Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Etnografi Permainan Olahraga Tradisional Gebug Ende di Desa Adat Seraya Kabupaten Karangasem Komang Shintya Purnama Dewi; Made Agus Wijaya; I Komang Sukarata Adnyana
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v13i2.95213

Abstract

Latar Belakang Masalah: Minimnya kajian literatur seperti buku yang membahas olahraga tradisional gebug ende di satuan pendidikan yang menjadi akar permasalahan ini dan juga sosialisasi permainan olahraga tradisional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Permainan Olahraga Tradisional Gebug Ende di Desa Adat Seraya Kabupaten Karangasem. Metode: Penelitian ini menggunakan metode bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara. Hasil: Hasil penelitian ini adalah dari 6 informan yang diwawancarai mengetahui permainan olahraga tradisional gebug ende akan tetapi jika diimplementasikan ke sekolah banyak peserta didik yang tidak mengetahui permainan olahraga tradisional ini maka dari itu perkembangan permainan olahraga tradisional gebug ende dikalangan generasi muda sudah hampir tidak diketahui dikarenakan tidak adanya kajian literatur dan kurangnya sosialisasi permainan olahraga tradisional. Kesimpulan: Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan olahraga tradisional Gebug Ende memiliki nilai budaya yang tinggi serta memuat unsur pendidikan, kerja sama, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan dijadikan ritual untuk memohon turunnya hujan. Namun, praktik permainan ini mengalami penurunan signifikan akibat modernisasi dan kurangnya regenerasi. Upaya pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat lokal, terutama melalui peran tokoh adat dan sekolah menjadi kunci dalam mempertahankan eksistensi Gebug Ende sebagai warisan budaya tak benda.
Peningkatan Hasil Belajar Gerak Pencak Silat melalui Media Audiovisual dan Garis 8 Penjuru pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Rendang Tahun Pelajaran 2024/2025 I Kadek Junaedi Putra; Kadek Yogi Parta Lesmana; Made Agus Wijaya
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 2 (2026): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/tk9a1s62

Abstract

This study aims to improve learning outcomes in variations of non-locomotor movements in horse stances and locomotor movements in pencak silat steps using audio-visual media. The learning outcomes in attitude assessment showed a significant improvement, from a class average score of 85 in Cycle I to 89.86 in Cycle II and 92.83 in Cycle III. The learning outcomes in knowledge assessment showed a significant increase, from a class average score of 78 in Cycle I to 86.72 in Cycle II and 92.83 in Cycle III for fifth-grade students at the Education Unit of SD Negeri 1 Rendang, Karangasem Regency, in the 2024/2025 academic year. This study is a classroom action research study conducted in three cycles. The subjects were 29 fifth-grade students at the Education Unit of SD Negeri 1 Rendang in the 2024/2025 academic year. The results showed that the learning completion percentage increased from 65% in Cycle I to 97% in Cycle II and 97% in Cycle III. Meanwhile, learning outcomes in the skills assessment showed a significant improvement, with a class average score of 82 in Cycle I, rising to 87.75 in Cycle II and 88.62; and a learning completion percentage of 65% in Cycle I, rising to 97% in Cycle II and 97% in Cycle III. In conclusion, learning outcomes for variations in non-locomotor movements in horse stances and locomotor movements in Pencak Silat steps in Karangasem Regency in the 2024/2025 academic year were improved through audio-visual media and the 8-point line aid. Keywords: 8-Way Compass, Learning Outcomes, Locomotor, Non-Locomotor, Pencak Silat, Movement Variations
Pengembangan Media Animasi Pembelajaran Variasi Pola Gerak Dasar Tendangan Pencak Silat pada Peserta Didik Sekolah Dasar Ni Wayan Sunarningsih; Made Agus Wijaya; Ni Luh Putu Spyanawati
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i2.4156

Abstract

Pembelajaran pencak silat di kelas VI SD Negeri 12 Dauh Puri masih menggunakan media cetak dua dimensi yang statis. Hal ini mengakibatkan peserta didik kesulitan dalam memahami variasi pola gerak dasar tendangan yang memadukan unsur lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji validitas, serta mendeskripsikan kepraktisan media animasi pembelajaran pada materi tersebut. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menerapkan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 12 Dauh Puri. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket berskala lima yang telah diuji validitas isinya (R=1,00). Hasil uji validitas menunjukkan kualifikasi sangat layak dengan rincian perolehan skor dari ahli isi 100%, ahli media 94,6%, ahli desain pembelajaran 97,5%, dan praktisi lapangan 100%. Hasil uji kepraktisan oleh peserta didik juga menunjukkan kualifikasi sangat baik, dengan skor pada uji coba perorangan sebesar 86,8%, uji coba kelompok kecil 90%, dan uji coba kelompok besar 92%. Dapat disimpulkan bahwa media animasi yang dikembangkan valid dan praktis untuk digunakan dalam memfasilitasi pemahaman peserta didik terhadap keterampilan gerak pencak silat. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian media animasi dapat direkomendasikan sebagai instrumen pedagogis alternatif bagi pendidik PJOK untuk mereduksi potensi miskonsepsi gerak, mengakomodasi kebutuhan visualisasi peserta didik pada fase kognitif operasional konkret, serta mengoptimalkan kemandirian belajar dalam penguasaan keterampilan motorik yang kompleks.
PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA BERKELANJUTAN UNTUK MENEKAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DI SAMBLONG, JEMBRANA, BALI I Wayan Sumandya; A.A Istri Mirah Dharmadewi; I Kadek Yudha Pranata; Made Agus Wijaya; I Putu Pasek Suryawan; Ni Putu Sri Ratna Dewi; I Gusti Ayu Mira Ardanantya; I Gusti Ketut Adnyani; Tiurma Silvia Leonita; Desak Made Echa Herawati; I Putu Darma Yuda
Sewagati Vol. 3 No. 2 (2024): Sewagati
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59819/sewagati.v3i2.4224

Abstract

The development of sustainable agrotourism in Samblong, Jembrana, Bali, is a strategic solution to mitigate environmental degradation. This community service program aims to optimize the role of higher education institutions in supporting sustainable agrotourism development through participatory methods, training, research, and the implementation of environmentally friendly technologies. The method used involves a participatory approach, where local communities are engaged in the planning and implementation of the program. Higher education institutions provide training in agrotourism management, sustainable agricultural practices, and digital marketing, as well as technical assistance in using eco-friendly technologies. The results of this community service show an increased understanding among the community about the concept of sustainable agrotourism and the application of organic waste management technologies. Research conducted by the university yielded environmental data used as the foundation for long-term land management planning. Additionally, there was an improvement in the community's skills in promoting agrotourism digitally, directly impacting income growth. Collaboration between universities, local communities, and regional governments also succeeded in strengthening synergy in managing natural resources. Overall, this program has successfully reduced the rate of environmental degradation and improved the welfare of the community in Samblong.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK MATERI TEKNIK DASAR PASSING CHEST PASS BOLA BASKET PADA MURID KELAS X.3 SMA NEGERI 7 DENPASAR Ketut Gede Darma Putra; I Made Satyawan; Made Agus Wijaya
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi teknik dasar passing chest pass bola basket melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas X.3 SMA Negeri 7 Denpasar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas murid kelas X.3 SMA Negeri 7 Denpasar yang berjumlah 37 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar PJOK siswa pada materi teknik dasar passing chest pass bola basket. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil belajar siswa, yang mana aspek pengetahuan meningkat dari 51% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II, serta pada aspek keterampilan dari 27% pada siklus I meningkat menjadi 89% pada siklus II. Selain itu, kemampuan siswa dalam memahami materi dan melakukan teknik passing chest pass juga meningkat pada setiap siklus pembelajaran. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berpusat pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif meningkatkan hasil belajar PJOK pada materi teknik dasar passing chest pass bola basket siswa kelas X.3 SMA Negeri 7 Denpasar.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK KETERAMPILAN GERAK DASAR DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA MURID KELAS V DI SD N 2 PENARUNGAN I Putu Erwin Wita Dharma; I Made Satyawan; Made Agus Wijaya
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi keterampilan gerak dasar permainan sepak bola melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada murid kelas V SD Negeri 2 Penarungan Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 murid yang terdiri atas 10 murid laki-laki dan 5 murid perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pengetahuan dan observasi keterampilan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT mampu meningkatkan hasil belajar PJOK secara signifikan. Ketuntasan hasil belajar pada aspek pengetahuan meningkat dari 53,3% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, sedangkan aspek keterampilan meningkat dari 46,6% menjadi 100%. Secara klasikal, ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 40% pada kondisi awal menjadi 46,6% pada siklus I dan mencapai 100% pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa model TGT mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, kompetitif, dan menyenangkan melalui kegiatan diskusi kelompok, permainan, turnamen, serta pemberian penghargaan. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar PJOK pada materi keterampilan gerak dasar permainan sepak bola di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD GERAK DASAR ROLL DEPAN SENAM LANTAI PADA PESERTA DIDIK KELAS RENDAH Kadek Darma Ananda; Made Agus Wijaya; I Komang Sukarata Adnyana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.61261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis flashcard pada materi gerak dasar roll depan senam lantai untuk peserta didik kelas III sekolah dasar serta mengetahui tingkat validitas dan kepraktisan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media pembelajaran, praktisi pembelajaran, serta peserta didik kelas III SD Negeri 1 Sidetapa. Instrumen penelitian berupa angket validasi ahli dan angket respons pengguna yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan praktisi pembelajaran. Selain itu, hasil uji kelompok kecil, kelompok besar, dan uji kepraktisan menunjukkan bahwa media memperoleh kategori sangat praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Media flashcard yang dikembangkan mampu menyajikan tahapan gerakan secara sistematis, menarik, serta mudah dipahami oleh peserta didik sehingga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi gerak dasar roll depan. Dengan demikian, media flashcard layak digunakan sebagai media pembelajaran PJOK pada materi gerak dasar roll depan di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR PJOK MATERI SERVIS PERMAINAN BULU TANGKIS PADA PESERTA DIDIK SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 SAMSAM I Dewa Gede Riandra Yuga Santosa; Made Agus Wijaya; I Made Satyawan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.61941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi servis permainan bulu tangkis  melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe (Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Sasmsam. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas murid kelas VI SD Negeri 1 Samsam, yang Sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe (Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar PJOK siswa pada servis permainan bulu tangkis. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil belajar siswa, Dimana aspek pengetahuan meningkat dari 80% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, Serta pada aspek keterampilan dari 70% pada siklus I Meningkat Menjadi 85% pada siklus II. Selain itu, kemampuan siswa dalam memahami materi dan melakukan servis permainan bulu tangkis juga mengalami peningkatan pada setiap siklus pembelajaran. Model pembelajaran Kooperatif Tipe (Student Teams Achievement Divisions (STAD) memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berpusat pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe (Student Teams Achievement Divisions (STAD) efektif meningkatkan hasil belajar PJOK pada materi Servis Permainan Bulu Tangkis pada Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Samsam Tahun Pelajaran 2025/2026.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR PJOK MATERI TEKNIK DASAR PASSING PERMAINAN SEPAK BOLA PADA MURID KELAS X.9 DI SMA NEGERI 7 DENPASAR I Nyoman Alit Arisuta; I Made Satyawan; Made Agus Wijaya
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi teknik dasar passing permainan sepak bola melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 37 murid kelas X.9 SMA Negeri 7 Denpasar Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan, observasi keterampilan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar meningkat dari 73% pada observasi awal menjadi 76% pada siklus I dan mencapai 100% pada siklus II. Ketuntasan aspek pengetahuan meningkat dari 70% menjadi 100%, sedangkan aspek keterampilan meningkat dari 68% menjadi 100%. Disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) mampu meningkatkan hasil belajar PJOK pada materi teknik dasar passing permainan sepak bola.
Co-Authors ., A Febi Arif Isnaini ., Agus Budiarsa I Wayan ., Andini Hijria ., Dewa Kade Wahyu Sidirastu ., GEDE BAGUS MARKOTA N ., Hesti Januariningtyas ., I Komang Ari Darmika ., Kadek Dian Puspita Yanti ., Putu Henry Kristiawan A Febi Arif Isnaini . A.A Istri Mirah Dharmadewi A.A. Gede Mardiana Putra Adnyani, I Gusti Ketut Agung, I Gusti Lanang Agus Budiarsa I Wayan . Agus Wahyu Swiartha Adi Saputra Agus Ahmad Muhlisin Ahmad Muhlisin Ahmad, Afrizal Alanurdin Anak Agung Istri Mirah Dharmadewi Andini Hijria . Anggis Ardianca Antara, Kadek Arya Dwi Ardanantya, I Gusti Ayu Mira Arimbi Arke, I Gede Artanayasa, Wayan Aryananda, I Putu Gede Astawa, I Gede Putu Banu Astrawan Putra, Ketut Diva Bafirman HB Bagus Ade Prasetia Dinata Bagus Pangestu Bangkit Seandi Taroreh Bayu Budi Prakoso Br Tarigan, Kristiani Ekaristi Brema Ekel Suranta Tarigan Desak Made Echa Herawati Dewa Kade Wahyu Sidirastu . Dewi, Ni Kadek Sri Kesuma Drs. I Made Danu Budhiarta,M Pd. . Eka Prabawa, I Putu Adi Eri Barlian Fitriah, Alfiatun Nur GEDE BAGUS MARKOTA N . Gede Mahendra Wijaya Putra Giri Cahya, I Kt. B.P Candra Habibulloh, Iqbal Harry Fitriyanto Rachman Herawati, Desak Made Echa Hesti Januariningtyas . I Dewa Gede Riandra Yuga Santosa I Gede Suwiwa I Gst Lanang Agung Parwata I Gusti Ayu Mira Ardanantya I Gusti Ketut Adnyani I Gusti Lanang Agung I Gusti Ngurah Bagus Rona Wisaka I Kadek Antara Putra I Kadek Junaedi Putra I Kadek Yogi Parta Lesmana I Kadek Yudha Pranata I Ketut Iwan Swadesi I Ketut Yoda I Komang Ari Darmika . I Komang Sukarata Adnyana I Komang Sukarata Adnyana I Komang Sukarata Adnyana I Kt. B.P Candra Giri Cahya I Made Agus Ariananta Darma Wijaya I Made Danny Prayudya I Made Satyawan I Made Widiana Putra I Nengah Dedy Setiawan I Nyoman Alit Arisuta I Nyoman Kanca I Putu Adi Eka Prabawa I Putu Agus Dharma Hita I Putu Darma Yuda I Putu Darmayasa I Putu Erwin Wita Dharma I Putu Herry Widhi Andika I Putu Krismon Eka Perdana I Putu Panca Adi I PUTU PASEK SURYAWAN I Wayan Karyasa I Wayan Sumandya I.N. Putra Astawa Kadek Adi Surya Wiguna Kadek Arya Dwi Antara Kadek Darma Ananda Kadek Dian Puspita Yanti . Kadek Nova Juniartha Kadek Yogi Parta Lesmana Ketut Gede Darma Putra Ketut Urip Puja Suyasa Khairi, Abu Komang Eka Triasa Komang Shintya Purnama Dewi Komang Shintya Purnama Dewi Kusumayuda, I Kadek Panji Leonita, A Tiurma Silvia Lisa Marina Lambei Luh Putu Spyanawati M. Haris Satria M.Or S.Pd I Ketut Budaya Astra . M.Or. S.Pd. I Ketut Semarayasa . Made Agus Dharmadi Made Satyawan Mahendra, Dewa N. Putu Maikel Khristy Surbakti marina, lisa MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Ni Luh Putu Spyanawati Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Sunarningsih Nining Widyah Kusnanik Padmawan, I Putu Rega Pangestu, Bagus Parwata, I Gusti Lanang peby Gunarto Peby Gunarto Pengalaman Puta Jaya gulo Permana, W Gde Gandhi Pradana, Febryansah Gilang Aris Prof. Dr. I Wayan Rai, MS . Putra, A.A. Gede Mardiana Putra, I Made Widiana Putu Chantika Candra Dewi Putu Henry Kristiawan . Putu Panji Sulaksana Rachman, Harry Fitriyanto S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Saputra, Komang Ogi Saragih, Ary Syah Putra Saragih, Formendi Oktavnier Sartika Enjelina Simanihuruk Satria, M Haris Sembiring, Andre Pranata Setevanus Araventa Sembiring Spynawati, Ni Luh Putu Suhanda, Hadi Aldiansyah Sulaksana, Putu Panji Sumarjono, Kadek Jefry Dwi Sumaryanti Sumaryanti Sumayasa, I Nyoman Suratmin Suroto Suroto Susila, Gede Darma Gita Taroreh, Bangkit Seandi Tiurma Silvia Leonita Usman, Arifuddin Wahjoedi Wahjoedi Wahjoedi Wahjoedi Wahjoedi, H Wirayudha, I Made Agus Yuda, I Putu Darma Yulianto, Yosep Bartholomeus Dwi