Claim Missing Document
Check
Articles

Regulasi Fotodeteksi: Peran Cahaya Pada Performa Produksi Telur Unggas _ Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.85 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.2.2018.150-160

Abstract

Cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang esensial bagi kehidupan aves. Signal cahaya yang diterima oleh hipotalamus dapat mengontrol sekresi gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang berperan dalam menstimulasi pitutari melepaskan follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Peningkatan konsetrasi dan waktu sekresi gonadotropin  berpengaruh pada umur dewasa kelamin, siklus ovulasi, serta performa produksi telur pada aves. Tujuan dari ulasan artikel ini fokus pada peran cahaya yang melibatkan sistem sensori pada performa produksi telur unggas. Organ fotoreseptor vertebrata non-mamalia termasuk aves selain mata adalah organ pineal dan fotoreseptor otak bagian dalam (deep brain photoreceptors). Beberapa molekul fotoreseptor deep brain, yaitu rodopsin (RH), melanopsin (OPN4), dan vertebrate ancient (VA)-opsin, serta protein opsin 5 (OPN5 atau neuropsin). Paparan cahaya yang lebih lama pada siang hari yang panjang menstimulasi peningkatan ekspresi mRNA GnRH sehingga menginduksi dewasa (matang) kelamin unggas. Peningkatan performa reproduksi walaupun kecil tetap berpengaruh pada produksi telur. Lebih dari 33% peningkatan performa reproduksi dan produksi telur merupakan kontribusi dari penggunaan cahaya. Intisari dari ulasan ini adalah mengetahui peran fotoreseptor pada unggas.
Peran Cahaya bagi Kehidupan Unggas: Respons Pertumbuhan dan Reproduksi Kasiyati Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.116-125

Abstract

Aves merupakan hewan model terbaik yang memberikan respons dengan adanya paparan cahaya artifisial. Pemanfaatan cahaya pada budi daya unggas telah lama diterapkan karena memiliki beragam keuntungan. Cahaya memiliki fungsi penting untuk mengatur ritme harian, pertumbuhan, hingga reproduksi, selain sebagai penerangan. Sistem perkandangan unggas modern menggunakan beragam sumber cahaya, salah satunya adalah light emitting diode (LED). Aspek pencahayaan yang diterapkan pada budi daya unggas dan masih terus diteliti hingga saat ini terdiri atas tiga hal penting, yaitu intensitas, warna, dan fotoperiode cahaya. Tujuan dari review artikel ini adalah mengkaji peran cahaya pada respons pertumbuhan dan performa reproduksi unggas. Penggunaan cahaya biru dan hijau meningkatkan pertumbuhan pada broiler dan puyuh, sedangkan pertumbuhan itik Pekin meningkat dengan adanya paparan cahaya biru dan merah. Cahaya merah maupun penggunaan cahaya dengan fotoperiode 16 L:8D meningkatkan sintesis dan sekresi estradiol pada unggas lokal sehingga dalam jangka panjang dapat meningkatkan jumlah folikel ovari yang fungsional dan menjamin produksi telur berkelanjutan. Kata kunci: cahaya monokromatik; unggas; pertumbuhan; estradiol
Histomorfometri Hepar Itik Peking (Anas platyrhynchos) setelah Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam Pakan yang Dikombinasikan dengan Paparan Cahaya Arif Nur Latifah; Kasiyati Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 7, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.7.1.2022.1-10

Abstract

Hepar merupakan salah satu organ vital pada metabolisme aves. Penelitian ini bertujuan menganalisis penambahan tepung daun kelor dalam pakan yang dikombinasikan dengan paparan cahaya terhadap histomorfometri hepar itik pekin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4×2. Faktor utama berupa konsentrasi tepung daun kelor (0, 2, 4, dan 6%) dan  warna lampu (putih dan hijau). Itik pekin yang digunakan berjumlah 48 ekor. Variabel pengukuran antara lain bobot hepar, bobot badan, indek hepatosomatik, dan diameter hepatosit. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Analysis of Variance (ANOVA) dua arah. Hasil menunjukkan bahwa paparan cahaya dengan kombinasi tepung daun kelor tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) pada bobot hepar, bobot badan, dan indek hepatosomatik, namun berpengaruh signifikan (P<0,05) pada diameter hepatosit. Masing-masing faktor utama warna cahaya atau tepung daun kelor tidak berpengaruh signifikan pada semua variabel. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan tepung daun kelor dalam pakan yang dikombinasikan dengan paparan cahaya dapat meningkatkan ukuran diameter hepatosit dan memicu proliferasi sel–sel hepatosit. Proliferasi hepatosit mengarah pada regenerasi hepatosit terdapat pada kelompok 6% tepung daun kelor yang dikombinasikan dengan cahaya putih ataupun cahaya hijau. The liver is one of the vital organs in avian metabolism. This research aimed to analyzed the inclusion of Moringa leaf flour in feed with light exposure on the liver histomorphometry of Pekin ducks. This study used a completely Randomized Design in 2×4 arrangement, with main factors, the first factor was concentrations of Moringa flour and the second factor was color of light. Forty-eight Pekin ducks were used in this research. The variables measured in this research were liver weight, body weight, hepatosomatic index, and hepatocyte diameter. The data obtained were analyze using two-way Analysis of Variance. The light exposure with a combination of Moringa leaf flour had no significant effect on liver weight, body weight, and hepatosomatic index, but had a significant effect (P<0.05) on hepatocyte diameter. Meanwhile, the main factor, either light color or Moringa leaf flour had no significant effect on all variables. The conclusion of this study is Moringa leaf powder in the diet combined with light exposure could affect the histomorphometry of the liver which is characterized by an increase in hepatocyte cell diameter and the proliferation of hepatocyte cells. Liver cell proliferation leading to hepatocyte regeneration was found in the 6% group of Moringa leaf flour combined with white or green light.  
Bobot Karkas dan Morfometri Serabut Muskulus Pektoralis Itik Pengging Periode Layer Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor Dalam Pakan Muhammad Alvin Gibran; Muhammad Anwar Djaelani; Kasiyati Kasiyati; Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.2.2021.167-174

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman fungsional yang mengandung nutrisi dan antioksidan. Daun tanaman ini digunakan sebagai bahan pakan karena nutriennya yang lengkap. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh substitusi tepung daun kelor dalam pakan itik pengging periode layer pada bobot karkas dan ukuran serabut muskulus pektoralis. Rancangan penelitian menggunakan 60 ekor itik dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan. Pengulangan tiap perlakuan dilakukan 3 kali dengan 4 ekor itik setiap ulangan. Kelompok perlakuan terdiri atas kontrol (K0) menggunakan pakan standar; K1 menggunakan 97,5% pakan standar dan 2,5% tepung daun kelor; K2 menggunakan 95% pakan standar dan 5% tepung daun kelor; K3 menggunakan 92,5% pakan standar dan 7,5% tepung daun kelor; K4 menggunakan 90% pakan standar dan 10% tepung daun kelor. Analisis data menggunakan one-way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian didapatkan bahwa substitusi pakan dengan tepung daun kelor tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap bobot karkas, bobot muskuli pektoralis, dan ukuran serabut. Kesimpulan penelitian ini adalah substitusi tepung daun kelor pada pakan itik pengging periode bertelur tidak memberikan dampak pada bobot karkas, muskulus pektoralis, dan diameter serabut otot. Nutrien lebih banyak diarahkan untuk produksi telur daripada sintesis karkas.Moringa (Moringa oleifera) is a functional plant that contains lots of nutrients and antioxidants. The leaves on this plant are often used as a feed ingredient because of their potential to increase growth and cells development. The objective of the study is to examine moringa leaf inclusion meal on carcass weight and size of pectoral musculus fibrils of sexually mature laying ducks. The study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments. Treatment was repeated 3 times. Feeding were carried out at 07.00 WIB and 16.00 WIB. Treatment Control (K0) used standard feed; treatment 1 (K1) used 97.5% standard feed and 2.5% moringa leaf meal; treatment 2 (K2) used 95% standard feed and 5% Moringa leaf meal; treatment 3 (K3) used 92.5% standard feed and 7.5% Moringa leaf meal; treatment 4 (K4) used 90% standard feed and 10% moringa leaf meal. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and regression test using SPSS version 25. The results showed that feed substitution on Moringa leaves did not have a significant effect on carcass weight and fibril size of treated and control ducks. In conclusion, substitution of Moringa leaf meal in pengging ducks feed on layer period had no impact of carcass and pectoral muscles weight, and could not change the diameter of pectoral muscles fibril. Nutrient and energy leads to egg production than carcass synthesis.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Fenugreek (Trigonella foenum-graecum L.) terhadap Struktur dan Morfometri Ren Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Kasiyati Kasiyati; Siti Nabela; Agung Janika Sitasiwi
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i2.54646

Abstract

Fenugreek menjadi salah satu tanaman herbal yang diteliti karena khasiatnya dapat mengobati berbagai penyakit. Ekstrak biji fenugreek memiliki kandungan senyawa antioksidan flavonoid berupa polifenol yang memiliki peran mengurangi stress oksidatif, menangkap radikal bebas, memperbaiki fungsi ginjal, dan menjaga fungsi ginjal dalam kondisi normal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian ekstrak biji fenugreek selama 30 hari dengan dosis 500 mg/kg BB, 1000 mg/kg BB, dan 1500 mg/kg BB terhadap struktur dan morfometri ren tikus putih. Parameter yang diamati adalah diameter glomerulus, bobot ginjal, tebal kapsula Bowman, dan kadar eritrosit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan yaitu P0 (tikus normal diberi aquades), P1 (tikus normal diberi ekstrak biji fenugreek dosis 500 mg/kg BB), P2 (tikus normal diberi ekstrak biji fenugreek dosis 1000 mg/kg BB), dan P3 (tikus normal diberi ekstrak biji fenugreek dosis 1500 mg/kg BB). Uji analisis statistik menggunakan ANOVA-satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji fenugreek pada dosis 500 mg/kg BB, 1000 mg/kg BB, dan 1500 mg/kg BB tidak memberikan pengaruh yang bermakna (p>0,05) terhadap diameter glomerulus, tebal kapsula Bowman, dan kadar eritrosit. Sedangkan pemberian ekstrak biji fenugreek pada dosis 500 mg/kg BB, 1000 mg/kg BB, dan 1500 mg/kg BB memberikan bobot organ ginjal berbeda bermakna. Ekstrak biji fenugreek dengan dosis 500 mg/kg BB, 1000 mg/kg BB, dan 1500 mg/kg BB tidak mengubah struktur dan morfometri ren tikus putih, sehingga aman digunakan sebagai obat.
Filtrasi dan Aerasi Mengurangi Kerusakan secara Histopatologi pada Organ Insang Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno; Muhammad AmmarNurHandyka; Kasiyati Kasiyati
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.459

Abstract

Penggunaan filter dan aerator dalam budidaya perikanan mempunyai peran penting dalam mengendalikan kualitas air, terutama kadar amonia agar tidak melebihi ambang batas. Senyawa amonia dengan kadar yang tinggi dalam air pada wadah pemeliharaan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur dan fungsi organ insang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filtrasi dan aerasi yang berbeda terhadap histopatologi organ insang ikan nila merah (O. niloticus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati adalah bobot total insang, bobot tubuh ikan, bobot insang relatif dan persentase kerusakan jaringan insang. Bobot insang relatif dihitung menggunakan rumus, BIR (%)= Bi x Bt-1 x 100%. Kerusakan jaringan insang dihitung dari pengamatan 240 lamela sekunder per insang dengan menggunakan mikroskop perbesaran 400 kali, kemudian dikalikan dengan 100%. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan uji sidik ragam dua arah dengan taraf kepercayaan sebesar 95%. Hasil analisis menunjukkan terdapat beda nyata terhadap variabel yang diamati antar perlakuan dengan kontrol (P<0,05) terhadap bobot total insang, bobot tubuh ikan, bobot insang relatif dan persentase kerusakan jaringan insang. Simpulan penelitian ini adalah, penambahan aerasi yang dikombinasi dengan filtrasi dapat mereduksi amoniadan mengurangi kerusakan jaringan organ insang ikan nila merah.
Pertambahan Bobot Tubuh, Panjang Tubuh dan Tinggi Tubuh Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) yang Dipelihara Pada Aerasi dan Padat Tebar Berbeda Djaelani, Muhammad Anwar; Kasiyati, Kasiyati; Sunarno, Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 8, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.8.2.2023.106-113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerasi dan padat tebar terhadap pertambahan bobot tubuh, panjang tubuh dan tinggi tubuh ikan nila merah (Oreochromis niloticus).  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua perlakuan, terdiri atas perlakuan kelompok dilengkapi dengan satu aerator dan perlakuan kelompok dilengkapi dengan dua aerator serta tiga tingkatan padat tebar 2,4,8 ekor ikan. Pada padat tebar normal sebanyak 2 ekor ikan nila merah dengan berat 17±1,6 g dipelihara dalam kontainer boks kapasitas 40 liter yang diisi air sebanyak 34 liter. Ikan dipelihara selama 2 bulan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah pertambahan bobot tubuh, panjang tubuh dan tinggi tubuh ikan nila. Faktor lingkungan yang diamati pada penelitian ini meliputi Oksigen terlarut (DO), pH, suhu, kandungan ammonia, nitrit dan nitrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeliharaan ikan nila merah dengan penambahan aerator berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot tubuh, panjang tubuh dan tinggi tubuh ikan nila merah. This study aims to determine the effect of aeration and stocking density on body weight gain, body length and body height of red tilapia (Oreochromis niloticus). This study used a factorial completely randomized design (CRD) with two treatments, consisting of a group treatment equipped with one aerator and a group treatment equipped with two aerators and three levels of stocking density of 2,4,8 fish. At normal stocking densities, 2 red tilapia weighing 17 ± 1.6 g were reared in a 40 liter capacity box filled with 34 liters of water. Fish kept for 2 months. The variables observed in this study were the increase in body weight, body length and body height of tilapia fish. Environmental factors observed in this study include dissolved oxygen (DO), pH, temperature, ammonia, nitrite and nitrate content. The results of this study indicated that rearing red tilapia with the addition of an aerator had a significant (P<0.05) effect on body weight gain, body length and body height of red tilapia.
Histomorfometri Hepar Ayam Petelur Jantan (Gallus gallus domesticus L.) Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Sebagai Imbuhan Pakan Djaelani, Muhammad Anwar; Jatmiko, Arif Budi; Sunarno, Sunarno; Kasiyati, Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 9, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.9.1.2024.57-65

Abstract

Ayam petelur jantan dapat dipacu laju pertumbuhannya dengan imbuhan pakan tepung daun kelor yang dikenal memiliki senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antioksidan tetapi juga memiliki resiko sebagai zat toksik pada hepar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh imbuhan pakan berupa tepung daun kelor dengan dosis berbeda terhadap histomorfometri hepar ayam petelur jantan. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1(1%), P2(2%), P3(3%), dan P4(4%), setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan (terdiri dari 2 ekor ayam). Parameter penelitian terdiri atas bobot hepar, bobot badan, HSI, dan diameter hepatosit yang dianalisis dengan uji ANOVA. Data diameter hepatosit dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung daun kelor berpengaruh nyata (pvalue<0,05) terhadap diameter hepatosit. Kesimpulan dari penelitian adalah tepung daun kelor dengan dosis 1-4% tidak mempengaruhi variabel bobot hepar, bobot badan, dan nilai HSI tetapi berpengaruh terhadap struktur hepatosit. Struktur hepatosit mengalami degenerasi hidropik, degenerasi lemak, nekrosis, atrofi, hemoragi, dan kongesti. Laying hens can increase their growth rate by adding moringa leaf meal which is known to have secondary metabolites that function as antioxidants but also have a risk of being toxic to the liver. This study aimed to analyze the effect of feed additives in the form of moringa leaf meal at different doses on the liver histomorphometry of male laying hens. The research design used a completely randomized design with 5 treatments, namely P0 (control), P1(1%), P2(2%), P3(3%), and P4(4%), each treatment consisting of 3 replications (consisting of 2 chickens). The research parameters consisted of liver weight, body weight, HSI, and hepatocyte diameter which were analyzed by ANOVA test. Hepatocyte diameter data was followed by Duncan's test. The results showed that moringa leaf powder had a significant effect (pvalue<0,05) on hepatocyte diameter. The conclusion of the research is that Moringa leaf flour at a dose of 1-4% does not affect the variables of liver weight, body weight and HSI value but does affect the structure of hepatocytes. The hepatocyte structure experiences hydropic degeneration, fatty degeneration, necrosis, atrophy, hemorrhage and congestion.  
Profil Penyandang Tunarungu Berprestasi di Cabang Olahraga Atletik Tingkat Nasional Nesy, Azkia Mardhatillah; Kasiyati, Kasiyati
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the discovery of deaf people in the community who had various brilliant achievements and won gold medals at the national level as a contingent for West Sumatra Province in one of the athletic sports, namely running. This study aims to determine what achievements (D) has with a qualitative descriptive study, by knowing the deaf and parents as research subjects. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation study then analyzed to be presented and conclusions drawn. Achievements to the national level at the National Paralympic Week (PEPARNAS) XIV 2012 in Riau by winning a silver medal and the National Paralympic Week (PEPARNAS) XV 2016 in West Java by winning a gold medal. Paralympic Week is held once every four years in Indonesia and is participated by athletes from various provinces. He is active in participating in running competitions at the city, provincial, and national levels. Then (D) will take part in the National Paralympic Week XVI 2021 competition which will be held in Papua.
Aplikasi Talk Alternative: Sistem Komunikasi Alternatif untuk Keterampilan Komunikasi Nonverbal bagi Anak Cerebral Palsy Putri, Oktari; Kasiyati, Kasiyati
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1132120.64

Abstract

Cerebral palsy adalah kelainan atau kekakuan motoik yang ditimbulkan karena adanya kerusakan pada sentra syaraf otak yang dapat memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek perkembangan, diantaranya perkembangan bahasa dan komunikasi. Anak cerebral palsy yang memiliki hambatan komunikasi bukan diakibatkan karena pendengarannya namun karena adanya gangguan motorik bicara. Di SLB Negeri Mandailing terdapat dua siswa cerebral palsy berinisial A dan I yang mengalami hambatan komunikasi secara verbal. Salah satu alat yang dapat membantu anak cerebral palsy berkomunikasi secara nonverbal yaitu menggunakan sistem komunikasi alternatif. Peneliti merancang sistem komunikasi alternatif berupa aplikasi berbasis android yang diberi nama “Talk Alternative” untuk membantu anak cerebral palsy berkomunikasi secara nonverbal. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model 3D. Hasil penelitian yang didapatkan berupa need assessment, perancangan dan uji validasi aplikasi secara internal.
Co-Authors Adonia B Silalahi Adonia Benedicta Silalahi Agung Janika Sitasiwi Agung Janika Sitasiwi Ahmar, Rasyidah Fauzia Aji Seto Arifianto Alfiandry, Muhammad Alief Rifaldi Alfitri, Riski Alrais, Aditya Anggraini, Silvia Ani, Nova Andri Ardisal Ardisal Arif Nur Latifah Arisul Mahdi Ariyanto, Hana Fadhillah Arzakina, Silfia Asep Ahmad Sopandi Chatarina Umbul Wahyuni Dara Puspita Jati Windoro Dianti, Resna Djaelani, M Anwar Dwi Rahmawati Edward, Cassandra El Fahmi, Ribki Elsa Efrina Erma Prihastanti Evi Lestari Farhana, Surya Fathurika, Kusuma Alya Febriani, Lili Fika Irawati Firmansyah, Muhammad Hafidh Ginting, Sofhia Miranda Gunawan, Rida Arwanda Hanum, Qanza Sofia Hariyono Rakhmad HERA MAHESHWARI Hery Widijanto Hikmah Putri Pratiwi Hirawati Muliani Husna, Noora Lailatul Intan Permatasari Irdamurni Jatmiko, Arif Budi Johandri Taufan Kencana Ayudya Prabahandari Khairunnisa, Nurul Fathia Khifdillah, Fadlan Wakhid Khoerunisah, Marya Salfia Khunfaya Firnanda Putri Rossida Koen Praseno Kristanto, Rachellita Elizania Kusuma Alya Fathurika Laras Saty Luthfiana Ulil Albab Mahmudah, Elvin Rahmawati Marissa Angelina Mega Iswari Mochamad Arief Budihardjo Mohammad Farhan Aditya Muhammad Alvin Gibran Muhammad AmmarNurHandyka Muhammad Anwar Djaelani Munirotun Roiyana NASTITI KUSUMORINI Nesy, Azkia Mardhatillah Novia Marcelina Nurhastuti, Nurhastuti Oktafiana, Nadia Praseno Koen Pupu, Ayu Puri, Nur Liliana Putri, Oktari Rahayu, Nika Sri Rahmadani, Desmia Rahmah, Sinta Aulia Rahmanah, Firli Ramadhan, Muhammad Hisyam Ramadhan Rofiatul Adawiyah Putri Romansah, Alifia Yasmin Rusadi, Alya Fakhirah Salsabila Alifah Setia Budi Setiaatip, Devita Setiawan, Hendrik Tri Shinta Dwi Kurnia Silalahi, Jon Roi Silvana Tana Siregar, Siti Arsih Rukmana Siska Hairunnisa Siti Muflichatun Mardiati Siti Murni Mas&#039;adah Siti Nabela SRI ISDADIYANTO Sri Isdadiyanto Stephanie Reaganty Sulmi, Isnaini Sunarno Sunarno Sunarno Sunarno Susan Nuraeni Tsaputra, Antoni Tyas Rini Saraswati Umar, Ja'far Utami, Atika Yanbi Utari, Fitri Rahma Wahyu Kurnia Dewanto Wasmen Manalu Yanti, Fitri Rahma Yuli Tri Utami, Yuli Tri Zulfa, Laili Fitria Zulmiyetri Zulmiyetri