Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Rumoh: Journal of Architecture

RENTAL OFFICE DI BANDA ACEH: (Tema: Arsitektur Neo vernakular) Uci Faradilla; Qurratul Aini
Rumoh Journal of Architecture Vol. 10 No. 2 (2020): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/qfk65704

Abstract

Rental Office di Banda Aceh di khususkan untuk perusahaan dalam bidang jasa konstruksi dan jasa notaris. Di Banda Aceh, bidang jasa konstruksi dan jasa notaris banyak menjadikan pertokoan dan rumah tinggal sebagai tempat usaha, sehingga menyebabkan bangunan di Banda Aceh beralih fungsi. Perencanaan Rental Office di Banda Aceh berlokasi di jalan T. Hasan Dek, Simpang Surabaya, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Maksud dari perencanaan ini adalah agar tidak terjadinya perubahan fungsi bangunan secara berkelanjutan di masa yang akan datang, serta tersedianya kebutuhan ruang usaha yang mampu menampung kegiatan perkantoran sesuai dengan standarisasi. Pendekatan tema pada rancangan menggunakan Arsiektur Neo-Vernacular, dengan alasan ingin menampilkan identitas lokal daerah Aceh, yang dikombinasikan dan disesuaikan dengan perkembangan pembangunan pada masa sekarang. Klasifikasi desain yang diterapkan menggunakan, modul ruang sewa yaitu Small Space, Medium dep Space dan Large Space. Berdasarkan peruntukannya, klasifikasi kantor berfungsi majemuk dan berdasarkan tipikal pencapaian menerapkan klasifikasi tipe koridor terbuka. Analisis yang dipakai dalam bangunan ini yaitu analisis fungsional, analisis tapak dan analisis bangunan. Rental Office di Banda Aceh berorientasi ke arah timur dan barat, sebagai adopsi orientasi rumah tradisional Aceh. Menerapkan bentuk panggung sebagai pilotis dan menerapkan folosofi kebiasaan sosial masyarakat Aceh pada konsep ruang. Luas Lahan 3.0291 m2. Massa bangunan merupakan masa tunggal, dengan Koefesien Dasar Bangunan 7.134 m2, dan luas keseluruhan bangunan 34.614 m2. Rental Office di Banda Aceh menampung 54 perusahaan jasa konstruksi dan jasa notaris serta memiliki fasilitas penunjang yaitu ruang seminar, coffe shop, restoran, ruang laktasi, fitness center, bank unit dan mini market.
ISLAMIC CENTER DI KABUPATEN NAGAN RAYA: (Tema: Green Architecture) Heri Safriadi; Qurratul Aini
Rumoh Journal of Architecture Vol. 10 No. 1 (2020): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/6fdr3w89

Abstract

Kecamatan Suka Makmue merupakan salah satu Kecamatan yang sedang mengalami pemekaran dari 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Nagan Raya.Oleh karena itu sangat cocok untuk pembangunan sebuah sarana dan prasarana Islamic Center yang diharapkan bisa menampung segala jenis kegiatan yang bergerak dibidang Informatika Islam sperti; Masjid, Museum peninggalan bersejarah Islam, Perpustakaan Islam serta kegiatan pendidikan yang bersifat formal seperti; Sekolah Informatika Islam tingkat SMP dan Sekolah Informatika Islam tingkat SMA, dan pendidikan yang bersifat informal seperti; Perlombaan TPQ, MTQ serta tempat perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Konsep rancangan Islamic Center di Kabupaten Nagan Raya menerapkan konsep holism yaitu penerapan keseluruhan prinsip-prinsip green architecture yang ramah lingkungan dan sedikit menkonsumsi sumber daya alam, termasuk energi, air, dan material, serta sedikit menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sehingga mampu memberikan citra bagi masyarakat Kabupaten Nagan Raya serta karakter tersendiri bagi bangunan Islamic Center Kabupaten Nagan Raya itu sendiri. Rancangan Islamic Center di Kabupaten Nagan Raya diawali dengan pendekatan studi literatur dari studi objek sejenis, studi lapangan (survey) dan penekanan tema pada bangunan sehingga dapat menghasilkan satu desain rancangan yang sesuai dengan kondisi tapak, lingkungan dan potensi tapak serta jumlah pemakai bangunan itu sendiri. Rancangan Islamic Center di Kabupaten Nagan Raya memiliki luasan lahan 3 Ha (Hektar) dan jumlah pemakai bangunan Islamic Center 5% dari jumlah keseluruhan penduduk Kabupaten Nagan Raya yaitu 8.356 jiwa.
REDESAIN PASAR INDUK LAMBARO DI ACEH BESAR: (Tema: Arsitektur Neo Vernakular) Dhany Safandi; Qurratul Aini
Rumoh Journal of Architecture Vol. 10 No. 1 (2020): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/ewv59r69

Abstract

Redesain Pasar Induk Lambaro di Aceh Besar dilatar belakangi oleh kondisi pasar yang kumuh dan tidak teratur, terbatasnya ruang untuk berjualan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam proses jual beli. Maksud dari perencanaan ini adalah menciptakan sebuah pasar yang bersih, nyaman dan aman bagi pejual dan pembeli dengan tujuan menghilangkan kesan pasar tradisional yang kumuh lewat penataan pembangunan yang lebih baik. Rumusan masalah merencanakan kembali Pasar Induk Lambaro yang sesuai dengan standar dan menerapkan tema Arsitektur Neo Vernakular. Pasar Induk Lambaro terletak di Desa Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Tema Arsitektur Neo Vernakular dipilih berkeinginan untuk menciptakan bangunan yang berangkat dari adat istiadat dan budaya setempat, guna mempertahankan kebiasaan/tradisi masyarakat Aceh yang secara turun temurun dan penguatan identitas lokal. Klasifikasi perancangan tergolong kedalam jenis Pasar Induk dengan lingkup pelayanan Pasar Regional, dan kepemilikan pasar adalah Pemerintah. Analisis – analisis yang dilakukan ialah seperti analisis lingkungan, analisis fungsional dan analisis bangunan. Penerapan rancangan di angkat dari unsur budaya dengan mempertahankan gaya Arsitektural Rumoh Aceh serta mengatur pola ruang bangunan yang sesuai, guna menghindari kebiasaan masyarakat Aceh dari segi ketidak teraturannya. Pasar Induk Lambaro memiliki luas lahan ±37.353 m² (3.7 Ha). Massa bangunan merupakan massa tunggal yang teridiri dari 2 lantai, dengan luas lantai dasar 13.086 m² dan luas lantai keseluruhan 25.124 m². Fasilitas yang akan direncanakan pada Pasar Induk Lambaro yaitu Kegiatan Utama (Pasar Basah dan Kering), Kegiatan Penunjang (Kafetaria, Ruang Laktasi, Musholla, Atm Center, dan Klinik), Kegiatan Pengelola (Kantor Pengelola) dan Kegiatan Servis (Pos Keamanan, Cleaning Servis, Gudang Barang, dan Cassier Of Parking).
IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP NEW NORMAL PADA KAFE DI ACEH: Identification of Application of the New Normal Concept at Cafes in Aceh Qurratul Aini; Henny Marlina; Febria Ningsih; Irval Huzairi
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.193

Abstract

Jumlah kafe di Aceh semakin hari semakin bertambah, sehingga menambah wadah berkumpul bagi masyarakat dalam bersosialisasi secara langsung. Saat kondisi pandemic Covid-19, kafe menjadi salah satu area publik yang dihimbau untuk mengatur pembatasan sosial. Berbagai kebijakan untuk menekan penularan virus dilakukan, yaitu; pembatasan waktu, pembatasan jarak dan pembatasan kuantitas pengunjung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan konsep new normal pada beberapa kafe di Aceh. Jumlah sampel adalah 21 kafe, yang berada di beberapa wilayah Aceh. Hasil yang diperoleh bahwa sebagian besar kafe yang berada di Aceh belum menerapkan konsep new normal secara signifikan, di mana 43% dari 21 kafe belum menerapkan konsep new normal. Penerapan konsep new normal yang paling banyak diterapkan adalah dengan memberi jarak lebih jauh antar set furniture yaitu mencapai 57%. Konsep lain yang juga diterapkan adalah mewajibkan memakai masker, sistem layanan take away dan mempertimbangkan penghawaan dan pencahayaan yang baik.
IDENTIFIKASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADA PASAR IKAN DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH: Identification of Fish Market Waste Management System in Baiturrahman, Banda Aceh Henny Marlina; Qurratul Aini; Hazanul Fuady; Riskan Fauzy; Hijrah
Rumoh Journal of Architecture Vol. 11 No. 2 (2021): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v11i2.171

Abstract

Dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat dan kampung, diperlukan sarana perekonomian melalui pasar kampong sebagai pusat interaksi sosial masyarakat perkampungan. bentuk interaksi sosial di Kecamatan Baiturahman juga hadir pasar kampong, baik yang yang direncanakan secara permanen maupun pasar dadakan. Kecamatan Baiturahman memiliki beberapa pasar yang bersifat permanen yaitu; pasar pagi Setui, Pasar Mini Kampong Baro dan pasar pagi Peniti. Ketiga pasar inilah yang menjadi objek pengamatan. Objek pengamatan difokuskan pada pasar ikan dengan mengamati sistem pengolahan air limbah pada ketiga pasar ikan tersebut. Metode yang dilakukan melalui pengamatan dan wawancara terhadap pelaku pasar baik pengelola, pedagang dan pembeli. Berdasarkan Identifikasi Sistem Pengolahan Limbah pada ketiga Pasar Ikan di Kecamatan Baiturrahman ini, dapat disimpulkan bahwa: Terdapat dua jenis limbah di pasar ikan, yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa bagian ikan yang tidak dipakai seperti: tulang, kepala, ingsang, kulit, usus, perut dan sisik. Limbah cair berupa darah ikan serta air dari hasil penyiraman dan pembersihan ikan. Sistem pengolahan limbah pada masing-masing pasar berbeda-beda. Sistem pengolahan limbah pada Pasar setui dilakukan dengan memisahkan limbah padat dan limbah cair. Limbah padat diolah menjadi kompos dan limbah cair dialirkan melalui bak kontrol ke bak penguraian kemudian ke bak pengolah dan terakhir dibuang ke drainase. Pada Pasar Gemilang Kampung Baru dan Pasar Pagi Peniti, pengaliran limbah cair langsung dialirkan ke saluran yang ada di lingkungan tanpa pengontrolan jenis limbah, sedangkan limbah padat langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah. Proses pembuangan limbah cair pada pasar pagi peniti dilakukan melalui proses penyaringan namun tidak melalui proses pengolahan dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kondisi ketiga pasar tersebut sudah tersedia drainase khusus untuk mengalirkan limbah cair ke luar bangunan pasar. Namun proses pengolahan limbah baik padat maupun cair hanya dilakukan oleh Pasar Pagi Setui.
Co-Authors . MUARDI A. Hamdani Abdul Gazir Syarifudin Abdul Hadi ABDURRAHMAN WAHID Adinda Nindia Candra Putri Amirullah Amelia Afitri Ananda Yulia Mayasari Azis Asnaini Asnaini Ayes Malona Siboro Azfa Aenurrohman Baiq Devi Rachmawati cahya Deny Putra Malik Dhany Safandi Dian Herdiana Dina Eka Putri Dwi Noorma Putri Era Pazira Evi Yuniartika Asmarani Faiz Muazirul Haq Febria Ningsih Fitriatul Hanisa Futri Ramadhani Gusman Lesmana Gusti Yogananda Karang Hafidhul Umami Hazanul Fuady Henny Marlina Heri Safriadi Hijrah I Gede Adhitya Wisnu Wardhana I Wayan Sudiarta INDRA YOVI Ira Damayanti Irval Huzairi Irwansyah Irwansyah Junaidi Junaidi Jurnal Pepadu Khanifatul Mardliyah lailia Awalushaumi Lailia Awalushaumi Lalu Hasan Ghoffari Lalu Riski Wirendra Putra Luluk Fauziyah Januarti M.Hasbi Marliadi Susanto Maryam, Ridha Dewi Masriani Masriani Maulana, Fariz Mawardi Moh Ma'ruf Moh. Syafi’i Idrus Muhamad Yahya Muhammad Azka Lababan Muhammad Farhan Muhammad Ibnu Andika Muhammad Maimunun Mubarok Muhammad Naoval Husni Muhammad Rijal Alfian Muhammad Yulis Hamidy Mustawa Mustika Hadijati MUTMAINNAH , Mutmainnah Mutmainnah Naila Dwi Salsabila Nazwa Zahara Ni Luh Putu Dewi Wikayanti Ni Wayan Switrayni Nisrina Fathin Nur Asmita Purnamasari Nur Diana Nurasiah Amini Nurhabibah Nurhabibah Nurul Fitriyani Nurul Mauidhotul Hasanah Nuzla Af'idatur Robbaniyyah Parizal Hidayatullah Qorri Asyifah Quratul A’yun Qurrotul Ainiyah Ridaaul Ummah Ridwal Trisoni Riskan Fauzy Rizal Afandi Rizki Maulana Rusindiyanto Ryan Dwipa S. Fathiyatul Jannah Sahrul Mubarok Salwa Salwa Salwa Salwa Salwa Salwa Salwa Salwa Sri Lestari Subaiah Marlina Syamsul Bahri Syofiarti Tsamratul Jannah Uci Faradilla Zaehol Fatah Zahratul Isnaini Zata Yumni Awanis Zata Yumni Awanis Zata Yumni Awaris Zulhan Widya Baskara