Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Support System Keluarga Dalam Meningkatkan Self Awareness Anak Terhadap Dampak Kesehatan Akibat Pelecehan Seksual Nur Hidaayah; Syiddatul Buduri; Firdaus
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.210

Abstract

Pelecehan seksual sering terjadi pada remaja perempuan bukan hanya kekerasan seksual, namun juga terdapat usikan seksual yang termasuk dalam kekerasan seksual secara tidak langsung, meliputi tersebut didominasi oleh perilaku yang merayu dan menggoda kaum perempuan untuk dapat memenuhi hasrat seksual kaum laki-laki. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai upaya pencegahan pelecehan seksual serta meningkatkan self-awareness, sikap, dan perilaku orang tua dalam mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan penyuluhan dengan sasaran para orang tua yang bekerja di berbagai profesi. Mitra kegiatan di Malaysia merupakan pekerja migran yang berjumlah sekitar 25 orang tua (ibu-ibu) yang memiliki anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah. program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap implementasi, serta tahap monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat di Malaysia yang melibatkan para orang tua, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Muslimat NU, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pelecehan seksual. Sebelum kegiatan penyuluhan, tingkat pemahaman peserta tergolong rendah, namun setelah diberikan penyuluhan, pemahaman peserta meningkat menjadi baik. Sebelumnya memiliki 13% setelah menjadi 88%. Kesimpulan kepada pihak mitra agar kegiatan ini tetap berkelanjutan minimal adanya penyuluhan berkala dengan berkoordinasi dengan mitra kesehatan tentang Peran keluarga dalam meningkatkan self awareness anak tentang pelecehan seksual.
The Relationship Between Self Efficacy And Self Care Practices In Stroke Patients At The Neurology Clinic Rsud Dr Mohamad Soewandhie Surabaya Retno Wahyuningtyas; Nunik Purwanti; Nur Hidaayah; Siti Nur Hasina
Journal for Quality in Public Health Vol. 9 No. 1 (2025): November
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v9i1.547

Abstract

Stroke is one of the leading causes of long-term disability that affects patients' ability to perform self-care. One important factor influencing self-care behavior is self-efficacy, which refers to an individual's belief in their capability to carry out self-care activities. High self-efficacy can enhance patient participation in the recovery process and improve quality of life. This study aims to examine the relationship between self-efficacy and self-care behavior among stroke patients at the Neurology Clinic of RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. The research method employed a cross-sectional approach. The study population consisted of 228 stroke patients at the Neurology Clinic of RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. A sample of 146 patients was selected using purposive sampling technique. The independent variable was self-efficacy, while the dependent variable was self-care behavior. Research instruments included the Stroke Self-Efficacy Questionnaire (SSEQ) to measure self-efficacy and the Barthel Index (BI) to assess self-care behavior. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of <0.05. The results showed that the majority of respondents had high self-efficacy (80.8%) and good self-care behavior (79.5%). Statistical analysis revealed a significant relationship between self-efficacy and self-care behavior (p = 0.001). It can be concluded that there is a significant relationship between self-efficacy and self-care behavior among stroke patients at the Neurology Clinic of RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. This finding underscores the importance of enhancing self-efficacy to support stroke patients' recovery and independence.
EDUKASI CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT Syiddatul Budury; Nunik Purwanti; Nur Hidaayah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1273-1276

Abstract

Pembentukan sikap dan kebiasaaan hidup bersih dan sehat dimulai sejak dini. Pada anak usia sekolah rentan terjadi penyakit yang disebabkan oleh tangan yang terjangkit bakteri, virus atau cacing parasit sehingga tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberi pemahaman tentang pentingnya menerapkan cuci tangan yang benar dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anak usia sekolah yang aktif belajar Alquran di TPQ An-Nur Banyu Urip Surabaya. Kegiatan dilakukan dengan melakukan pretest pada anak memberikan edukasi dan demonstrasi tentang cuci tangan dilanjutkan dengan praktik cuci tangan pada anak-anak secara bergantian dan posttest. Dari hasil pengukuran 20 anak yang awalnya tidak bisa melakukan cuci tangan setelah kegiatan 20 anak bisa mempraktikkan 6 langkah cara cuci tangan yang benar. Penanaman kebiasaan dan pemberian pemahaman tentang pentingnya cuci tangan akan memunculkan awareness pada anak sehingga akan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.