Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan, Karakter Eksekutif terhadap Agresivitas Pajak pada Sub Sektor Consumer Goods Periode 2017 – 2021 Ni Made Suartini; Luh Diah Citra Resmi Cahyadi; Eka Putri Suryantari
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 1 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i1.2458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, ukuran perusahaan, dan karakter eksekutif terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur subsektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2017-2021. Total Debt Ratio digunakan sebagai proxy untuk leverage, Log Total Aset untuk ukuran bisnis, Risiko Perusahaan untuk kepribadian eksekutif, dan Tarif Pajak Efektif untuk agresi pajak (ETR). Metode penyelidikan kuantitatif dan kualitatif digunakan. Populasi dalam analisis ini adalah produsen barang konsumsi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan termasuk dalam kerangka waktu penelitian (2017-2021). Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel, dan total 155 bisnis terwakili selama tahun 2017-2021. Informasi untuk penelitian ini berasal dari website http://www.idx.co.id yang memuat laporan keuangan tahunan perusahaan. Istilah "dokumentasi" mengacu pada taktik ini. Studi ini menemukan bahwasanya agresi pajak berkorelasi positif dan signifikan dengan leverage dan ukuran perusahaan. Kepribadian eksekutif, di sisi lain, tidak mempengaruhi agresi pajak.
MORPHOMETRY OF EAGLE SPECIES (FAMILY ACCIPITRIDAE) AT BALI BIRD PARK Iriani Setyawati; L.P. Eswaryanti Kusuma Yuni; Retno Kawuri; Ni Made Suartini; Ni Wayan Sudatri; I Gede Agus Pradana Putra
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 3 No. 3 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ibj.v3i3.5733

Abstract

This study measured the morphometry of raptor species (Family Accipitridae) in Bali Bird Park (BBP) namely Nisaetus cirrhatus (Changeable Hawk Eagle), Elanus caeruleus (Black Winged Kite), Spilornis cheela (Crested Serpent Eagle) and Haliaeetus leucogaster (White Bellied Sea Eagle). Measurements were made with meter tape and caliper on birds that were in their resting period. Raptor at BBP generally rest for 6 months until experience molting before being retrained for 4-5 months, then the birds will be ready to perform bird show for the next 9-12 months. Our measurements obtained the largest bird was Haliaeetus leucogaster with a total body length of 75 cm, wings length 83.5-85 cm, tail length 26 cm, head size (8 cm length and 7 cm width), upper beak (8 cm length and 2.5 cm thick) and lower beak (3 cm length and 1 cm thick), lower limb length (femur 17 cm, tibia 9 cm, metatarsus 11 cm, middle toe 6.5 cm and grip 9 cm). The smallest bird was Elanus caeruleus with a total body length of 33 cm, wing length 39-45 cm, tail length 19 cm, head size (8 cm length, 5.5 cm width), upper beak (2.5 cm length and 0.5 cm thick) and lower beak (1 cm length and 0.3 cm thick), lower limb length (femur 8 cm, tibia 4 cm, metatarsus 5 cm, middle toe 3 cm and grip 5 cm) The morphometry of the species Nisaetus cirrhatus and Spilornis cheela were between the two other bird species.
Diversitas Capung (Odonata) di Sekitar Kampus Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali Theresa, Fransiska Yulianita; Suartini, Ni Made; Ginantra, I Ketut
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 24 No 1 (2024)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/blje.2024.v24.i01.p07

Abstract

Insects are the Arthropod phylum that has the highest diversity. One of the most common insects in Indonesia is the dragonfly (Odonata), which consists of the Anisoptera suborder and the Zygoptera suborder. This study aims to determine the dragonflies species that are found around the Udayana University Campus, Bukit Jimbaran, Bali. Sampling of dragonfly was carried out by sweeping technique using insect nets in the morning (08.00-10.00 WITA) and in the afternoon (15.00-17.00 WITA). Sampling was carried out at three different locations, including location I: Biology-Rectorate, Location 2: Dean of FMIPA-FTP, Location 3: Udayana Forest-Dam. Each location was repeated three times in the morning and evening. Species identification and species number calculations were carried out for analysis using the Shannon-Wiener diversity index (H'), evenness index (E) and Simpons dominance index (D). There are 8 species of dragonflies found and belong to two suborders. A total of seven species found belong to the Anisoptera Suborder and one species belongs to the Zygoptera Suborder. The overall diversity of dragonflies with a value of 1.83 is included in the moderate category, evenness is included in the even category with a value of 0.94 and a dominance value of 15% which indicates that no species dominates. Keywords: Diversity, Dragonflies, Udayana University
IMPLEMENTASI REGULASI PEMBATASAN PERKAWINAN DI BAWAH UMUR TERHADAP ANALISIS KARAKTER REMAJA DI KOTA DENPASAR Anom, I Gusti Ngurah; Vijayantera, I Wayan Agus; Hengki, I Gusti Bagus; Putra, I Kadek Aditya Anggara; Suartini, Ni Made
Jurnal Yusthima Vol. 3 No. 2 (2023): YUSTHIMA : Jurnal Prodi Magister Hukum FH Unmas Denpasar
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/yusthima.v3i2.8039

Abstract

Perkawinan di bawah umur terjadi di Denpasar sebagaimana terlihat dalam statistik kasus permohonan dispensasi kawin hingga saat ini di Pengadilan Negeri Denpasar dan Pengadilan Agama Denpasar. Hal ini menunjukkan bahwa Undang-Undang Perkawinan yang menetapkan batas umur minimal melangsungkan perkawinan sebagai langkah preventif terhadap perkawinan di bawah umur tidak maksimal. Menganalisis permasalahan ini, dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan tujuan untuk menganalisis pola karakter remaja di Kota Denpasar yang melakukan perkawinan di bawah umur. Dalam penelitian ini berdasarkan hasil informasi dari para informan ditemukan fakta bahwa dominan remaja melakukan perkawinan di bawah umur karena alasan sudah terjadi kehamilan. Hal ini tentu disebabkan pola perilaku pergaulan bebas di kalangan remaja yang cenderung memandang hamil sebelum melangsungkan perkawinan adalah wajar, dengan didukung. Beberapa faktor yang menjadi penyebab terdiri dari faktor sosial, keluarga, dan pendidikan. Dampak remaja melakukan perkawinan di bawah umur adalah hilangnya hak sebagai anak karena remaja yang telah melakukan perkawinan dipandang sebagai orang yang cakap untuk melakukan segala tindakan hukum. dampak lainnya melihat pada ketidaksiapan remaja untuk hidup berumah tangga dengan mempertimbangkan belum matangnya fisik dan psikis, cenderung rentang rumah tangga yang dibangun berakhir pada perceraian.
Pembaharuan Hukum Perkawinan Campuran di Indonesia Jekalaya, I Wayan; Suradigama, I Wayan; Suartini, Made
Jurnal SUTASOMA (Science Teknologi Sosial Humaniora) Vol 2 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58878/sutasoma.v2i2.296

Abstract

Legal relations in Civil Law give rise to legal protection for the parties based on applicable law. Civil law is a set of norms that regulate human relations between the parties themselves and with humans who have an interest in them. Humans have the right to marriage which is reflected in the Civil Code, the 1945 Constitution, and the other Law concerning about Marriage. With the issuance of statutory regulations governing marriage is a manifestation The state pays attention to legal relations, especially marriage, the problem is how to implement mixed marriages in a norm in order to realize legal objectives such as providing justice, legal certainty and benefits. Type of normative legal research, using normative case studies in the form of legal behavior products. The main point of the study is that law is conceptualized as a norm that applies in society and becomes a reference for everyone's behavior. The conclusion of the discussion in this article is that mixed marriages between Indonesian citizens and foreign citizens are permitted and legal according to the laws in force in Indonesia regarding the citizenship status of husband and wife being able to maintain their citizenship.
Moralitas Persidangan Perkawinan di Bawah Umur Dalam Penguatan Kualitas Perkawinan Di Kota Denpasar Anom, I Gusti Ngurah; Hengki, I Gusti Bagus; Vijayantera, I Wayan Agus; Putra, I Kadek Aditya Anggara; Suartini, Ni Made
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11202

Abstract

Bermula dari fenomena sing beling sing nganten di Bali yang berdampak pada terjadinya perkawinan di bawah umur di Kota Denpasar mengakibatkan munculnya permohonan perkawinan di bawah umur pada lembaga peradilan di Kota Denpasar. Kehamilan di luar perkawinan berpotensi dikabulkannya permohonan perkawinan dibawah umur di Pengadilan. Tujuan penelitian dispesifikkan untuk menjelaskan moralitas persidangan perkawinan di bawah umur dalam upaya menguatkan kualitas perkawinan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer yang bersumber dari wawancara, observasi, maupun kuesioner. Hasil dalam penelitian menemukan bahwa kehamilan di luar perkawinan menjadi latar belakang mengajukan permohonan perkawinan di bawah umur pada Lembaga Peradilan di Kota Denpasar. Moralitas persidangan permohonan perkawinan di bawah umur terlihat pada peran dan tanggung jawab hakim dalam memberi nasehat perkawinan serta memberikan edukasi dampak perkawinan di bawah umur. Tujuannya adalah untuk memberikan kebahagiaan yang sejati dalam menguatkan kualitas perkawinan yang tergolong prematur. Hal ini juga mencerminkan sistem penegakan hukum yang dilakukan sebagai penegakan hukum yang progresif, dimana Hakim selain berintegritas dalam menjalankan tugasnya tentu juga harus bermoral baik dalam menjunjung tinggi nilai keadilan. 
KEPASTIAN HUKUM DALAM PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA TENAGA KERJA ASING BERSTATUS PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU Ni Made Suartini; Kadek Apriliani
Jurnal Hukum Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Ketenagakerjaan telah mengatur penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia hanya untuk jabatan dan hubungan kerja waktu tertentu. Perjanjian kerja waktu tertentu bagi TKA secara khusus diatur oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 12 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Metode penelitian dalam skripsi ini yaitu yuridis normatif. Dasar pemutusan hubungan kerja diatur dalam Pasal 61 ayat (1) Undang-Undang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa hubungan kerja berakhir apabila: pekerja meninggal dunia, berakhirnya perjanjian kerja, adanya putusan pengadilan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, keadaan tertentu dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Yang Dilakukan Oleh TKA Berstatus PKWT Dalam Perkara Hubungan Industrial dapat berupa pemberian sanksi hukum yaitu: 1. Sanksi Administratif, 2) Sanksi Perdata, dan 3) Sanksi Pidana. Terdapat kabur Norma pada pasal 58 ayat (2) tentang masa percobaan dan pasal 168 ayat (1) tentang pengunduran diri pada Perkara hubungan industrial dengan putusan Nomor 8/PDT.SUS-PHI/2015/PN DPS. Sanksi hukumnya yaitu ditolak seluruhnya gugatan penggugat serta eksepsi tergugat dan dihukum membayar biaya perkara sebesar Rp. 446.000,- bagi penggugat maupun tergugat.
Problematika Hukum Renewable Energy Dalam Menciptakan Green Investment Pada Sektor Pariwisata : Peluang Dan Tantangan Nengah Teguh Artha Sedana; Ni Made Suartini; Lis Julianti; Made Emy Andayani Citra; A.A Kt. Sudiana
Jurnal Hukum Saraswati Vol 7 No 02 (2025): Jurnal Hukum Saraswati
Publisher : Faculty of Law, Mahasaraswati University, Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jhshs.v7i02.12708

Abstract

Indonesia has an important role in improving the global environment. One of the efforts made is to create new economic instruments that aim to reduce risks and provide opportunities for capital flow growth in various sectors. However, to date, it cannot be denied that Indonesia still depends on environmentally unfriendly investments. Monetary policies that rely on extractive investments have become the main choice in Indonesia's financial and development approaches. One way to address challenges in the tourism industry is to make green investments to overcome the negative impacts on environmental damage. The use of energy transition is one solution that can be offered in the development of green investment in the tourism service sector. The research method used in this study is the Socio Legal Research method, where legal materials are collected by systematically compiling and identifying primary, secondary, and tertiary legal materials using the snowball technique. The analysis of legal materials is carried out using descriptive, comparative, evaluative, and argumentative techniques. The results of the study show that the implementation of energy transition policies to realize green investment in Indonesia still faces various obstacles, namely legal inconsistencies related to the use of renewable energy and policies on green investment, as well as economic obstacles related to limited budgets and technology in implementing this energy transition.
Peran Agama Hindu Dalam Pembentukan Harmoni Sosial Di Masyarakat Multikultural Indonesia I Made Sindu; I Gusti Gede Kaler Tusta; Ketut Melayani; Ni Made Suartini; Ni Komang Sutri
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 6 (2023): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i6.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran agama Hindu dalam pembentukan harmoni sosial di masyarakat multikultural Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran dan praktik agama Hindu, seperti Dharma, Karma, upacara keagamaan, fungsi pura, dan prinsip Ahimsa, berperan signifikan dalam menciptakan harmoni sosial. Ajaran Dharma dan Karma mendorong perilaku adil, bertanggung jawab, dan penuh empati, sementara upacara keagamaan dan fungsi pura memperkuat ikatan sosial dan kerja sama. Prinsip Ahimsa mendukung sikap non-kekerasan dan penghormatan terhadap semua orang. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan seperti diskriminasi dan intoleransi yang masih ada, sehingga dialog antaragama dan upaya kolaboratif perlu ditingkatkan. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa agama Hindu berkontribusi signifikan dalam menciptakan harmoni sosial di masyarakat multikultural Indonesia, tetapi upaya lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi hambatan yang ada.