Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Risiko Kejadian Diabetes Melitus Pada Pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu Muhammad Jusman Rau; Nur Mifta Huldjannah
Jurnal Promotif Preventif Vol 3 No 2 (2021): Februari 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v3i2.169

Abstract

Negara yang memiliki beban TB seperti Indonesia akan terkena dampak peningkatan kormobid Diabetes Melitus, sehingga Indonesia mempunyai beban ganda dalam penyelesaian penyakit menular dan penyakit tidak menular. Kota Palu merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki kasus TB tertinggi di Sulawesi Tengah sebanyak 693 kasus dan kasus Diabetes Melitus di Kota Palu sebanyak 5.824 kasus. Kejadian TB-DM di Puskesmas Kamonji dilaporkan berjumlah 18 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian TB-DM di wilayah kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case-control serta sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang berjumlah 64 responden dengan perbandingan 1:3. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMT (OR = 0,227) merupakan faktor protektif. Sedangkan umur (OR = 4,012), riwayat diabetes melitus (OR = 16,465) dan perilaku merokok (OR = 3,800) merupakan faktor risiko dari kejadian TB-DM di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Determinan TB-DM yaitu riwayat diabetes melitus (p 0,000). Upaya pencegahan untuk menekan kejadian TB-DM yaitu melakukan screening PTM secara teratur, pengaturan pola makan yang tepat, melakukan aktivitas fisik dan meningkatkan kesadaran perilaku merokok yang baik.
Hubungan Tugas Perawatan Kesehatan Keluarga Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede Kabupaten Sigi Muhammad Jusman Rau; Putri Yulianingsih
Jurnal Promotif Preventif Vol 3 No 2 (2021): Februari 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v3i2.178

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi peradangan pada saluran pernapasan yang menyerang jaringan paru yang ditandai dengan batuk yang disertai napas cepat atau sesak napas. Menurut laporan WHO, sekitar 800.000 hingga 1 juta anak meninggal dunia setiap tahun akibat pneumonia. Tingkat penyebaran pneumonia balita di Indonesia dengan usia 1-4 tahun yaitu berkisar 154 kasus tahun 2019. Di Kabupaten Sigi terdapat Puskesmas Tinggede yang memiliki kasus pneumonia sebanyak 53 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Mengenali Masalah, Mengambil Keputusan, Merawat Anggota Keluarga, Memelihara Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Perhitungan sampel mengunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel 93 Responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mengenali masalah (p=0,003), mengambil keputusan (p=0,005), merawat anggota keluarga yang sakit (p=0,001), memelihara lingkungan rumah (p=0,001) dengan kejadian pneumonia pada balita. Dalam tugas perawatan kesehatan keluarga, keluarga perlu memahami informasi mulai dari penyebap dan gejala pneumonia. Mampu mengambil keputusan alternative pengobatan seperti ke rumah sakit, puskesmas, atau kedukun. Merawat anggota keluarga seperti memberikan kompres saat anak demam dan memberikan obat dengan resep dokter, memelihara lingkungan rumah dengan memperhatikan syarat rumah sehat.
The Correlation Between Personal Hygiene and Food Processing in Diarrhea Occurrences on Post-Earthquake And Liquefaction Toddlers In Refugee Camps Of Biromaru Public Health Center Herawanto Herawanto; Annisa Fitri Rositadinyati; Muh. Jusman Rau; Marselina Marselina; Litha Purwanti
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i1.29

Abstract

Diarrhea can infect victims of disasters due to the poor sanitation and the unavailability of clean water facilities caused by disaster damage. Biromaru Public Health Center is the health center with the highest diarrhea cases in earthquakes and liquefaction disasters. The purpose of this study was to determine the relationship between personal hygiene and food processing on the incidence of diarrheal diseases in post-disaster toddlers in the evacuation area of ​​Biromaru Public Health Center. This research is analytic observational. Samples in the study were 130 respondents, taken using the proportional stratified random sampling method. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with a chi-square test using ɑ = 5%. Chi-square test results showed hand washing with soap habits (ρ = 0,000), nail hygiene (ρ = 0,000) and food processing (ρ = 0,000). The conclusion of this study there is a relationship between hand washing with soap habits with the incidence of toddler diarrhea in the refugee working area of ​​the Biromaru Public Health Center, there is a relationship between nail hygiene with the incidence of toddler diarrhea in the refugee working area of ​​the Biromaru Public Health Center, and there is a relationship between food processing and the incidence of toddler diarrhea in the refugee working area of ​​the Biromaru Public Health Center. We expected mothers/caregivers of toddlers to take hand washing with soap actions, maintain nail hygiene, and process food properly
UJI KOMPERASI SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA ALAT BOILER PENGHANGAT TERNAK AYAM Jusman Rauf; Burhan liputo; Iqrima Staddal
Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v4i2.458

Abstract

Pengusaha atau wirausahawan ternak ayam pedaging di Gorontalo, memiliki kendala dalam budidaya ayam pedeging. Dalam mewujudkan peningkatan produksi peternakan di Gorontalo, masyarakat Gorontalo bertujuan mengembangkan kualitas ternak, khususnya ternak ayam pedaging. Kandang ternak yang ada di Gorontalo sudah menggunakan beberapa metode pengembangan untuk pemanas kandang ternak, agar kualitas ternak ayam yang lebih unggul. Pemanas kandang ternak yang ada di Gorontalo seperti Gas Brooder yang menggunakan bahan bakar gas LPG, tetapi dilihat pada kalangan ekonomi lemah metode tersebut sangat tidak ekonomis. peneltian ini bertujuan untuk,Mengetahui berapa besar suhu yang terjadi pada saat pembakaran sekam padi didalam boiler, mengetahui berapa lama ukuran temperatur suhu pada saat pembakaran sekam padi didalam boiler. Sekam ini memiliki kerapatan jenis (bulk densil) 1125 kg/m3, dengan nilai kalori 1 kg sekam sebesar 3300 k. kalori, serta memiliki bulk density 0,100 g/ ml, nilai kalori antara 3300 -3600 kkalori/kg sekam dengan konduktivitas panas 0,271 BTU (Houston, 1972). Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Kegiatan penelitian ini mulai dilaksanakan pada Oktober 2018 sampai dengan Juli 2019 di Laboratorium Mesin Umum dan Welding Program Studi Mesin dan Peralatan Pertanian Politeknik Gorontalo. Proses pengujian alat, berguna untuk mengetahui cara kerja alat dan efesiensi alat penghangat ternak ayam. Pada saat pengujian alat simulator boiler berbahan bakar sekam padi pada ternak ayam dilakukan percobaan sebanyak tiga kali dengan berat sekam 1kg, 2kg dan 3kg yang masing-masing dilakukan selama satu jam. hasil percobaan pada Gas Brooder menghabiskan bahan bakar berupa gas sebanyak 3kg dalam waktu 19:00 – 06:00. Untuk simulator boiler berbahan bakar sekam menghabiskan sekam padi 6kg, namun keunggulan dari alat simulator boiler ini mudah untuk mendapatkan bahan bakarnya. Sekam mudah ditemukan didekat penggilingan padi, adapun dijual harganya tak semahal harga gas. Sedangkan untuk pemanas gas brooder ini, sulit untuk mendapatkan bahan bakarnya. Dilihat dari kondisi gas yang disediakan oleh pemerintah Gorontalo sangatlah minim untuk kebutuhan masyrakat Gorontalo
Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile HIV/AIDS pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Palu: Factors Affecting the Utilization Voluntary Counseling and Testing (VCT) of Mobile HIV/AIDS during the Covid-19 Pandemic in Palu City Herawanto; Edy Kurniawan; Muh Jusman Rau; Hartiansi Sarapang
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.743 KB) | DOI: 10.51888/phj.v13i1.95

Abstract

Penemuan kasus HIV/AIDS tidak terlepas dari pemanfaatan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT), dimana pada tahun 2020 sebanyak 9.951 layanan tes HIV melaporkan hasil tes-nya dari total 7.391 layanan tes HIV yang ada di Indonesia. Melalui layanan tes HIV ini, pada tahun 2020 sebanyak 3.845.267 orang dites dan ditemukan sebanyak 41.987 terkonfirmasi HIV. Jika dibandingkan pada tahun tahun 2019, sebanyak 4.064.812 orang yang berhasil dites HIV dan sebanyak 50.282 ODHA yang berhasil ditemukan. Terjadi penurunan jumlah orang yang dites melalui layanan VCT pada tahun 2020 salah satunya disebabkan karena kondisi pandemi COVID-19 dimana adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan VCT mobile HIV/AIDS pada masa pandemi COVID-19 di Kota Palu. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 876 orang, dengan menggunakan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 90 orang, data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi-square dengan taraf signifikansi p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara perceived barrier (Sig=0,032) terhadap pemanfaatan VCT mobile HIV/AIDS pada masa pandemi COVID-19 di Kota Palu. Sedangkan untuk cues to action (Sig=0,139) menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan VCT mobile HIV/AIDS pada masa pandemi COVID-19 di Kota Palu. Kepada populasi kunci HIV/AIDS dan orang dengan perilaku berisiko untuk memanfaatkan layanan VCT mobile agar dapat melakukan pencegahan secara dini terhadap infeksi HIV/AIDS.    The finding of new cases of HIV/AIDS through the use of Voluntary Counseling and Testing (VCT) services, in 2020 as many as 9,951 HIV test services reported their test results from a total of 7,391 HIV test services in Indonesia. Through the HIV test service, in 2020 tests were carried out on 3,845,267 people and found 41,987 cases confirmed of HIV. Compared   to 2019, 4,064,812 people were successfully tested for HIV and 50,282 PLWHA were found. There was a decrease in the number of people who were tested through VCT services in 2020, one of the reasons was due to the COVID-19 pandemic which issued the Policy for Enforcement of Community Activity Restrictions (PPKM). This study aims to determine the factors that influence the use of HIV/AIDS mobile VCT during the COVID-19 pandemic in Palu City. This research used a cross sectional research design. The population in this study amounted to 876 people, using the Slovin formula obtained a sample of 90 people, data were collected by interview using a questionnaire and data analysis using the Chi-square test with a significance level of p <0.05. The results of this study indicate that there is a significant effect between the perceived barrier (Sig=0.032) on the use of VCT mobile HIV/AIDS during the COVID-19 pandemic in Palu City. Meanwhile, cues to action (Sig=0.139) showed no significant effect on the use of HIV/AIDS mobile VCT during the COVID-19 pandemic in Palu City. Recommendations to key populations of HIV/AIDS and people with risky behavior to take advantage of mobile VCT services in order to be able to carry out early prevention of HIV/AIDS infection.
The Relationship Of The Climate Change Factor With The Event Of Dengue Hemorrhagic Fever In Palu City 2013-2017 Muhammad Jusman Rau; Siti komaria; Pitriani Pitriani
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2019): Desember
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.098 KB)

Abstract

Temperature, rainfall and relative humidity are considered important climatic factors that contribute to the growth and spread of mosquito vectors and potential dengue outbreaks. The purpose of this study was to determine the relationship of air temperature, humidity, and rainfall with the incidence of DHF in the city of Palu in 2013-2017. This type of research is quantitative with correlation design. The sampling technique uses total sampling. The data source uses secondary data, namely the number of DHF events from the Palu City Health Office and climate data from the Mutiara Palu Meteorological Station. Data analysis using Pearson correlation test, the results of the study showed the strength of the temperature relationship with the incidence of DHF was very weak (r = -0.087), negative patterned and there was no significant relationship (ρ = 0.253). The strength of the humidity relationship with the incidence of DHF was very weak (r = 0.029), positive patterned and there was no significant relationship (ρ = 0.412). The relationship strength of rainfall with the incidence of DHF was very weak (r = 0.001), positive patterned and there was no significant relationship (ρ = 0.496). The conclusion was not found a meaningful relationship between the variables of temperature, humidity, and rainfall with the incidence of DHF. To overcome the DHF incident, it is expected that the Palu City Health Office can increase efforts to control DHF by increasing environmental improvement by running programs such as 3M Plus, Mosquito Nest Eradication (PSN), Abatization, and fogging. 
Factors that are Related to the Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in South Birobuli Muhammad Jusman Rau; Nadia Soraya; Pitriani Pitriani
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2019): Desember
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.63 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan yang berjangkit di daerah tropis seperti Indonesia. Data Sulawesi Tengah tahun 2017 kasus DBD tertinggi adalah Kota Palu dengan 401 kasus dan Incidance Rate sebesar 103,95/100.000 penduduk dengan CFR sebesar 0,49% dan IR yang masih di atas indikator nasional yaitu 52/100.000 penduduk. Tahun 2017 kejadian DBD di Kelurahan Birobuli Selatan dilaporkan berjumlah 26 kasus DBD dengan 1 orang meninggal. Perkembangan penyakit ini sangat cepat dan menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat, salah satu faktor yang menyebabkan kasus DBD adalah perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan DBD di Kelurahan Birobuli Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga yang berjumlah 1.999 KK menggunakan rumus lameshow diperoleh jumlah sampel 92 KK yang diambil masing-masing RW teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling dan menggunakan uji chi-square. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat pada derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil menunjukkan pengetahuan (p=0,021), Sikap (p=0,003), Sarana (p=0,000) dan Peran Petugas kesehatan (p= 0,000), berhubungan dengan Upaya Pencegahan DBD. Di harapkan pengelola program P2 dipuskesmas dapat meningkatkan penyuluhan mengenai upaya pencegahan DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk seperti pelaksanaan 3M plus secara teratur dan berkesinambungan sehingga masyarakat mampu mandiri dan rutin melakukan upaya pencegahan demam dengue.
ELIMINASI SCHISTOSOMIASIS DI SULAWESI TENGAH; REVIEW SISTEMATIK DAN FOKUS GROUP DISCUSSION Pitriani Pitriani; Muh. Jusman Rau
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.393

Abstract

Pengawasan dan pengendalian Schistosomiasis merupakan prioritas masalah kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah. Penelitian tunggal tidaklah cukup mendasari pengambilan kebijakan dan penyusunan program eliminasi yang komprehensif, sehingga diperlukan sebuah review sistematik untuk memperoleh gambaran terkait faktor sosial budaya, kondisi lingkungan dan faktor-faktor penghambat tercapainya target eliminasi.   Hasil  review dari 34 jurnal dan 4 laporan tahunan terpublikasi melalui PubMed, Google Scholar, Web of Science, Research Gate, Biomed Central, diketahui bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci mencapai target eliminasi. Hasil review ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pengetahuan dan perilaku masyarakat yang merupakan faktor risiko Schistosomiasis. Pada dasarnya peserta sudah memahami bahwa penggunaan air parit/sungai dan bekerja diwilayah fokus tanpa sepatu boot merupakan faktor risiko  infeksi Schistosomiasis, namun mereka belum mampu merubahnya. Hal ini disebabkan sarana air bersih sangat terbatas dan penggunaan sepatu boot dianggap kurang nyaman terutama jika bekerja disawah. Program-program eliminasi saat ini diantaranya penyuluhan rutin terkait upaya preventif, namun belum maksimal dalam mendorong perubahan mindset masyarakat untuk lebih mengutamakan tindakan pencegahan dibandingkan menerima pengobatan. FGD ini berjalan cukup efisien, peserta berperan aktif dan secara terbuka memberikan masukannya. Melalui FGD ini juga mengemuka ide membentuk kader Schistosomiasis tingkat RT di desa-desa endemik dan berpotensi endemik. Hal ini diharapkan dapat lebih mendorong partisipasi masyarakat sehingga cakupan pemeriksaan tinja rutin dapat tercapai, masyarakat mau menggunakan sepatu boot serta menggunakan air bersih yang aman. Penyediaan sarana dan prasarana sanitasi, pembangunan irigasi, senpadan  dan penanda wilayah fokus keoang sangat penting untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat, ini dapat diwujudkan melalui kerjasama lintas sektor. 
The Effect of Climate Change on Environmental-Based Diseases in Palu City in 2015-2020 Kiki Sanjaya; Pitriani Pitriani; Putri Trisnowati; Febi Dwi Handayani; Muh. Jusman Rau; Hermiyanty Hermiyanty
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.082 KB) | DOI: 10.56303/jhnresearch.v1i1.18

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of climate change (temperature, humidity, wind speed, rainfall, and rainy days) on environmental-based diseases (DHF and ARI) in Palu City in 2015-2020. This study uses a quantitative method with an ecological study design. The sampling technique used total sampling where the samples were all cases of DHF and ARI from the Palu City Health Office and climate data from the Mutiara Palu Meteorological Station from 2015-2020. Data analysis using multiple linear regression test. The results of the study for the incidence of DHF showed, partially temperature (0.384 > 0.05), wind speed (0.873 > 0.05), rainfall (0.868 > 0.05). 0.05) and rainy days (0.608 > 0.05) had no effect on the incidence of DHF because the significance value was greater than 0.05. Simultaneously the test results obtained are (0.628 > 0.05), meaning that there is no significant effect between climate change and the incidence of DHF in Palu City because the F test results show a significance value greater than 0.05. The incidence of ARI shows that part there is a significant effect of temperature and humidity on the incidence of ARI with the same significant value (0.00 < 0.05) and positive (+) pattern, and there is a significant effect of wind speed and rainfall on the incidence of ARI with the same significant value (0.00 < 0.05) but with a negative pattern. The conclusion is that there is a significant effect of climate change on the incidence of ARI.
Community Knowledge and Attitudes about the Health Protocols Implementation during the COVID-19 Pandemic in North Birobuli Village Rasyika Nurul Fadjriah; Muhammad Jusman Rau; Sadli Syam; Firmansyah Firmansyah; Nurfiana Nurfiana
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.315 KB) | DOI: 10.56303/jhnresearch.v1i2.34

Abstract

The purpose of the study was to determine the knowledge and attitudes of the community about implementing health protocols during the COVID-19 pandemic in North Birobuli Village. The research method used was qualitative with a case study approach. The number of informants in the study was 12 people obtained through purposive sampling. The results showed that the predisposing factors for knowledge related to COVID-19, symptoms of COVID-19, the transmission of COVID-19, how to prevent COVID-19, and health protocols could be mentioned well by informants. However, the public still had a negative attitude towards COVID-19, who thought that COVID-19 does not exist and did not believe; in this attitude predisposing factor, the informant also explained that he was starting to feel tired of implementing health protocols. Our finding concludes that the community already has fairly good knowledge regarding health protocols during the covid 19 pandemic, and the community's attitude is showing negative attitudes related to covid and feeling tired regarding applying the health protocol.
Co-Authors - Nurfiana Abd Rahman Abd. Rahman Adhar Arifuddin Agustianingsih, Rizka Alfisyah, Finni Annisa Fitri Rositadinyati Annisa Raudhatul Jannah Ardayani, Adinda Banilai, Puti Andalusia Sarigando Basir, Muafiah Buchair, Hikmah Buchair, Nur Hikma Buchair, Nur Hikmah Burhan liputo Cornelis, Leonard Crystianmars Dg Sirata, Moh. Fikram Dilla Srikandi Syahadat Edy Kurniawan elvaria mantao Elvaria Mantao Eviyulianti, Ni Made Fadjriah, Rasyika Nurul Febi Dwi Handayani Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Gilang Ramadhan Randalembah, Gilang Ramadhan Hadi jah, Hadi Handayani, Febi Dwi Hardayanti, Kiki Rezky Hardiyanti, Nurnidya Hardiyanti, Nurnidya Hartiansi Sarapang Hartini, Diah Ayu Hasanah Hasanah Hasanah Hasanah Hasanah Hasanah Hasanah Hasanah Hazanah, Uswatun Herawanto Herawanto Herawanto Herawanto Herawanto Hermiyanty Hermiyanty Hermiyanty Hermiyanty, Hermiyanty I Made Tangkas Iqrima Staddal Irfanita Dwi Yuniarti Jannah, Annisa Raudhatul Kiki Sanjaya Krisnasari, Sendhy Lisdayanthi Anggraini, Lisdayanthi Litha Purwanti Magfira Marselina Marselina Marselina Palinggi Marselina, Mareselina Meliana, Relin Meliyana, Relin Moh. Fikram Dg Sirata Muafiah Basir Mufydah Mufydah, Mufydah Muh. Fadil Nursyawal Muhammad Aji Satria Muhammad Aji, Muhammad Muhammad Ryman Napirah Muhammad Sabri Syahrir Nadia Soraya Ni Luh Konis Sintia Dewi, Ni Luh Konis Sintia Ni Made Arinda Wahyuni Ni Made Eviyulianti Nikmah Utami Dewi Nisa, Nur Ainun Novita, Sri Nur Azizah Azzahra Nur Fadhilah Sari Nur Hikma Buchair Nur Hikmah Buchair Nur Mifta Huldjannah Nurdin Nurdin Nurfiana Nurfiana Nurhayati, Sitti Nurilah Sandi Citra Jiwa Pamenang Timumun, Nurilah Sandi Citra Jiwa Pamenang Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Palinggi, Marselina Pitriani Pitriani Pitriani Pitriani, Pitriani Putri Trisnowati Putri Yulianingsih Rahmania Rahmania Rahmania Rahmania Rasyika Nurul Fadjriah Rendhar Putri Hilintang Rezky Hardayanti, Kiki Rosmala Nur Royana, Nurul Vida Sadli Syam Sari, Nur Fadhilah Simbaju, Deiske Siti komaria Siti Komariyah Sitti Radhiah Soraya, Nadia Stefiani Bengan Laba Sulistiana Syahrir Sumarni Sumarni Syahadat, Dilla Srikandi Trisnowati, Putri Umar, Mutmainnah