Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES KREATIF I WAYAN SADRA PADA SENI LUKIS TELOR DI DESA BATUAN, SUKAWATI, GIANYAR I Putu Ari Wirawan .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2116

Abstract

(1) Perjalanan berkesenian I Wayan Sadra pada seni lukis telor (2) Bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni lukis telor antara lain: telor, tinta cina (mangsi), cat acrylic, vernis, stand/alas telor, Alat yang digunakan antara lain:pensil, drawing pen, kuas, amplas (glass paper), penghapus karet, palet, jarum suntik, paku besi, stik bambu (3) Proses pembuatan seni kerajinan lukis telor diawali dengan proses persiapan bahan yaitu telor dan proses pembersihan telor, Selanjutnya adalah proses melukis pada cangkang telor yang terdiri dari: pembuatan pola, mengabur motif hias, mewarnai/melukis gambar, finishing dengan mengoleskan bahan vernis pada cangkang telor. (4) motif hias yang biasa di terapkan pada lukis telor ialah: motif tradisi batuan yang terdiri dari motif pewayangan dan pepatran, selanjutnya pembaruan motif hias pada media cangkang telor antara lain:motif hewan, motif tumbuhan, motif manusia, motif kartun. Selanjutnya pembaruan motif hias yang hasilkan adalah motif telor ukir, cara pembuatannya mengukir cangkang telor dengan alat pahat.Kata Kunci : Kata kunci : proses kreatif, lukis telor, alat dan bahan, pembaruan motif hias. (1) the art trip of I Wayan Sadra on art egg painting (2) the materials used in the manufacture of egg paintings include: eggs, chinese ink, acrylic paint, varnish, stand, tools are used in this research include: pencils, leaves, drawing pens, brushes, sandpaper, rubber eraser, palette, needle too late, iron nails,stik bamboo (3) The process of making an egg painting craft, such as: the first, start to prepare the material which is egg, and the egg process cleaning, Next, the process of eggs painting, such as: pattern making, blurred decorative motifs, coloring or painting a picture, finishing by applying a varnish material on egg shells. (4) the decorative motifs commonly applied to painted eggs are: the tradition motif are consists of puppet and pepatran, the next step is subsequent updates ornamental on egg shells media includes: animal motifs, plant motifs, human motives, cartoon motifs. Further, the updates of decorative motifs are motifs carved eggs, how to make egg shells carve with a chiselkeyword : creative process, painting eggs, tools and materials, new decorative motifs.
Saddula "Petulangan unik Di Banjar Paketan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng" Putu Tegeh Kertiyasa .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Keunikan Petulangan Saddula yang dipakai oleh dadia tertentu di Banjar Paketan. (2) Makna yang terkandung pada Petulangan Saddula yang biasanya dipakai oleh dadia tertentu di Banjar Paketan. Sasaran penelitian ini adalah keunikan Petulangan dan makna yang terkandung pada Petulangan yang terdapat di Banjar Paketan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskritif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) teknik observasi (2) teknik wawancara (3) teknik telaah dokumen. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrument observasi (2) instrumen wawancara (3) instrumen dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis domain yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atau pengertian umum, relatif dan menyeluruh, dan (2) analisis taksonomi untuk mengolah data lebih rinci dan mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk Petulangan Saddula di Banjar Paketan, Keunikan Petulangan Saddula Yang di Pakai oleh dadia tertentu, Makna Petulangan Saddula. Makna dari Bentuk Petulangan ini adalah Sarana untuk membakar mayat. Secara sepiritual merupakan suatu sarana untuk menghantarkan roh seseorang yang sudah meninggal ke alam sunya ( neraka atau sorga ) sesuai dengan hasil perbuatannya di dunia.Kata Kunci : Banjar Paketan, dadia, Petulangan, seni rupa The research aimed at (1) The uniqueness of Petulangan Saddula which is used by the certain dadia (family temple) at Banjar Paketan. (2) The meaning of Petulangan Saddula which usually used by the certain dadia (family temple) at Banjar paketan. The purposed of this research is the uniqueness of Petulangan and the meaning of Petulangan at Banjar Paketan, Buleleng sub-district, Buleleng regency. The approach used is descriptive qualitative. The data was collected by using three techniques, namely: observation, interview, and research document. The instruments use observation instrument, interview instrument, and documentation instrument. The data analysis used (1) Domain analysis which is purposed to get the illustration or the general meaning, relative and entirely, and (2) Taxonomy analysis to make the process of this research more detail and deepen. The result of this research is to show the shape of Petulangan Saddula at Banjar Paketan, the uniqueness of Petulangan Saddula which is used by the certain dadia, and the meaning of Petulangan Saddula. The meaning of the shape of Petulangan is as a medium of human corpse combustion. In spiritually as a medium to bring the soul or spirit to the heaven or hell based on the action of the human at the time when they are alive.keyword : Banjar Paketan, dadia (Family temple), Petulangan, seni rupa (Visual Art).
SENI TATO DI KALANGAN ANAK MUDA DI DESA PUPUAN I Dewa Gede Putra Ariawan .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2544

Abstract

Masyarakat pada jaman dahulu masih menganggap tato itu suatu hal yang tabu. Orang-orang yang memakai tato diidentikan dengan orang jahat atau penjahat, juga dianggap orang yang selalu membuat kekacauan dan mengusik ketentraman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat luas tentang seni tato di Desa Pupuan, mengetahui alasan anak muda di Desa Pupuan menggunakan tato, mengetahui desain tato yang digunakan oleh anak muda di Desa Pupuan, mengetahui bagian tubuh yang ditato oleh anak muda di Desa Pupuan. Subjek dalam penelitian adalah 45 anak muda dan 30 orang tua di Desa Pupuan. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data-data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, yang selanjutnya data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 orang yang menjadi subjek penelitian, ada 49 yang menyukai tato, 15 orang yang tidak menyukai tato, dan 11 orang biasa-biasa saja. Alasan anak muda di Desa Pupuan mempergunakan tato karena tato dianggap karya seni yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi dan bersifat atraktif, dinamis, sesuai dengan jiwa mereka yang penuh semangat. Desain yang paling banyak digunakan adalah gambar yakuza dan geisha, serta bagian tubuh yang paling banyak ditato adalah punggung dan kaki.Kata Kunci : Tato. Anak Muda, Pupuan The public in antiquity still thinks emme it ' s a thing which is taboo. Those who wear emme diidentikan with a villainous person or criminals, also considered the guy who always make chaos and harass tranquility of society. Research is aimed to know the views of the public at large about art emme in the village of pupuan, know the young man in the village of pupuan using emme, knowing design emme used by young man in the village of pupuan, knowing of body parts that ditato pupuan by young man in the village. A subject in research is 45 young man and 30 pupuan old man in the village. Research using design descriptive qualitative research. The data collected by using the method observation and interview later on data analysis using a method of analysis descriptive. The result showed that of 75 people, who became a subject of study there are 49 emme, who is fond of 15 a person who dislikes emme, and 11 people unsurprised. Reasons young man in the village of pupuan putting emme because emme considered a work of art that have value æsthetics is quite high and are attractive, dynamic, in accordance with their souls who spiritedly. Design the most widely used is a picture of yakuza and geisha, as well as of body parts that most numerous ditato is the back and feet.keyword : Tato. Anak Muda, Pupuan
PROSES KREATIF PELUKIS I NYOMAN LANUSA I Komang Sutarman .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang (1) riwayat kesenimanan I Nyoman Lanusa (2) dan proses kesenimanan, (3) serta periodisasi karya I Nyoman Lanusa. Penelitian ini adalah penelitian Deskrptif dengan pendekatan Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode (1) observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi,(4) kepustakaan. . Adapun sasaran penelitian ini adalah (1) mendapatkan gambaran yang objektif tentang riwayat berkesenian I Nyoman Lanusa, (2) dan proses kesenimanan I Nyoman Lanusa, (3) serta mendeskripsikan periodisasi karya- karya I Nyoman Lanusa dari awal berkesenian sampai sekarang masih aktif berkarya. Subjek penelitian adalah I Nyoman Lanusa yang merupakan seniman lukis tradisi Bali dari Banjar Ambengan, desa peliatan, kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) riwayat kesenimanan I Nyoman Lanusa adalah seorang pelukis tradisi dari Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. (2) Proses kesenimanan I Nyoman Lanusa dilakukan dengan menemukan ide- ide baru dari imajinasinya untuk dirancang menggunakan pensil kemudian dituangkan ke atas kertas maupun kain kanvas yang melahirkan sketsa sebagai permulaan berkarya, dan selanjutnya direspon dengan menebalkan dengan menggunakan tinta cina. Setelah selesai mempertebal sket, proses selanjutnya adalah proses mewarnai lukisan. (3) periodisasi karya I Nyoman Lanusa mengalami periodisasi yaitu dari periode awal pada tahun 1972 sampai dengan 1979, periode kedua pada tahun 1980 sampai dengan 1988, periode ketiga dari tahun 1990 sampai dengan 1994, periode keempat dari tahun 1995 sampai dengan 1998, dan periode kelima I Nyoman Lanusa kembali menggunakan gaya lukisan sebelumnya yaitu periode kedua dan berlangsung sampai sekarang.Kata Kunci : riwayat kesenimanan, Periodisasi karya Lanusa This study aimed to obtain description of art history of I Nyoman Lanusa and art proces, along with periodisation by I Nyoman Lanusa. This study is descriptive study within qualitative approach. The data collection conducted by using observation method, interview, documentation, and library research. The object of the study is obtaining the objective description about art history of I Nyoman Lanusa, and art process of I Nyoman Lanusa, along with describing the periodisation of products by I Nyoman Lanusa from the beginning of his career until now. The subject of the study is I Nyoman Lanusa who is Balinese tradition painting artist from Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. The result of this study showing that the art history of I Nyoman Lanusa is a Balinese tradition painting artist from Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Art process of I Nyoman Lanusa conducted through finding new ideas from his imagination by sketching using pencil and then, putting down on the paper or canvas which is creating sketch as the beginning of the product. After that, it is responded by bolding by using chinese ink. After bolding the sketch, the next process is colouring process. I Nyoman Lanusa’s product periodisation experiencing periodisation, which is from the beginning of 1972 until 1979, second period on 1980 until 1988, third period from 1990 until 1994, fourth period from 1995 until 1998, and the fifth period, I Nyoman Lanusa using the old-own painting style, which is second period and taking place until now.keyword : art history, periodisation painting Lanusa
KARYA TUGAS AKHIR SISWA JURUSAN T.I MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 SUKASADA I Komang Tandingada .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.3634

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Jenis Karya Tugas Akhir Siswa Jurusan T.I Multimedia SMK Negeri 1 Sukasada, : (2) Teknik Pembuatan Karya Tugas Akhir Media Video Siswa Jurusan T.I Multimedia SMK Negeri 1 Sukasada, : (3) Kualitas Karya Tugas Akhir Media Video Siswa Jurusan T.I Multimedia SMK Negeri 1 Sukasada, Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, sasaran penelitian ini adalah hasil karya Tugas Akhir Siswa Jurusan T.I Multimedia SMK Negeri 1 Sukasada Jenis karya tugas akhir yang dihasilkan yaitu Video Editing, Web Desain, CD Interaktif, CD Pembelajaran, Animasi kartun. Semua karya tugas akhir dikerjakan dengan teknik yang berbeda-beda, sesuai dengan jenis karya yang dibuat. Video editing, misalnya menggunakan program adobe premiere dan proses pengerjaannya pun berbeda. Semua ilmu yang diperoleh siswa dari kelas I sampai kelas III merupakan proses pembelajaran untuk medapatkan kualitas lulusan yang sesuai dengan dunia usaha/dunia industri, mulai dari proses pembuatan, desain, konsep sampai hasil akhir dimana di uji langsung oleh pihak dunai usaha. Hasil Karya Tugas Akhir Siswa Jurusan TI Multimedia SMK Negeri I Sukasada sudah bagus, kedepan supaya lebih bagus dan lebih bervariasi, baik dari segi desain, teknik pengambilan gambar, maupun teknik editing, karya Tugas akhir yang dihasilkan sudah beragam sesuai dengan tuntutan dunia usaha, kualitas hasil karya tugas akhir siswa TI multimedia sangat bagus dan sudah berani bersaing di dunia usaha/dunia industri. Kata Kunci : Kata Kunci : Tugas Akhir, Multimedia, Video Editing, Web Desain, CD Interaktif. Abstract This research aim to to know : ( 1) Final Type Masterpiece Duty [of] Student Majors of T.I Multimedia SMK Country 1 Sukasada : ( 2) Technique Making Of Final Masterpiece Duty [of] Media Video Student Majors of T.I Multimedia SMK Country 1 Sukasada : ( 3) Quality Of Final Masterpiece Duty of Media Video Student Majors of T.I Multimedia SMK Country 1 Sukasada, Method Research the used is research method qualitative, this research target is result of Final Duty masterpiece of Student Majors of T.I Multimedia SMK Country 1 Sukasada. Final Type Masterpiece duty which yielded by that is Video of Editing, Web Desain, CD Interaktif, CD Study, Animation Cartoon. All final duty masterpiece done with technique which different each other, as according to made masterpiece type. video of Editing, for example using program of adobe its workmanship process and premiere even also differ. All obtained [by] science [is] student of class of I until class of III represent study process to get the quality of grad matching with world of[is effort / industrial world, start from process of, desain, concept until end result where [in] direct test by party/ side of dunai the effort. Result Of Final Masterpiece Duty [of] Student Majors of TI Multimedia SMK Country of I Sukasada have nicely, to the fore nicer so that and more is varying, either from facet of desain, technique intake of picture, and also technique of editing, final Duty masterpiece which yielded [by] have immeasurable as according to corporate world demand, quality of result of final duty masterpiece [of] student of TI multimedia very good and have dare to compete in world of is effort / industrial world. keyword : Keyword : Final Duty, Multimedia, Video of Editing, Web Desain, CD Interaktif.
Pewarna Batik Alami di Tjok Agung Indigo Desa Pejeng Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar Anak Agung Gede Rai Sedana .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Jajang S,M.Sn .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4715

Abstract

Penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber pewarna batik alami di Tjok Agung Indigo, (2) Proses pembuatan zat pewarna alami batik di Tjok Agung Indigo, (3) Jenis-jenis kain yang digunakan dalam pembuatan batik di Tjok Agung Indigo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan pendokumentasian, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan metode analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber zat pewarna alami di Tjok Agung Indigo adalah tingi atau secang sebagai sumber warna merah, tom sebagai sumber warna biru dan jelawe atau delima sebagai sumber warna kuning. (2) Proses pembuatan zat pewarna alam di Tjok Agung Indigo dilakukan dengan 2 cara yaitu melalui proses ekstraksi dan fermentasi. (3) Jenis-jenis kain yang digunakan dalam pembuatan batik di Tjok Agung Indigo adalah kain kanvas, kain sutera, kain sutera krep, kain katun, kain fual, kain 100s, kain blacu,Kata Kunci : batik, sumber pewarna alami. This descriptive qualitative study is aimed at at finding out (1) kinds of plants used as natural dyes on batik at Tjok Agung Indigo, (2) the process of how to make natural dyes substances for batik at Tjok Agung Indigo, (3) kinds of fabric used to make batik at Tjok Agung Indigo. The data were obtained through observation, interview, and documentation, and then were analyzed descriptively using domain and taxonomy analysis. The result of the study showed that (1) kinds of plants used as natural dyes on batik at Tjok Agung Indigo were Ceriops Tagal or Caesalpinia Sappan L. to get the red colour, Indigofera Tinctoria to get the blue colour, and Terminalia Belerica or Punica Granatum to get the yellow colour. (2) the process of making natural dyes substances was done through 2 ways, such as extraction and fermentation. (3) kinds of fabric used to make batik at “Tjok Agung Indigo” Company were canvas, silk, crepe silk, cotton, fual, 100s, and blacoo. keyword : batik, natural dyes.
Proses Kreatif Pematung Jero Mangku Jinggo I Nyoman Sudiarka .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo; (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo; (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung Jero Mangku Jinggo. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, purposive sampling, wawancara, cross check, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo dimulai dari pekerjaannya sebagai penjual barang antik. Dari sana dia mendapat tawaran dari temannya untuk membuat belong yang diukir, kemudian membuat patung dari batu cadas hitam. Sehingga Mangku Jinggo semakin asik berkarya menghasilkan banyak patung dengan berbagai figur yang begitu polos, unik, dan mencirikan sebagai seniman alam (autodidak) yang dikenal banyak pecinta seni. (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo dalam berkarya berasal dari faktor alam, sosial-budaya yang telah terekan dalam memori pikirannya, dan muncul ketika melihat batu yang memiliki figur mirip seperti yang terbayang dalam pikirannya. Dia tidak membuat patung dengan corak yang diterapkan para pematung pada umumnya, namun tetap konsisten pada corak yang telah dikembangkan, yaitu corak patung yang kecenderungannya meminjam visual patung primitif dan naif. (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo banyak mengambil objek dari isi alam, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan tokoh lain seperti Detya, Kala, Celuluk, dan sebagainya. Objek-objek itu diwujudkan pada batu cadas hitam dengan piranti tradisional yang begitu sederhana.Kata Kunci : proses kreatif, pematung, Jero Mangku Jinggo This study attempts to know: (1) the acts of art Jero Mangku Jinggo; (2) a source of inspiration Jero Mangku Jinggo; (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jingo. The subject in this research was sculptor Jero Mangku Jinggo. Data collection method used in this research is a method of observation, purposive sampling, interview, cross check, documentation and literature. Data analyzed by using a technique descriptive with a qualitative approach. The results showed that: (1 of the acts of art Jero Mangku Jinggo started from his job as antique dealers, there he got an offer to make dimples carved from his friend, then make a statue of stone andesite. So that Jero Mangku Jinggo increasingly enjoy work produces a lot of the statue with various figure who so innocent, unique and characterizing as artists nature (autodidak). (2) a source of inspiration for Jero Mangku Jinggo in the work derived from natural factors, sociocultural terekan has been in the memory of his mind, and inspired by a visual form material. He was not to imitate pattern applied sculptor in general, but remain consistent with her style, namely pattern that tends to imitate visual a statue of a primitive and naïve. (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jinggo many take the object of in the, and there is a tendency thought background different to achieve the objects in the andesit stones with traditional the manually. There is a tendency thought background of the aspects which refers to the efforts the fulfillment of functional, containing highly personal narrative of the imagination, to display and realistic references the forms, references the visual elements of public sculpture to prevail, the tendency of responding to an early form of material.keyword : the creative process, a sculptor, Jero Mangku Jinggo
MAKET KARYA GEDE KRESNA DI BENGKALA, KUBUTAMBAHAN, BULELENG, BALI I Putu Suhartawan .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) munculnya ide pembuatan maket; (2) alat dan bahan yang digunakan membuat maket; (3) proses pembuatan maket; (4) nilai estetis maket karya Gede Kresna di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Gede Kresna dan objek penelitian ini adalah maket karya Gede Kresna. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ide awal pembuatan maket timbul karena ingin mempermudah presentasi karya di depan klien, selain itu ide membuat maket muncul saat Gede Kresna membutuhkan media pembelajaran untuk menemukan gubahan ruang dan sambungan baru, idenya juga muncul saat Gede Kresna melihat material kayu bekas yang tidak dimanfaatkan dengan baik. (2) Alat dan bahan maket : gergaji kecil, lingkaran tangan dan jigsaw, bor, pahat, palu, spidol, pulpen, penggaris siku, meteran gulung, mortising machine, cutter, amplas mesin dan lembaran, alat serut. Bahan yaitu kayu jati bekas, lem G dan epoxy (3) Proses pembuatan maket karya Gede Kresna dimulai dengan proses persiapan : membuat sketsa, pemilihan bahan, memotong bahan; proses perakitan : membuat konstruksi dasar dan dudukan maket, merakit sambungan konstruksi, membuat ruangan; membuat kap atau atap; membuat bagian kecil atau aksesoris maket; menempelkan aksesoris maket dan menggabungkan semua bagian maket; finishing (4) Nilai estetis maket Gede Kresna terlihat saat maket yang diciptakan fungsinya berjalan dengan baik dan benar, selain itu berhasilnya Gede Kresna mensintesa langgam rumah tradisional menjadi bentuk bangunan baru dengan pemikiran modern yang diorientasikan untuk kebutuhan masa kini sehingga memiliki nilai estetis, eksotis dan multifungsi.Kata Kunci : Ide kreatif, maket, nilai estetis This research is intended to determine: (1) the emergence of the idea of making mockups; (2) the tools and the materials for making mockups; (3) the process of macking mockups; (4) the aesthetic value of mockups made by Gede Kresna in Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali. This research is a kind of descriptive research by using qualitative approachment. The subject was Gede Kresna and the objects of this research were the mockups made by Gede Kresna. The methods on data collection in this research were documentations, interviews, and literature. The data analysis was domain analysis and taxonomy. As the result, this research has shown that: (1) the initial idea of making mockups arise because he want to simplify the presentation in front of the clients, in addition to the idea of making mockups appeared when Gede Kresna requires a kind of learning media to discover the spin of space and new connections, ideas emerged as Gede Kresna was looking at a used-wood that was not utilized properly. (2) Tools and materials of mockups: small saws, circular hand and jigsaw, drill, chisel, hammer, marker, pen, ruler, meter roll, mortising machine, cutter, sanding machine and sandpaper, and planer. The materials are used-teak, glue, and epoxy. (3) The process of making mockups of Gede Kresna begins with preparation process: sketching, choosing the materials, cutting the materials; assembly process: making basic construction and mockups holder, assembling the construction connections, making the room, making the roof; making the small parts or accessories of the mockups; attaching the accessories and combine all parts of mockups; finishing. (4) The aesthetic value of the mockups made by Gede Kresna can be shown when the mockups function could run properly, in addition to the success of Gede Kresna on synthesizing the style of traditional house into a new building forms with modern ideas which oriented to the present neccesities, so then it is having an aesthetic value, exoticism, and multifunctional.keyword : creative ideas, mockups, aesthetic value
KAJIAN VISUAL KERAJINAN JUKUNG-JUKUNGAN DI DESA AMED, KECAMATAN ABANG, KABUPATEN KARANGASEM I Made Rosis Ariwangsa .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5947

Abstract

Pantai Amed terletak di ujung timur pulau Bali, di Desa Amed ,Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Kehidupan masyarakat di Desa ini sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Di pesisir pantai terdapat perajin yang membuat kerajinan jukung-jukungan.Jukung-jukungan tersebut menyerupai bentuk jukung yang sebenarnya dan juga bisa dibongkar pasang, sehingga sangat menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keberadaan kerajinan jukung-jukungan, (2) alat dan bahan yang digunakan, (3) proses pembuatan kerajinan jukung-jukungan, (4) wujud kerajinan jukung-jukungan. Objek penelitian adalah kajian visual kerajinan jukung-jukungan di Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangsem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) pendokumentasian, (4) kajian pustaka. Instrumen penelitian meliputi (1) pedoman observasi, (2) pedoman wawancara, (3) kamera. Analisis data terdiri dari (1) analisi domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian visual kerajinan jukung-jukungan di Desa Amed terdiri atas (1) bentuk, (2) warna, (3) garis, (4) motif hiasan pada bidak. Kata Kunci : Kajian visual, kerajinan, jukung-jukungan Amed beach is located at the eastern tip of Bali Island, in Amed Village, Abang subdistrict, Karangasem, Bali Province. The majority of the population in the village is predominately fishermen. On the coast, there are artisans who make handicrafts named jukung-jukungan. Jukung-jukungan are similar to the actual boats and also can be assembled, so it is very interesting to be studied. Based on explanation above, this research aims to describe (1) the existence of jukung-jukungan handicraft, (2) the tools and materials that are used, (3) the process of making jukung-jukungan handicraft, (4) the form of jukung-jukungan handicraft. The object of this research is the study of visual of jukung-jukungan craft in Amed village, Abang subdistrict, Karangasem regency. The data collection techniques used in this research are (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) study of literature. Research instruments include (1) guidelines for observation, (2) interview, (3) camera. Data analysis consisted of (1) the domain analysis and (2) analysis of taxonomy. These results of this study indicate that visual assessment craft of jukung-jukungan in Amed Village consists of (1) shape, (2) the color, (3) line, (4) motif decoration on the pawn. keyword : visual studies, crafts, jukung-jukungan
Kerajinan Hiasan Berbahan Logam” Star Desain” di Banjar Bukit, Kecamatan Tampaksiring I Wayan Arinata .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang (1) keberadaan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. (2) Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Dsain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring (3) Proses pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. (4) Jenis bentuk kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring.Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik kepustakaan. Adapun subjek penelitian ini adalah kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. Hasil temuan penelitian ini adalah (1) Keberadaan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring, dimulai sejak tahun 2000 yang didirikan oleh I Made Sukayasa seorang pengerajin yang kreatif. (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain”di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring meliputi alat antara lain:palu, tang,gunting pelat,obeng,gunting kertas,nampan,pacal,meja las,las esetelin,ragum/glem,gunting tuas,rol,timba besi,baktimba plastik besar,mal,mesin gerinda,bor tangan,bor bangku,mesin kompresor,mesin las listrik,kawat bwg,pelatbesi,kuningan,cat suzuka,cat polibest,cat impra,tiner,azid posporazid,lem. (3) Proses pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu,penciptaan ide, pemilihan bahan,pengolahan bahan,pembentukan,pembuatan dtail komponen,perakitan,perendaman,pengeringan,proses finising(4)bentuk yang di hasilkan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring antara lain:dua dimensi burung dan ikan. tiga dimensi:binatang berkaki dua,berkaki empat dan tumbuhan. Kata Kunci : Kerajinan, logam, alat dan bahan, proses, bentuk produk This research has a purpose to got the illustration about (1). There is a handyeraft of ‘metal handycraf” Star Desain” at bukit village Tampaksiring subdistrict.(2) instrument and materials to maka the handycraft,(3) the process making it (4) kind and shape of the metal handycraft ‘’ Star Desain ‘’ in bukit village Tampaksiring subdistrict. This research is a description research, wits collecting data technique using observation, interview and book references, the subject of this research is the handy craft of metal handycraft “ Star desain, at Bukit Village in Tampaksiring subdistrict. The result of this risearh are (1) this handycraf built by I Made Sukayasa. Since years 2000, at Bukit Village in Tampaksiring subdistrict.(2)n the instrument and materials for using it are hammer, pliers, metal scissors, screwdriver, paper scissors, tray , slave, weld table, estelin weld, vise, lever scissors rol, metal pail, big basket plastic pail multiplication, grindstone mechine hand dril, table drill, compressor mecine, electric weld macine, wira bwg, metal sheet, brass, suzuka paint, polibest pain, impra pain, tiner, azid pos porazid, glie, (3) the idea creasion,the process of making it there are some step like chosing a material, prepara tion of material, shaping, making detail of component, assembling submerged, drying, an finishing process. (4) the result from metal handycraf “ star desain at bukit village in Tampak Siring there are : two-dimensional birds and fish. Three-dimensional: a two-legged animal, quadruped and plants. keyword : Handycraft, Metal, Intrument/ tool, Material, Process, Shape of Product
Co-Authors ., Cadex Agus Arya Gunawan ., Febri Indra Laksmana ., Fitri Ayu Nurjannatin ., I Gede Dwitra N. Artista ., I Made Suastika Yasa ., I Wayan Gede Adiartha ., I Wayan Ginastra ., Made Karisma Dwi Yasa ., Putu Rendhi Kusuma Artha ., S. Gan. Tatang Sukandar A.A. Made Semariyani Aan Sopian Ade Ayu Wulan Suci Agata Viani Agus Sudarmawan Ahmad Fadli Alaa, Siti Anak Agung Gede Indraningrat Anak Agung Gede Rai Sedana . Anak Agung Made Dewi Anggreni Anak Agung Purwa Antara Ananda Nur Hidayah Ap’aluddin Baiq Fina Lestari Baiq Maoni Yarni Cadex Agus Arya Gunawan . Chorina Ika Ristanti Dalima, Yasniana Dalima Dewa Gede Semara Edi Dewa Made Johana . Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Jajang S,M.Sn . Elsa Herdiana M Era Pazira Febri Indra Laksmana . Fitri Ayu Nurjannatin . Gede Eka Harsana Koriawan Gede Ngurah Oka Diputra Gusti Ayu Niatri Gusti Ayu Yunda Darma Patni Handayana, I Gusti Ngurah Yudi Herman Susanto I A.A Made Semariyani I B SHINDU PRASETYA . I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih I Dewa Gede Putra Ariawan . I Gde Suranaya Pandit I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gede Dwitra N. Artista . I Gede Pasek I Gede Pasek Mangku I Gusti Agung Ayu Sucitra Ekaryani I Gusti Ayu Lani Triani I Gusti Made Budiarta I Kadek Bayu s . I Kadek Bayu s ., I Kadek Bayu s I Kadek Wiradinata I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Sutarman . I Komang Tandingada . I Made Diana Dwi Putra . I Made Rosis Ariwangsa . I Made Rosis Ariwangsa ., I Made Rosis Ariwangsa I Made Siaka I Made Suastika Yasa . I Made Yasna I Nengah Kapti I Nym Putra Purbawa . I Nyoman Rediasa I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. . I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Rudianta I Nyoman Sila I Nyoman Sudiarka . I Putu Ari Wirawan . I Putu Candra I Putu Suhartawan . I Wayan Arinata . I Wayan Arinata ., I Wayan Arinata I Wayan Gede Adiartha . I Wayan Ginastra . I Wayan Nayun I Wayan Parwata I Wayan Sudiarta I Wayan Sweca Yasa Ida Ayu Komang Sartika Dewi . Ida Bagus Anom Sutanaya Imakulata Kresnawati M Bili Jannatin Ardhuha Ketut Widiastra . Kormil Saputra LALU RUDYAT TELLY SAVALAS Langen Bronto Sutrisno Luh Suariani Luh Suartini . Luh Suriati M. Aditya Prayoga M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si Made Karisma Dwi Yasa . Mahardika Agus Wijayanti Maria Yuditia Wungabelen Mariam Lupita Kant Marzuki Marzuki Mega Safana Miyya Mutiasaphira Ansi . Muhamad Hendri Diarta Muhammad Amar Hikmalloh Muhammad Zahran Rasyid Sulaeman N.M.A. Suardani, S Nanda Nabila Maharani Ni Kadek Alika Rosdiana Ni Kadek Ayu Candra Dharmayanti Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Andira Padmarini Ni Made Ayu Suardani Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Darmadi Ni Nyoman Puspawati Ni Nyoman Sri Witari Ni Wayan Winianti Nuranita Nuranita Nurjamilah NURUL QOMARIYAH Oktavia Harti Ningsih Putri Julia Maemum Putri Rafiana PUTU DUDIK ARIAWAN . Putu Rendhi Kusuma Artha . Putu Suarya Putu Sutisna Putu Tegeh Kertiyasa . Qurratul Aini Rahadi Wirawan Ramadian Ridho Illahi Rohma Yuliani S. Gan. Tatang Sukandar . Sahril Sabirin Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelantik Sarina Khairunnisa Semariyani, A.A.Made Sendi Nur Aulia Siti Nurkhaliza Subaiah Marlina Teguh Ardianto, Teguh Thufail Mujaddid Al-Qoyim Ulfa Dwiyanti Wati, Ni Made Serma Yuhendra AP