Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESULITAN DAN UPAYA PEMECAHAN DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IIS SMA NEGERI 3 MUARO JAMBI Ingga Pangestika; Khairani khairani
JURNAL BUANA Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana.v7i2.2978

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan yang dialami siswa dan guru dalam pembelajaran geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan siswa kelas X IIS dan guru dalam pembelajaran geografi di SMAN 3 Muaro Jambi dan upaya yang dilakukan siswa dan guru dalam mengatasi kesulitan belajar tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMAN 3 Muaro Jambi. Teknik penentuan informan penelitian dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu guru geografi dan siswa kelas X IIS SMAN 3 Muaro Jambi, diambil dari hasil belajar siswa yang tidak tuntas atau dibawah KKM yaitu terdiri dari 35 dari 85 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam proses pembelajaran geografi, masih ada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami pembelajaran geografi yaitu ada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kesehatan, intelegensi, perhatian, minat, kelelahan. Sedangkan faktor eksternal. terdiri dari faktor orang tua yang meliputi cara orang tua mendidik, suasana rumah, kondisi ekonomi keluarga, faktor sekolah yang meliputi metode pembelajaran, lingkungan sosial di sekolah, sarana dan prasarana sekolah, yang terakhir faktor masyarakat yang meliputi media massa dan teman bergaul. Sedangkan faktor kesulitan guru dalam pembelajaran geografi yaitu sarana dan prasarana yang masih kurang dalam proses pembelajaran di sekolah, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, dan penguasaan materi yang kurang terutama persiapan sebelum mengajar. Upaya Pemecahan yang dilakukan siswa dalam mengatasi kesulitan dalam pembelajaran geografi yaitu belajar mandiri dengan membaca kembali buku yang sudah ada disekolah, browsing dan searching di internet, bertanya kepada teman atau kakak kelas, serta bertanya kepada guru. Sedangkan upaya pemecahan yang dilakukan guru dalam pembelajaran Geografi. adalah memanfaatkan alam sekitar untuk materi yang menggunakan metode praktek, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, menguasai materi dengan baik serta memperluas wawasan agar dapat mengajar dengan lebih baik lagi. Kata Kunci: kesulitan belajar, faktor penyebab, upaya pemecahan
The Influence Of Phonological Awareness On Early Literacy Development Deva Yanti Siregar; Khairani Khairani; Yani Lubis
Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.74 KB) | DOI: 10.59061/guruku.v1i3.185

Abstract

Phonological awareness, defined as the ability to recognize and manipulate the sounds of language, has been widely recognized as a critical factor in early literacy development. This article aims to explore the influence of phonological awareness on the acquisition of reading and writing skills during the early stages of education. The research examines the relationship between phonological awareness and various aspects of literacy, including decoding, spelling, and reading comprehension. Numerous studies have demonstrated a strong correlation between phonological awareness and early literacy outcomes. Children with well-developed phonological awareness skills exhibit better phonemic awareness, word recognition, and reading comprehension abilities. Conversely, deficits in phonological awareness often manifest as difficulties in decoding words, spelling, and overall reading proficiency. The article further investigates the instructional strategies and interventions that can enhance phonological awareness in young learners. Effective techniques, such as phonemic awareness exercises, explicit instruction, and multisensory approaches, are discussed. Additionally, the article highlights the significance of early identification and intervention for children at risk of phonological awareness difficulties. Understanding the impact of phonological awareness on early literacy development is crucial for educators, parents, and policymakers. By recognizing the importance of phonological awareness and implementing appropriate instructional practices, it is possible to foster strong foundations for reading and writing skills, ultimately supporting children's overall literacy achievement.
PENYULUHAN CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI TK DAYAH ISYRAFI DARUSSA’DAH ALUE KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA Salamah Salamah; Masyitah H; Ita Maulita; Mutia Mutia; Khairani Khairani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan mulut dan gigi merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kesehatan mulut dan gigi dapat mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk pada saat terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain pada tubuh. Gangguan kesehatan mulut bisa jadi menyeluruh, termasuk bila terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain pada tubuh. Gangguan kesehatan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari, antara lain menurunnya kesehatan umum, penurunan harga diri, serta gangguan kinerja dan kehadiran di sekolah atau tempat kerja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara menggosok gigi yang benar. Metode pelayanan ini menggunakan penyuluhan (ceramah dan tanya jawab) serta demonstrasi cara menggosok gigi yang benar. Kesimpulan: terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang cara menggosok gigi dengan benar dan mampu mempraktikkan cara menggosok gigi dengan benar. Saran dari penulis adalah lebih sering melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan untuk anak dan didampingi oleh orang tua agar mengetahui pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta memberikan pemahaman kepada orang tua untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin.Kata kunci: Pendidikan, cara menyikat gigi