Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Keterampilan Vokasional Membuat Hiasan Dinding dari Kerang Melalui Media Video Tutorial Pada Anak Tunarungu Ani, Nova Andri; Budi, Setia; Kasiyati, Kasiyati; Ardisal, Ardisal; Tsaputra, Antoni
JURNAL PENDIDIKAN Vol 32 No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v32i1.3573

Abstract

Pembelajaran untuk anak tunarungu tidak hanya pada bidang akademik saja, tetapi juga pada pembelajaran keterampilan. Pembelajaran keterampilan ini bermanfaat untuk meningkatkan life skill dan memberikan peluang pekerjaan pada anak. Penelitian ini berfokus pada permasalahan pembelajaran keterampilan membuat hiasan dinding dari kerang pada anak tunarungu kelas IX SLB YPPLB Padang, dengan menggunakan Jenis penelitian tindakan kelas, Penelitian dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus dilakukan empat kali pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 4 januari- 25 januari 2023. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan tes.  Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa video tutorial dapat meningkatkan kemampuan membuat hiasan dinding pada anak tunarungu. Sehingga, guru dapat menggunakan video tutorial untuk pembelajaran keterampilan. 
EFEKTIVITAS MEDIA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL NILAI TEMPAT PADA ANAK KESULITAN BELAJAR KELAS IV DI SD NEGERI 09 KOTO LUAR PADANG Rahayu, Nika Sri; Kasiyati, Kasiyati
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol. 1 No. 3 (2020): October 2020
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v1i3.142

Abstract

This research discusses the problems found in SD N 09 Koto Luar Padang namely 10 year old learning difficulties in the ability to recognize the value of the place. The study aims to reveal whether the manipulative media can improve the value of the place in the child's difficulty learning. The methods used are Single subject research (SSR) with A-B-A design. Collect and measure all data in a baseline condition one (A-1) continuously over four times the meeting. Providing intervention using manipulative media (B) is implemented during eight meetings. Provides a second baseline (A-2) for four times the meeting. The technique of collecting data on this research by giving tests. Based on the results of data analysis in conditions that demonstrate increased ability to know the value of place. Overlapping analysis data between conditions, at baseline (A-1) and Intervention (B) is 0% and overlapping baseline condition data (A-2) and 0% intervention. Based on the results of the data analysis shows that manipulative media can improve the ability to know the value of the place in children learning difficulties.
Cytotoxic Test of Cassia alata L. Leaves Ethanol Extracts, Fractions, and Main Compounds against MCF-7 Cells Khoerunisah, Marya Salfia; Angelina, Marissa; Kasiyati, Kasiyati
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 13, No 3 (2022)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev13iss3pp144-151

Abstract

Cancer is the primary cause of death worldwide. Conventional cancer treatment is known to be less than optimal because of its chemoresistance and toxicity to normal cells. The search for cancer drugs from natural ingredients is still being carried out as an effort to overcome these problems. Cassia alata L. leaf extract is known to have antibacterial and antitumor activities. The main compounds of C. alata L. leaves (emodin, aloe-emodin, and kaempferol) have been reported to have antiproliferative activity. This study aimed to examine the cytotoxic activity of the C. alata L. leaves ethanol extracts, fractions, and main compounds against breast cancer cells (MCF-7). Cytotoxic activity was carried out by the MTT method. IC50 was determined by linear regression analysis describing the relationship between concentration and % cell viability. The results showed that aloe-emodin, emodin, and kaempferol had better cytotoxic activity than the extract and fractions of the C. alata L. leaves with IC50 values respectively 12.7 ppm, 18.1 ppm, and 131.3 ppm.Keywords: Breast cancer, cytotoxic assay, Cassia alata L., ketepeng cina, MCF-7.
Studi Perilaku Harian Rusa Timor (Cervus timorensis) di Lembaga Konservasi PT Taman Satwa Semarang Husna, Noora Lailatul; Kasiyati, Kasiyati; Djaelani, Muhammad Anwar; Setiawan, Hendrik Tri; Puri, Nur Liliana; Alrais, Aditya
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.89306

Abstract

Adaptation of timor deer at the Conservation Institution of PT Taman Satwa Semarang is formed through a learning and memory process. The presence of visitors stimulates the deer to walk towards the side of the pen even though it is resting. Drop in feeding by keepers in the morning, afternoon, and evening causes the deer to become more active during the day. This study aims to analyze frequency and duration of the daily behavior of timor deer on weekdays with few visitors and on weekends with lots of visitors. Behaviors observed include moving, feeding, resting, grooming, aggressive, eliminative, and reproductive behavior. This research was conducted for 30 days. The object used in this study was a population of 18 adult timor deer. The method used is scan sampling, data recording of daily behavior which includes duration and frequency are carried out periodically at 10-minute intervals. The collected data includes daily behavioral, type of feed, as well as temperature and humidity. Data analysis was performed using t-test at a significance level of 5%. The results showed that visitor activity between weekdays and weekends had a significant effect (p˂0.05) on moving, feeding, resting, grooming, aggressive, and reproductive behavior. The conclusion of this study was the most timor deer perform resting and reproductive behaviors on weekdays, while moving, eating, and social behavior are mostly carried out on weekend.
KARAKTERISTIK KARKAS, BOBOT ORGAN DIGESTORIA DAN HISTOMORFOMETRI ILEUM ITIK HIBRIDA SETELAH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DALAM PAKAN Arzakina, Silfia; Rahmah, Sinta Aulia; Djaelani, Muhammad Anwar; Sunarno, Sunarno; Kasiyati, Kasiyati
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.5551

Abstract

Daun kelor merupakan salah satu sumber bahan pakan ternak yang kaya nutrien seperti protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin. Nutrien yang terkandung di dalam pakan dapat mempengaruhi optimalisasi sistem pencernaan sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian imbuhan pakan tepung daun kelor pada karakteritik karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum itik hibrida. Itik yang digunakan dalam penelitian ini adalah itik hibrida jantan berjumlah 32 ekor yang dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan dengan delapan kali ulangan. Kelompok pertama diberi pakan standar komersial tanpa penambahan tepung daun kelor (0%), kelompok kedua sampai keempat diberi pakan komersial standar dengan penambahan tepung daun kelor masing-masing 2,5%, 5%, dan 7,5%. Rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tepung daun kelor tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada bobot karkas, bobot potongan karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum, namun berpengaruh nyata (P<0,05) pada diameter peyer patches itik hibrida. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian imbuhan tepung daun kelor tidak memberikan dampak negatif pada karakteristik karkas, bobot organ digestoria, dan histomorfometri ileum. Imbuhan tepung daun kelor dapat diaplikasikan pada itik karena dapat meningkatkan sistem imun pada saluran pencernaan yang ditandai dengan peningkatan diameter peyer patches.
Pola Perilaku Harian Anak Rusa Timor (Rusa timorensis) di Penangkaran CV. Bahtera Satwa Desa Margorejo, Dawe Kudus: Pola Perilaku Harian Anak Rusa Timor (Rusa timorensis) Febriani, Lili; Isdadiyanto, Sri; Kasiyati, Kasiyati
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.3.240-247

Abstract

The phenomenon of the declining population of Timor deer (Rusa timorensis) has led the Indonesian government to designate them as a protected species. Captive breeding has become an effort to conserve Timor deer, and daily behavior serves as a measure of the success of the breeding program. The objective of this research was to evaluate the daily behavior patterns of Timor deer fawns, including movement, feeding, resting, social, alert, eliminative, and grooming behavior at the CV. Bahtera Satwa Breeding Center. Data collection for the research was conducted over 14 days using the scan sampling method. The results showed significant differences (p<0.05) in movement behavior, feeding, resting, social, and eliminative behavior between morning, afternoon, and evening. The frequency of social behavior in deer fawn was observed more often than in other behaviors, while the duration of resting activities was higher compared to other activities. The conclusion of this study was that the daily behavior patterns of Timor deer fawns, consisting of social and resting behaviors, were consistently performed in the morning and afternoon. The social behavior exhibited by the fawns was an effort to interact and explore their environment, while resting behavior was used to avoid heat and recover energy after morning activities.
Bobot Organ Visceral Pada Puyuh Betina (Coturnix coturnix japonica) Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Sebagai Aditif Pakan Khifdillah, Fadlan Wakhid; Sunarno, Sunarno; Djaelani, Muhammad Anwar; Kasiyati, Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.153-159

Abstract

Pelarangan penggunaan antibiotic growth promoter sebagai aditif pakan pada ternak memunculkan kebutuhan terhadap alternatif antibiotik yang lebih aman dan mudah didapat. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah kelor (Moringa oleifera Lam.). Daun kelor memiliki potensi sebagai antibiotik alami yang mampu mendukung kesehatan saluran pencernaan serta fungsi organ visceral. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kinerja organ visceral setelah diberikan aditif pakan tepung daun kelor dengan berbagai konsentrasi. Sebanyak 30 ekor puyuh betina dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan yang menerima imbuhan tepung daun kelor sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% dalam pakannya, masing-masing dengan enam ulangan. Puyuh diakhiri hidupnya pada umur 106 hari untuk kemudian dilakukan isolasi dan penimbangan terhadap organ visceralnya yang meliputi bobot proventrikulus, ventrikulus, intestinum, hepar, pankreas, dan jantung. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa suplementasi tepung daun kelor secara signifikan meningkatkan bobot pankreas, namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada organ visceral lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung daun kelor sebagai aditif pakan memberikan dampak positif terhadap peningkatan bobot organ pankreas, dan dapat mempertahankan bobot proventrikulus, ventrikulus, intestinum, hepar, dan jantung.  The ban on the use of antibiotic growth promoter as feed additives in livestock has created a need for safer and more accessible antibiotic alternatives. One promising alternative is moringa (Moringa oleifera Lam.). Moringa leaves have the potential to serve as natural antibiotics that support digestive health and the function of visceral organs. This study aimed to analyze the performance of visceral organs following the administration of moringa leaf powder as a feed additive at various concentrations. Thirty female quails were divided into five treatment groups that received 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10% moringa leaf powder in their feed, with six replications per group. The quails were culled at 106 days, and their visceral organs including proventriculus, ventriculus, intestines, liver, pancreas, and heart were isolated and weighed. Data were analyzed using ANOVA at a 5% significance level. The results showed that moringa leaf powder supplementation significantly increased pancreatic weight, but did not produce significant differences in the weight of the other visceral organs. It can be concluded that the use of moringa leaf powder as a feed additive has a positive impact on increasing pancreatic weight and helps maintain the weight of the proventriculus, ventriculus, intestines, liver, and heart.
Dampak Inklusi In-ovo Feeding Vitamin E dan Selenium pada Histomorfometri Bursa Embrio Itik Hibrida Ahmar, Rasyidah Fauzia; Hanum, Qanza Sofia; Kasiyati, Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.144-152

Abstract

Vitamin E dan selenium adalah dua nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh serta mendukung fungsi vital organ. Peran vitamin E (VE) dan selenium (Se) sebagai antioksidan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa penetasan itik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur histologi bursa fabricius embrio itik setelah inklusi in-ovo vitamin E dan selenium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu K0 (kontrol), K1 (inklusi in-ovo 0,1 mL NaCl 0,89%), K2 (inklusi in-ovo 0,1 mL VE dan Se), dan K3 (inklusi in-ovo 0,15 mL VE dan Se). Perlakuan diberikan pada saat telur tetas berumur 14 hari, inkubasi diakhiri pada hari ke-26. Pembuatan preparat bursa menggunakan metode paraffin dan pewarnaan hematoksilin eosin. Parameter yang diamati berupa jumlah dan diameter plika, jumlah dan diameter folikel, tebal epitelium, diameter lumen, tebal korteks dan medula. Data diuji dan dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata (P<0,05) pada jumlah dan diameter folikel. Jumlah plika, diameter plika, tebal epitelium, diameter lumen, tebal korteks dan tebal medula menunjukkan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa injeksi vitamin E dan selenium secara in-ovo berpotensi mengoptimalkan perkembangan struktur histologi folikel bursa fabricius, pada gilirannya mendukung kerja sistem imun itik hibrida. Vitamin E and selenium are two important nutrients that play a role in maintaining body health and supporting vital organ function. The role of vitamin E (VE) and selenium (Se) as antioxidants can be utilized to improve duck hatchability. This study aims to analyze the histological structure of the bursa fabricius of duck embryos after in-ovo inclusion of vitamin E and selenium. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments, namely K0 (control), K1 (in-ovo inclusion of 0.1 mL of 0.89% NaCl), K2 (in-ovo inclusion of 0.1 mL of VE and Se), and K3 (in-ovo inclusion of 0.15 mL of VE and Se). The treatments were administered when the eggs were 14 days old; egg incubation ended on day 26. Bursa preparations were made using the paraffin method and stained with hematoxylin-eosin. The parameters observed were the number and diameter of plicae, the number and diameter of follicles, the thickness of the epithelium, the diameter of the lumen, and the thickness of the cortex and medulla. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5% (α = 0.05) and the Kruskal-Wallis test. The results showed a significant difference (P<0.05) in the number and diameter of follicles. The number and diameter of plicae,  epithelium thickness, lumen diameter, cortex and medulla thickness showed no significant differences (P>0.05). Based on the results of this study, it can be concluded that in-ovo injection of VE and Se has the potential to optimize the histological structure of the bursa fabricius follicles, which in turn supports the immune system of hybrid ducks.
Co-Authors Adonia B Silalahi Adonia Benedicta Silalahi Agung Janika Sitasiwi Agung Janika Sitasiwi Ahmar, Rasyidah Fauzia Aji Seto Arifianto Alfiandry, Muhammad Alief Rifaldi Alfitri, Riski Alrais, Aditya Anggraini, Silvia Ani, Nova Andri Ardisal Ardisal Arif Nur Latifah Arisul Mahdi Ariyanto, Hana Fadhillah Arzakina, Silfia Asep Ahmad Sopandi Chatarina Umbul Wahyuni Dara Puspita Jati Windoro Dianti, Resna Djaelani, M Anwar Dwi Rahmawati Edward, Cassandra El Fahmi, Ribki Elsa Efrina Erma Prihastanti Evi Lestari Farhana, Surya Fathurika, Kusuma Alya Febriani, Lili Fika Irawati Firmansyah, Muhammad Hafidh Ginting, Sofhia Miranda Gunawan, Rida Arwanda Hanum, Qanza Sofia Hariyono Rakhmad HERA MAHESHWARI Hery Widijanto Hikmah Putri Pratiwi Hirawati Muliani Husna, Noora Lailatul Intan Permatasari Irdamurni Jatmiko, Arif Budi Johandri Taufan Kencana Ayudya Prabahandari Khairunnisa, Nurul Fathia Khifdillah, Fadlan Wakhid Khoerunisah, Marya Salfia Khunfaya Firnanda Putri Rossida Koen Praseno Kristanto, Rachellita Elizania Kusuma Alya Fathurika Laras Saty Luthfiana Ulil Albab Mahmudah, Elvin Rahmawati Marissa Angelina Mega Iswari Mochamad Arief Budihardjo Mohammad Farhan Aditya Muhammad Alvin Gibran Muhammad AmmarNurHandyka Muhammad Anwar Djaelani Munirotun Roiyana NASTITI KUSUMORINI Nesy, Azkia Mardhatillah Novia Marcelina Nurhastuti, Nurhastuti Oktafiana, Nadia Praseno Koen Pupu, Ayu Puri, Nur Liliana Putri, Oktari Rahayu, Nika Sri Rahmadani, Desmia Rahmah, Sinta Aulia Rahmanah, Firli Ramadhan, Muhammad Hisyam Ramadhan Rofiatul Adawiyah Putri Romansah, Alifia Yasmin Rusadi, Alya Fakhirah Salsabila Alifah Setia Budi Setiaatip, Devita Setiawan, Hendrik Tri Shinta Dwi Kurnia Silalahi, Jon Roi Silvana Tana Siregar, Siti Arsih Rukmana Siska Hairunnisa Siti Muflichatun Mardiati Siti Murni Mas&#039;adah Siti Nabela SRI ISDADIYANTO Sri Isdadiyanto Stephanie Reaganty Sulmi, Isnaini Sunarno Sunarno Sunarno Sunarno Susan Nuraeni Tsaputra, Antoni Tyas Rini Saraswati Umar, Ja'far Utami, Atika Yanbi Utari, Fitri Rahma Wahyu Kurnia Dewanto Wasmen Manalu Yanti, Fitri Rahma Yuli Tri Utami, Yuli Tri Zulfa, Laili Fitria Zulmiyetri Zulmiyetri