Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Prebiotic Starch and Pectin from Ambon Banana Peel (musa acuminata aaa) on the Growth of Skin Microbiota Bacteria In Vitro Rusdi, Bertha; Aryani, Ratih; Yuniarni, Umi
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/pcpr.v8i2.49261

Abstract

Propionibacterium acnes is a bacteria which causes acne. This bacteria is hypothesized to be inhibited by Staphylococcus epidermidis. Prebiotics have been shown to enhance the number of S. epidermidis and decrease the growth of P. acnes. The prebiotic action of starch and pectin from diverse plant sources is known in the skin microbiome. The prebiotic activity of Ambon banana peel starch and pectin on skin microbiota has not been researched. This study aims to investigate the prebiotic activity of starch and pectin from Ambon banana peels on skin microbiota, represented by S.epidermidis and P.acnes. The results showed that starch, and pectin have a prebiotic activity because they promoted the growth of S. epidermidis while suppressing the growth of P. acnes. P. acnes inhibitor percentages were 1.62% for starch and 65.07% for pectin. Negative inhibition values were -184.95% for starch and -5.80% for pectin suggesting an increase in S. epidermidis proliferation.
Prebiotic effect of purple sweet potato resistant starch and the development of its mucoadhesive granule formulation Yuniarni, Umi; Aryani, Ratih; Rusdi, Bertha; Nabilla, Qori
Pharmaciana Vol. 15 No. 2 (2025): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v15i2.29581

Abstract

Purple sweet potatoes are recognized for their prebiotic properties including againts Lactobacillus casei and L. bulgaricus bacteria. This prebiotic effect is due to the high starch content in purple sweet potatoes. The amylose content in starch which is difficult to digest in gastointestinal tract, functions as a prebiotic. To enhance the prebiotic effect of purple sweet potato starch, modification into resistant starch can be performed. Resistant starch exhibits a higher prebiotic effect compared to regular starch because it cannot be broken down by digestive enzymes, allowing it to reach the large intestine in significant amounts. Additionally, the prebiotic effect can be further enhanced by creating mucoadhesive granule formulations that increase the contact time of a substance on the mucosa of the digestive tract. This study aims to evaluate the prebiotic effect of resistant starch from purple sweet potatoes and to develop its mucoadhesive granule formulation. The resistant starch from purple sweet potatoes was prepared using the heat moisture treatment method. The prebiotic activity of resistant starch was tested against Lactobacillus acidophilus and Escherichia coli. The granule formulation was prepared by varying the concentration of polymers used, namely a combination of HPMC and carbopol as mucoadhesive polymers. The results showed that resistant starch from purple sweet potatoes had a prebiotic index of 0.930. The granule formulation F3 with an HPMC and Carbopol polymer ratio of 1:2 was identified as a good mucoadhesive granule formulation. It met pharmaceutical evaluation with a mucoadhesive percentage value of 40%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Suji (Draceana Angustifolia (Medik.) Roxb.) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium Acnes Dan Staphylococcus Epidermidis Yuniarni, Umi; Nirmala, Ega; Hazar, Siti
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v9i2.216

Abstract

Jerawat merupakan salah satu permasalahan pada kulit yang dapat diakibatkan oleh ketidakseimbangan pertumbuhan mikroba alami. Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis merupakan flora normal pada kulit, namun pada kondisi tertentu dapat menyebabkan terjadinya jerawat. Salah satu pengobatan jerawat dapat diatasi dengan penggunaan tanaman obat. Daun suji (Draceana angustifolia) merupakan salah satu bahan alam yang telah dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan telah terbukti memiliki aktivitas terhadap berbagai bakteri. Daun suji memiliki kandungan flavonoid, terpenoid dan tannin yang diduga berperan sebagai antibakteri. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun suji memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat P. acnes dan S. epidermidis. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi agar dan parameter yang dievaluasi adalah nilai KHM dan KBM ekstrak etanol daun suji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun suji memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat P. acnes dengan nilai KHM 2,6% dan KBM 20%, serta nilai KHM 0,75% dan KBM 10% untuk bakteri S. epidermidis.
Uji In Vitro Potensi Prebiotik Kombinasi Pati Kulit Pisang Ambon (Musa acuminata AAA) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Lam): In Vitro Assessment of the Prebiotic Potential of Ambon Banana Peel (Musa acuminata AAA) and Purple Sweet Potato Ipomoea batatas L. Lam) Starch Combination Rusdi, Bertha; Trinita, Irene Yuliani; Yuniarni, Umi; Aryani, Ratih
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2596

Abstract

Content Starches from Ambon banana peel (Musa acuminata AAA) and purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) show in vitro prebiotic activity. This study examined the prebiotic potential of their combined formulation on Lactobacillus acidophilus and Escherichia coli growth. Bacterial growth was assessed via optical density at 600 nm (OD???) after 24 hours, and the Prebiotic Index (PI) was calculated. The 1:1 starch combination showed a synergistic effect, enhancing prebiotic activity compared to each starch alone. The combination achieved a PI of 1.796, while Ambon banana peel starch and purple sweet potato starch recorded PI values of 1.03 and 0.04, respectively. These results suggest that combining both starches significantly improves prebiotic efficacy, indicating their potential as a natural prebiotic supplement. Keywords:          Prebiotic index, Lactobacillus acidophilus, Escherichia coli, Purple sweet potato, Ambon banana peel   Abstrak Pati kulit pisang Ambon (Musa acuminata AAA)dan ubi jalar unggu (Ipomoea batatas L.) diketahui memiliki aktivitas prebiotik secara in vitro. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi aktivitas prebiotik dari kombinasi pati kulit pisang Ambon dan ubi jalar ungu terhadap pertumbuhan Lactobacillus acidophilus dan Escherichia coli, yang bertujuan untuk mengetahui apakah potensi prebiotik kombinasi kedua pati lebih baik dibanding pati tunggalnya. Pertumbuhan bakteri uji diamati dengan mengukur selisih nilai serapan pada panjang gelombang 600 nm (OD600) setelah biakan ditambahkan pati selama 24 jam serta menhitung nilai Indeks Prebiotik (Prebiotic Index/PI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pati 1: 1 menunjukkan sinergi yang positif dalam meningkatkan aktivitas prebiotik dibandingkan dengan pati tunggal. Nilai PI kombinasi adalah sebesar 1,796 sedangkan kulit pisang Ambon adalah 1,03 dan ubi jalar ungu adalah 0,04. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi pati kulit pisang Ambon dan ubi jalar ungu berpotensi untuk dikembangkan sebagai suplemen prebiotik dari bahan baku alami. Kata Kunci:         Indeks prebiotik, Lactobacillus acidophilus, Escherichia coli, ubi jalar ungu, kulit pisang ambon
EDUKASI APOCIL DAN DAGUSIBU PADA MADRASAH DINIYAH AWWALIYAH (MDA) MUTIARA ISLAM DI TANJUNGSARI Ernita; Suwendar; Umi Yuniarni; Bertha Rusdi; Dina Mulyanti; Ratih Aryani; Haidir Syafrullah; Nanda Nurhaliza Z; Ainah
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.7167

Abstract

Pendidikan kesehatan sejak dini merupakan langkah strategis untuk membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan, terutama dalam mencegah penyalahgunaan obat yang kian meningkat di kalangan masyarakat. Suatu upaya menanamkan kebiasaan hidup sehat pada anak, (seperti cuci tangan, makan bergizi, aktif bergerak, tidur cukup) sejak kecil untuk membentuk fondasi kesehatan jangka panjang agar anak tumbuh optimal secara fisik, mental dan emosional mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan profesi apoteker melalui APOCIL (Apoteker Cilik) dan konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan edukasi partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab, yang dikemas secara menyenangkan dan komunikatif serta kuesioner untuk mengukur pemahaman peserta didik. Kegiatan melibatkan peserta didik kelas 2, orang tua, dan masyarakat RW 07, dengan fasilitator dari akademisi dan apoteker. Hasil post-test dianalisis menggunakan interpretasi persentase benar (Skala Likert) menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik mencapai nilai tertinggi adalah 90 (20%), dan nilai terendah adalah 50 (30%).