Asep Kadarohman
Department of Chemistry Education, Faculty of Mathematics and Sciences Education, Indonesia University of Education, Bandung, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 West Java

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pengajaran MIPA

MISKONSEPSI DAN SIKAP SISWA PADA PEMBELAJARAN LEMAK MELALUI PRAKTIKUM PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN Kadarohman, Asep; Nahadi, Nahadi; M., Mira Ratna Asri
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 15, No 1 (2010): JPMIPA: Volume 15, Issue 1, 2010
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i1.35988

Abstract

The students’ misconceptions and attitudes in teaching learning fat through transparent soap-making lab has been investigated. The study was conducted on 36 science students on the 3th grade at one of the state senior high school in Bandung. The research used descriptive method, with diagnostic tests, questionnaires attitude scale "Likert", observation, and interviews as the instruments. It was found that, 50% of students had misconceptions on physical properties of fats and oils concepts. The students had a good perception on teaching learning process as well as the relationship of fat with daily life.
EKSPLORASI DIMENSI KREATIVITAS UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK KREATIF ENERGI BARU DAN TERBARUKAN Mayasari, Tantri; Kadarohman, Asep; Rusdiana, Dadi
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 18, No 2 (2013): JPMIPA: Volume 18, Issue 2, 2013
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i2.36139

Abstract

ABSTRAKPersediaan energi yang berasal dari fosil dunia termasuk Indonesia semakin berkurang, maka perlu dikembangkan produk kreatif energi baru dan terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kreatifitas dalam pengembangan produk kreatif energi baru dan terbarukan. Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif tanpa perlakuan terhadap responden. Total responden yang terlibat sebayak 30 peserta didik program studi pendidikan fisika pada salah satu LPTK di Madiun, Indonesia. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas kuesioner, wawancara, dan desain produk kreatif. Data yang diperoleh diolah dengan analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara produk kreatif yang dihasilkan dengan dimensi person, process, dan press, dengan nilai korelasi dari urutan tertinggi person (r = 0.787), press (r = 0.613), dan process (r = 0.543). Indikator dari dimensi person yang mempunyai pengaruh paling besar adalah rasa ingin tahu, keterbukaan terhadap pengalaman, dan rasa percaya diri yang tinggi. Indikator dari dimesi process yang perlu ditingkatkan adalah originalitas dan elaborasi. ABSTRACTFossil energy availability in the world, including Indonesia, is increasingly declining; hence, a creative product of new and renewable energy needs to be developed. The research aimed to explore creativity in developing a creative product of new and renewable energy using descriptive method without any treatment to respondents. There were a total of 30 students of Physics Education Program in one of Teachers Training Institutions in Madiun, Indonesia, as the respondents. The instruments used in this research consisted of questionnaires, interviews, and creative product designs. The obtained data were analysed using regression and correlation. Results showed that there was a correlation between the creative products and the dimensions of person, process, and press, with the value of correlation from the highest to the lowest: person (r = 0.787), press (r = 0.613), and process (r = 0.543), respectively. The indicators for creative person that were observed to have greater influence were curiosity, openness to experiences, and high confidence. The indicators for creative process that needed to be improved were originality and elaboration.
MINYAK ATSIRI SEBAGAI TEACHING MATEMAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN KIMIA Kadarohman, Asep
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 8, No 2 (2006): JPMIPA: Volume 8, Issue 2, 2006
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v8i2.35695

Abstract

Minyak atsiri merupakan salah satu bahan ekspor non migas andalan Indonesia. Namun harga senyawa turunan minyak atsiri yang diimpor ke Indonesia jauh lebih mahal daripada harga minyak atsiri yang dieskpor. Untuk mengatasi permasalahn tersebut pemerintah telah menetapkan penelitian bidang minyak atsiri merupakan topik penelitian unggulan saat ini. Minyak daun cengkeh, minyak sereh, minyak terpentin, minyak pefinen, minyak nilam, dan minyak akar wangi merupakan beberapa contoh minyak atsiri yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Minyak atsiri awalnya digunakan sebagai bahan pewangi, parfum, obat-obatan, dan bahan aroma makanan. Dalam perkembangan sekarang hasil sintesis senyawa tuunanan minyak atsiri dapat digunakan sebagai feromon, aditif biodisel, antioksidan, polimer, aromaterapi, penjerap logam, sun screen block dan banyak lagi kegunaan lainnya. Pendidikan merupakan salah satu media strategis yang dapat digunakan untuk mempercepat transfer ilmu. Penggunaan bahan lokal sebagai teaching material dengan pendekatan life skill banyak disarankan dalam proses pembelajaran kimia. Pada makalah ini akan dibahas konsep-konsep kimia minyak atsiri dan penerapannya dalam pembelajaran kimia, YanE diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan terhadap pemanfaatan komponen senyawa minyak atsiri lebih lanjut. Ilmu kimia sebagai produk dan proses sains berimpilikasi terhadap proses pembelajaran yang dikembangkan. Agar minyak atsiri dapat digunakan sebagai teaching material dalam proses pembelajaran kimia, maka kajian minyak atsiri harus memenuhi pada kedua kriteria tersebut. Pada pembahasan yang dilakukan ditemukan bahwa sebagai produk dan proses, minyak atsiri merupakan bahan dasar yang dapat digunakan untuk mendapatkan produk-produk yang lebih bermanfaat yang terus diteliti oleh para ahli kimia sampai saat ini. Banyak konsep kimia yang dapat dijelaskan dengan mengunakan minyak atsiri sebagai teaching material, seperti konsep isolasi, pemurnian, analisis, dan berbagai macam jenis reaksi. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa Kimia minyak atsiri mengandung konsep-konsep kimia yang dapat digunakan sebagai teaching material dalam proses pembelajaran kimia. Pembelajaran kimia dengan menggunakan contoh proses dan reaksi yang berhubungan dengan minyak atsiri akan meningkatkan kebermaknaan belajar.
EKSPLORASI MINYAK ATSIRI SEBAGAI BIOADITIF BAHAN BAKAR SOLAR Kadarohman, Asep
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 14, No 2 (2009): JPMIPA: Volume 14, Issue 2, 2009
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v14i2.35876

Abstract

Minyak atsiri merupakan produk bahan alam dari keragaman hayati Indonesia yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioaditif bahan bakar solar. Minyak cengkeh, minyak terpentin, minyak pala, minyak gandapura, minyak sereh dan minyak kayu putih adalah minyak atsiri yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bioaditif bahan bakar solar karena senyawa-senyawa penyusunnya memiliki rantai siklik dan ketersediaan oksigen yang cukup besar. Temuan penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai minyak atsiri yang paling berpotensi untuk dijadikan sebagai bioaditif bahan bakar solar, yang selanjutnya dapat dilakukan kajian lebih lanjut tentang potensi minyak atsiri tersebut. Secara umum, penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama karakterisasi minyak solar dan bioaditif menggunakan GC-MS, tahap kedua karakterisasi fisik solar-bioaditif pada berbagai komposisi, dan tahap ketiga penentuan laju konsumsi pada mesin satu silinder skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak cengkeh dapat menurunkan laju konsumsi bahan bakar sebesar 4,43% pada penambahan bioaditif 0,6%, minyak terpentin 5,07% pada penambahan bioaditif 10%, minyak pala 0,16% pada penambahan bioaditif 0,4% dan minyak kayu putih 1,82% pada penambahan bioaditif 3%, sedangkan laju konsumsi bahan bakar yang ditambah minyak gandapura dan minyak sereh lebih tinggi dibandingkan solar murni. Dapat disimpulkan bahwa minyak cengkeh memiliki kemampuan paling tinggi dalam menurunkan tingkat laju konsumsi bahan bakar solar.