Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Etnobotani Bumbu dan Rempah Dalam Masakan Tradisional kuliner Bengkulu Sebagai Sumber Belajar Biologi Berbasis Kearifan Lokal Kasrina, Kasrina; Murniati, Neni; Husein, Ahmad Saddam; Safniyeti, Safniyeti; Kusuma, Delia Ananda; Hayati, Lesti Sani
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diklabio.9.1.111-124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas etnobotani tumbuhan bumbu dan rempah dalam masakan tradisional kuliner Bengkulu dan pengembangannya sebagai sumber belajar biologi berbasis kearifan lokal yang layak digunakan sebagai suplemen bahan ajar bagi siswa. Jenis penelitian adalah Research and Development yang dibatasi sampai tahap ke 5 dengan tahapan: (1) Penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan produk awal, (4) Uji coba lapangan awal, (5) Revisi produk awal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, observasi kelapangan, wawancara, dan angket. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan wawancara, lembar validasi ahli materi dan bahan ajar serta uji keterbacaan produk. Hasil penelitian ditemukan 25 spesies,14 famili tumbuhan bumbu dan rempah. Famili yang paling banyak spesiesnya ditemukan yaitu famili Zingiberaceae, salah satunya Etlingera elatior yang menghasilkan cita rasa yang khas pada masakan ikan asap. Spesies tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu kelapa (Cocos nucifera). Pendap adalah salah satu contoh masakan khas yang menggunakan kelapa yang diolah dalam waktu yang cukup lama. Hasil rata-rata validasi Suplemen bahan ajar adalah: kelayakan isi (90,3%); kelayakan penyajian materi (93%), kelayakan bahasa (92%), kelayakan media (92%), semua dengan kategori sangat layak. Hasil uji keterbacaan mahasiswa berkategori sangat baik (86,7%). Suplemen ini dapat diuji cobakan dalam pembelajaran.  
Studi Etnobotani: Inventarisasi dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Desa Pelabai Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu Safniyeti, Safniyeti; Astuti, RR Sri; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Kasrina, Kasrina; Nugraha, Fadel
Journal of Natural Sciences Vol 6, No 2 (2025): Journal of Natural Sciences Juli
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jonas.v6i2.941

Abstract

Traditional medicinal plants hold a crucial role in public health in rural areas where medical facilities are limited. People often rely on plants as medicinal raw materials. This study aims to investigate ethnobotany and inventory the types of medicinal plants used by the residents of Pelabai Village, Lebong Regency, Bengkulu Province. Data were collected through interviews using snowball sampling and analyzed desriptively. Semi-structured interviews with open-ended questions and direct observations of daily activities were conducted. Twenty respondents who knew, understood, and used plants as alternative medicine were selected. The study identified 30 plant species in the village used for traditional medicine. Leaves were the most commonly used plant part for medicinal purposes (76.67%), followed by stems (23.33%), rhizomes (13.33%), roots (10%), sap (6.67%), and other parts such as gel, flowers, fruit, and stem bark (3.33%). The plants were prepared for medicinal use through boiling, mashing, grating, dripping, squeezing, sticking, chewing, or direct consumption. Plant were used to treat various minor ailments including nausea, aches, skin diseases, beauty enhancement, respiratory issues, cholesterol, and hypertension.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE-GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA N 8 KOTA BENGKULU Febrianti, Een Suci; Karyadi, Bhakti; Kasrina, Kasrina
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.79 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.1.10-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas XI SMA Negeri 08 Kota Bengkulu dan mendeskripsikan proses pembelajaran Biologi dengan model kooperatif tipe Group Invetigation  pada materi sistem ekskresi manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru biologi dan seluruh siswa kelas SMA Negeri 08 Kota Bengkulu tahun ajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu lembar observasi dan lembar tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dan siswa pada siklus I berkategori cukup dan meningkat di siklus II menjadi kategori baik. hasil belajar kognitif siswa pada siklus I termasuk kriteria belum tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal 56,6%, namun pada siklus II meningkat menjadi 76,6% dengan kriteria tuntas. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas VIII2 SMP Negeri 03 Kota Bengkulu.Kata kunci: Hasil Belajar, Model Kooperatif tipe Group Investigation, Aktivitas Guru dan Siswa
PENGEMBANGAN BUKU SAKU TUMBUHAN PAKU BERDASARKAN IDENTIFIKASI PTERIDOPHYTA DI SEKITAR DANAU DENDAM KOTA BENGKULU Slavia, Hanum; Kasrina, Kasrina; Ansori, Irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.218 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.1.21-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat buku saku tumbuhan paku berdasarkan hasil identifikasi keanekaragaman jenis tumbuhan paku di sekitar Danau Dendam Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan tahapan (1) Identifikasi potensi dan masalah, (2) Pengumpulan informasi, (3) Desain produk, (4) Validasi produk, (5) Revisi desain, (6) Uji keterbacaan, dan (7) Revisi produk. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 8 spesies tumbuhan paku yang tergabung dalam tujuh genus, empat famili dan tiga ordo. Hasil keragaman tumbuhan paku yang diperoleh kemudian dijadikan bahan ajar berupa buku saku tumbuhan paku. Validasi uji kelayakan buku saku dilakukan oleh tiga dosen dan 1 orang guru Biologi. Hasil validasi menunjukkan buku saku termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan persentase keidealan keseluruhan sebesar 88.25%. Hasil respon dari 20 siswa terhadap  buku saku termasuk dalam “Sangat Baik” dengan persentase keidealan keseluruhan yaitu 91.37%.Kata Kunci: Penelitian dan Pengembangan, Tumbuhan Paku, Buku Saku
PENGEMBANGAN BUKU SAKU BERDASARKAN HASIL EKSPLORASI TANAMAN OBAT SUKU Windayani, Windayani; Kasrina, Kasrina; Ansori, Irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.838 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.1.51-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain buku saku Biologi materi Plantae SMA kelas X berdasarkan hasil eksplorasi tanaman obat Suku Rejang di Desa Pulo Geto dan Desa Pulo Geto Baru  Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang. Tahapan penelitian ini adalah (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi produk, (5) Revisi desain, (6) Uji keterbacaan, dan (7) revisi desain. Hasil penelitian diperoleh 72 jenis, 32 suku tumbuhan obat yang dimanfaatkan. Suku yang paling banyak dimanfaatkan adalah Zingiberaceae dan Cucurbitaceae. Uji kelayakan bahan ajar berupa buku saku oleh 3 ahli termasuk dalam “Sangat Baik” dengan persentase keidealan keseluruhan yaitu 89,6%. Hasil respon dari 20 siswa terhadap  buku saku termasuk dalam “Sangat Baik” dengan persentase keidealan keseluruhan yaitu 90,7%. Desain buku saku berdasarkan uji kelayakan dan keterbacaan terdiri dari: 1) Sampul depan; 2) Kata pengantar; 3) Daftar isi; 4) KI, KD, Materi Pokok, Indikator dan Tujuan Pembelajaran; 5) Bagian pendahuluan; 6) Bagian isi ; 8) Latihan Soal; 9) Kunci Jawaban; 10) Bagian penutup terdiri dari: Glosarium, Daftar Pustaka, dan Tentang penulis.Kata Kunci : Etnobotani, Penelitian dan Pengembangan, Buku Saku
PENINGKATAN SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING Aprilianti, Luthfy; Irawati, Sri; Kasrina, Kasrina
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.57 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.1.58-67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru serta meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar dengan menerapkan model problem based learning pada materi sistem pencemaran lingkungan di kelas VIIB SMPN 11 Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIIB SMPN 11 Kota Bengkulu tahun ajaran 2016/2017. Variabel penelitian ini adalah model problem based learning, sikap ilmiah, dan hasil belajar. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan sikap ilmiah, sedangkan lembar tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar. Hasil analisis data observasi aktivitas guru siklus I diperoleh skor rata-rata 24 (baik), dan di siklus II 28 (baik). Hasil analisis data observasi sikap ilmiah siswa siklus I diperoleh skor rata-rata 17,71 (cukup), siklus II menjadi 20,74 (baik). Pada hasil belajar kompetensi pengetahuan siklus I mendapatkan persentase 66,66%, siklus II menjadi 84,85%, pada hasil belajar kompetensi sikap siklus I mendapatkan persentase 69,69%, siklus II menjadi 100%, pada hasil belajar kompetensi keterampilan siklus I mendapatkan persentase 81,81%, siklus II menjadi 100%. Disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar siswa kelas VIIB SMPN 11Kota Bengkulu.Kata kunci: Problem Based Learning, Sikap Ilmiah
Pengembangan LKPD Berdasarkan Tanaman Obat Suku Pekal Br. Sitorus, Alrevi Octavia; Kasrina, Kasrina; Ansori, Irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.638 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.3.2.185-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku pekal kecamatan putri hijau kabupaten Bengkulu utara (2) untuk mengembangkan LKPD pada materi keanekaragaman hayati kalas x SMA berdasarkan eksplorasi tanaman obat suku pekal kecamatan putri hijau kabupaten Bengkulu utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and development). Hasil studi eksplorasi tanaman obat di desa pasar seblat didapatkan 36 enis tanaman dari 24 famili, family yang paling banyak digunakan adalah family Astraceae, Curcubitaceae , Lamiaceae dan Zingeberaceae. Hasil eksplorasi ini kemudian dikembangkan menjadi bahan ajar berupa LKPD yang divali dasi oleh 3 validator menunjukkan persentase keseluruhan 84,3% dengan kriteria sangat valid. LKPD diuji keterbacaan oleh 15 peserta didik kelas x. Hasil uji kerterbacaan menunjukkan persentase 90% dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan persentase validasi oleh ahli dan ui keterbacaan peserta didik dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat valid dan baik untuk digunakan sebagai bahan ajar di sekolah pada sub materi keanekaragaman tingkat jenis kelas X SMA.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERDASARKAN STUDI PENGARUH OSMOSIS TERHADAP WARNA MATA Sari, Yeni Pita; Rahman, Abdul; Kasrina, Kasrina
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.338 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.2.16-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan berdasarkan studi pengaruh osmosis air laut terhadap gradasi warna mata nelayan di provinsi Bengkulu. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket (kuisioner). Instrumen yang digunakan adalah lembar angket (kuisioner) untuk validator (ahli media, ahli materi, dan guru Biologi SMA kelas XI) dan lembar keterbacaan untuk peserta didik. Berdasarkan hasil validasi oleh validator, LKPD yang disusun dinilai sangat layak digunakan dengan nilai rata-rata 83%. Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik juga memperoleh predikat sangat baik dengan nilai rata-rata 88%.B erdasarkan hasil uji validitas dan keterbacaan tersebut, LKPD yang dikembangkan ini layak digunakan sebagai bahan ajar materi sel, subtopik transpot pasif pada kelas XI SMA.Kata kunci: lembar kerja peserta didik (LKPD), osmosis, warna mata 
PENGEMBANGAN HANDOUT BIOLOGI MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK SMA KELAS X Rozalia, Anifah; Kasrina, Kasrina; Ansori, Irwandi
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.692 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.2.2.44-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Rejang di Desa Padang Bendar dan di Desa Kota Lekat Ilir Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara, (2) Membuat desain handout materi keanekaragaman hayati SMA kelas X berdasarkan hasil studi etnobotani tumbuhan obat suku rejang di Desa Kota Lekat Ilir dan Desa Padang Bendar Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and development). Hasil studi etnobotani tumbuhan obat di desa Padang Bendar dan desa Kota Lekat Ilir didapatkan 66 spesies dari 42 famili. Famili yang paling banyak digunakan adalah famili Euphorbiacea dan Zingiberaceae. Hasil studi etnobotani ini kemudian dikembangkan menjadi bahan ajar berupa handout yang divalidasi oleh 3 validator. Hasil validasi validator menunjukkan skor rata-rata 43,6 dengan persentase keseluruhan kriteria sangat valid  (90,8 %). Hasil uji keterbacaan menunjukkan skor rata-rata 51,5 dengan persentase keseluruhan kriteria sangat baik (85,83 %). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa handout yang dikembangkan sangat valid dan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar di sekolah pada sub materi Keanekaragaman Jenis kelas X SMA.Kata Kunci: Handout, Etnobotani, Tumbuhan Obat
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERDASARKAN KAJIAN EKOSISTEM MANGROVE DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM PANTAI PANJANG BENGKULU Febri, AR Acep; Kasrina, Kasrina; Idrus, Irdam
Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.941 KB) | DOI: 10.33369/diklabio.3.1.1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mendeskripsikan faktor abiotik dan biotik pada ekosistem mangrove di kawasan taman wisata alam (TWA) Bengkulu; 2). Mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) materi ekosistem berdasarkan hasil observasi ekosistem mangrove di kawasan TWA Pantai Panjang Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian faktor abiotik pada kawasan TWA Pantai Panjang adalah sebagai berikut: intensitas cahaya = 230-235 Cd, pH tanah = 5,0-6,5, dan suhu udara = 30,5-33.50C. Komunitas hewan yang ditemukan adalah salamander, kepiting, klomang, dan serangga. Hasil validasi LKPD oleh 3 validator menunjukkan persentase 84% dengan kriteria sangat valid. Hasil uji keterbacaan pada 30 orang peserta didik menunjukkan persentase 92% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan persentase hasil validasi oleh ahli dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar pada materi ekosistem kelas X Sekolah Menengah Atas.Kata kunci: Lembar kerja peserta didik, ekosistem mangrove, TWA Pantai Panjang