Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Faktor Pendorong dan Implikasi Perkembangan Pariwisata Spiritual di Kawasan Pariwisata Ubud I Wayan Putra Aditya; I Wayan Ardika; Ida Bagus Gde Pujaastawa
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 06, Nomor 01, Juli 2019
Publisher : Magister Tourism Study, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JUMPA.2019.v06.i01.p06

Abstract

The development of spiritual tourism activities in the Ubud Tourism Area based on the Tourism Area Life-Cycle Theory is at consolidation stage, which is seen from the many places that offer spiritual tourism activities both owned by local people and foreigners, resulting in price competition between these businesses.. The purpose of this research are to identify driving factors and implications of spiritual tourism development in the Ubud Tourism Area. This research is a qualitative descriptive study using observation and interviews for data collection methods. The theory used in this research are Contemporary Spiritual and Alternative Tourism Theory to explain the driving factors and implications sustainability resulting from spiritual tourism activities development related to. The driving factors include internal factors such as history and education as popular goals, external factors such as capitalism, world travel trends, and demand. Implications of this are implications for environmental, such as the conversion of residents' settlements and land conversion, for socio-cultural, such as changes in the consumption patterns of local people and revitalization of local spiritual activities, and for the economic, such as increased employment, increased income for spiritual service businesses, and increased ownership of local tourism businesses, where these implications require supervision by stakeholders so that they remain sustainable and provide optimal local communities benefits.Keywords: Implications, Spiritual Tourism, Ubud Tourism Area.
Local culinary marketing training through virtual Wonderfood Sayan Village Ni Wayan Mega Sari Apri Yani; I Wayan Putra Aditya; Bondan Pambudi; Putu Eka Wirawan; Ni Luh Putu Ayu Daniella Santika Dewi
Community Empowerment Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.242 KB) | DOI: 10.31603/ce.6940

Abstract

The Covid-19 pandemic has devastated Indonesia's tourism and creative economy industry, nearly destroying all aspects of life, particularly in Bali, which is heavily reliant on tourism. This has an impact on all aspects of society, including the citizens of Sayan Village, Gianyar, who work primarily in the hospitality and tourism industries. The purpose of the program is to provide local culinary marketing training via virtual media as an alternative to digital marketing for MSME owners to help market their products. Training, demonstration, and workshops are the methods used. The program's outcomes were successful in increasing partners' knowledge of how to market MSME products through virtual tours.
STORYNOMICS DESA WISATA: PROMOSI DESA WISATA MUNGGU BERBASIS NARASI STORYTELLING Ni Nyoman Arini; I Wayan Putra Aditya; I Wayan Kartimin; I Putu Tiana Raditya
Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 No 2
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.958 KB) | DOI: 10.25078/pariwisata.v7i2.883

Abstract

Storynomics tourism is one of the strategies in promoting tourism, especially rural tourism. The cultural heritage in Munggu Tourism Village has historical stories and cultural values that are still believed by the local community, so the concept of storynomics tourism can be developed in promoting digital-based rural tourism by still maintaining local wisdom in the form of verbal traditions. The storynomics concept of Munggu Tourism Village is a form of promotion of digital storytelling-based rural tourism with the concept of storytelling in a creative content in which there is a concise description of verbal traditions in two language versions, that are bahasa Indonesia and English. This study analyzed the storynomics tourism which is directed as a new way to promote the uniqueness of tourist attractions in Munggu Tourism Village by telling verbal traditions including the history and cultural values of the local wisdom contained therein. The relevant research approach used in this study is a qualitative approach. The theory used in this research is storynomics tourism. This study concludes that Munggu Tourism Village has natural and cultural tourist attractions that keep the history and verbal traditions that have been believed by the local community for generations. Natural and cultural tourist attractions in the Munggu Tourism Village which are narrated for the promotion needs of the Munggu Tourism Village are The Tradition of Mekotek, The Traditional Swing, Munggu Beach, and Pancoran Pule, as well as the creative economy, namely Balinese traditional foods and paintings.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PINGE DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA BERKELANJUTAN MELALUI SOSIALISASI KETAHANAN PANGAN Kimberley Kimberley; Putu Diva Krisna Maharani; I Ketut Gde Nata Adi Putra; I Gede Dirga Surya Arya Widhyadanta; I Wayan Putra Aditya; Utik Kuntariati; Bagus Putu Wahyu Nirmala; Firman Sinaga
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 7: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya dalam membantu masyarakat yang dengan tujuan untuk mengembangkan diri sendiri sehingga mereka dapat memecahkan masalah- masalah secara mandiri. Metode kegiatan yang dilakukan demi tercapainya tujuan pengabdian masyarakat yaitu metode sosialisasi dimana yang memberikan materi tersebut dijelaskan oleh Pihak IDEP Foundation kemudian pada hari Sabtu 1 April 2023 melakukan praktik langsung penanaman benih sayuran bayam hijau dan sawi hijau di Ladang Pinge. Sosialisasi yang dilakukan di Laduma Pinge ini dan materi yang dijelaskan oleh perwakilan Yayasan IDEP Foundation ini dapat mengurangi kendala dalam pertanian para petani di Desa Pinge.
Pengabdian Masyarakat Internasional: Membangun Koneksi Global, Volunteer Pariwisata, Pendidikan dan Kesehatan Internasional Btari Mariska Puwaamijaya; Syti Sarah Maesaroh; Adi Prehanto; Muhammad Dzikri Ar Ridlo; Ni Wayan Mega Sari Apri Yani; Ni Made Ayu Natih Widhiarini; I Wayan Putra Aditya
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v5i1.540

Abstract

This service aims to advance the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) number 4 (Quality Education) and 10 (Reducing Equality) with a focus on developing the competence of foreign volunteers and improving the management of the Widya Guna Disability Foundation. Collaboration between the UPI Tasikmalaya Digital Business Program, the Bali Institute of Tourism and International Business, and PT Medika Nusantara (Medi-Call) is the main vehicle for this activity. The main theme of the service is "Building Global Connections: International Volunteer Tourism, Education, and Health," which involves information sessions, focus group discussions (FGD), as well as the active participation of foreign volunteers from various countries. It is hoped that the results of this service can contribute to increasing access to education for individuals with disabilities (SDGs number 4) as well as encouraging social and economic inclusion (SDGs number 10) through strengthening the management of the Widya Guna Disability Foundation. This kind of collaboration strengthens the spirit for sustainable positive change at the global level and inspires closer cooperation in the future. Keywords: Service, SDGs, Foreign Volunteers, Disability Foundation, Management, Education, Equality, Social Inclusion.
PEMBERDAYAAN PETERNAK LEBAH MADU DI DUSUN TINGGAN DESA PELAGA KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG I W. Pantiyasa; I Wayan Putra Aditya; Moh. Agus Sutiarso
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3: September-Desember 2023
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v3i3.2881

Abstract

KelompokPeternak lebah madu “NyangiSari”yang berada di Dusun Tinggan, Desa Pelaga,Kecamatan Petang Kabupaten Badung Urgensi dilakukan Pengabdin Kepada Masyarakat melaui skema Pemberdayaan Masyarakat karena beberapa masalah yang dihadapi antara lain berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan ketua kelompok permasalahan lain yang dihadapi dalam mengelola usahanya tingkat penjualan madu yang masih rendah karena masih dipasarkan dari mulut kemulut ,belum berani menjadikan madu sebagai souvenir dan belum bisa bersaing di pasar modern dan tidak memiliki kemampuan dalam memasarkan secara on line sebagai penyebabnya adalah kemasan hanya satu varian dan tidak berisi merek dagang., Usaha masih dikelola secara tradisional yaitu tidak ada struktur organisasi kelompok, menejemen keuangan tidak accountable terkadang tercatat terkadang tidak, tidak bisa menentukan harga jual masih hanya melihat harga dipasar umum, belum ada laporan laba rugi. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui skema Pemberdayaan Masyarakat adalah : 1. Peningkatan penjualan produk melalui varian kemasan produk yang baik dan menarik dan memiliki merk dagang,melakukan pemasaran secara on line (media social : face boke,dan Instagram, 2. Peningkatan Pengetahuan dalam mengelola dan mengembangkan usaha melalui peningkatan pengetahuan dalam menejemen produksi, dan menejemen keuangan yang acountable, Luaran yang ditargetkan adalah:1. Peningkatan penjualan produk (madu) sebesar 10% Produk memiliki varian dan merek dagang( serta mampu melakukan pemasaran secara on line (media social) 3. Mitra dapat, memiliki pembukuan keuangan yang accountable, peningkatan pengetahuan dalam menejemen produksi
Sanrio Cutlery Set sebagai Produk Inovatif yang Mendukung Kesehatan dan Keberlanjutan Lingkungan Halim, Jessica; Ni Wayan Rena; I Wayan Putra Aditya; Widhiarini, Ni Made Ayu Natih
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i5.977

Abstract

Perkembangan industri peralatan makan dan dapur semakin pesat, namun penggunaan bahan plastik yang masih mendominasi pasar memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Plastik dapat melepaskan zat berbahaya, terutama pada suhu tinggi, yang merusak kesehatan tubuh, serta memerlukan waktu lama untuk terurai di alam, menyebabkan akumulasi sampah yang mencemari lingkungan. Artikel ini mengkaji inovasi produk dari Nicole’s Natural, yaitu Sanrio Cutlery Set, yang terbuat dari kayu solid dengan tambahan karakter-karakter lucu dari Sanrio seperti Hello Kitty, Cinnamoroll, dan My Melody. Produk ini dirancang untuk menggantikan peralatan makan plastik yang berbahaya dengan produk yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat dari Sanrio Cutlery Set, baik dari segi kesehatan maupun dampaknya terhadap pengurangan sampah plastik. Produk ini menawarkan keunggulan ketahanan yang lebih lama, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, dan dapat digunakan berulang kali tanpa menghasilkan sampah setelah penggunaan. Dengan pendekatan yang mengedepankan keberlanjutan, produk ini juga bertujuan untuk mengedukasi anak-anak dan remaja, agar lebih peduli terhadap isu lingkungan dan mulai beralih dari penggunaan peralatan makan plastik. Diharapkan, dengan semakin dikenalnya produk ini, masyarakat dapat lebih sadar untuk beralih ke produk-produk yang lebih ramah lingkungan dan mendukung gaya hidup sehat. The development of the eating and kitchenware industry is rapidly growing, yet the dominance of plastic in the market continues to have negative impacts on health and the environment. Plastic can release harmful substances, especially at high temperatures, which damage the body, and it takes a long time to decompose, leading to the accumulation of waste that pollutes the environment. This article examines the product innovation from Nicole’s Natural, the Sanrio Cutlery Set, made from solid wood and featuring popular Sanrio characters such as Hello Kitty, Cinnamoroll, and My Melody. This product is designed to replace harmful plastic eating utensils with a safer, more eco-friendly alternative. The research aims to explore the benefits of the Sanrio Cutlery Set, both in terms of health and its impact on reducing plastic waste. The product offers advantages such as longer durability, being free of harmful chemicals, and being reusable without generating waste after use. With a focus on sustainability, this product also aims to educate children and teenagers, to be more aware of environmental issues and shift from using plastic eating utensils. It is hoped that as this product gains recognition, society will become more conscious of switching to more eco-friendly products and supporting a healthy lifestyle.
PELATIHAN PENGOLAHAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DI DESA CAU BELAYU, MARGA, TABANAN Luh Putu Tisna Sari, Ni; Putra Aditya, I Wayan; Gede Sari Dewi Astuti, Ni Luh; Putu Isha Aprinica, Ni; Ayu Gayatri Kesumayathi, Ida; Made Sri Rahayu, Ni; Widya Paramitha, Made
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 3 No. 1 (2024): Artikel Pengabdian bulan April-Juni
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v3i1.2215

Abstract

Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan merupakan desa wisata yang memiliki potensi alam yang melimpah. Kondisi alam dan lahan yang cukup besar mengakibatkan Desa Cau Belayu kaya akan hasil pertanian dan perkebunannya, seperti kelapa. Namun, pengembangan aktivitas wisata di Desa Cau Belayu belum berjalan secara maksimal, mengingat masih lemahnya SDM yang berkaitan dengan jiwa kewirausahaan, belum adanya produk unggulan berbasis kelapa (something to buy) yang ditawarkan kepada wisatawan. Hal ini terkait lemahnya keterampilan masyarakat dalam mengolah buah kelapa untuk dijadikan Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan pengabdian ini untuk menjadikan Virgin Coconut Oil sebagai produk wisata Desa Cau Belayu melalui pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) kepada Kelompok PKK dan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Desa Cau Belayu. Analisis data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena dan melakukan percobaan terkait subjek penelitian melalui metode demontrasi. Hasil pengabdian ini adalah produk Virgin Coconut Oil melalui metode pengadukan (mixer) dan metode pancingan, lalu dikemas menjadi produk wisata menarik dan siap dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung. Kedepannya, diharapkan produk VCO ini mampu menjadi produk wisata unggulan bagi Desa Wisata Cau Belayu untuk dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung (something to buy) maupun proses produksinya dimanfaatkan sebagai atraksi wisata (something to do). Setelah pelatihan ini, diharapkan kelompok PKK dan POKDARWIS dapat mengembangkan Desa Cau Belayu sesuai dengan potensi yang dimiliki dengan memproduksi Virgin Coconut Oil sebagai usaha yang berkelanjutan.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH (WASTE) HASIL PRODUKSI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) SEBAGAI PRODUK GASTRONOMI DI DESA CAU BELAYU, MARGA, TABANAN Dwiki Tresnadi Pande, I Made; Putra Aditya, I Wayan; Eka Wirawan, Putu; Sri Darmayanti, Putu; Ayu Eka Suwintari, I Gusti; Hadi Purnantara, I Made; Suwita Yanti, Ayu; Adi Saputra, David
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 3 No. 1 (2024): Artikel Pengabdian bulan April-Juni
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v3i1.2219

Abstract

Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan merupakan desa wisata yang memiliki potensi alam yang melimpah, seperti kelapa. Namun, pengembangan aktivitas wisata di Desa Cau Belayu belum berjalan secara maksimal, mengingat masih lemahnya SDM yang berkaitan dengan jiwa kewirausahaan, belum adanya produk kuliner unggulan berbasis kelapa (something to buy) yang ditawarkan kepada wisatawan. Pengolahan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) akan menghasilkan limbah (waste) berupa ampas kelapa dan blondo yang dapat diolah kembali menjadi produk kuliner, yaitu serundneg dan pepes tlengis. Tujuan pengabdian ini untuk menjadikan serundeng dan pepes tlengis sebagai produk wisata kuliner Desa Cau Belayu melalui pelatihan pengolahan limbah (waste) Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi produk gastronomi kepada Kelompok PKK dan POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) Desa Cau Belayu. Analisis data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena dan melakukan percobaan terkait subjek penelitian melalui metode demontrasi. Hasil pengabdian ini berupa serundeng dan pepes tlengis yang berasal dari limbah (waste) hasil produksi VCO, lalu dikemas dengan menarik dan siap dipasarkan kepada wisatawan. Setelah pelatihan ini, diharapkan kelompok PKK dan POKDARWIS dapat mengembangkan Desa Cau Belayu sesuai dengan potensi yang dimiliki dengan memproduksi serundeng dan pepes tlengis hasil residu Virgin Coconut Oil sebagai usaha yang berkelanjutan sebagai produk kuliner unggulan (something to buy) Desa Wisata Cau Belayu yang dikemas sesuai dengan inovasi dan kreativitas masyarakat.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA DESA WISATA KEMENUH: : Studi Kasus pada 5 Galeri Patung di Desa Wisata Kemenuh, Gianyar Ni Kadek Aristya Adinanda; Reinada Happy Easterina; Medeleine Rambu Naomi Nggaba; I Wayan Putra Aditya
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata (IN PRESS)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v9i2.113631

Abstract

This study is motivated by the suboptimal marketing strategies of sculpture galleries in increasing tourist visits in Kemenuh Tourism Village, Gianyar Regency, Bali. The purpose of this study is to analyze the existing marketing strategies and formulate more effective approaches. This research uses a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis applies the marketing mix approach and an analysis of strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The results indicate that marketing activities are still dominated by conventional methods and have not optimally utilized digital media. Therefore, strengthening culture-based branding, developing digital marketing, and enhancing collaboration with tourism stakeholders are necessary to increase tourist visits sustainably.