Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatkan Sikap Ilmiah Siswa Melalui Penerapan Model Discovery Learning Arti Asmarani; Irdam Idrus; Kasrina Kasrina
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.467 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.1.1.15-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap ilmiah siswa dan penerapan model discovery learning di kelas VIIc SMPN 15 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif, penelitian terdiri dari dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah guru dan  seluruh siswa kelas VIIc SMPN 15 Kota Bengkulu tahun ajaran 2016/2017 siswa. Variabel penelitian ini adalah model pembelajaran discovery learning dan sikap ilmiah siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan penilaian diri dengan instrumen berupa lembar observasi dan lembar penilaian diri. Hasil analisis data aktivitas guru siklus I diperoleh skor rata-rata yaitu 11,5 (Cukup), dan pada siklus II skor rata-rata aktivitas guru menjadi 15 (Baik). Selanjutnya data sikap ilmiah siswa pada siklus I diperoleh skor rata-rata 16,90 (Cukup) dan pada siklus II sikap ilmiah siswa mengalami peningkatan  skor rata-rata yaitu 20,99 (Baik). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa kelas VIIc SMPN 15 Kota Bengkulu.Kata Kunci : Model Pembelajaran Discovery Learning, Sikap Ilmiah.
STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN SINDANG KELINGI KABUPATEN REJANG LEBONG BENGKULU Kasrina Kasrina; Veriana Veriana
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.268 KB)

Abstract

Abstract-This study aims to document the medical plants and their use for tradisional healing by people the people in Kelingi Rejang Lebong Bengkulu. A research has conducted in Januari-Maret 2014 using observation and purpose interview methods. Herbarium specimens has collected and determined. Result study documented 117 specieses from 53 families af plants were reported to be used by them as medicines for 78 diseases. Diseases such stomached, hypertention, cancer, defacate trouble, ulcerous, fertility, etc. Furthermore, a kind of plant such as Temu lawak (Curcuma xanthorizha/Zingiberaceae) is able to heal more then one diseases. Leaves are the most part of plant used for healing. Followed by fruit and stem. Dominance the medical plant put on gardens (62%) Keywords: ethnobotanical, traditional medicine, medical plant, bengkulu
KEANEKARAGAMAN JAMUR PATOGEN PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI DATARAN RENDAH Nur Wakhidah; Kasrina Kasrina; Hendri Bustamam
Konservasi Hayati Vol 17, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v17i2.17920

Abstract

Permasalahan dalam membudidayakan cabai merah (Capsicum annuum L.) menjadi hambatan bagi petani untuk menghasilkan buah yang baik. Salah satu permasalahan tersebut adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen. Metode eksplorasi digunakan dalam penelitian ini, yakni dengan mengeksplorasi cabai merah bergejala penyakit untuk diambil sebagai sampel. Tanaman yang bergejala penyakit  kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan isolasi dan identifikasi jamur patogen. Dari hasil penelitian ini diperoleh lima jenis jamur patogen pada cabai merah. Jamur patogen yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Fusarium sp., Curvularia sp., Colletotrichum sp., Phytophtora sp., dan Cercospora sp. dan penyakit yang ditemukan adalah Layu Fusarium, Bercak cokelat buah, Antraknosa, Busuk daun Phytophthora, dan Bercak Cercospora.
RAGAM JENIS Streptomyces sp PADA RIZOSFER TANAMAN SUKU LILIACEA DI KAWASAN DESA SUMBER BENING Ririn Fardiyanti; Kasrina Kasrina; Hendri Bustamam
Konservasi Hayati Vol 17, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v17i1.14731

Abstract

Streptomyces merupakan bakteri Gram positif kelompok Actinomycetes. Bakteri ini dikenal sebagai bakteri menguntungkan dalam kehidupan manusia, baik untuk manusia itu sendiri maupun untuk tanaman. Hasil metabolit sekunder Streptomyces dapat digunakan sebagai antibakteri, antifungi, insektisida bagi tanaman dan sebagai antelmintik bagi manusia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya penelitian yang membahas tentang Streptomyces sp pada Rizosfer tanaman dari suku Liliaceae di kawasan Desa Sumber bening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman Streptomyces sp. pada rizosfer tanah tanaman Suku Liliaceae di kawasan Desa Sumber Bening. Tahapan penelitian meliputi tahap mengisolasi  Streptomyces sp. dari Rizosfer tiga tanaman Suku Liliaceae yaitu Bawang merah (Allium cepa), Bawang Daun (Allium fistulosum) dan Kucai (Allium schoenoprasum L) dengan menggunakan medium YPGA (Yeast Peptone Dextrose Agar) dan teknik isolasi tuang bawah. Setelah isolat didapatkan, isolat dimurnikan dengan teknik gores. Isolat Streptomyces sp yang telah murni diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologinya baik secara mikroskopis dan makroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 spesies Streptomyces sp. yang terdapat pada tiga rizosfer tanaman suku Liliaceae dengan 6 spesies ditemukan pada rizosfer bawang merah, 3 spesies ditemukan pada rizosfer daun bawang dan 2 spesies ditemukan pada rizosfer kucai. Spesies-spesies tersebut adalah Streptomyces griseourubiginosus, Streptomyces albovinaceus, Streptomyces griseus, Streptomyces albohelvatus, Streptomyces viridaris, Streptomyces hirsutus, Streptomyces nigrescens, Streptomyces herbaricolor, Streptomyces aureofaciens, Streptomyces nigrogriceolus,dan Streptomyces albolongus
Inventarisasi Diversitas Pisces sebagai Alternatif Sumber Belajar Booklet Biologi SMA Kelas X Poppy Antika Sari; Kasrina Kasrina; Abas Abas; Mareta Widiya; Anggita Dwi Oktaviani
BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.645 KB) | DOI: 10.31539/bioedusains.v4i2.1586

Abstract

This study aims to inventory and classify fish diversity in the Bengkulu traditional market. The research method used is descriptive qualitative. The data obtained were tabulated and analyzed descriptively, then a literature study was conducted for identification. Sample collection was carried out using the exploration method by tracking every trader selling fish in the market. The results showed that there were 55 fish species belonging to 43 genera, 31 families and 9 orders. In conclusion, the order Perciformes with the family Carangidae and the Genus Lutjanus is the most common group of fish found in the Bengkulu traditional market. Keywords: Pocket Book, Sea Fish, Traditional Market, Learning Resources
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Pencegahan COVID-19 Kepada Anak-Anak di Panti Asuhan Alif Yanuar Zukmadini; Bhakti Karyadi; Kasrina Kasrina
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.742 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i1.440

Abstract

COVID-19 menyebabkan penyakit yang menyerang sistem pernapasan pada manusia. Virus ini telah menginfeksi jutaan orang sehingga menyebabkan angka kematian yang tinggi bagi penderitannya di seluruh dunia. Anak-anak termasuk juga anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan sangat rentan terhadap penularan COVID-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada anak-anak panti asuhan Kasih Sayang Kota Bengkulu untuk menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari penularan  COVID-19. Kegiatan ini juga diikuti dengan pemberian sembako kepada anak-agar panti asuhan agar dapat memenuhi kebutuhannya selama pandemi COVID-19. Edukasi dilakukan menggunakan metode kaji tindak dengan pendekatan partisipatif. Materi edukasi yang diberikan kepada anak-anak panti asuhan diantaranya pengenalan COVID-19 dan gejalanya, cara mencuci tangan yang baik dan benar, cara menerapkan etika batuk, cara physical distancing, serta cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan edukasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan terhadap PHBS dalam pencegahan COVID-19 dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demontsrasi. Penyampaian materi juga dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran berupa poster. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan lembar angket untuk mengetahui pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi. Hasil kegiatan menujukkan bahwa edukasi yang diberikan oleh fasilitator dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak panti asuhan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan COVID-19. Hal ini dapat dilihat dari persentase pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi yaitu sebesar 74,48% yang kemudian meningkat menjadi 86,49% setelah diberikan edukasi. 
RANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI EKOSISTEM Lis Afriyanti; Irdam Idrus; Sri Irawati; Kasrina Kasrina; Alif Yanuar Zukmadini
Jurnal IPA Terpadu Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v5i2.31792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan model pembelajaran 5E (learning cycle) sebagai alternatif untuk membelajarkan materi ekosistem. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian yaitu metode deskriptif. Tahap penelitian meliputi: 1) Analisis Kurikulum, 2) Analisis Kompetensi Dasar, 3) Telaah Materi Pelajaran, 4) Merumuskan Indikator dan Tujuan Pembelajaran, 5) Menentukan Model Dan Metode Pembelajaran, 6) Memilih Media Pembelajaran, 7) Penyusunan Perangkat Pembelajaran. Analisis data meliputi: 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data, 3) Menarik Kesimpulan. Hasil penelitian berupa perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dirancang adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) materi ekosistem yang dirancang untuk 2 kali pertemuan tatap muka. RPP disusun sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. RPP terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup yang mengacu pada sintaks pembelajaran model 5E (learning cycle) yang terdiri dari 5 tahap yaitu: 1) Pembangkitan minat (Engagement), 2) Eksplorasi (Exploration), 3) Penjelasan (Explanation), 4) Elaborasi (Elaboration), 5) Evaluasi (Evaluation).
BUKU SAKU MATERI JAMUR KELAS X BERDASARKAN IDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN PADA CABAI MERAH DI DATARAN RENDAH PROVINSI BENGKULU Wakhidah, Nur; Kasrina, Kasrina; Murniati, Neni; Yennita, Yennita; Ansori, Irwandi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2022): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v6i1.3847

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk pengembangan buku saku materi jamur untuk kelas X yang layak dan praktis yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Materi buku saku merupakan hasil identifikasi jamur patogen pada cabai merah berpenyakit di dataran rendah Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu dan Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Borg & Gall (1989), namun hanya sampai tahap keempat, yaitu 1) penelitian dan pengumpulan informasi, dilakukan dengan identifikasi jamur patogen dan wawancara guru terkait penggunaan dan kebutuhan bahan ajar materi jamur, 2) perencanaan dan 3) pengembangan buku saku yang dilakukan dengan penyusunan berdasarkan hasil identifikasi jamur patogen pada cabai merah, serta 4) pengujian lapangan awal, dilakukan melalui uji validasi untuk melihat kelayakan dan uji respon siswa untuk mengetahui kepraktisan buku saku. Hasil uji validasi dan uji respon siswa dianalisis dengan persentase. Berdasarkan identifikasi jamur patogen pada cabai merah diperoleh 4 jenis, yaitu Fusarium sp., Curvularia sp., Colletotrichum sp., dan Cercospora sp. Hasil identifikasi dimuat sebagai materi buku saku dengan penilaian layak berdasarkan validasi ahli media sebesar 92,8%, ahli materi 98,9% dan guru biologi 92,5%. Selain layak, buku saku juga praktis melalui penilaian respon siswa terhadap keterbacaan buku saku dengan persentase sebesar 85,13%. The research was carried out for the development of a feasible and practical fungi material pocket book for class X that can be used in learning. The pocket book material was the result of identification of pathogenic fungi on diseased red chilies in the lowlands of Padang Serai Village, Bengkulu City and Pekik Nyaring Village, Central Bengkulu Regency. This research was carried out using the Borg & Gall (1989) development model, but only reached the fourth stage, namely 1) research and information collection, carried out by identification of pathogenic fungi and teacher interviews related to the use and need for fungi teaching material, 2) planning and 3 ) development, carried out by compiling based on the results of identification of pathogenic fungi on red chilies, and 4) initial field test, carried out through validation test to see the feasibility and student response test to determine the practicality of pocket book. The results of the validation test and student response test were analyzed by percentage. Based on the identification of pathogenic fungi in red chilies, 4 types were obtained, namely Fusarium sp., Curvularia sp., Colletotrichum sp., and Cercospora sp. The identification results were published as pocket book material with feasible results based on the validation of media experts by 92.8%, material experts 98.9% and biology teachers 92.5%. Besides being feasible, pocket book was also practical through the assessment of students response to the readability of pocket book with a percentage of 85.13%.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN CACING SUTRA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GABUS (Channa striata) Wulandari, Cessi; Ruyani, Aceng; Singkam, Abdul Rahman; Kasrina, Kasrina; Husein, Ahmad Saddam
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 3 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.337-343

Abstract

The snakehead (C. striata) is a freshwater fish species that inhabits swampy areas and rivers. It has high economic value, with its selling price determined per centimeter of its body length and is very useful in the medical and industrial sectors. Snakehead fish has good nutritional content, especially albumin. The growth of snakehead fryis largely determined by the quality of feed provided. This study aims to analyze the growth rate of snakehead fry by providing additional feed in the form of Tubifex sp. The experiment utilized four plastic aquariums measuring 40 x 30 x 30 cm, calipers, digital scales, a dissolved oxygen (DO) meter, a total dissolved solids (TDS) meter, and a pH meter. The materials used in the experiment included freshwater, fish pellets (PF 1000) produced by Prima Feed, snakehead fish, and silkworms. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: P1 (100% pellets), P2 (75% pellets + 25% silkworms), P3 (50% pellets + 50% silkworms), and P4 (25% pellets + 75% silk worms). Results indicated that the addition of silkworms significantly affected in the growth in weight, length, and width of snakehead fry. The best growth was observed in treatment P4 (25% pellets + 75% silk worms), with an average absolute length of 24.31±9.89 mm, an average absolute width of 3.41±1.66 mm, and an average absolute weight of 18.28±6.40 g.
Pengembangan LKPD Materi Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Studi Keragaman Jenis Capung di TWA Pantai Panjang Kota Bengkulu Oktafia, Lesi; Ansori, Irwandi; Rahman, Abdul; Murniati, Neni; Yennita, Yennita; Halhaji, Prendi Niki; Kasrina, Kasrina
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.1.167-175

Abstract

Keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran seperti bahan ajar dapat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan mengembangkan bahan ajar yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan, dan gaya belajar peserta didik. Salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan ajar berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis lingkungan sekitar adalah di taman wisata alam (TWA) Pantai Panjang Kota Bengkulu. Keragaman capung di TWA Pantai Panjang ini berpotensi sebagai sumber belajar berbasis lingkungan karena lokasi yang masih alami. Potensi ini diharapkan akan membuat peserta didik dapat melihat bentuk nyata materi yang diajarkan dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis capung (odonata) di TWA Pantai Panjang Kota Bengkulu untuk menjadi dasar pembuatan LKPD pada materi keanekaragaman hayati tingkat jenis. Jenis penelitian ini adalah R&D (penelitian dan pengembangan). Hasil penelitian di TWA ditemukan 7 spesies capung yaitu Orthetrum sabina, Diplacodes trivialis, Pantala flavescens, Tholymis tillarga, Lathrecista asiatica dan Orthetrum glaucum. Semua jenis capung ini termasuk ke dalam sub ordo Anisoptera famili Libellulidae. Hasil validasi LKPD oleh validator (ahli media, ahli materi dan guru biologi SMA 1 Kota Bengkulu) diperoleh rata-rata 92,5% dengan kriteria sangat valid sehingga LKPD telah dapat diujicobakan sebagai bahan ajar materi keanekaragaman hayati SMA kelas X (sepuluh).