Claim Missing Document
Check
Articles

Bobot Karkas dan Bagian Karkas Ayam Petelur Jantan (Gallus gallus domesticus L.) Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Sebagai Imbuhan Pakan Dwi Rahmawati; Muhammad Anwar Djaelani; Kasiyati Kasiyati; Sunarno Sunarno
Jurnal Biologi Tropika Vol. 3, No. 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jbt.3.2.65-72

Abstract

Consumption of meat as a source of animal protein has increased every year, especially the consumption of rooster. The increasing cost of poultry feed has made it difficult for breeders to produce roosters that have meat with high protein content. The cost of poultry feed can be minimized by the addition of herbal ingredients, one of which is the addition of leaf powder. Moringa oleifera leaf powder contains various kinds of amino acids and antioxidants that can be used as a supplement to additives feed. This study aimed to evaluate the effect of M. oleifera leaf powder on carcass weight rooster (Gallus gallus domesticus L.). Completely randomized design (CRD) used in this study consisted of 5 treatment groups with three replications, namely the control treatment group and the basal feed treatment group supplemented with Moringa leaf powder 1; 2; 3; and 4%. The feed used is the standard starter and finisher period rations formulated with Moringa leaf powder according to their respective concentrations. Parameters were measured during the seventh week when the rooster was 49 days old, which included: body weight, carcass weight, breast weight, and thigh weight. Based on the research conducted, it was found that giving Moringa leaf powder 1; 2; 3; and 4% as feed additives in rooster had no significant effect (p> 0.05) on body weight, carcass weight, breast weight, and thigh weight. Overall, the conclusion of this study is the addition of Moringa leaf powder with a concentration of 1; 2; 3; and 4% in rooster feed up to 7 weeks of age did not affect on carcass weight, breast weight, and thigh weight of rooster.
Pengaruh imbuhan tepung daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam pakan pada kandungan protein dan kolesterol telur itik pengging (Anas platyrhyncos domesticus L.) Khunfaya Firnanda Putri Rossida; Sunarno Sunarno; Kasiyati Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani
Jurnal Biologi Tropika Vol. 2, No. 2, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.522 KB) | DOI: 10.14710/jbt.2.2.41-47

Abstract

One important component contained in Moringa leaves is protein. Apart from protein, bioactive flavonoids and saponins in Moringa leaves have potential as antioxidants and hypocholesterolemia. The objective of this study was to analyze the effect of Moringa leaf flour as a feed additive to protein content and cholesterol of Pengging duck eggs. The study design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, and each treatment consists of 3 replications. The treatment group consisted of a control group and a basal feed treatment that was added with Moringa leaf flour by 2.5; 5; 7.5; and 10%. Measurement of duck egg protein content using the Bradford method and cholesterol measured by the Indiko method. Data were analyzed with one-way ANOVA. The addition of Moringa leaf flour on feed did not have a significant effect (P > 0.05) on the protein content and cholesterol of the Pengging duck eggs. The percentage of white and egg yolk weights did not increase significantly. The conclusion of this study was the use of Moringa leaf flour as a feed additive with a concentration of 2.5 to10% could not change the protein content and cholesterol of the Pengging duck eggs.
Jumlah leukosit, persentase limfosit dan persentase monosit ayam petelur jantan setelah perlakuan penambahan serbuk daun kelor pada pakan Muhammad Anwar Djaelani; Kasiyati Kasiyati; Sunarno Sunarno
NICHE Journal of Tropical Biology Vol. 3, No. 1, Year 2020
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sciences and Mathematics, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.166 KB) | DOI: 10.14710/niche.3.1.45-49

Abstract

This study aimed to observe the effect of Moringa leaf powder as a feed addition to the number of leukocytes, the percentage of lymphocytes and the percentage of monocytes monocytes in chicken. This study used a Completely Randomized Design consisting of five treatments, one treatment group and four treatment groups with basic feed and basic feed which were added with some levels of Moringa leaf powder. Treatment group P0: Basic feed, without the addition of Moringa leaf powder as a control. Treatment group P1: Basic feed added with 1% Moringa leaf powder. P2 treatment group: Basic feed given 2% Moringa leaf powder. P3 treatment group: Basic feed given with additional Moringa leaf powder 3%. P4 treatment group: Basic feed given 4% Moringa leaf powder. The results showed that Moringa leaf powder as an additional feed did not significantly influence the number of leucocyte, percentage of lymphocites and percentage of monocytes among treatment group (P> 0.05). The conclusion of this study is that the addition of Moringa leaf powder to the feed of chicken has the potential to maintain the profile of white blood at normal values, which is indicated by the number of leukocytes, the percentage of lymphocytes and the percentage of monocytes.
Nilai Haugh Unit (HU), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Ph Telur Itik Pengging Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Susan Nuraeni; Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno; Kasiyati Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 4, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.81 KB) | DOI: 10.14710/baf.4.2.2019.107-115

Abstract

Itik lokal banyak dibudidayakan sebagai penghasil telur. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung nutrisi esensial, seperti asam amino dan protein yang berpotensi meningkatkan kualitas telur, terutama telur itik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung daun kelor terhadap kualitas fisik telur itik pengging. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dengan 4 ulangan, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pakan basal dengan tambahan tepung daun kelor 2,5; 5; 7,5; dan 10%. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu nilai Haugh unit (HU), indeks kuning telur (IKT), dan pH telur. Sampel diambil setiap hari kemudian dikumpulkan dan dilakukan pengukuran. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan analysis of variance (ANOVA), apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian tepung daun kelor dalam pakan itik memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada nilai HU dan pH putih telur, namun tidak berpengaruh (P>0,05) pada IKT, pH kuning telur, dan bobot telur. Berdasarkan nilai HU, telur pada penelitian ini dikategorikan dalam kualitas AA, dan pH putih telur tertinggi terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 8,66. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun kelor 7,5% dapat meningkatkan kualitas telur tanpa merubah bobot telur. Kata kunci: Itik pengging, daun kelor, kualitas telur
Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) untuk Mendukung Produksi Telur Itik Pengging (Anas platyrhyncos) Siti Murni Mas&#039;adah; Kasiyati Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.25-34

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai macam asam amino esensial dan kaya akan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tepung daun kelor terhadap produksi telur itik pengging. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan dan setiap ulangan berisi 3 ekor itik, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 2,5; 5; 7,5; dan 10%. Pengukuran variabel penelitian dilakukan setiap satu minggu dan diukur selama tiga minggu. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa imbuhan tepung daun kelor pada pakan itik pengging memberikan pengaruh yang signifikan pada produksi telur (p<0,05). Imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada itik pengging mampu meningkatkan persentase produksi telur duck day, masing-masing sebesar 45,34% dan 39,71% dibandingkan kelompok kontrol (tepung daun kelor 0%). Hasil analisis kualitas kerabang telur untuk warna dan ketebalan pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata (p>0,05), sedangkan untuk bobot kerabang menunjukan hasil yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah imbuhan tepung daun kelor dengan konsentrasi 2,5 dan 10% pada pakan itik pengging dapat meningkatkan produksi telur tanpa merubah kualitas kerabang telur. 
Somatometri Tulang Ekstremitas Ayam Jantan Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pakan Tambahan Kencana Ayudya Prabahandari; Kasiyati Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.2.2021.183-192

Abstract

 Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan bagian tanaman yang mengandung nutrisi pendukung pertumbuhan tulang ekstremitas ayam jantan, meliputi protein dan mineral kalsium. Atas dasar potensi tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pakan tambahan tepung daun kelor pada pertumbuhan tulang ekstremitas ayam jantan. Parameter uji penelitian ini meliputi panjang sayap, panjang tibiotarsus, panjang tarsometatarsus, panjang badan, dan panjang paruh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan meliputi P0 (pakan standar 100%), P1, P2, P3 dan P4 berturut-turut mendapat tambahan tepung daun kelor 1%, 2%, 3%, dan 4% dengan pakan standar 99%, 98, 97%, dan 96%, tiap perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multi Range Test(DMRT) (P<0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian tepung daun kelor berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang sayap dan panjang tarsometararsus, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang tibiotarsus, panjang badan, dan panjang paruh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung daun kelor pada pakan berpotensi meningkatkan panjang tulang sayap dan tulang tarsometatarsus yang merupakan bagian dari tulang ekstremitas ayam jantan Moringa leaf (Moringa oleifera) is part of plant that contains nutrients that support rooster extremity bone growth, including protein and calcium minerals. Base on this potential, doing research to analyzing  effect of supplemented Moringa meal on growth of rooster extremity bones. The test parameters of this study include wing length, tibiotarsus length, tarsometatarsus length, body length, and beak length. The research used completely randomized design (CRD) which consisted of 5 treatments including P0 (standard feed 100%), P1, P2, P3, and P4, respectively, received moringa leaf additions of 1%, 2%, 3%, and 4% with standard feed of 99%, 98, 97%, and 96%, each treatment was repeated 3 times. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan Multi Range Test (DMRT) advanced test (P <0.05). The results showed that supplementation of Moringa meal was significantly different (P<0.05) of the wing and tarsometatarsal length. However, it was not significantly different (P>0.05) in tibiotarsal length, body length, and beak length. Supplementation of Moringa leaf meal on the diet of rooster did not increase extremity bones at grower phase. The conclusion was addition of Moringa leaf meal in diet potentially increase wing and tarsometatarsal bone length which are part of rooster extremity bones.
Pengaruh Imbuhan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) pada Pakan terhadap Bobot Beberapa Organ Dalam dan Lemak Abdominal Itik Pengging (Anas platyrhyncos) Dara Puspita Jati Windoro; Kasiyati Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.2.2020.109-118

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) mengandung antioksidan, vitamin C, vitamin A, kalsium, protein, dan berbagai macam asam amino. Semua kandungan nutrien tersebut berperan penting dalam menunjang produktivitas itik pengging, baik daging maupun organ dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh imbuhan tepung daun kelor pada pakan terhadap bobot organ dalam dan lemak abdominal itik pengging. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan, yaitu kelompok kontrol dan perlakuan pakan basal yang diberi suplemen tepung daun kelor 2,5; 5; 7,5 dan 10%. Pemberian pakan dan minum dilakukan secara ad libitum. Data dianalisis dengan pola distribusi normal dan homogenitas data, kemudian untuk mengetahui perbedaan antarkelompok, data dianalisis dengan ANOVA-satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbuhan suplemen tepung daun kelor pada pakan itik pengging tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bobot jantung, limpa, lambung, dan lemak abdominal itik pengging. Kesimpulan dari penelitin ini adalah imbuhan tepung daun kelor pada pakan tidak meningkatkan bobot jantung, limpa, dan lambung, serta tidak menurunkan lemak abdominal itik pengging. Kata kunci: daun kelor, jantung, limpa, lambung, lemak abdominal, itik pengging.
Pemeriksaan Kolesterol , LDL, dan HDL Daging Ayam Petelur Jantan dengan Pakan Berimbuhan Serbuk Daun Kelor Muhammad Anwar Djaelani; Kasiyati Kasiyati; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.1-6

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk melihat pengaruh tepung daun kelor sebagai imbuhan pakan terhadap kadar kolesterol total, kadar LDL dan kadar HDL daging ayam petelur jantan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan fisiologis yang terjadi pada profil lipid daging ayam petelur jantan terkait dengan pemberian tepung daun kelor sebagai imbuhan pakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, terdiri atas satu perlakuan kelompok kontrol dan empat kelompok perlakuan dengan pakan basal yang diberi imbuhan berbagai kadar tepung daun kelor. Kelompok perlakuan pada penelitian ini adalah K0: Pakan basal, tanpa imbuhan tepung daun kelor (kontrol) K1: Pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 1% K2: Pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 2% K3: Pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 3% K4: Pakan basal yang diberi imbuhan tepung daun kelor 4%.Variabel yang diamati adalah kadar kolesterol total daging, LDL daging, serta HDL daging ayam petelur jantan. Analisis data dilakukan dengan Anova Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan yang nyata kadar kolesterol total daging dan kadar LDL daging, serta peningkatan kadar HDL daging ayam yang nyata (P < 0.05).Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun kelor sebagai imbuhan pakan berpotensi memperbaiki performa lipid daging ayamKata kunci :  Daging ayam, kelor, kolesterol, LDL ,HDL
Regulasi Fotodeteksi: Peran Cahaya Pada Performa Produksi Telur Unggas _ Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.85 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.150-160

Abstract

Cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang esensial bagi kehidupan aves. Signal cahaya yang diterima oleh hipotalamus dapat mengontrol sekresi gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang berperan dalam menstimulasi pitutari melepaskan follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Peningkatan konsetrasi dan waktu sekresi gonadotropin  berpengaruh pada umur dewasa kelamin, siklus ovulasi, serta performa produksi telur pada aves. Tujuan dari ulasan artikel ini fokus pada peran cahaya yang melibatkan sistem sensori pada performa produksi telur unggas. Organ fotoreseptor vertebrata non-mamalia termasuk aves selain mata adalah organ pineal dan fotoreseptor otak bagian dalam (deep brain photoreceptors). Beberapa molekul fotoreseptor deep brain, yaitu rodopsin (RH), melanopsin (OPN4), dan vertebrate ancient (VA)-opsin, serta protein opsin 5 (OPN5 atau neuropsin). Paparan cahaya yang lebih lama pada siang hari yang panjang menstimulasi peningkatan ekspresi mRNA GnRH sehingga menginduksi dewasa (matang) kelamin unggas. Peningkatan performa reproduksi walaupun kecil tetap berpengaruh pada produksi telur. Lebih dari 33% peningkatan performa reproduksi dan produksi telur merupakan kontribusi dari penggunaan cahaya. Intisari dari ulasan ini adalah mengetahui peran fotoreseptor pada unggas.
Peran Cahaya bagi Kehidupan Unggas: Respons Pertumbuhan dan Reproduksi Kasiyati Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.116-125

Abstract

Aves merupakan hewan model terbaik yang memberikan respons dengan adanya paparan cahaya artifisial. Pemanfaatan cahaya pada budi daya unggas telah lama diterapkan karena memiliki beragam keuntungan. Cahaya memiliki fungsi penting untuk mengatur ritme harian, pertumbuhan, hingga reproduksi, selain sebagai penerangan. Sistem perkandangan unggas modern menggunakan beragam sumber cahaya, salah satunya adalah light emitting diode (LED). Aspek pencahayaan yang diterapkan pada budi daya unggas dan masih terus diteliti hingga saat ini terdiri atas tiga hal penting, yaitu intensitas, warna, dan fotoperiode cahaya. Tujuan dari review artikel ini adalah mengkaji peran cahaya pada respons pertumbuhan dan performa reproduksi unggas. Penggunaan cahaya biru dan hijau meningkatkan pertumbuhan pada broiler dan puyuh, sedangkan pertumbuhan itik Pekin meningkat dengan adanya paparan cahaya biru dan merah. Cahaya merah maupun penggunaan cahaya dengan fotoperiode 16 L:8D meningkatkan sintesis dan sekresi estradiol pada unggas lokal sehingga dalam jangka panjang dapat meningkatkan jumlah folikel ovari yang fungsional dan menjamin produksi telur berkelanjutan. Kata kunci: cahaya monokromatik; unggas; pertumbuhan; estradiol
Co-Authors Adonia B Silalahi Adonia Benedicta Silalahi Adriana, Yani Agung Janika Sitasiwi Agung Janika Sitasiwi Ahmar, Rasyidah Fauzia Aji Seto Arifianto Alfiandry, Muhammad Alief Rifaldi Alfitri, Riski Alrais, Aditya Aminullah , Aditya Alrais Anggraini, Silvia Ani, Nova Andri Ardisal Ardisal Arif Nur Latifah Arisul Mahdi Ariyanto, Hana Fadhillah Arzakina, Silfia Asep Ahmad Sopandi Chatarina Umbul Wahyuni Dara Puspita Jati Windoro Dianti, Resna Djaelani, M Anwar Dwi Rahmawati Edward, Cassandra El Fahmi, Ribki Elsa Efrina Erma Prihastanti Evi Lestari Farhana, Surya Fathurika, Kusuma Alya Febriani, Lili Fika Irawati Firmansyah, Muhammad Hafidh Fuad Muhammad Ginting, Sofhia Miranda Gunawan, Rida Arwanda Hanum, Qanza Sofia Hariyono Rakhmad HERA MAHESHWARI Hery Widijanto Hikmah Putri Pratiwi Hirawati Muliani Husna, Noora Lailatul Intan Permatasari Irdamurni Jafron Wasiq Hidayat Jatmiko, Arif Budi Johandri Taufan Kencana Ayudya Prabahandari Khairunnisa, Nurul Fathia Khifdillah, Fadlan Wakhid Khoerunisah, Marya Salfia Khunfaya Firnanda Putri Rossida Koen Praseno Kristanto, Rachellita Elizania Kusuma Alya Fathurika Laras Saty Luthfiana Ulil Albab Mahmudah, Elvin Rahmawati Marissa Angelina Maryono Maryono Mega Iswari Mochamad Arief Budihardjo Mohammad Farhan Aditya Muhammad Alvin Gibran Muhammad AmmarNurHandyka Muhammad Anwar Djaelani Munirotun Roiyana NASTITI KUSUMORINI Nesy, Azkia Mardhatillah Novia Marcelina Nurhastuti, Nurhastuti Oktafiana, Nadia Praseno Koen Prihatiningsih, Liliana Puri Pupu, Ayu Puri, Nur Liliana Putri, Cece Kurnia Putri, Oktari Rahayu, Nika Sri Rahmadani, Desmia Rahmah, Sinta Aulia Rahmanah, Firli Ramadhan, Muhammad Hisyam Ramadhan Resa, Ris Setya Rofiatul Adawiyah Putri Romansah, Alifia Yasmin Rully Rahadian Rusadi, Alya Fakhirah Salsabila Alifah Setia Budi Setiaatip, Devita Setiawan, Hendrik Tri Shinta Dwi Kurnia Silalahi, Jon Roi Silvana Tana Siregar, Siti Arsih Rukmana Siska Hairunnisa Siti Muflichatun Mardiati Siti Murni Mas&#039;adah Siti Nabela SRI ISDADIYANTO Sri Isdadiyanto Stephanie Reaganty Sulmi, Isnaini Sunarno Sunarno Sunarno Sunarno Susan Nuraeni Tsaputra, Antoni Tyas Rini Saraswati Umar, Ja'far Utami, Atika Yanbi Utari, Fitri Rahma Wahyu Kurnia Dewanto Wasmen Manalu Yanti, Fitri Rahma Yuli Tri Utami, Yuli Tri Zulfa, Laili Fitria Zulmiyetri Zulmiyetri