Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Sustaining Celuk Silver Craft Through Brand Image : Enhancing Competitiveness Based On Creative Tourism Wisudawati, Ni Nyoman Sri; Sari, Putu Ratna Juwita; Gayatri , Ni Nyoman Putri; Bria, Anastasya Endria
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 16 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v16i1.331

Abstract

Celuk silver crafts face competitive challenges in the creative tourism era, thus demanding increased innovation, strengthening digital branding, and developing creative tourism experiences. This study aims to analyze the influence of Product Innovation, Digital Branding, and Creative Tourism on Brand Image and Competitiveness using a quantitative approach based on SmartPLS 4.0. A total of 200 tourist respondents were involved in the measurement’s instruments demonstrated acceptable levels of validity and reliability. The inner model shows moderate to strong R-square values for brand image and competitiveness, while the outer model output indicates that all indicators are valid and reliable. The main results indicate that product innovation, digital branding, and creative tourism enhance brand image and competitiveness, with brand image serving as an important mediator. The findings, interpreted through the Resource-Based View (RBV) confirm that innovation, creative experiences, and digital branding capabilities are sources of sustainable competitiveness advantage for Celuk silver crafts.
Pengaruh Virtual Tour dan Interaktivitas Media Digital terhadap Minat Wisatawan Dengan Brand Image (Studi pada Destinasi Badung Selatan) Ida Bagus Gede Yoga Agastya; Ni Nyoman Sri Wisudawati
MANABIS: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/manabis.v4i4.6165

Abstract

This study examines the effect of Virtual Tour and Digital Media Interactivity on Tourist Visit Intention with Brand Image as a mediating variable in the South Badung destination area. The rapid development of digital technology has transformed tourism marketing, enabling destinations to provide immersive pre-visit experiences through virtual tours and interactive media. Using a quantitative approach, data were collected from 170 respondents who had used or accessed virtual tours and digital media related to South Badung. The analysis employed the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique to evaluate both direct and indirect relationships. The findings reveal that virtual tours and digital media interactivity significantly and positively influence brand image, which in turn enhances tourist visit intention. Moreover, brand image partially mediates the effect of virtual tours and digital interactivity on visit intention. These results highlight the strategic importance of high-quality digital experiences in strengthening destination brand image and stimulating actual visits. The study contributes theoretically to digital marketing and tourism literature and provides practical implications for destination managers and local governments in designing effective technology-based promotional strategies.
NARASI KRISIS ENERGI DALAM FRAMING VIDEO TIKTOK: Studi Kasus Pemberitaan Pertamax Oplosan Al Zalfa Cinta Ratu Aurellia; Ni Nyoman Sri Wisudawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana isu Pertamax oplosan dibingkai dalam konten TikTok pada periode Februari–Maret 2025. Sebagai platform berbasis video pendek, TikTok memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik melalui penyebaran konten yang cepat dan visual yang persuasif. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan observasi konten, wawancara informan, serta studi dokumentasi. Analisis framing Robert Entman digunakan untuk mengidentifikasi empat elemen utama, yaitu pendefinisian masalah, penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok membingkai isu ini sebagai masalah serius terkait kualitas dan keamanan BBM. Publik menilai bahwa penyebab munculnya dugaan oplosan berkaitan dengan kelalaian SPBU serta kurangnya pengawasan pemerintah dan Pertamina. Narasi TikTok juga memperlihatkan penilaian moral berupa kecaman terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab. Sementara itu, rekomendasi solusi yang muncul mencakup peningkatan transparansi, pengawasan distribusi BBM, serta edukasi literasi digital. Penelitian ini menegaskan peran TikTok sebagai ruang pembentukan persepsi publik dalam isu strategis
PERAN HUMAS DALAM PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK MELALUI APLIKASI SMILE PUSKESAD Ni Putu Arianti; Ni Putu Yunita Anggreswari; Ni Nyoman Sri Wisudawati; Ni Putu Intan Permatasari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of public relations in managing public information through the SMILE Puskesad application at Tk. II Udayana Hospital as part of efforts to enhance transparency and improve the quality of health services. Employing a qualitative method with a case study approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, documentation, and a review of relevant literature. The findings indicate that information management is carried out through monitoring patient satisfaction survey data, verifying and classifying reports, formulating information messages, and coordinating follow-up actions with related service units. Public relations also play a role in educating the public on the use of the application, although several challenges persist, including low levels of digital literacy among patients, limited internal socialization, and suboptimal digital communication strategies. Tk. II Udayana Hospital addresses these obstacles by strengthening coordination, utilizing digital media, and reinforcing the role of public relations as an information bridge between the hospital and the community. More specifically, the study demonstrates that optimizing the role of public relations directly contributes to the effectiveness of public information delivery through the SMILE Puskesad application, resulting in information that is more accurate, accessible, and capable of increasing public participation in patient satisfaction surveys
Membuka Potensi: Evaluasi Komprehensif Augmented Reality dan Virtual Try-On Dalam Membentuk Persepsi Konsumen Sari, Desak Made Febri Purnama; Wibisono, Stefanus Rendhy; Sari, Putu Ratna Juwita; Wisudawati, Ni Nyoman Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Try-On (VTO) dalam membentuk persepsi konsumen pada industri kosmetik di Bali. Latar belakang penelitian adalah pesatnya transformasi digital industri kosmetik global, di mana merek-merek besar seperti L'Oréal dan Maybelline telah sukses mengimplementasikan AR/VTO untuk meningkatkan pengalaman berbelanja. Di Bali, meskipun tingkat literasi digital masyarakat tinggi (87,15%), terdapat kesenjangan signifikan antara kesiapan konsumen dengan kemampuan adopsi teknologi imersif oleh UMKM kosmetik lokal yang masih bergantung pada pemasaran konvensional. Mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali makna dan pengalaman subjektif secara mendalam. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan delapan informan yang terdiri dari konsumen (pengguna dan non-pengguna AR/VTO), produsen (pengguna dan non-pengguna teknologi), beauty influencer, serta seorang pengamat ekonomi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AR/VTO berperan krusial dalam meningkatkan kepercayaan konsumen (brand trust), mengurangi ketidakpastian produk, dan menciptakan pengalaman belanja yang personal, interaktif, dan menyenangkan (hedonic motivation). Namun, UMKM lokal dihadapkan pada tantangan berupa keterbatasan modal, literasi digital, dan akses terhadap teknologi. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi pelaku UMKM untuk mempertimbangkan adopsi AR/VTO guna meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi teoretis pada kajian pemasaran digital dan perilaku konsumen.
Strategi Influencer Marketing dan Dampaknya Terhadap Minat Beli Melalui Analisis Mediasi Brand Image dan First Impression Kerajinan Perak Celuk Kadek Swastuti Lestari; Ni Nyoman Sri Wisudawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3596

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi pemasaran digital dalam meningkatkan daya tarik produk kerajinan tradisional agar dapat bersaing di pasar modern. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh strategi influencer marketing terhadap minat beli konsumen kerajinan perak Celuk dengan mempertimbangkan peran mediasi brand image dan first impression. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 150 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling, kemudian data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli baik secara langsung maupun tidak langsung melalui brand image dan first impression. Brand image terbukti memperkuat hubungan antara influencer marketing dan minat beli dengan memberikan persepsi kualitas, eksklusivitas, dan nilai budaya pada kerajinan perak Celuk. Sementara itu, first impression menjadi faktor kunci yang membangun pengalaman awal konsumen dalam menilai produk, sehingga mampu mendorong keinginan membeli. Kesimpulannya, efektivitas strategi influencer marketing tidak hanya terletak pada promosi langsung, tetapi juga pada kemampuan menciptakan citra merek yang positif dan kesan pertama yang menarik. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengrajin maupun pemasar agar lebih optimal dalam mengelola promosi digital dengan memanfaatkan kekuatan influencer sekaligus memperkuat positioning produk.
Menguatkan Daya Tarik Produk Melalui Brand Awarness Dalam Meningkatkan Efektifitas Pemasaran Kerajinan Di Desa Celuk Putu Swasti Adnyani; Ni Nyoman Sri Wisudawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4190

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis strategi penguatan daya tarik produk melalui kesadaran merek untuk meningkatkan efektivitas pemasaran Di Desa Celuk , sebuah bisnis kerajinan perak lokal yang menyasar pasar domestik dan internasional. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat di industri kerajinan perak, kesadaran merek memainkan peran krusial dalam membangun persepsi positif konsumen, meningkatkan pengenalan produk, dan memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik bisnis, karyawan, dan konsumen. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran merek memperkuat daya tarik produk melalui tiga aspek utama: diferensiasi desain, kualitas produksi yang konsisten, dan pemanfaatan strategi komunikasi pemasaran digital. Keberhasilan upaya ini tercermin dalam keterlibatan konsumen yang lebih tinggi, loyalitas merek yang lebih kuat, dan aktivitas promosi yang lebih efektif dalam memperluas jangkauan pasar. Hasil ini menekankan bahwa kesadaran merek bukan hanya alat untuk pengenalan produk tetapi juga instrumen strategis untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing berkelanjutan. Implikasi praktis dari studi ini menyoroti pentingnya bagi Di Desa Celuk untuk terus mengoptimalkan branding melalui inovasi desain, integrasi narasi budaya lokal, dan penggunaan media sosial secara aktif sebagai platform untuk edukasi dan promosi. Oleh karena itu, penguatan kesadaran merek dapat meningkatkan daya tarik produk dan berkontribusi signifikan terhadap efektivitas pemasaran jangka panjang.
Membangun Minat Beli Melalui Brand Image, E-Wom, Dan Celebrity Endorser Noera Drink D.A Kartika Dutta Onassis; Ni Nyoman Sri Wisudawati
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan Celebrity Endorser terhadap Purchase Intention dengan Brand Image sebagai variabel mediasi pada produk Noera Collagen Drink. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner daring kepada 160 responden di Provinsi Bali. Analisis data dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-WOM dan Celebrity Endorser berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image dan Purchase Intention. Selain itu, Brand Image terbukti memediasi sebagian hubungan antara E-WOM dan Celebrity Endorser terhadap Purchase Intention. Temuan ini mendukung teori Stimulus-Organism-Response (SOR), di mana Brand Image berperan sebagai organisme yang memproses stimulus eksternal sebelum menghasilkan respons berupa niat beli. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi komunikasi digital yang kredibel serta pemilihan figur publik yang sesuai dengan citra merek untuk meningkatkan minat beli konsumen, khususnya di industri minuman fungsional berbasis kecantikan seperti Noera Collagen Drink.
Rekonstruksi Keseimbangan Hidup dan Kesehatan Mental Pekerja Generasi Z Menghadapi Boreout di Coffee Shop Dicko Helmi Susanto; I Putu Dharmawan Pradhana; Ni Nyoman Sri Wisudawati; I Gusti Ayu Wirati Adriati
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3622

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena boreout suatu kondisi kebosanan kronis dan kurangnya tantangan yang dialami oleh pekerja Generasi Z di industri coffee shop. Meskipun sektor ini menawarkan estetika visual yang menarik atau sering disebut sebagai aesthetic labour, realitas kerja yang repetitif dan monoton sering kali memicu understimulation yang berdampak negatif pada kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi secara mendalam bagaimana pekerja Generasi Z di sebuah coffee shop di Kuta merekonstruksi keseimbangan hidup (work-life balance) dan menjaga kesehatan mental mereka saat menghadapi boreout. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tujuh informan, termasuk barista, rekan kerja, dan psikolog praktisi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Gioia berbantuan NVivo 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boreout pada barista bukan disebabkan oleh kelelahan fisik, melainkan stagnasi intelektual dan rutinitas tanpa makna. Pekerja Generasi Z merespons kondisi ini melalui strategi job crafting yang adaptif: Problem-Focused (pengembangan skill mandiri), Emotion-Focused (aktivitas healing), serta Meaning-Focused (membangun koneksi emosional). Kesimpulan utama studi ini adalah bahwa harmoni kehidupan (work-life harmony) bagi pekerja muda tercapai dengan mengintegrasikan nilai personal ke dalam rutinitas kerja, bukan sekadar memisahkan waktu kerja dan pribadi.
Sentuhan Artistik ke Klik Digital: Storytelling Produk dan Kredibilitas Online terhadap Loyalitas Konsumen Kerajinan Perak Celuk melalui Customer Engagement Komang Santi Sapitri; Ni Nyoman Sri Wisudawati; Gusi Putu Lestara Permana; Ida Ayu Oka Martini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4730

Abstract

Kebangkitan platform digital telah mengubah cara produk budaya dipasarkan dan dikonsumsi, terutama dalam industri kreatif seperti kerajinan perak Celuk . Penceritaan dan kredibilitas daring telah muncul sebagai alat penting untuk membangun kepercayaan dan hubungan emosional dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penceritaan produk (X1) dan kredibilitas daring (X2) terhadap loyalitas konsumen (Y), dengan keterlibatan pelanggan (Z) sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan data survei yang dikumpulkan dari konsumen kerajinan perak Celuk . Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penceritaan produk dan kredibilitas daring secara signifikan memengaruhi keterlibatan pelanggan, yang pada gilirannya memainkan peran penting dalam meningkatkan loyalitas konsumen. Lebih lanjut, keterlibatan pelanggan ditemukan memediasi sebagian hubungan antara penceritaan, kredibilitas daring, dan loyalitas konsumen. Kesimpulannya, penceritaan digital yang efektif dan mempertahankan kredibilitas daring merupakan strategi penting untuk mendorong keterlibatan dan loyalitas konsumen yang lebih dalam dalam industri kerajinan tradisional. Temuan ini memberikan wawasan bagi para pengrajin dan pemasar untuk memperkuat keunggulan kompetitif melalui interaksi digital.