Claim Missing Document
Check
Articles

Kerajinan Hiasan Berbahan Logam” Star Desain” di Banjar Bukit, Kecamatan Tampaksiring I Wayan Arinata .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang (1) keberadaan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. (2) Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Dsain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring (3) Proses pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. (4) Jenis bentuk kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring.Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik kepustakaan. Adapun subjek penelitian ini adalah kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring. Hasil temuan penelitian ini adalah (1) Keberadaan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring, dimulai sejak tahun 2000 yang didirikan oleh I Made Sukayasa seorang pengerajin yang kreatif. (2) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain”di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring meliputi alat antara lain:palu, tang,gunting pelat,obeng,gunting kertas,nampan,pacal,meja las,las esetelin,ragum/glem,gunting tuas,rol,timba besi,baktimba plastik besar,mal,mesin gerinda,bor tangan,bor bangku,mesin kompresor,mesin las listrik,kawat bwg,pelatbesi,kuningan,cat suzuka,cat polibest,cat impra,tiner,azid posporazid,lem. (3) Proses pembuatan kerajinan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu,penciptaan ide, pemilihan bahan,pengolahan bahan,pembentukan,pembuatan dtail komponen,perakitan,perendaman,pengeringan,proses finising(4)bentuk yang di hasilkan Hiasan Berbahan Logam ”Star Desain” di Banjar Bukit Kecamatan Tampaksiring antara lain:dua dimensi burung dan ikan. tiga dimensi:binatang berkaki dua,berkaki empat dan tumbuhan. Kata Kunci : Kerajinan, logam, alat dan bahan, proses, bentuk produk This research has a purpose to got the illustration about (1). There is a handyeraft of ‘metal handycraf” Star Desain” at bukit village Tampaksiring subdistrict.(2) instrument and materials to maka the handycraft,(3) the process making it (4) kind and shape of the metal handycraft ‘’ Star Desain ‘’ in bukit village Tampaksiring subdistrict. This research is a description research, wits collecting data technique using observation, interview and book references, the subject of this research is the handy craft of metal handycraft “ Star desain, at Bukit Village in Tampaksiring subdistrict. The result of this risearh are (1) this handycraf built by I Made Sukayasa. Since years 2000, at Bukit Village in Tampaksiring subdistrict.(2)n the instrument and materials for using it are hammer, pliers, metal scissors, screwdriver, paper scissors, tray , slave, weld table, estelin weld, vise, lever scissors rol, metal pail, big basket plastic pail multiplication, grindstone mechine hand dril, table drill, compressor mecine, electric weld macine, wira bwg, metal sheet, brass, suzuka paint, polibest pain, impra pain, tiner, azid pos porazid, glie, (3) the idea creasion,the process of making it there are some step like chosing a material, prepara tion of material, shaping, making detail of component, assembling submerged, drying, an finishing process. (4) the result from metal handycraf “ star desain at bukit village in Tampak Siring there are : two-dimensional birds and fish. Three-dimensional: a two-legged animal, quadruped and plants. keyword : Handycraft, Metal, Intrument/ tool, Material, Process, Shape of Product
TINJAUAN VISUAL KARAKTER TOPENG BONDRES PADA KELOMPOK BONDRES RARE KUAL, BULELENG I Kadek Bayu s .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6451

Abstract

abtrak Penelitian ini bertujuan nuntuk meninjau karakter topeng yang terkandung pada masing-masing topeng bondres pada kelompok Bondres Rare Kual Buleleng. Bondres Rare Kual Buleleng tepatnya berasal dari Desa Sangsit, Banjar Beji no.70 Buleleng. Kelompok Bondres RareKual berdirisekitartahun 2005. Data analisis Penelitian ini menggunakan tehnik deskritif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topeng 1)Ngurah Joni Gitorolis topengnya memiliki gigi tonjos kedepan, terdapat tai lalat yang besar di pipi sebelah kiri dan kumis. Warna topeng coklat kemerahan menunjukan kesan pemarah, cekatan, cepat, spontan,dan berani, 2)Topeng Bojes Rosa memiliki kerutan di dahi, susunan gigi yang tidak beraturan, memiliki warna coklat muda dapat juga di artikan sebagai warna tanah menujukan keluguan, bodoh dan mudah diperdaya. 3)Ayu Cintia Bela dikenal dengan sosok perempuan yang centil, manja dengan pakaian yang seksi seperti cinderela dengan dahi yang menonjol kedepan seperti ikan lohan, memiliki warna coklat muda menunjukan kepolosan, lugu,centil, nakal, genit, bodoh, 4)Topeng Slolly memiliki kumis di bagian pinggir saja seperti kumis lele, serta alis tipis yang melengkung di apit guratan wajah terasuk topeng penasar. Sloly memiliki warna coklat muda menunjukan pribadi yang lesu, letih, malas dan gagap.Jenis pakaian yang dimiliki bondres Rare Kual saat ini ada empat, diantaranya adalah pakaian bondres lengkap, pakaian adat Madya, pakaian gaul, dan pakaian sesuai karakter. Setiap kustum di racang sendiri oleh anggota bondres Rare Kual sendiri. Kata Kunci : Kata kunci: topeng, karakter,busana. Abstract The objectives of this study is to review the contain of characters Bondres’s mask on Bondres Rare Kual group in Buleleng. The Rare Bondres Kual Buleleng come from Sangsit Village, Banjar Beji number 70, Buleleng. The Bondres Rare Kual group established since 2005. The analyzes of data use descriptive technique with the qualitative approach. The result of this study shows that: (1) the mask of Ngurah Joni Gitorolis has crook teeth and a moles in his left cheek and mustache. The reddish brown indicate a impression of grumpy, quickly, spontaneous, sufficiency, and daring. (2) the mask of Bojes Rosa has wrinkles on his forehead, the irregular teeth, and has a light brown. It indicates of innocence, ignorant, and easly tricked. (3) Ayu Cintia Bela as known as a female figures has coquettish, spoiled and sexy outfit like a cinderella with proutroding forehead looks like lohan fish. The mask of Bojes Rosa also has a light brown that indicate innocence, unadorned, sassy, naughty, flirty and silly. (4) The mask of Slolly has a mustache at the edge like catfish whiskers, thin eyebrows, and flanked wrinkles face include penasar mask. The mask of Slolly has a light brown that indicate sluggish, lazy, and stutter. There are four costumes which have Bondres Rare Kual group, include the complete of Bondres clothes, the Madya costume clothes, the hanging clothes, and the appropriate character clothes. The all of costumes designed by members of Bondres Rare Kual. keyword : Key terms: mask, character, costume
PROFIL PELUKIS BULELENG SETELAH MASA KEMERDEKAAN SAMPAI SEKARANG I Made Suastika Yasa .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Ketut Supir, M.Hum .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8049

Abstract

Abstrak Penelitian survei ini bertujuan (1) mencatat profil pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang, (2) mendeskripsikan tema dan gaya karya pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang. Sumber data berasal dari katalog pameran, museum Buleleng, wawancara langsung kepada pelukis Buleleng dan praktisi seni. Penulis menyusun data berupa data tertulis (teks). Data disusun dari usia yang paling tua hingga usia yang paling muda. Masing-masing pelukis ditulis profilnya, dideskripsikan pemikiran kepelukisan dan kekaryaannya (tema dan gaya). Profil pelukis Buleleng yang berhasil dikumpulkan berdasarkan kriteria yang dibuat berjumlah 23 pelukis meliputi Jro Dalang Diah, Made Githa, Wayan Putu Rugeg, Gede Mangku, Made Hardika, Nyoman Suma Argawa, Tini Wahyuni, Ari Sudarma, Made Saputra, Wayan Arnawa, Ketut Santosa, Karmawedha, Made Rakyana, Made Ariana, I Komang Suaka, I Ketut Adi Santiasa, I Ketut Samuderawan, Nyoman Nuyasa, I Nyoman Rediasa, Kadek Suwismaya, Kadek Suradi, I Ketut Kendy Paradika dan I Gede Kenak Eriada. Deskripsi pelukis tersebut, dalam pendidikan terdapat 2(dua) kategori yaitu pelukis akademis dan non akademis. Dalam keprofesian ada kategori pelukis yang melakoni aktivitas melukis sebagai profesi dan sampingan. Ada keseimbangan antara jumlah pelukis akademis dengan jumlah pelukis non akademis. Jumlah pelukis Buleleng yang yang melakoni aktivitas melukis sebagai sampingan lebih banyak daripada pelukis yang melakoninya sebagai sebuah profesi. Tema-tema yang diusung oleh pelukis Buleleng setelah masa kemerdekaan sampai sekarang meliputi pewayangan, sosial budaya, alam, spiritual, dan potret. Gaya yang diusung pelukis Buleleng meliputi gaya dekoratif, kubistis, naif, naturalis, realis, abstrak, ekspresif dan surealis. Kata Kunci : Pelukis Buleleng, Masa Kemerdekaa,, Tema dan Gaya Abstract This survey research is purposed to (1) make a note data of Buleleng artists profiles since the independence day of Indonesia until now, (2) describe theme and style of the creations of Buleleng artists since independence day until now. Resources of the data are taken from exhibition catalogs, Buleleng’s museum, direct interview with the Buleleng’s artists and art practitioners. Writer make the data as a written data (text). The Data was described from the oldest to the youngest. Each of artist’s profiles was written, the artist’s thoughts and creations (theme and style) are described. Profiles of Buleleng’s artists which gathered by the criteria are 23 artists : Jro Dalang Diah, Made Githa, Wayan Putu Rugeg, Gede Mangku, Made Hardika, Nyoman Suma Argawa, Tini Wahyuni, Ari Sudarma, Made Saputra, Wayan Arnawa, Ketut Santosa, Karmawedha, Made Rakyana, Made Ariana, I Komang Suaka, I Ketut Adi Santiasa, I Ketut Samuderawan, Nyoman Nuyasa, I Nyoman Rediasa, Kadek Suwismaya, Kadek Suradi, I Ketut Kendy Paradika and I Gede Kenak Eriada. The described artists was described in 2 (two) categories by their education record which is academic artists and non-academic artists. In professionalism there are artists who do art activity as a profession and as a side-activity. There are a balance within the number of the profession and the side-activity artists. The number of Buleleng’s side-activity artists are more than the profession artists. The themes that used by the Buleleng’s artists after the independence day is pewayangan, social-culture, nature, spiritual, and portrait. The styles that used by Buleleng’s artists is decorative, cubistic, naïve, naturalist, realist, abstract, expressive, and surrealist. keyword : Buleleng’s artists, independence, theme and style
BENDA SENI DENGAN MENGGUNAKAN BAGIAN-BAGIAN SEPEDA BEKAS DI LOUD GALLERY BANJAR BATANANCAK, DESA MAS, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR I Wayan Gede Adiartha .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8170

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai karya seni tiga dimensi yang berbahan bagian-bagian sepeda bekas di “Loud Gallery”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) dasar pemikiran serta metode mengenali potensi visual dan kontruktif bagian-bagian sepeda bekas menjadi bahan dalam pembuatan karya seni tiga dimensi; (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni tiga dimensi; (3) proses pembuatan karya seni tiga dimensi; dan (4) jenis-jenis karya seni tiga dimensi berbahan dasar bagian-bagian sepeda bekas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Proses Pembuatan karya seni tiga dimensi berbahan dasar bagian-bagian sepeda bekas. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) seniman berkarya dengan dasar pemikiran atau konsep dengan melihat lingkungan sekitar tempat tinggalnya. (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni tiga dimensi antara lain: Gerinda, gunting plat, gunting besi, las listrik (elektroda), las asetilen (karbit), tang, palu, kuas, spait, meteran, ember dan mesin kompresor. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain: Sepeda bekas (rangka sepeda, garpu depan sepeda, velg, stang, gir), besi, plat, cat besi merek aclouse super dan merek top color, cat pewarna antik merek poinner, thinner, bensin, cairan anti karat dan cat finising merek impra dan merek aqua lacquer; (3) Adapun proses pembuatan karya yaitu: Pertama proses pemilihan bahan. Kedua proses pembuatan desain. Ketiga proses pembentukan: pembentukan badan, pembentukan kepala dan leher, pembentukan kaki, dan perakitan. Keempat proses finising, proses finising ada dua tahapan yaitu proses pengecatan dan pemberian clear; dan (4) jenis-jenis hasil karya seni tiga dimensi berbahan dasar bagian-bagian sepeda bekas berbentuk binatang kuda. karya seni tiga dimensi berbentuk kuda memiliki gerak dan ukuran yang berbeda-beda, kuda vegasus (kuda yang memiliki tanduk dan sayap) dan binatang gajah Kata Kunci : Karya seni tiga dimensi, sepeda bekas, kuda dan gajah This study discusses the three-dimensional sculpture made from old bicycle parts in "Loud Gallery". This study aims to determine; (1) rationale and methods is to identify potential visual and constructive parts used bicycle becomes an ingredient in the manufacture of three-dimensional sculpture; (2) the tools and materials used in the manufacture of three-dimensional works of art; (3) the process of making three-dimensional sculpture; and (4) the kinds of three-dimensional sculpture made of used bicycle parts. This type of research is qualitative descriptive study. The subjects were making process of three-dimensional works of art made from old bicycle parts. Methods of data collection is done using observation and interviews. The results showed that; (1) The artist works with the basic ideas or concepts to see the neighborhood where he lived. (2) the tools and materials used in the manufacture of three-dimensional sculpture, among others: burrs, scissors plate, scissors iron, electric welding (electrodes), welding acetylene (carbide), pliers, hammer, brush, spait, meter, bucket and machinery compressor. While the materials used, among others: Bike former (bike frame, front forks bicycle, wheels, handlebars, gears), iron, plate, metal paint brand aclouse super and brand top color, paint dye antique brand poinner, thinner, gasoline, liquid anti rust and paint finishing Impra brand and brand aqua lacquer; (3) The manufacturing process works as follows: First, selecting materials. Second, the designing process. The third process is formating: the formating the body, the formating the head and neck, the formating the foot, and assembly. Fourth finishing process, there are two steps, namely the process of painting and giving clear; and (4) the kinds of three-dimensional works of art made from old bicycle parts are animal-shaped horse. three-dimensional sculpture has a horse-shaped motion and different sizes, Vegasus horse (a horse with a horn and wings) and some elephants keyword : three-dimensional art work, old bicycle, horse and elephant
"COL-OCOLAN" DI DESA PERANTE, ASEMBAGUS-SITUBONDO Herman Susanto .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses permainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo, meliputi peserta, aturan main dan cara bermain, (2) bentuk dan rupa mainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo. Meliputi proses terwujudnya bentuk Col-Ocolan serta mendeskripsikan rupa Col-Ocolan yang dibuat untuk dimainkan, dan yang dibuat untuk hiasan, (3) proses pembuatan mainan Col-Ocolan Desa Perante, Asembagus, Situbondo yang dibuat untuk dimainkan dan untuk hiasan dinding. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan rekonstruksi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) peserta permainan Col-Ocolan di Desa Perante, Asembagus-Situbondo terdiri dari anak-anak berusia 4 sampai 15 tahun. Aturan main permainan Col-Ocolan di Desa Perante, Asembagus-Situbondo terdiri dari tiga aturan yaitu ghindhungan atau gendongan, kala nyambhi atau kalah bawa, dan kala push-up atau kalah push-up; (2) proses terwujudnya bentuk Col-Ocolan mengalami beberapa tahapan perkembangan bentuk dari phappana gheddeng atau pelepah pisang, bhungkana tebbhu atau batang tebu, dan bentuk akhir Col-Ocolan yang terbuat dari kayu. Bentuk Col-Ocolan, baik yang dibuat sebagai mainan maupun yang dibuat sebagai hiasan memiliki persamaan corak hias yaitu motif kartun dan motif bangun. Sedangkan pada bentuk Col-Ocolan tidak terlalu berbeda, perbedaan hanya terletak pada bagian ekor dan tebal badan, Col-Ocolan sebagai hiasanya dibuat lebih tipis dari Col-Ocolan yang dibuat sebagai mainan.; (3) Proses pembuatan Col-Ocolan sebagai mainanterdiri dari pemotongan kayu, pembentukan badan Col-Ocolan, penanaman besi, penghalusan, pembuatan ekor dan pengeleman, serta pewarnaan atau finishing. Sedangkan proses pembuatan Col-Ocolan sebagai hiasan terdiri dari pemotongan kayu, pembentukan badan Col-Ocolan, pembuatan ekor dan pengeleman, pengeboran, penghalusan, dan pewarnaan atau finishing. Kata Kunci : Col-Ocolan, bentuk, rupa, rekonstruksi This study aimed to describe (1) Describing the process a game of Col-Ocolan in Perante Village, Asembagus, Situbondo, including the player, rules of the game and how to play, (2) describing the forms and shapes of toys Col-Ocolan Perante Village, Asembagus, Situbondo. Covering the realization process of Col-Ocolan form and to describe such a Col-Ocolan are made for games, and that also made for decoration, (3) Describeing the process of making toys Col-Ocolan Perante Village, Asembagus, Situbondo are made for game and for wall decoration. This study was descriptive qualitative research. Data collection techniques used in this study is observation, interviews, and reconstruction. The results of this study showed (1) the player in the game of Col-Ocolan Perante Village, Asembagus-Situbondo consists of children aged 4 to 15 years. Rules of the game in the village of Col-Ocolan Perante, Asembagus-Situbondo consists of three rules that Ghindhungan or sling, Kala Nyambhi or lose bring, and Kala Push-ups or push-ups lose; (2) the realization of forms of Col-Ocolan experienced some form of developmental stages phappana gheddeng or banana skins, bhungkana tebbhu or sugarcane, and the final form Col-Ocolan made of wood. Col-Ocolan shape, well made as toys or created as decoration has similarities decorative patterns and motifs cartoon motifs wake. While the shape of Col-Ocolan not different, the only difference lies in the tail and thick body, Col-Ocolan as decoration made thinner than Col-Ocolan made as toys .; (3) The process of making Col-Ocolan such us from sawmill, Col-Ocolan entity formation, planting iron, refining, manufacture tail and gluing, and dyeing or finishing. While the process of making the Col-Ocolan as a decoration consisting of a cutting wood, entity shape of Col-Ocolan, manufacture tail and gluing, drilling, refining, and dyeing or finishing. keyword : Col-Ocolan, shape, appearance, reconstruction
ANALISIS GAMBAR EKSPRESI BEBAS KARYA SISWA KELAS VII DALAM KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS DI SMP N 1 TAMPAKSIRING I Gede Dwitra N. Artista .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tema gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar dan (2) Mendeskripsikan elemen gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar. Penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling pada saat kegiatan menggambar dengan cara mengajak anak menggambar bebas secara berkelompok sesuai kelasnya masing-masing. Sementara itu gambar-gambar hasil karya siswa akan dipilih secara acak dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tema gambar dari masing-masing siswa, sangat beragam. Setiap tema yang ditampilkan siswa dalam hasil karyanya menunjukkan adanya indikasi kecenderungan pengaruh lingkungan siswa. Faktor-faktor seperti lingkungan tempat tinggal serta pekerjaan orang tua memberi pengaruh kuat bagi siswa dalam pemilihan tema gambar mereka. Seperti pula yang dipaparkan pada tahapan Pseudo Naturalistic Stage. (2) Berdasarkan hasil observasi terhadap gambar-gambar hasil karya siswa tersebut dapat dilihat bahwa objek yang ditampilkan pada bidang gambar siswa secara keseluruhan sangatlah beragam mulai dari pepohonan, persawahan, sungai, binatang, tokoh kartoon, sarana kebudayaan, serta karikatur. Sebagian besar garis yang dihasilkan siswa sangat tegas. Pewarnaan keseluruhan karya siswa menggunakan pensil warna dengan teknik arsiran. Penggunaan ruang yang dilakukan siswa, hampir sebagian besar tampak memenuhi bidang gambar. Kata Kunci : gambar ekspresi, pseudo Naturalistic Stage, wujud karya seni This study was aimed to (1) describe the theme of the image students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring and (2) describe the image element students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring. This study used cluster-sampling technique when drawing as a means to invite children to draw freely in groups within a class. While the images of students’ art will be further randomly selected and analyzed. The results showed that (1) the theme of the image of each student is very diverse. Each theme showed the students in their work, indicated a tendency to students ‘environmental influences. Environmental factors such as residence and parents’ profession strongly influenced the choice of theme for students in their image as also described in stages Pseudo Naturalistic Stage. (2) Based on the observation of images of students' art, it could be seen that the object shown in the image area students are extremely diverse in range, begin from trees, rice fields, rivers, animals, different cartoon characters, cultural facilities, as well as caricatures. Most of the result line students were very firm. Overall student work using colored pencils with shading techniques. The use of the student space, almost the majority seemed to fill the picture area. keyword : image expression, pseudo Naturalistic Stage, form of art
ANALISIS GAMBAR IMAJINATIF ANAK PADA KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SINGARAJA BULELENG BALI Fitri Ayu Nurjannatin .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk visual gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) mengetahui tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali dikaji melalui teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain dan kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ialah observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi, diskusi FGD (focus group discussion) dan life history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk visual ditinjau dari gambar imajinatif melalui pendekatan inspiratif dan permisif hasil dari visualisasi inkblot (tetesan tinta) dan teknik lipat serta dikaji dari teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain pada masa prabagan dari garis, warna dan bidang/ruang/komposisi. (2) tema gambar imajinatif anak dikaji dari kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal terdiri dari (a) Lingkunganku, (b) Tanah Airku, dan (c) Ruang Angkasa. (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif dikaji dari teori Oho Garha terdiri dari (a) gambar tipe visual, (b) gambar tipe haptik, dan (c) gambar tipe campuran. Kata Kunci : Gambar Imajinatif, Seni Rupa Anak, dan Tetesan Tinta This research aims to (1) know shape the visual image imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) know the theme of the picture the imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali, (3) interpret or analyze the results of the shape and theme pictures imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali studied through theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain and curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul . Type a descriptive qualitative research. Data collection technique is observation, interview, literature, documentation, discussion FGD (focus group discussion) and life-history. The results showed that (1) the shape of visual images in terms of inspiring and imaginative approach permissive result of visualization inkblot (ink droplets) and folding technique and studied from theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain during prabagan terms of line, color and field or space or composition. (2) theme imaginative images of children studied from curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul Athfal consisting of (a) My environment, (b) My fatherland, and (c) Outer space. (3) interpret or analyze the results of shapes and themes imaginative picture studied through theory Oho Garha including: (a) the type of visual image, (b) the type of haptic image, and (c) mixed-type image.keyword : image imaginative, visual art for play group, inkblot
PROSES KREATIF I NYOMAN SUKANTA PERAJIN UKIR TELUR I Wayan Ginastra .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) Bagaimanakah riwayat berkesenian I Nyoman Sukanta?. (2) Bagaimanakah sumber ide ukiran telur karya I Nyoman Sukanta?. (3) Bagaimanakah proses perwujudan ide ukiran telur karya I Nyoman Sukanta?. Subyek penelitian ini adalah I Nyoman Sukanta dengan objek kerajinan ukir telur. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) purposive sampling, (3) wawancara, (4) cross check (5) kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) riwayat berkesenian I Nyoman Sukanta dimulai dari sejak SMP karena sering melihat ayahnya mengukir telur. Dari sana dia belajar secara diam-diam dari melihat keahlian sang Ayah. Hingga saat ini Nyoman Sukanta masih terus berkarya, karena baginya meneruskan apa yang ditinggalkan sang ayah merupakan kewajibannya sebagai generasi penerus. (2) sumber inspirasi I Nyoman Sukanta dalam berkarya berasal dari permintaan konsumen yang memesan. Karya ukiran telur yang telah dibuat oleh Nyoman Sukanta pada umumnya banyak mengadopsi penggalan-penggalan cerita Ramayana dan Mahabharata. Namun ada juga beberapa konsumen yang memesan cerita-cerita diluar itu. (3) Perwujudan karya I Nyoman Sukanta yang termasuk ke dalam jenis karya relief dua dimensi banyak memvisualisasikan objek dari isi penggalan cerita Ramayana dan Mahabharata. Kata Kunci : proses kreatif, ukir telur. The goals of this research are to get some information. Abaout; (1) How about historical art of I Nyoman Sukanta? (2) What is the source of the idea of carving the eggs by I Nyoman Sukanta?. (3) How is the process of embodiment carving the eggs of I Nyoman Sukanta ?. This subject of this research is I Nyoman Sukanta with egg carving craft as the objects. Collecting data or information was done by (1) observation, (2) purposive sampling, (3) interviews, (4) cross-check (5) Bibliography . Data were analyzed by using domain analysis techniques and taxonomy. The results showed that: (1) history of art I Nyoman Sukanta begin from junior high school because he often saw his parent carve eggs. From that experience, he studied secretly from seing expertise his father. Until now Nyoman Sukanta still continue to work, because he think that continue what his father done is one of his obligation as the next generation. (2) a source of inspiration of I Nyoman Sukanta comes from consumer demand book. Egg carving works that have been created by Nyoman Sukanta generally adopted from fragments of Ramayana and Mahabharata. But there are also some consumer who order the stories beyond. (3) The realization of works by I Nyoman Sukanta belonging to the type of two-dimensional relief work a lot visualize objects from the contecs of a fragment of the Ramayana and Mahabharata. keyword : creative process, carved eggs.
GENDANG BELEQ DI DESA BELANTING KECAMATAN SAMBELIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR (KAJIAN SENIRUPA) S. Gan. Tatang Sukandar .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.9624

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belanting Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.Tujuan Pelaksanaan penelitian ini, adalah untuk mengetahui : (1)BagaimanaSejarahGendang Beleqdi Desa Belanting, (2) untuk mengetahui Bentuk Gendang Beleq di Desa Belanting. Untuk menjawab permasalahan ini penulis menggunakanmetode pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terbuka serta ditunjang dengan studi kepustakaan dan pencatatan dokumen. Data yang diperoleh dianalisis seobjektif mungkin dengan menggunakan deskriptif kualitatif, diikuti dengan argumentasi yang masuk akal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarahlahirnya Gendang Beleqdiperkirakan masuk pada zaman kolonialisme.namun belum ada data yang pasti kapan dan tahun berapamunculnya. Sejarah lahirnyaGendang Beleqditinjau dari kerupaan terdiri dari beberapa pokok seperti : (a)BentukGendang Beleq, (b)Jenis Gendang Beleq, (c)Alat Pemukul Gendang, (d)Ukuran Gendang Beleq, (e) Bagian-bagian pada Gendang Beleq, (f) Hiasan Pada Gendang Beleq. (2) Bentuk Gendang Beleq merupakan bentuk dari Bedugyang memiliki ukuran besar dan panjang 130cm. Kata Kunci : Sejarah, Bentuk,Gendang Beleq This research was conducted in the Belantingvillage Sambelia East Lombok District of West Nusa Tenggara. The Objectives Implementation of this study is to determine: (1) How History of Gendang Beleq in the Belantingvillage, (2) to determine the Form of Gendang Beleq in the Belantingvillage. To solve this problem the author uses the data collection method, done by using the observation method and open interviews with supported by literature study and documents recording. Data were analyzed as objectively as possible by using qualitative descriptive technique, followed by plausible arguments. Results of this study show that (1) Gendang Beleq appears around the Colonial Era, but there is no concrete data shows when and what year its appears. The history of Gendang Beleq from its fine art can be seen from some points : (a) The Shape of Gendang Beleq, (b) Types of Gendang Beleq, (c) The stick of Gendang, (d) Size of Gendang Beleq, (e) Parts of Gendang Beleq, (f) The Ornament of Gendang Beleq. (2) The shape of Gendang Beleq was form of Bedug which has huge size and 130cm long. keyword : History, Shape,Gendang Beleq
PROSES PEMBELAJARAN KERAJINAN KAYU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BONDOWOSO JAWA TIMUR Febri Indra Laksmana .; Dra. Luh Suartini .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.9646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tujuan pembelajaran keterampilan kerajinan kayu pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. (2) Untuk mengetahui proses pembelajaran keterampilan kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. (3) Untuk mengetahui jenis dan fungsi kerajinan kayu buatan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut : (1) tehnik observasi, (2) tehnik wawancara, (3) tehnik dokumentasi, (4) tehnik kepustakaan. Hasil penelitian yang diperoleh : (1) Mengacu pada Sistem Pamasyarakatan dimana narapidana dipandang bukan sebagai Objek tetapi Subjek permbinaan, pembelajaran kerajinan kayu juga bertujuan untuk memberi nilai kecakapan hidup kepada narapidana agar nanti saat setelah usai masa pidananya narapidana diharapkan tidak lagi melakukan kembali kejahatan yang pernah mereka lakukan sebelumnya. (2) Proses pembelajaran kerajinan kayu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso Jawa Timur terdiri dari beberapa tahap yakni : a) Proses pemilihan bahan baku kayu, b) Proses pengenalan bahan baku kayu, c). Proses pengenalan alat, d). Proses pengolahan kayu, e) Proses cara membuat rancangan/ desain kerajinan kayu, f). Proses pembuatan bentuk berdasarkan rancangan/ desain, g). Proses cara finishing. (3). Jenis dan Fungsi kerajinan kayu yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso yakni terdiri dari: a). Kap Lampu sebagai tempat lampu penerang ruangan dan juga untuk menambah nilai estetis sebuah ruangan b) Sangkar burung fungsinya untuk tempat memelihara burung kicau sejenis lovebird, pleci dan lain-lain. c). Kaligrafi fungsinya sebagai sarana pembinaan rohani narapidana. Dan juga sebagai sarana hiasan dinding dengan ayat-ayat suci Al-Quran.Kata Kunci : Proses pembelajaran, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso, Kerajinan kayu This research aims to (1) discover the objective of wood craftsmanship training for the inmates in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java, (2) learn about the learing process of wood craftsmanship in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java, and (3) identify the types and functions of wooden crafts produced by the inmates in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java. Descriptive qualitative method through the following data collection techniques : (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) desktop research. Results of the research are : (1) Referring to to the correctional system where inmates are viewed not as Objects, but rather as Subjects to nurture, the wood craftsmanship training also aims to equip them with life skills that will eventually prevent them from going back to doing unlawful activities to provide for themselves. (2) The wood craftsmanship training program in Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java consists of several stages, which are : a) Raw material selection process, b) Raw material identification process, c) Tools knowledge, d) Wood processing, e) Wooden crafts design process, f) Process of crafting based on the design, g) Finishing Process. (3) The types and functions of wooden crafts produced in the Bondowoso Class II B Correctional Facility in East Java are : a) Lamp shades to house the lamps used in illuminating the room and also to add aesthetic values to the room, b) Birdcages to keep songbirds such as lovebirds, pleci, etc. c) Wooden calligraphy as a tool for the inmates’ religious development and also to decorate the walls with verses from the Al-Quran. keyword : learning process, Bondowoso Class II B Correctional Facility, wood craftsmanship
Co-Authors ., Cadex Agus Arya Gunawan ., Febri Indra Laksmana ., Fitri Ayu Nurjannatin ., I Gede Dwitra N. Artista ., I Made Suastika Yasa ., I Wayan Gede Adiartha ., I Wayan Ginastra ., Made Karisma Dwi Yasa ., Putu Rendhi Kusuma Artha ., S. Gan. Tatang Sukandar A.A. Made Semariyani Aan Sopian Ade Ayu Wulan Suci Agata Viani Agus Sudarmawan Ahmad Fadli Alaa, Siti Anak Agung Gede Indraningrat Anak Agung Gede Rai Sedana . Anak Agung Made Dewi Anggreni Anak Agung Purwa Antara Ananda Nur Hidayah Ap’aluddin Baiq Fina Lestari Baiq Maoni Yarni Cadex Agus Arya Gunawan . Chorina Ika Ristanti Dalima, Yasniana Dalima Dewa Gede Semara Edi Dewa Made Johana . Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Jajang S,M.Sn . Elsa Herdiana M Era Pazira Febri Indra Laksmana . Fitri Ayu Nurjannatin . Gede Eka Harsana Koriawan Gede Ngurah Oka Diputra Gusti Ayu Niatri Gusti Ayu Yunda Darma Patni Handayana, I Gusti Ngurah Yudi Herman Susanto I A.A Made Semariyani I B SHINDU PRASETYA . I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih I Dewa Gede Putra Ariawan . I Gde Suranaya Pandit I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gede Dwitra N. Artista . I Gede Pasek I Gede Pasek Mangku I Gusti Agung Ayu Sucitra Ekaryani I Gusti Ayu Lani Triani I Gusti Made Budiarta I Kadek Bayu s . I Kadek Bayu s ., I Kadek Bayu s I Kadek Wiradinata I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Sutarman . I Komang Tandingada . I Made Diana Dwi Putra . I Made Rosis Ariwangsa . I Made Rosis Ariwangsa ., I Made Rosis Ariwangsa I Made Suastika Yasa . I Made Yasna I Nengah Kapti I Nym Putra Purbawa . I Nyoman Rediasa I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. . I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Rudianta I Nyoman Sila I Nyoman Sudiarka . I Putu Ari Wirawan . I Putu Candra I Putu Suhartawan . I Wayan Arinata . I Wayan Arinata ., I Wayan Arinata I Wayan Gede Adiartha . I Wayan Ginastra . I Wayan Nayun I Wayan Parwata I Wayan Sudiarta I Wayan Sweca Yasa Ida Ayu Komang Sartika Dewi . Ida Bagus Anom Sutanaya Jannatin Ardhuha Ketut Widiastra . Kormil Saputra LALU RUDYAT TELLY SAVALAS Langen Bronto Sutrisno Luh Suariani Luh Suartini . Luh Suriati M. Aditya Prayoga M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si Made Karisma Dwi Yasa . Mahardika Agus Wijayanti Mariam Lupita Kant Marzuki Marzuki Mega Safana Miyya Mutiasaphira Ansi . Muhamad Hendri Diarta Muhammad Amar Hikmalloh Muhammad Zahran Rasyid Sulaeman N.M.A. Suardani, S Nanda Nabila Maharani Ni Luh Putu Putri Setianingsih Ni Made Andira Padmarini Ni Made Ayu Suardani Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Darmadi Ni Nyoman Puspawati Ni Nyoman Sri Witari Ni Wayan Winianti Nuranita Nuranita Nurjamilah NURUL QOMARIYAH Oktavia Harti Ningsih Putri Julia Maemum PUTU DUDIK ARIAWAN . Putu Rendhi Kusuma Artha . Putu Suarya Putu Sutisna Putu Tegeh Kertiyasa . Qurratul Aini Rahadi Wirawan Ramadian Ridho Illahi Rohma Yuliani S. Gan. Tatang Sukandar . Sahril Sabirin Sang Ayu Made Agung Prasetiawati Djelantik Sarina Khairunnisa Semariyani, A.A.Made Sendi Nur Aulia Siti Nurkhaliza Subaiah Marlina Teguh Ardianto, Teguh Thufail Mujaddid Al-Qoyim Ulfa Dwiyanti Wati, Ni Made Serma Yuhendra AP