dari 0,84 MWh pada tahun 2013 menjadi 1,20 MWh pada tahun 2023, namun masih tertinggal dibandingkan negara-negara anggota G20, seperti Korea Selatan (11 MWh) dan Jepang (8,2 MWh). Penerapan manajemen energi melalui edukasi literasi energi, pemanfaatan peralatan hemat energi, penerapan teknologi rumah pintar, sistem tarif berbasis waktu, serta integrasi energi terbarukan seperti panel surya atap terbukti mampu menekan pemborosan energi secara signifikan. Meski demikian, implementasi strategi ini masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan kendala finansial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan ekosistem energi rumah tangga yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional.
Co-Authors Adhi Chandra Purnama Agus Aktawan, Agus Alfi Zaini Amrillah, Nafira Alfian Ma’arif Amelia, Shinta Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggun Puspitasari Anisa Salsabila Antik Suprihanti Arief Budiman Arief Budiman Arief Budiman Arifah, Zulia Aster Rahayu Aster, Rahayu Auliasari, Putry Ayu Avido Yuliestyan Budhijanto Budhijanto Budhijanto Budhijanto, Budhijanto Budhijanto, B. Budi Setya Wardhana Cahya Hakika, Dhias Defiani Putri Denanti Dhias Cahya Hakika Dhias Cahya Hakika Dhias Cahya Hakika Dita Permata Putri Dwi Astri Ayu Purnama Dwi Astri Ayu Purnama Dwita Sarah Efi Nopianti Eka Noviana Elies Permatasari Eling Widya Suminar Eliyantini Erna Astuti Eva Nurdiana Putri Febriani, Annisa Vada Firanita Anggraini Firda Rizki Rhomadoni, Firda Gonibala, Fajriansya H Hadiyanto Hadi Nasbey Hanum, Farrah Fadhillah Hanum, Farrah Hanum Hapsauqi, Iqbal Heidy Oktavia Nisa Ikko Nirwana Luthfiani Ilham Mufandi Ilham Mufandi Ilham Mufandi Ilham Mufandi Imelda Eka Nurshinta Imelda Ika Nurshinta Intan Dwi Isparulita Irfan Maulana Putra Irwan Mulyadi Isparulita, Intan Dwi Joko Pitoyo Joko Pitoyo Joko Pitoyo Joni Aldilla Fajri Karmila Astuti Lee Wah Lim Lia Aslihati Lisna Zahrotun Lukhi Mulia Shitophyta Lukhi Mulia Sithopyta Lukman Hakim Lutfiatul Janah M. Idris Martomo Setyawan Maryudi Maryudi Maya Fadilah Muhammad Nufail Syafii Muhtadin, Akhmad Sabilal Muthadin , Akhmad Sabilal Mutia Endar Nurhidayah Nabila Fauzi Nafira Alfi Zaini Amrillah Nihanzah, Ardian Surya Putra Nirmalasari, Jiran Nur Aini Aini Nur Kholis Nuraini Nuraini Nurmustaqimah Nurmustaqimah, Nurmustaqimah Nurmustaqimaha, Nurmustaqimaha Nurmutaaqimah Nurwijayanti Othman, Mohamad Rizza Permadi, Adi Puspitaningrum, Dwi Aulia Putri, Firanita Angraini Putry Ayu Auliyasari Rahayu Aster Rahayu, Aster Ratih Mahardhika Remmo Sri Ardiansyah Resyaldi Pratama Rhomadoni, Firda Rizki Ria Rosania Rifka Alfiyani Ririn Martina Riska Setyarini Riska Utami Melani Putri Riska Utami Melani Putri Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi Rochmadi, R. Rosdamayanti Salsabila, Anisa Setiawan, Muhammad Haryo Setya Wardhana, Budi Setyarini , Riska Shafa Zahira Shinta Amelia Shinta Amelia Shitopyta, Lukhi Mulia Siti Hartini Siti Nurhalizatul Aini Siti Salamah Siti Salamah Soedjatmiko Sofiana, Nurani Sri Ardiansyah, Remmo Sriyana, Ida Suhendra Suhendra Suhendra Suhendra Suhendra Taufiqurahman , Muhamad Akmal Totok Eka Suharto Tyas Aji Kurniawan Utaminingsih Linarti, Utaminingsih Veranica Veranica Veranica Veranica, Veranica W, Mila Utami Wardhana, Budi Setya Yeni Elisthatiana Yesi Yuniasari Yona Desni Sagita Zahira, Shafa Zahrul Mufrodi Zahrul Mufrodi, Zahrul Zulia Arifah Zulia Arifah