Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : HUMANIS

Compound Word in Harry Potter’s Novel “The Goblet of Fire” Putu Feby Chintya Dewi; I Nyoman Sedeng; Ketut Santi Indriani
Humanis Vol 24 No 4 (2020)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.638 KB) | DOI: 10.24843/JH.2020.v24.i04.p04

Abstract

This study is aimed at analyzing types and meanings of the compound words in Harry Potter’s: Goblet of Fire. The data were taken using documentation method and note-taking technique. Qualitative method was applied to analyze the data. The theory that was used in identifying the types of compound words is the theory of compound proposed by Lieber (2009). The results showed that there are three types of compound words found in the Harry Potter’s Novel, they are; attributive compound, coordinative compound, and subordinative compound. Based on the second problem, about the analysis of meaning, most of compound words has the general meaning or meaning just like in the dictionary, on the other hand a few compound words are constructed differently in Harry Potter’s novel.
Adjacency Pairs Used by the Students of Royal Bali in Mock Class Ni Putu Firdayanti Karina Surya; I Nyoman Sedeng
Humanis Vol 22 No 1 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.788 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i01.p06

Abstract

Judul dari makalah ini adalah “Adjacency Pairs Used by the Students of Royal Bali in Mock Class”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis percakapan yang digunakan oleh mahasiswa Royal Bali. Studi ini menyelidiki fungsi bahasa dan ekspresinya, dan adjacency pairs yang terjadi dalam percakapan yang digunakan oleh mahasiswa. Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif berdasarkan teori language function and expression oleh Blundell (1982) dan teori pragmatic oleh Levinson (1983) dalam hal adjacency pairs. Beberapa fungsi bahasa digunakan oleh siswa yaitu salam, menawarkan sesuatu, memberi penjelasan, meminta, memberi saran, meminta maaf dan berterima kasih. Hasil analisis juga menunjukkan perbedaan kategori organisasi dalam percakapan yang digunakan oleh mahasiswa Royal Bali dalam hal adjacency pairs. Sebagian besar adjacency pairs dibagi menjadi dua tipe, adjacency pair linier dan penyisipan. Pada tipe linier, pola tanya jawab adalah jenis adjacency pair yang kebanyakan terjadi.
Communication Relation of Propositions: A Case Study of Noun Phrase Shift in Rick’s The Serpent’s Shadow and Bayangan Sang Ular Ni Wayan Dessrimama; I Nyoman Sedeng; Putu Lirishati Soethama
Humanis Vol 21 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.162 KB) | DOI: 10.24843/JH.2017.v21.i01.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe hubungan makna yang menghubungkan dua atau lebih proposisi dengan topik tambahan pergeseran frasa nomina dalam penterjemahan. Penelitian ini fokus pada hubungan makna dan pergeseran pada frasa nomina. Data diambil dari novel berjudul The Serpent’s Shadow dan terjemahannya Bayangan Sang Ular (2010). Jenis penelitian ini adalah studi pustaka. Data dikumpul melalui teknik membaca dan mencatat. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan deskriptif. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori hubungan makna oleh Larson (1998), dan teori Pergeseran dalam penterjemahan oleh Catford (1965). Hasil menunjukkan bahwa tipe hubungan makna yang ditemukan adalah sequential, simultaneous, progressive, conjoining, alternation, orientation, logical dan clarification. Sementara untuk pergersan frasa nomina ditemukan structure shift, unit shift, intra-system shift, class shift.
The Slang Words Used In “21 Jump Street” Movie Script By Michael Bacall Ni Putu Devi Septirahyuni; I Nyoman Sedeng; Putu Lirishati Soethama
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.101 KB)

Abstract

Slang adalah bahasa Inggris non-formal yang dibuat dan digunakan oleh orang-orang dalam komunitas tertentu. Sebagian besar slang adalah hasil kreatifitas anak muda. Mereka menggunakan jenis bahasa ini dalam situasi informal atau tempat seperti rumah, sekolah, universitas, pasar, dan sebagainya. Kadang-kadang, mereka menciptakan kata baru dari bahasa mereka sendiri dan hanya dapat dipahami oleh komunitas mereka saja. Berbicara tentang film, merupakan sumber hiburan yang populer bagi pelajar, mahasiswa atau remaja. Ini adalah termasuk salah satu faktor dari penyebaran dunia slangism secara luas. Penelitian ini difokuskan pada analisis jenis slang, pembentukan kata, dan makna kata-kata slang yang digunakan dalam naskah film 21 Jump Street. Setelah menganalisa data, jenis slang yang digunakan oleh karakter dalam naskah film umumnya dalam bentuk slang primer, slang lainnya adalah slang sekunder. Selain itu, jenis pembentukan kata dalam menciptakan slang yang digunakan oleh karakter dalam naskah film ditemukan Pemotongan kata, Penggabungan, Pinjaman, Singkatan, dan Penggabungan dua kata. Dari analisis makna kata, sebagian besar digunakan untuk mengekspresikan perasaan atau emosi seseorang, terutama dalam marah atau terkejut tentang sesuatu atau seseorang. Satu kata slang bisa memiliki beberapa arti lain. Setiap makna slang dijelaskan berdasarkan konteks dalam dialog atau percakapan film. Kosakata slang sangat kaya di bidang tertentu seperti seksualitas, kekerasan, kejahatan, danobat-obatan.
Characterization Of The Main Character In The Movie “The Unborn” Based On Physiological, Sociological, And Psychological Dimensions Ni Putu Yefta Helen Jayantrina; I Nyoman Sedeng; Luh Putu Laksminy
Humanis Volume 17. No. 1. Oktober 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Karakterisasi Dari Karakter Utama Dalam Film The Unborn Berdasarkan Dimensi Fisiologis, Sosiologis, Dan Psikologis”. Penelitian ini berkaitan dengan pengertian secara menyeluruh tentang Casey Beldon sebagai karakter utama yang berhubungan dengan aspek fisiologis, aspek sosiologis, dan aspek psikologis. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengarang menyajikan karakter utama dari film The Unborn dengan dua cara penganalisaan karakterisasi seperti jenis karakterisasi dan metode karakterisasi. Selain itu, tujuan lain dari penilitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengarang menyampaikan kehidupan karakter utama berdasarkan tiga dimensi seperti dimensi fisiologis, dimensi sosiologis, dan dimensi psikologis. Kemudian, sumber data penelitian ini diambil dari sebuah film yang berjudul The Unborn (2009). Pengumpulan data dari penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Disamping itu, data yang sudah terkumpul dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian tentang karakterisasi tokoh utama dari film The Unborn ini telah dianalisa dengan teori-teori yang dikemukakan dari empat tokoh ahli sastra seperti Teori Jenis Karakterisasi oleh Warren and Wellek (1976), Teori Metode Karakterisasi oleh Kenney (1966), dan Teori Tiga Dimensi Dari Karakter oleh Egri dalam buku Sukada.(1987).
Morphosyntactic Study on English Derivational Suffixes Forming Adjectives with Reference to the Twilight Ni Kadek Yuni Antari; I Nyoman Sedeng
Humanis Vol 22 No 3 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.187 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i03.p23

Abstract

The title of this study is “Morphosyntactic Study on English Derivational Suffixes Forming Adjectives with Reference to the Twilight”. This study discusses the combination of morphology and syntax called morphosyntax. Morphology is the study about word formation; meanwhile syntax is the study about sentence structure. This study mainly aims at finding out the derivational suffixes forming adjectives and the syntactic functions of the adjective found in the novel Twilight. The data of this study were taken from a novel entitled Twilight by Stephanie Meyer. Library research method was applied in this study in collecting data. It was done by collecting the derivational suffixes forming adjectives, copying the data, and classifying the derivational adjectives found in the novel. The collected data in this study were analyzed using descriptive qualitative method. The main theory applied in this study is the theory of Morphology and Syntax proposed by Quirk, et al (1985). The result of the analysis shows that there were derivational suffixes that can change the word class from noun and verb into adjective. There are ten suffixes found, they are suffix -ful, -able, -ish, -ous, -al, -ic, -less, -y, -ive, -ly. Meanwhile, for the syntactic functions there are two types found, they are predicative and attributive.
English Passive Voice In Inferno And Its Translation In Neraka I Gusti Agung Khrisna Narayana; I Nyoman Sedeng; Frans I Made Brata
Humanis Volume 17. No. 1. Oktober 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.394 KB)

Abstract

Passive form lebih sering digunakan jika tindakan lebih penting dari identitas pelaku. Ada tiga penanda dari passive construction; be, -ed, by yang mana mereka punya arti dan sudut pandang yang lebih spesifik. Di Indonesia, proses pempasifan dapat dilakukan dengan cara (1) menambahkan kata kerja dengan awalan di-dan (2)dengan kata kerja tanpa awalan di-. Skripsi dengan judul English Passive Voice in Inferno and Its Translation in Neraka fokus dengan dua rumusan masalah, yaitu passive types are found in Inferno and types of translation shifts applied in translating sentence with passive form in Inferno into Indonesian in Neraka. Data dalam skripsi ini diambil dari novel berbahasa inggris dengan judul Inferno dengan menggarisbawahi kalimat yang diduga mengandung passive voice. Passive voice yang ditemukan di source text yang diklasifikan berdasarkan teori yang disusung oleh Eastwood (1994). Lalu disandingkan dengan terjemahannya dalam target text untuk menentukan jenis translation shift dan menggunakan teori Catford (1965) untuk menganalisis. Hasil dari analisis ini menunjukan jika affirmative passive voice form ditemukan paling banyak dalam Inferno dan passive form dengan gerund adalah yang terjarang yang ditemukan. Meskipun dalam istilah terjemahan, translation shift digunakan untuk menemukan translation equivalence. Semua jenis shift yang ditemukan dalam skripsi ini kecuali intra system shift yang mana merupakan bagian dari category shift.
Figurative Language In Song Lyric “Tears And Rain” By James Blunt Gede Angga Krisma Carya; I Nyoman Sedeng; Yana Qomariana
Humanis Vol 17 No 3 (2016)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.966 KB)

Abstract

Judul dari penelitian ini adalah “Figurative Language In Song Lyric Tears and Rain by James Blunt”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis figurative language yang terdapat pada lagu “Tears and Rain” oleh James Blunt serta mengetahui tipe-tipe atau jenis makna yang terkandung dalam lagu tersebut. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis dengan metode kualitatif dan diidentifikasi berdasarkan teori dari Knickerbocker dan Rinenger pada buku mereka yang berjudul Interpreting Literature (1963) dan Leech pada bukunya yang berjudul Semantics (1974).Hasil dari penelitian menunjukan, terdapat empat jenis figurative language pada lagu “Tears and Rain” oleh James blunt yaitu hyperbole (6 bait), metonymy (1 bait), irony (1 bait), dan simile (1 bait). Sebagian besar jenis figurative language yang digunakan pada lagu adalah jenis hyperbole. Mengenai jenis-jenis makna lagu, dapat disimpulkan ada tiga jenis makna yang terdapat pada lagu “Tears and Rain” oleh James Blunt yaitu conceptual meaning (4 bait), connotative meaning (11 bait), dan collocative meaning (1 bait). Sebagian besar makna yang digunakan pada lagu adalah connotative meaning.
The English - Indonesian Translation Of Taboo Words In Ted Movie Kadek Putri Yamayanti; Frans I Made Brata; I Nyoman Sedeng
Humanis Volume 15. No.3. Juni 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.15 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas temuan kata – kata tabu dalam Bahasa Inggris dan terjemahannya dalam Bahasa Indonsesia. Dikarenakan masing – masing bahasa memiliki latar belakang budaya yang berbeda, maka penerjemah akan menemukan beberapa perbedaan budaya yang membuat penerjemahan kata – kata tabu menjadi rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan kata – kata tabu yang muncul dalam bahasa sumber dan mendeskripsikan teknik penerjemahannya sehingga didapat padanan dalam terjemahan. Metode dokumentasi diaplikasikan untuk mengumpulkan data dari film Ted. Selanjutnya, metode deskriptif kualitatif diaplikasikan dalam analisis dan penyajian data. Analisis dari penelitian ini diperoleh dengan cara mengaplikasikan teori yang dikemukakan oleh Jay (1992) tentang tipe – tipe kata tabu, Larson (1998) dan Davoodi (2009) tentang teknik penerjemahan. Kemudian, teori – teori tersebut didukung dengan pendekatan makna konsep oleh Bell (1991). Terdapat 9 tipe kata tabu yang ditemukan, yaitu cursing, profanity, taboo, obscenity, vulgarity, slang, epithet, insult and slurs and scatology. Sementara blasphemy tidak ditemukan dalam data. Terdapat 6 variasi teknik penerjemahan yang muncul dalam menerjemahkan kata tabu. Secara garis besar teknik tersenut dibagi menjadi dua yaitu literal and idiomatic translations. Secara lebih spesifik, dibagi menjadi empat yaitu, censorship, substitution, taboo for taboo and euphemism. Teknik penerjemahan tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi pada saat kata tabu tersebut diucapkan sehingga akan didapatkan padanan dalam terjemahan.
Unfolding The Meaning Of English Noun Phrase Structure with Reference To Marya Holcombe's The Best Letter Book Ever Dwi Aditya Darmawan; I Nyoman Sedeng; Ni Wayan Sukarini
Humanis Vol 17 No 3 (2016)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.656 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuka makna dari frasa nomina dengan mengidentifikasi struktur frasa nomina, struktrur sintaksis, dan struktur semantiknya berdasarkan kepala frasa yang berasal dari nomina deverbal. Nomina deverbal dapat diidentifikasi berdasarkan teori dari Carstairs-McCarthy (2002), yang kemudian frasa nomina teridentifikasi nomina deverbal nya dikelompokkan berdasarkan jenis modifikasi frasa nomina berdasarkan teori dari Quirk et al. (1985) dan struktrur sintaksis dari frasa nomina dapat digambarkan menggunakan teori dari Wekker dan Haegeman (1985). Setelah itu, makna frasa nomina dibuka berdasarkan teori dari Larson (1998) beserta teori Van Valin dan LaPolla (1997). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat delapan jenis modifikasi nomina deverbal dan tiga jenis modifikasi frasa nomina dari data yang diidentifikasi; juga, makna dari frasa nomina dengan nomina deverbal sebagai kepala frasa dapat dibuka menjadi dua hingga empat klausa dan dapat disatukan menjadi sebuah kalimat.
Co-Authors A.A. Putu Putra Anak Agung Putu Putra Anak Agung Putu Putra Aron Meko Mbete Audrey Valeri A’innaya Zahra Chusnul Chotimah Bagus Teresna Binaning Artha Beratha, Luh Sutjiati Denok Lestari Dwi Aditya Darmawan Dwi Wella Suhartatik, Gusti Agung Ayu Frans I Made Brata Gede Angga Krisma Carya I Gusti Agung Khrisna Narayana I Gusti Bagus Narabhumi I Gusti Ngurah Parthama I Kadek Maesa Dwi Payana Putra I Ketut Artawa I Ketut Suardana I Made Agung Rai Antara I Made Joni Fristyawan I Made Madia I Made Madia, I Made I Made Suastra I Made Winaya I Nengah Sudipa I Nyoman Udayana I Putu Agus Ari Purnama I Putu Wisnu Adi Putra I Wayan Arka I WAYAN PASTIKA I Wayan Simpen I Wayan Suardhana Ida Ayu Made Puspani Ida Ayu Putri Adityarini Ida Bagus Janardana Dwipayana Ida Bagus Putra Yadnya Juliarta, Ni Made Kadek Putri Yamayanti Kadek Ris Herwantinus Karen Maria Ekafrain Aring Komang Ayu Rosmala Dewi Lien Darlina Luh Nitya Dewi Rupini Luh Putu Laksminy Luh Putu Ratna Sari Made Sri Satyawati Muliani, Putu Ayu Ngurah Parthama Ni Kadek Satya Aridewi Ni Kadek Yuni Antari Ni Luh Ketut Mas Indrawati Ni Luh Nyoman Seri Malini Ni Luh Putu Ari Permata Dewi Ni Putu Devi Septirahyuni Ni Putu Diah Darmayanti Ni Putu Firdayanti Karina Surya Ni Putu Yefta Helen Jayantrina Ni Putu Yunick Cahyani Ni Wayan Dessrimama Ni Wayan Esti Ekarini Rahayu Ni Wayan Nandaliana Indratayana Ni Wayan Pering Muliawati Ni Wayan Sukarini Ni Wayan Yessy Puspitha Yanthi Novita Mulyana Padma Negara, I Putu Agus Putu Ayu Muliani Putu Feby Chintya Dewi Putu Jessica Dewi Anggraeni Putu Lirishati Soethama Putu Owen Purusa Arta Putu Sutama R. Guntur Mahardika Rabita Nabiya Ridho Saputra Salsabila, Unik Hanifah Sayu Surya Intan Lestari Septiari, Ni Luh Putu Eka Sharon Ladisa Julianto Wardani, Silvia Yana Qomariana