Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : BERITA BIOLOGI

DIVERSITY AND ECOLOGICAL PERSPECTIVE OF SOIL YEAST IN GUNUNG HALIMUN NATIONAL PARK*[Khamir Tanah Taman Nasional Gunung Halimun: Keragaman dan Perspektif] Atit Kanti; I Made Sudiana
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 1 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i1.1167

Abstract

Taman Nasional Gunung Halimun merupakan hutan hujan tropika yang berada di pulau Jawa. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui populasi dari khamir tanah pada berbagai ketinggian tempat (600 m, 1000 m, dan 1500 m) di atas permukaan laut, dan selanjutnya mempelajari peran ekologi dari khamir, dilakukan dengan mengisolasi dan menganalisa karakter fisiologi terutama dalam mendekomposisi selulosa dan hidrolisa fosfat. Khamir yang diisolasi dari tanah dan daerah perakaran dimurnikan dan ditumbuhkan pada media yang mengandung carboxymethylcellulose (CMC) sebagai sumber karbon utama, dan juga ditumbuhkan pada media pivoskaya untuk mengetahui kemampuan pelarutan Ca3(PO4)2. Populasi khamir pada daerah yang atas sedikit lebih tinggi .Sebanyak 23 isolat khamir yang termasuk dalam marga Debaryomyces, Pichia, Rhodotorula, dan Candida diisolasi dari tanah.15 isolat mempunyai kemampuan menghidrolisa selulosa dan 9 isolat mampu melarutkan Ca3(PO4)2. Khamir ditemukan di tanah dan daerah perakaran dan memegang peran penting dalam degradasi senyawa organik dan mineralisasi fosfat di dalam tanah.
IDENTIFICATION OF YEASTS ISOLATED FROM GUNUNG HALIMUN NATIONAL PARK*[Identifikasi Khamir pada Taman Nasional Gunung Halimun] Atit Kanti; Heddy Julistiono; I Made Sudiana
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 1 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i1.1177

Abstract

Dua puluh sembilan isolat khamir diisolasi dari tanah Taman Nasional Gunung Halimun. Sumber isolat berasal dari batang pohon lapuk, akar lapuk yang diambil dari Gunung Botol, Cikaniki, dan Cipta Rasa untuk dipelajari aspek taksonominya. Berdasarkan atas karakter morfologi dan fisiologi, isolat-isolat tersebut digolongkan kepada kelompok ascomyceteous, basidiomyceteous dan imperfect khamir. Selanjutnya ketiga golongan tersebut dimasukkan ke dalam sepuluh kelompok (Kelompok 1 sampai X). Dari 29 isolat tersebut, 7 isolat dimasukkan ke dalam kelompok I diindentifikasi sebagai Debaryomyces hansenii, 6 dalam kelompok II sebagai Candida sp, 2 dalam kelompok III sebagai Pichia membranafaciens, 5 isolat dalam kelompok IV sebagai Candida galacta, 1 dalam kelompok V sebagai Candida sake, 4 dalam kelompok VI sebagai Cryptococcus humicolus, 1 dalam kelompok VII sebagai Rhodotorula minuta, 1 dalam kelompok VIII sebagai Candida sp, 1 dalam kelompok Candida sp, dan 1 dalam kelompok X dalam Candida sp. Macam sampel tampaknya tidak berpengaruh kepada keragaman jenis khamir seperti ditunjukkan oleh jenis yang sama diisolasi dari berbagai jenis sampel. Dari banyaknya jenis khamir yang diisolasi menunjukkan bahwa keragaman jenis khamir di Taman Nasional Gunung Halimun tergolong tinggi.
CELLULOLYTIC YEAST ISOLATED FROM SOIL GUNUNG HALIMUN NATIONAL PARK* [Khamir Selulotik yang Diisolasi dari Tanah Taman Nasional Gunung Halimun] Atit Kanti; I Made Sudiana
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 1 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i1.1173

Abstract

Beberapa khamir tanah yang lermasuk dalam marga Debaryomyces dan Candida diisolasi dari tanah Taman Nasional Gunung Halimun.Kemampuan selulotiknya diuji dcngan menumbuhkannya pada media yang mengandung carboxymethyl cellulose (CMC) sebagai sumber karbon utama. Pertumbuhan biomassa dan pH diikuti selama kultivasi. Pengamh penambahan glukosa terhadap aktivitas selulolitik juga dipelajari.Dari 23 isolat yang diuji, 19 termasuk khamir selulolitik, dan 1 isolat yang mempunyai kemampuan tertinggi dipelajari karakterisktik ezymatik sclulasenya. Penambahan glukosa menstimulasi pertumbuhan sel dan menyebabkan kebutuhan sel akan glukosa bertambah, dan sclanjutnya memacu sintesa ensim. Dari isolat-isolat yang diuji, isolat Debaryomyces S-6 mempunyai aktifitas paling tinggi yaitu sebesar 12 UI pada 96 jam inkubasi. Selama waktu kultivasi pH meningkat dari 6,5 menjadi 7. Adanya khamir yang menghidrolisa selulosa mengindikasikan khamir memegang peranan penting dalam transformasi bahan organik dalam tanah.
THE COMMUNITY OF SOIL YEASTS IN GUNUNG HALIMUN NATIONAL PARK Atit Kanti; I Made Sudiana; Heddy Julistiono
BERITA BIOLOGI Vol 5, No 6 (2001)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v5i6.1081

Abstract

Fifty-two isolates were isolated from Gunung Halimun National Park on the basis of morphological and some physiological characteristics.Those isolates were belonged to three groups namely, ascomycetous, basidiomycetous and imperfect yeasts.Rhodotolum sp.was only found in Ciptarasa site at 1500 m asl, ascomycetous yeasts was only isolated from deteoretic root in Gunung Botol site, while Candida sp.(small globose shaped cells) was only isolated from soil at 1800 m asl of Gunung Botol site. Type of plant species appeared has no effect on yeasts diversity as shown by similar yeasts diversity was observed at rhizosphere soil of three dominating plant (Schima waallichii, Castanopsis javanica and Altingia excelsa) at Cikaniki study site.
AKTIVITAS CMC-ase KHAMIR Candida sp. YANG DIISOLASI DARI TANAH KEBUN BIOLOGI WAMENA, PAPUA Atit Kanti; I Made Sudiana
BERITA BIOLOGI Vol 6, No 5 (2003)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v6i5.1190

Abstract

Cellulolytic Candida sp.was isolated from Wamena, Papua.The strain was able to grow in media with carboxymethyl cellulose as a sole carbon source implying that the isolate produced 1-3 oc endo-gluconase.To study the effect of glucose and osmotic pressure on 0.1% glucose and 0.1% NaCl were augmented to CMC-contained media.Glucose augmentation affects cellulolytic activity of culture,probably due to higher biomass production in media. NaCl addition appear not to affect cellulolytic ability. Profile of pH also varied depend on the cultivation media. Maximum growth rate was achieved when glucose was added which was implying that glucose stimulate cell growth.