Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Brand Image, Service Quality, dan Customer Relationship Management Terhadap Customer Loyalty Samuel Hendy; Keni Keni
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 5 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.414 KB) | DOI: 10.24912/jmbk.v3i5.6082

Abstract

This research is being shown in order to learn how brand image, service quality and customer relationship management can affect customer loyalty one of these coffee shops in Jakarta. This research can be classified as quantitative and descriptive research which consist of primary data that being gather by online questionnaire, in other word survey. These coffee shops customer that located in Jakarta are the sample in this research. The data that has been gathered are being collected from 150 customers. As the result, this research shown from these coffee shops customer in Jakarta are 1) Brand image affect the customer loyalty in positive way. 2) Service quality give positive impact toward customer loyalty. 3) There are positive clout that customer relationship management give toward customer loyalty
PENGARUH KONTEN BUATAN PENGGUNA (UGC) DAN KONTEN BUATAN PERUSAHAAN (FGC) TERHADAP LOYALITAS MEREK SMARTPHONE DI INDONESIA DENGAN KEPERCAYAAN MEREK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI [THE INFLUENCE OF USER-PRODUCED CONTENT (UGC) AND COMPANY-PRODUCED CONTENT (FGC) ON SMARTPHONE BRAND LOYALTY IN INDONESIA WITH BRAND TRUST AS A MEDIATION VARIABLE] Richard Wisianto; Keni Keni
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 18, No 1 (2023): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v18i1.6464

Abstract

This study aims to determine the mediating role of brand trust in the influence of user generated content and firm generated content on smartphone X brand loyalty in Indonesia. In previous studies, there were different results related to the influence of user generated content and firm generated content, so this study was conducted to review these two variables in influencing brand loyalty to the X smartphone brand. Data were collected cross-sectionally using a digitally distributed questionnaire to 175 respondents who are customers of smartphone brand X. Sample selection by purposive sampling. Furthermore, the data was analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through the SmartPLS software. This study shows that user generated content (UGC) and firm generated content (FGC) have a positive and significant effect on brand trust and brand loyalty. However, brand trust did not significantly mediate the effect of UGC on brand loyalty, but was able to significantly mediate the effect of FGC on brand loyalty. These results imply that when customers trust a smartphone brand X, this trust is based on promotional content created by smartphone companies which can then increase customer loyalty to that brand.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi kepercayaan merek pada pengaruh konten yang dibuat oleh pengguna dan konten yang dibuat oleh perusahaan  terhadap loyalitas merek smartphone X di Indonesia. Dalam penelitian sebelumnya menunjukan terdapat hasil yang berbeda terkait pengaruh konten buatan pengguna dan konten buatan perusahaan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk meninjau kedua variabel tersebut dalam mempengaruhi loyalitas merek pada merek smartphone X. Data dikumpulkan secara cross sectional dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara digital kepada 175 responden yang merupakan pelanggan merek smartphone X. Pemilihan sampel dengan purposive sampling. Selanjutnya, data tersebut dianalisis dengan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS. Penelitian ini menunjukkan bahwa konten buatan pengguna (UGC) dan konten buatan perusahaan (FGC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek dan loyalitas merek. Namun, kepercayaan merek tidak memediasi secara signifikan pengaruh UGC terhadap loyalitas merek, tetapi mampu memediasi secara signifikan pengaruh FGC terhadap loyalitas merek. Hasil tersebut mengimplikasikan bahwa ketika pelanggan percaya dengan suatu merek smartphone X, kepercayaan tersebut didasari oleh konten promosi yang dibuat oleh perusahaan smartphone yang kemudian dapat meningkatkan kesetiaan pelanggan terhadap merek tersebut.
Pengaruh Kepemilikan Institusional, Pertumbuhan Perusahaan, Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan, Earning Volatility dan Kebijakan Deviden Terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan Keni .; Sofia Prima Dewi
Jurnal Akuntansi vol. 13 no. 1 April 2013
Publisher : Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/akunukd.v13i1.817

Abstract

FROM PERCEPTION TO LOYALTY: EXPLORING THE IMPACT OF PERCEIVED BRAND AUTHENTICITY ON CONTINUOUS PURCHASE INTENTION Djaruma, Juwita; Keni, Keni
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 19, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v19i2.8546

Abstract

Access to information has changed how consumers interact with brands, as they can learn more about a brand's authenticity, impacting their intention to repurchase the brand. Therefore, this study explores how perceived brand authenticity affects continuous purchase intention and examines the mediating role of brand experience. Authenticity was assessed on an instant noodle brand through three dimensions: heritage, quality commitment, and sincerity. The descriptive research used PLS-SEM for data analysis. Data were collected from 210 Generation Z consumers who had used the brand, selected via convenience sampling. The findings of this study underscore the importance of brand experience in mediating the relationship between brand authenticity and continuous purchase intention. Quality commitment and heritage positively and significantly influence brand experience but do not directly affect continuous purchase intention. Conversely, sincerity positively and significantly influenced brand experience and continuous purchase intention. The brand experience itself also significantly influences continuous purchase intention. Thus, brands should leverage their authenticity to enhance customer experience, boosting continuous purchase intention. This research offers valuable insights into brand management and consumer behavior, providing practical implications for creating effective brand strategies. Abstrak dalam Bahasa IndonesiaAkses terhadap informasi telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan merek, karena mereka dapat mempelajari lebih banyak tentang keaslian merek, yang berdampak pada keterlibatan mereka dan niat untuk membeli kembali merek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana persepsi keaslian merek mempengaruhi niat pembelian berkelanjutan dan mengkaji peran mediasi dari pengalaman merek. Keaslian dinilai pada merek mi instan melalui tiga dimensi: komitmen kualitas, warisan, dan ketulusan. Penelitian deskriptif ini menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling untuk analisis data. Data dikumpulkan dari 210 konsumen Generasi Z yang telah menggunakan merek tersebut, dipilih melalui convenience sampling. Temuan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengalaman merek dalam memediasi hubungan antara keaslian merek dan niat pembelian berkelanjutan. Komitmen kualitas dan warisan secara positif dan signifikan mempengaruhi pengalaman merek tetapi tidak secara langsung mempengaruhi niat pembelian berkelanjutan. Sebaliknya, ketulusan secara positif dan signifikan mempengaruhi pengalaman merek dan niat pembelian berkelanjutan. Pengalaman merek itu sendiri juga secara signifikan mempengaruhi niat pembelian berkelanjutan. Dengan demikian, merek harus memanfaatkan keaslian mereka untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, sehingga meningkatkan niat pembelian berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang manajemen merek dan perilaku konsumen, memberikan implikasi praktis untuk menciptakan strategi merek yang efektif.
PERAN CORPORATE IMAGE DAN TRUST DALAM MEMEDIASI PENGARUH SOCIAL MEDIA INFLUENCER TERHADAP BEHAVIOURAL INTENTION E-PAYMENT Ryan; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.24187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dari Corporate Image dan Trust dalam memediasi pengaruh Social Media Influencer terhadap Behavioural Intention E-Payment OVO di Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penguna E-Payment OVO di Jakarta. Penelitian ini menggunakan 193 pengguna E-Payment OVO sebagai responden. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square-Strustural Equation Modelling (PLS-SEM) sebagai metode teknik analisis data. Penelitian ini menunjukkan bahwa Social Media Influencer, Corporate Image, dan Trust berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap Behavioural Intention, lalu Social Media Influencer memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap Corporate Image dan Trust. Social Media Influencer berpengaruh secara tidak langsung dan signifikan positif terhadap Behavioural Intention melalui Corporate Image dan Trust sebagai variabel mediasi.   This study aims to examine the role of Corporate Image and Trust in mediating the effect of Social Media Influencer on Behavioural Intention E-Payment OVO in Jakarta. The population of this study is all users of E-Payment OVO in Jakarta. This study employs 193 users as the respondents. The data collection has been conducted by using a convenience sampling method. This research analyses the data by using the Structural Equation Modelling (SEM) with Partial Least Square (PLS). The research showed that Social Media Influencer, Corporate Image, and Trust had a positive and significant impact on Behavioural Intention, then Social Media Influencer had a positive and significant impact on Corporate Image and Trust. Social Media Influencer has a significant indirect impact on Behavioural Intention through Corporate Image and Trust as an mediating variable.
PREDICTING THE RELATIONSHIP BETWEEN ANTECEDENTS AND POSTCEDENT OF TRAVEL DESIRE: AN EMPIRICAL STUDY OF THE INDONESIAN CONTEXT Sihombing, Sabrina Oktaria; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.27979

Abstract

Keinginan turis untuk berwisata merupakan sebuah faktor penting yang perlu dipelajari untuk memahami intensi mereka untuk berwisata. Meskipun demikian, belum terdapat penelitian yang komprehensif mengenai keinginan turis untuk berwisata, khususnya selama pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, penelitian ini ingin mempelajari mengenai keinginan (desire) turis untuk berwisata dengan menggunakan model Goal-Directed Behaviour yang dikembangkan dengan mengidentifikasi variabel risk perception yang sangat relevan dengan kondisi pandemi. Penelitian ini mengkaji antecedents dan postcedent variabel desire. Antecedents tersebut berupa attitude, positive anticipated emotions, negative anticipated emotions, subjective norm, dan perceived behavioural control, sementara postcedent tersebut berupa intention to travel. Penelitian ini memperoleh data dari 438 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data tersebut dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling. Penelitian ini menunjukkan bahwa risk perception tidak dapat memprediksi attitude secara signifikan, attitude dan subjective norm tidak dapat memprediksi desire secara signifikan, positive anticipated emotions dan perceived behavioural control dapat memprediksi desire secara positif dan signifikan, negative anticipated emotions dapat memprediksi desire secara negatif dan signifikan, serta desire dapat memprediksi intention to travel secara positif dan signifikan. Selain itu, desire dapat memediasi secara signifikan prediksi positive anticipated emotions, negative anticipated emotions, dan perceived behavioural control terhadap intention to travel, tetapi desire tidak dapat memediasi secara signifikan prediksi attitude dan subjective norm terhadap intention to travel. Tourist’s desire to travel is an essential factor to understand their intention to travel. However, there has not been any comprehensive studies regarding their intention to travel, especially during the Covid-19 pandemic. Therefore, this study aims to learn about tourist’ desire to travel by using the Goal-Directed Behaviour model which was developed by adding risk perception, which is very relevant with pandemic condition. This study identified the antecedents and postcedent of tourist’s intention to travel. The antecedents are attitude, positive anticipated emotions, negative anticipated emotions, subjective norm, and perceived behavioural control, while the postcedent is intention to travel. This study collected data from 438 respondents who were selected by using the purposive sampling method. The data were analyzed by using the Structural Equation Modeling method. This study concluded that risk perception doesn’t predict attitude significantly, attitude and subjective norm doesn’t predict desire significantly, positive anticipated emotions and perceived behavioural control predict desire positively and significantly, and negative anticipated emotions predict desire negatively and significantly. Moreover, desire significantly mediates the prediction of positive anticipated emotions, negative anticipated emotions, and perceived behavioural control toward intention to travel, but desire doesn’t significantly mediate the prediction of attitude and subjective norm toward intention to travel.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIAAN PELANGGAN RESTORAN CEPAT SAJI DI JAKARTA: KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Pratamaputra, Dennis; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.29103

Abstract

Waralaba (franchise) merupakan sebuah strategi bisnis yang populer di Indonesia. Salah satu bisnis tersebut di Indonesia adalah salah satu restoran cepat saji berskala internasional yang menawarkan makanan cepat saji, seperti ayam goreng dan kentang. Namun, walaupun restoran tersebut sudah dikenal oleh masyarakat, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, bisnis franchise di bidang makanan meningkat dengan pesat, sehingga menyebabkan tingginya persaingan. Oleh sebab itu, kesetiaan pelanggan menjadi sebuah faktor yang esensial untuk mempertahankan keberlangsungan franchise tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh citra merek dan pengalaman pelanggan terhadap kesetiaan pelanggan restoran cepat saji di Jakarta, serta menguji kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh pelanggan salah satu restoran cepat saji di Jakarta. Metode pemilihan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode nonprobabilitas dengan teknik convenience sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 150 orang. Kemudian, data diolah menggunakan aplikasi SmartPLS dengan teknik analisis data SEM (structural equation model). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra merek dan pengalaman pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, citra merek dan pengalaman pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesetiaan pelanggan, kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesetiaan pelanggan, dan kepuasan pelanggan dapat memediasi secara positif dan signifikan pengaruh citra merek dan pengalaman pelanggan terhadap kesetiaan pelanggan.   Franchising is a popular business strategy in Indonesia. One of the popular franchise businesses in Indonesia is an international fast-food restaurant, which offers fast food, such as fried chicken and potato.  However, although the restaurant is well known to the public, in recent years, the franchise business in the food sector has increased rapidly, resulting in high competition. Therefore, customer loyalty is an essential factor for the franchise’s sustainability. This research aims to examine the influence of brand image and customer experience on fast-food restaurant customer loyalty in Jakarta and the mediating role of customer satisfaction. The research design used is descriptive research with a cross-sectional approach. The research population used in this research is all customers of a fast-food restaurant in Jakarta. The sample selection method used in this research is non-probability methods and convenience sampling techniques. The number of samples taken in this research was 150 people. Then, the data collected was processed by using the SmartPLS software with SEM (structural equation model) data analysis techniques. This result of this research showed that brand image and customer experience have a positive and significant effect on customer satisfaction, brand image and customer experience have a positive and significant effect on customer loyalty, customer satisfaction has a positive and significant effect on customer loyalty, and customer satisfaction can significantly mediate the influence of brand image and customer experience on customer loyalty.
FACTORS THAT CAN INFLUENCE SMARTPHONE CUSTOMER LOYALTY Markus, Harris; Budiarto, Ferdian; Nyotowidjojo, Kartika Sari; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i1.29755

Abstract

Smartphone telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari karena dapat menunjang masyarakat dalam melakukan pekerjaan, sehingga meningkatkan permintaan masyarakat Indonesia terhadap smartphone. Alhasil, perusahaan smartphone berlomba-lomba mendirikan pabrik di Indonesia untuk memenuhi permintaan tersebut. Kondisi ini tentu meningkatkan persaingan antar perusahaan smartphone, terutama dari segi fitur, harga, dan spesifikasi produk. Oleh karena itu, perusahaan smartphone perlu meningkatkan kesetiaan pelanggannya agar pelanggan yang ingin membeli smartphone baru memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk membeli seri terbarunya. Kesetiaan pelanggan menjadi semakin penting bagi perusahaan smartphone karena smartphone yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan memiliki fungsi yang serupa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas yang dirasakan, kepercayaan, dan pengalaman pelanggan terhadap kesetiaan pelanggan, serta peran mediasi kepuasan pelanggan. Populasi penelitian ini adalah seluruh pelanggan salah satu merek smartphone di Jakarta, sedangkan sampelnya adalah pelanggan yang telah membeli produk tersebut lebih dari satu kali dan berdomisili di Jakarta. Sampel yang diperoleh sebanyak 140 orang dengan menggunakan metode convenience sampling dan data diolah dengan menggunakan metode PLS-SEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas yang dirasakan, kepercayaan, dan pengalaman pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan kesetiaan pelanggan. Selain itu kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara positif dan signifikan. Selanjutnya kepuasan pelanggan memediasi pengaruh kepercayaan dan pengalaman pelanggan terhadap loyalitas pelanggan, namun kepuasan pelanggan tidak memediasi pengaruh kualitas yang dirasakan terhadap loyalitas pelanggan.   Smartphone has become an important part of people's daily lives because it can support them when doing their job, thereby increasing Indonesian’s demand for smartphone. Consequently, smartphone companies are competing to set up factories in Indonesia to meet this demand. This condition certainly increases competition between smartphone companies, especially in terms of features, price, and product specifications. Therefore, smartphone companies need to increase customer loyalty so that customers who want to buy a new smartphone have a higher tendency to purchase their latest series. Customer loyalty is becoming increasingly important for smartphone companies because the smartphones offered by various companies have similar functions. Hence, this research aims to determine the influence of perceived quality, trust, and customer experience on customer loyalty toward smartphone brand, as well as the mediating role of customer satisfaction. The population of this study is all customers of a smartphone brand in Jakarta, while the sample is customers who have purchased the product more than once and live in Jakarta. 140 samples were obtained by using convenience sampling method and the data were processed by using PLS-SEM method. This research showed that perceived quality, trust, and customer experience influence customer satisfaction and customer loyalty positively and significantly. Moreover, customer satisfaction influences customer loyalty positively and significantly. Furthermore, customer satisfaction mediates the influence of trust and customer experience on customer loyalty, but customer satisfaction doesn’t mediate the influence of perceived quality on customer loyalty.
DETERMINAN CONSPICUOUS ONLINE CONSUMPTION GENERASI Y Djaruma, Juwita; Celline, Aprilia; Sutini, Sandra; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.30855

Abstract

Keamanan finansial telah menjadi perhatian utama masyarakat karena fluktuasi perekonomian nasional, terutama bagi angkatan kerja generasi Y yang dikenal memiliki gaya hidup hedonisme. Perilaku membeli dan memamerkan barang mewah (conspicuous consumption) merupakan karakteristik gaya hidup tersebut, terlebih ketika mereka melihat barang mewah tersebut di media sosial. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial dan simbolisme kemewahan (luxury symbolism) mempengaruhi perilaku conspicuous online consumption pada generasi Y, serta peran moderasi pengungkapan diri (self-disclosure) terhadap pengaruh tersebut. Media sosial, seperti YouTube dan TikTok, menjadi platform utama untuk membandingkan diri dan memamerkan kemewahan kepada lingkungan sosial, sementara produk yang memiliki simbolisme kemewahan dapat memotivasi generasi Y untuk membeli produk tersebut. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat generasi Y yang berumur 22 sampai dengan 42 tahun, sementara sampel penelitian ini adalah generasi Y yang menggunakan media sosial. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 179 responden yang dipilih dengan metode convenience sampling lalu data tersebut dianalisis dengan metode PLS-SEM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa luxury symbolism dan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap conspicuous online consumption, sementara self-disclosure dapat memoderasi pengaruh media sosial terhadap conspicuous online consumption secara signifikan, tetapi variabel tersebut tidak memoderasi pengaruh luxury symbolism terhadap conspicuous online consumption secara signifikan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan barang mewah untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif di media sosial dengan menonjolkan simbolisme kemewahan produk mereka. Perusahaan harus memanfaatkan platform media sosial untuk menciptakan narasi yang menarik dan autentik tentang produk mereka, serta mendorong konsumen untuk berbagi pengalaman mereka secara online. Selain itu, perusahaan dapat memanfaatkan pengungkapan diri konsumen sebagai alat untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas merek. Penyediaan informasi yang jelas mengenai nilai tambah dan manfaat produk juga penting untuk membantu konsumen membuat keputusan pembelian yang lebih terinformasi dan bijak. Penelitian ini juga menekankan pentingnya mengurangi fokus pada conspicuous consumption dengan menekankan nilai fungsional dan praktis dari produk, yang dapat membantu dalam membangun reputasi merek yang lebih positif dan berkelanjutan di mata konsumen generasi Y.   Financial security has become a major concern because of the national economic fluctuations, especially for the workforce of generation Y who are known for their hedonism lifestyle. The behavior of purchasing and showing luxury products (conspicuous consumption) has become a proof of the lifestyle, with the lifestyle being even more common when they see the products in social media. Therefore, this study aims to investigate how social media and luxury symbolism influence conspicuous online consumption among generation Y, as well as the moderating role of self-disclosure toward those influences. Social media, such as YouTube and TikTok, has been a primary platform for peer-comparison and showing off luxury to social environment, while products with luxury symbolism may motivate generation Y to purchase the product. The population of this research is all generation Y aged 22 to 42 years, while the sample of this study is the Y-generation who use social media. The amount of collected sample was 179 respondents who were selected by using convenience sampling method and the data was analyzed by using PLS-SEM method. This study concluded that luxury symbolism and social media influence conspicuous online consumption significantly, while self-disclosure moderates the influence of social media toward conspicuous online consumption, but it doesn’t moderate the influence of luxury symbolism toward conspicuous online consumption. The results of this study have practical implications for luxury goods companies in designing more effective marketing strategies on social media by highlighting the luxury symbolism of their products. Companies should leverage social media platforms to create engaging and authentic narratives about their products and encourage consumers to share their experiences online. Additionally, companies can utilize consumer self-disclosure as a tool to strengthen customer relationships and increase brand loyalty. Providing clear information about the added value and benefits of the products is also important to help consumers make more informed and wise purchasing decisions. This study also emphasizes the importance of reducing the focus on conspicuous consumption by highlighting the functional and practical value of the products, which can help in building a more positive and sustainable brand reputation in the eyes of Generation Y consumers.
Pengaruh keterlibatan psikologis, pengalaman nasabah, dan keterikatan emosional nasabah terhadap kesetiaan nasabah: Studi pada perbankan nasional di Kepulauan Riau Elis, Elis; Keni, Keni
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 6 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v7i6.26145

Abstract

This study aims to analyze the effect of psychological engagement, customer experience, and customer emotional attachment on customer loyalty. The analysis technique used is a descriptive analysis technique with a quantitative approach where data collection is carried out cross-sectionally. The number of samples used in this study is 153 respondents with the condition that they are customers of a private bank and have made transactions in the last 3 months. This study showed that psychological engagement, customer experience, and customer emotional attachment have a positive and significant effect on customer loyalty. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan psikologis, pengalaman nasabah, dan keterikatan emosional nasabah terhadap kesetiaan nasabah. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang pengumpulan datanya dilakukan secara cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 153 responden yang merupakan nasabah perusahaan perbankan swasta yang telah melakukan transaksi dalam 3 bulan terakhir. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan psikologis, pengalaman nasabah, dan keterikatan emosional nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesetiaan nasabah.
Co-Authors Adrianto, Fajri Affendi, Calvin Jordan Wijaya Aristo, Evodius Arnaldo, Aron Bramasta, Arya Adi Buana, Salsabilla Ayundha Marthsa Buana, Salsabilla Ayundha Martsha Budiarto, Ferdian Calvin, Nicholas Celline, Aprilia Chandra, Cindy Chang, Kevin Clarence, Clarence David, Tonny Dharmawan, Purnama Dini Oktaviani Djaruma, Juwita Elis, Elis Emerald, Serena Evelina Larisa Sidharta Evelina Larisa Sidharta Febriany, Dessy Hadiwidjajalu, Kentji Halim, Christian Hartawan, Christofer Novrisatya Hartono, Ceri Hendi, Hendi Ica Rika Candraningrat Ida Puspitowati Immanuel, Sandy Johansen Johansen Jundrio, Harry Kawi, Jeffrey Saputra Kurniawan, Alwin Fajar Laurence, Kenny Leow, Janice Atalie Lerbin R. Aritonang R Liap, Valensia Fanny Ludya Lim, Sherliana Limanan, Caecelia Cynthia Ling, Ai Luki Lukmanul Hakim Maria, Ivonne Markus, Harris Marvinson, Gerry Massie, Andrew Christian Nicholas Wilson Nugraha, Tarsisius Bisma Nyotowidjojo, Kartika Sari Orlando, James Oscar, Yessica Osman, Feranvin Pauline, Delvina Pratamaputra, Dennis Putra, Alfen Dwi Putra, Thomas Wilson R. Aritonang R., Lerbin Richard Wisianto Risnawaty, Widya Roshima, Ramos Ryan Sabrina O Sihombing Salim, Yovina Samuel Hendy Sandra, Kavira Kamate Sari, Melinda Ika Sari, Puspa Ratna Setiawan, Ronaldo Shirly Gunawan Sianata, Vinka Vanlia Sidharta, Evelina Larisa Simatupang, Natasya Theresia Soelaiman, Lydiawati Sofia Prima Dewi Sofia Prima Dewi Sudibyo, Arvin Sutini, Sandra Tay Lee Chin Teoh, Ai Ping Tjipto, Jovita Damayanti Valerian, Juan Valerie, Christian Vanessa Vanessa Veronica, Helen Vincent Vincent, Vincent Warisadi, Alain Moelya Widya Octaviani Widya Risnawaty Wijaya, Valentino Wiranata, James Putra Wulan Purnama Sari Wulandari, Dhea Asih Yanico, Yanico Yeo, Wei Ming Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yusi Yusianto Zukhrufa, Azka