Umi Yuniarni
Prodi Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Efek Antiseptik Ekstrak Etanol Daun Benalu Teh Terhadap Bakteri Penyebab Karies Gigi (Streptococcus mutans) Muhammad Rafii Akbar; Bertha Rusdi; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8679

Abstract

Streptococcus mutans adalah bakteri penyebab utama karies gigi. Bakteri tersebut menempel di pelikel gigi dan memecah gula sebagai energi untuk menghasilkan asam laktat, dan menyebabkan kondisi asam di sekitar gigi dan berakibat terjadinya demineralisasi email. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan pengujian aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol benalu teh terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan metode kontak. Proses penelitian diawali dengan mengumpulkan daun benalu teh yang terdapat di kebun teh, Ciater, Kabupaten Bandung Barat dan dilanjutkan dengan pengeringan daun benalu teh dalam pengering simplisia. Setelahnya, dilakukan proses maserasi menggunakan etanol 96% selama 3 hari dan pemekatan ekstrak dengan evaporator hingga dihasilkan ekstrak kental etanol daun benalu teh. Ekstrak kental tersebut digunakan untuk pengujian. Selain itu, dilakukan pengujian antibakteri menggunakan metode kontak agar dapat diketahui potensi antiseptik ekstrak etanol daun benalu teh serta dibandingkan dengan obat kumur yang mengandung povidon iodine 1%. Karakteristik yang terdapat pada ekstrak etanol daun benalu teh meliputi, kadar sari larut etanol kadar sari larut air, kadar abu total, kadar air dan susut pengeringan. Metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol daun benalu teh meliputi, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin-polifenol, antrakuinon, steroid dan monoterpenoid-triterpenoid.
Rasionalitas Penggunaan Obat Antidepresan pada Pasien Depresi di Poli Jiwa RSUD Kota Banjar Arpilla Almanda; Umi Yuniarni; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11567

Abstract

Abstract. Depression is a psychiatric illness that causes sufferers to feel sad for a long time and causes weight loss, decreased interest or interest in pleasurable activities and even sufferers have suicidal thoughts. This study aims to determine the rationality of using antidepressant drugs in depressed patients at the Mental Poly of Banjar City Hospital for the October-December 2022 period based on the right indications, right drugs, right patients, and right doses based on Guidline Pharmacotherapy Principles &; Practice. The research method used is descriptive and non-experimental by collecting data in the form of medical records of outpatient depression patients retrospectively. Medical record data used in the form of patient identity which includes patient name, age, gender, diagnosis, and type of drug used during the treatment period. Then the data obtained are analyzed for rationality. Based on the results of research conducted rationally using antidepressant drugs in depressed patients, the right percentage of indications was obtained 100%, the right drug 100%, the right patient 100%, and the right dose 94.67%. Abstrak. Depresi merupakan penyakit kejiwaan yang menyebabkan penderita merasakan sedih dengan waktu lama dan menyebabkan penurunan berat badan, mengalami penurunan minat atau ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan bahkan penderita memiliki keinginan untuk bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerasionalan penggunaan obat antidepresan pada pasien depresi di Poli Jiwa RSUD Kota Banjar Periode Oktober-Desember 2022 berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis berdasarkan Guidline Pharmacotherapy Principles & Practice. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan bersifat non eksperimental dengan cara pengumpulan data berupa rekam medik pasien depresi rawat jalan secara retrospektif. Data rekam medik yang digunakan berupa identitas pasien yang meliputi nama pasien, usia, jenis kelamin, diagnose, dan jenis obat yang digunakan selama masa pengobatan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis kerasionalannya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kerasionalan penggunaan obat antidepresan pada pasien depresi diperoleh persentase tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat pasien 100%, dan tepat dosis 94,67%.
Gambaran Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat Sindangsari Rw 11 Kel. Cipadung Kulon Kec. Panyileukan Desi Anom Sari; Umi Yuniarni; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i1.11909

Abstract

Abstract. This research aims to obtain information about the use of traditional medicine in the community of Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, District The discussion about the use of traditional medicine includes the types, methods of use and indications found in traditional medicine. Traditional medicines originating from plants, animals, minerals, extract preparations (galenic) or mixtures of these materials which have been used for generations for treatment in accordance with the norms applicable in society. Traditional medicine is still very popular with the public, one of the reasons traditional medicine is still in great demand is that the effects of traditional medicine are more economical and easy to obtain. The method used in the research is a qualitative method, this method is used in the form of direct interaction with objects to obtain survey data on knowledge and use of traditional medicine in the Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, District. Panyileukan. From the results of data collection using a structured questionnaire distributed using a questionnaire sheet, 24 respondents were obtained. In this study, the respondents with the highest number of samples were 11 people with high school education (45.83%), based on the occupation of the people who use it the most, namely Housewives (50%), 18 people (75%) know the term traditional medicine. 22 people (91.67%) mostly used traditional medicines and the reason people used traditional medicines compared to generic medicines was because of the small side effects, namely 13 people (54.17%). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi gambaran penggunaan obat tradisional pada masyarakat Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, Kec. Panyileukan mengenai penggunaan obat tradisional meliputi jenis, cara penggunaan serta indikasi yang terdapat pada obat tradisional. Obat tradisional yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun dapat digunakan untuk pengobatan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pengobatan tradisional masih sangat diminati oleh masyarakat, salah satu alasan obat tradisional masih banyak diminati yaitu efek obat tradisional lebih ekonomis dan mudah didapatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, penggunaaan metode ini dalam bentuk interaksi langsung dengan objek untuk memperoleh data survey pengetahuan dan penggunaan obat tradisional di masyarakat Sindangsari RW 11 Kel. Cipadung Kulon, Kec. PanyileukanDari hasil pengumpulan data dengan kuisioner terstruktur yang disebar menggunakan lembar kuisioner didapatkan responden sebanyak 24 orang. Penelitian ini responden yang paling banyak menjadi sampel adalah pendidikan SMA berjumlah 11 orang (45,83%), berdasarkan pekerjaan masyarakat yang banyak menggunakan yaitu Ibu Rumah Tangga sebanyak (50%), masyarakat mengetahui istilah obat tradisional sebanyak 18 orang (75%), responden banyak menggunakan obat tradisional sebanyak 22 orang (91,67%) dan alasan masyarakat menggunakan obat tradisonal dibandingkan dengan obat generic karena efek samping yang kecil yaitu sebanyak 13 orang (54,17%).
Kajian Potensi Aktivitas Antibakteri Tanaman Genus Piper terhadap Bakteri Patogen Penyebab Infeksi Periodontal Siti Umniyyah Nabilah; Lanny Mulqie; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13442

Abstract

Abstract. Oral pathogenic bacteria collectively play a role in the formation of infections in the oral cavity through the accumulation of bacterial colonization. One way to control oral pathogenic bacteria is through mechanical therapy and chemical therapy using antibacterials. However, antibacterial resistance is a current global health threat. Using antibacterials from natural ingredients can be an alternative option. The aim of this research is to determine the potential of plants from the genus Piper as antibacterials against bacteria that cause periodontal infections Fusobacterium nucleatum and Porphyromonas gingivalis, as well as to identify the active compounds with antibacterial role. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR). The results of the study showed that four plant species from the genus Piper have antibacterial potential against bacteria that cause periodontal infections namely, Piper betle L., Piper cubeba L., Piper marginatum Jacq, dan Piper nigrum L. Active compounds with role as antibacterials is 4-chromanol from Piper betle L., and (−)-cubebin from Piper cubeba L. Abstrak. Bakteri patogen rongga mulut secara kolektif berperan dalam pembentukan keadaan infeksi rongga mulut dengan akumulasi kolonisasi bakteri. Pengendalian bakteri patogen rongga mulut salah satunya dapat dilakukan dengan terapi mekanis dan dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan antibakteri. Namun resistensi antibakteri merupakan ancaman kesehatan global saat ini. Penggunaan antibakteri dari bahan alam dapat menjadi pilihan alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tanaman genus Piper sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi periodontal Fusobacterium nucleatum, dan Porphyromonas Gingivalis. Mengetahui senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Didapatkan hasil kajian sejumlah 4 spesies tanaman dari genus Piper yang memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi periodontal yakni Piper betle L., Piper cubeba L., Piper marginatum Jacq, dan Piper nigrum L. Senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri yakni 4-chromanol dari Piper betle L. dan (−)-cubebin dari Piper cubeba L.
Pola Peresepan Obat pada Manajemen Pasien Rheumatoid Arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Kabupaten Bandung Periode 2023 Alya Fauziah Zahra; Umi Yuniarni; Bambang Tri Laksono
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13454

Abstract

Abstract. Rheumatoid arthritis is a chronic inflammatory autoimmune disease characterized by symmetrical swelling of the joints. The treatment of rheumatoid arthritis aims to reduce or eliminate pain, reduce inflammation, inhibit or stop joint damage, and prevent systemic complications. This study aims to determine the pattern of drug prescribing in rheumatoid arthritis patients at Al Ihsan Regional General Hospital for the period 2023. This research is observational with retrospective data collection using a purposive sampling method, and samples were taken according to inclusion criteria. Rheumatoid arthritis drug administration data were analyzed descriptively to get a picture of prescribing patterns in the treatment of rheumatoid arthritis. The results of the study of 81 rheumatoid arthritis patients showed that the most widely used prescription pattern for managing rheumatoid arthritis treatment is a combination of two corticosteroid drugs and NSAIDs, with a percentage of 31%. Abstrak. Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun inflamasi kronis yang ditandai dengan pembengkakan sendi secara simetris. Pengobatan pada rheumatoid arthritis bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, mengurangi inflamasi, serta menghambat atau menghentikan kerusakan sendi dan mencegah komplikasi sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat pada pasien rheumatoid arthritis di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Periode 2023. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan metode purposive sampling dan sampel yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi. Data pemberian obat rheumatoid arthritis dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran pola peresepan pada pengobatan rheumatoid arthritis. Hasil penelitian terhadap 81 pasien rheumatoid arthritis menunjukkan bahwa pola peresepan yang paling banyak digunakan untuk manajemen pengobatan rheumatoid arthritis adalah kombinasi 2 obat kortikosteroid dan OAINS dengan persentase sebesar 31%.
Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Kulit Buah Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) terhadap Ascaris suum Goeze secara In Vitro Najwa Khalisha Putri; Siti Hazar; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13679

Abstract

Abstract. Helminthiasis is an infection caused by parasitic intestinal worms from the intestinal nematoda group that can be transmitted through soil. This infection is also known as Soil Transmitted Helminths (STH). One of the plants that can be used as an alternative treatment for worm infections is the peel of Chinese petai fruit (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit). This study aims to investigate and evaluate the effects of ethanol extract from the peel of Chinese petai fruit (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) as an anthelmintic against Ascaris suum Goeze in vitro. Testing was conducted on male and female pig roundworms as well as worm eggs. The subjects were divided into five test groups: the control group was given 0.9% NaCl, the test groups were given ethanol extract of Chinese petai fruit peel at concentrations of 1.25%, 2.5%, and 5%, the comparison group for worms was given 0.2% pyrantel pamoate, and for eggs, 0.12% albendazole. The parameters for observing anthelmintic activity in adult pig roundworms were paralysis and death of the worms, while the parameters for observing anthelmintic activity in worm eggs were the number of fertile eggs and the percentage of inhibition. The results of the tests on adult worms and worm eggs showed that 5% ethanol extract of Chinese petai fruit peel had the strongest anthelmintic activity with a spastic paralysis type and had an inhibition percentage of 73,3% on worm eggs. Abstrak. Kecacingan adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit usus dari kelompok nematoda usus yang dapat ditularkan melalui tanah. Infeksi ini juga dikenal sebagai Soil Transmitted Helminths (STH). Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai pengobatan alternatif infeksi cacing, yaitu kulit buah petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menilai efek ekstrak etanol kulit buah petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) sebagai antelmintik terhadap Ascaris suum Goeze secara in vitro. Pengujian dilakukan terhadap cacing gelang babi jantan dan betina juga telur cacing. Yang dibagi kedalam lima kelompok uji yaitu kelompok kontrol diberi NaCl 0,9%, kelompok uji diberi sediaan ekstrak etanol kulit buah petai cina dengan konsentrasi 1,25%, 2,5%, 5%, kelompok pembanding untuk cacing diberi pirantel pamoat 0,2% dan untuk telur diberi albendazol 0,12%. Parameter pengamatan uji aktivitas antelmintik pada cacing gelang babi dewasa yaitu paralisis dan kematian pada cacing, sedangkan parameter pengamatan uji aktivitas antelmintik pada telur cacing itu jumlah telur fertil dan (%) inhibisi. Hasil pengujian pada cacing dewasa dan telur cacing menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah petai cina 5% memiliki aktivitas antelmintik paling kuat dengan tipe paralisis spastik untuk cacing, serta memiliki persen inhibisi 73,3% pada telur cacing.
Pengembangan Komik Digital sebagai Media Edukasi Sediaan Obat Oral pada Kelas 4 dan 5 SDN 075 Jatayu Bandung Iis Rosita; Fetri lestari; umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13861

Abstract

Abstract. Children are a vulnerable group when it comes to health issues, including the use of oral medications, which requires accurate understanding. Additionally, children’s lack of knowledge about the types of drugs they are given can also be a factor affecting compliance. Proper education about oral medications in children is essential to ensure safe and effective drug use. This study aims to develop a digital comic as an educational medium for oral medications. The research follows an experimental method, focusing on the development of a digital comic as an educational tool for oral medications. Research instruments include survey analysis, expert reviews covering various aspects, post-test evaluations, and questionnaires related to the digital comic. The study subjects consist of 189 students from grades 4 and 5 at SDN 075 Jatayu Bandung. The research results show that the post-test scores in the experimental group were higher, with an average score of 90.63 compared to the control group’s score of 74.84. The Mann-Whitney test also indicates significance <0.05, meaning that education through digital comics has an impact on students’ knowledge and attitudes. The evaluation of the digital comic obtained a percentage score of 89.2%, which means that the comic falls into the category of “Very Good” according to respondent assessments. This high rating confirms that the developed digital comic successfully delivers engaging and beneficial content to students. Abstrak. Anak-anak adalah kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk penggunaan obat-obatan oral yang memerlukan pemahaman yang tepat. Selain itu, kurangnya pengetahuan anak tentang jenis obat yang diberikan juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan. Pendidikan yang baik tentang obat oral pada anak-anak sangat penting untuk memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pengembangan berupa komik digital sebagai media edukasi mengenai obat oral. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan fokus pada pengembangan komik digital sebagai alat edukasi mengenai obat oral. Instrumen penelitian terdiri dari analisis survei, expert review dari berbagai aspek post-test dan kuesioner mengenai eveluasi komik digital. Subjek penelitian ini adalah populasi peserta didik di SDN 075 Jatayu Bandung kelas 4 dan 5 berjumlah 189 siswa. Hasil penelitian menunjukkan nilai post-test pada kelompok uji lebih besar dengan rata – rata nilai 90,63 dibandingkan nilai kelompok kontrol yaitu 74,84. Dan pada uji man – whithney menunjukkan nilai signifikasi <0,05 dimana, pemberian edukasi melalui komik digital ada pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap pada siswa dan siswi. Dan pada Evaluasi komik digital memperoleh nilai persentase sebesar 89,2% yang artinya komik tersebut termasuk dalam kategori “Sangat Baik” menurut penilaian responden. Penilaian yang tinggi ini mengonfirmasi bahwa komik digital yang dikembangkan berhasil dalam menghadirkan konten yang menarik dan bermanfaat bagi siswa.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Rheumatoid Arthritis: Literature Review Vidya Sulistiawati Dewi; Umi Yuniarni; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13900

Abstract

Abstract. Rheumatoid arthritis (RA) is a common problem in Indonesia. The prevalence of RA sufferers in 2020 is not known with certainty, but it is estimated to reach no less than 1.3 million people, and as many as 335 million people in the world experience RA. The symptoms experienced by people with RA include joint stiffness, limited joint movement, swelling and pain, which interfere with daily activities and affect the patient's quality of life. In addition, RA can also affect psychological conditions such as depression and anxiety. This study was conducted using the systematic literature review (SLR) method. The quality of life of RA patients in Indonesia from eight articles concluded that patients with good quality of life were stated by five articles (57.5-100%), patients with moderate quality of life were stated by one article (53.33%) and patients with poor quality of life were stated by one article (90%). The quality of life of rheumatoid arthritis patients in foreign countries from five research articles namely research in Japan, Poland, Austria and Egypt concluded that patients with good quality of life were stated by two articles (45.5-100%), patients with fair quality of life were stated by one article (100%) and patients with poor quality of life were stated by two articles (38.5-100%). Factors that affect RA patients' quality of life include self-management, physical health, psychological, social and environmental relationships, compliance, knowledge and education, and age and gender. Abstrak. Rheumatoid arthritis (RA) menjadi salah satu masalah yang sering terjadi di Indonesia. Pada tahun 2020, prevalensi penderita RA belum diketahui pasti, namun diperkirakan mencapai tidak kurang dari 1,3 juta orang dan sebanyak 335 juta penduduk di dunia mengalami RA. Kondisi yang dialami pasien RA diantaranya kaku sendi, hambatan gerak persendian, bengkak, rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien. Selain itu, RA juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Kualitas hidup pasien RA di Indonesia dari delapan artikel disimpulkan bahwa pasien dengan kualitas hidup baik dinyatakan oleh lima artikel (57,5-100%), pasien dengan kualitas hidup sedang dinyatakan oleh satu artikel (53,33%) dan pasien dengan kualitas hidup buruk dinyatakan oleh satu artikel (90%). Kualitas hidup pasien rheumatoid arthritis di negara luar dari lima artikel penelitian yaitu penelitian di Jepang, Polandia, Austria dan Mesir disimpulkan bahwa pasein dengan kualitas hidup baik dinyatakan oleh dua artikel (45,5-100%), pasien dengan kualitas hidup cukup dinyatakan oleh satu artikel (100%) dan pasien dengan kualitas hidup buruk dinyatakan oleh dua artikel (38,5-100%). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien RA diantaranya self management, kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan, tingkat kepatuhan, pengetahuan dan pendidikan, serta usia dan jenis kelamin.
Kajian Potensi Interaksi Obat - Obat pada Pasien Rheumatoid Arthritis di RSUD Al - Ihsan Kabupaten Bandung Tahun 2023 Vira Apriliandani; Umi Yuniarni; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.13913

Abstract

Abstract. Rheumatoid arthritis is a chronic inflammatory joint disease caused by autoimmune disease. Rheumatoid arthritis (RA) can cause severe damage to the joints and surrounding tissue and cause problems with other diseases such as heart, lung or nervous system problems if not treated, so there is the potential for drug interactions due to administration of other additional drugs. The aim of this study is to determine the number of drug prescriptions that have the potential to cause interactions and the mechanism of drug interactions that occur as well as their severity in RA patients at Al-Ihsan Hospital, Bandung Regency in 2023. Sample data was taken retrospectively from the patient's medical records at the hospital. Drug interaction analysis was carried out using Stockley's Drug Interaction E-book, Drugs.com and journals. The analysis results obtained in the form of the number of recipes that have the potential for interactions are then classified based on the interaction mechanism and severity level. Based on the 140 prescriptions studied, there were 103 prescriptions that had potential drug interactions, 8 prescriptions had interactions between antirheumatoid drugs and antirheumatoid drugs and 95 prescriptions had interactions between antirheumatoid drugs and other drugs. There were 273 incidents of potential drug interactions from the 103 prescriptions with 145 (53.11%) pharmacodynamic interaction mechanisms and 128 (46.89%) pharmacokinetic interactions. Meanwhile, based on the severity level, there were 19 (6.96%) minor interactions, 233 (85.35%) moderate interactions and 21 (7.69%) major interactions. Abstrak. Rheumatoid arthritis merupakan penyakit peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh autoimun. Rheumatoid arthritis (RA) dapat menimbulkan kerusakan yang parah pada sendi dan jaringan sekitarnya dan menyebabkan masalah pada penyakit lain seperti masalah jantung, paru-paru atau sistem saraf jika tidak diobati, sehingga terdapat potensi terjadinya interaksi obat karena pemberian obat tambahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah peresepan obat yang berpotensi menimbulkan interaksi dan mekanisme interaksi obat yang terjadi serta tingkat keparahannya pada pasien RA di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung tahun 2023. Data sampel diambil secara retrospektif dari rekam medik pasien di rumah sakit. Analisis interaksi obat dilakukan menggunakan E-book Stockley's Drug Interaction, Drugs.com dan jurnal. Hasil analisis yang diperoleh berupa jumlah resep yang berpotensi terjadinya interaksi kemudian diklasifikasikan berdasarkan mekanisme interaksi serta tingkat keparahan. Berdasarkan 140 resep yang dikaji terdapat 103 resep yang memiliki potensi interaksi obat, 8 resep merupakan interaksi obat antirheumatoid dengan obat antirheumatoid dan 95 resep interaksi obat antirheumatoid dengan obat lain. Terdapat 273 kejadian potensi interaksi obat dari 103 resep tersebut dengan mekanisme interaksi farmakodinamik sebanyak 145 (53,11% dan interaksi farmakokinetik sebanyak 128 (46,89%). Sedangkan berdasarkan tingkat keparahannya, terdapat 19 (6,96%) interaksi minor, 233 (85,35%) interaksi moderate dan 21 (7,69%) interaksi mayor.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien ISPA di Puskesmas Ciranjang Kabupaten Cianjur Periode 2023 Alyah Eka Putri; Suwendar; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14180

Abstract

Abstract. Upper Respiratory Tract Infection (URTI) is an infectious disease that often affects people in the world caused by viruses and bacteria. One of the therapies used for URI is antibiotics. Excessive or unnecessary use of antibiotics can lead to the emergence of resistance to bacteria, so it is necessary to pay attention to its rationality. Bacterial resistance shows the inhibition of bacterial growth when administering antibiotics in normal doses. The purpose of this study is to evaluate the rationality of antibiotic use which includes the right indication, right patient, right drug, right dose, and right interval parameters in URI patients at Ciranjang Health Center, Cianjur Regency from January to December 2023. The sample used was medical record data from 97 patient data, data collection was carried out by retrospective sampling method and then descriptive data analysis was carried out which met the inclusion and exclusion criteria. The evaluation obtained with the calculation results in the form of percentages, namely the right patient 100%, the right indication 94.84%, the right drug 100%, the right dose 95,24%, and the right administration interval 89.47%. From the results of the study it can be concluded that the rationality of treatment has not reached 100% in accordance with the guidelines. Abstrak. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah penyakit menular yang sering menjangkit masyarakat di dunia yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Terapi yang digunakan untuk ISPA salah satunya menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak perlu dapat mengakibatkan munculnya resistensi terhadap bakteri, sehingga perlu diperhatikan rasionalitasnya. Resistensi bakteri menunjukan tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri saat pemberian antibiotik dalam dosis normal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik yang meliputi parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat interval pada pasien ISPA di Puskesmas Ciranjang Kabupaten Cianjur periode Januari sampai Desember 2023. Sampel yang digunakan berupa data rekam medis dari 97 data pasien, pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling secara retrospektif yang kemudian dilakukan analisis data secara deskriptif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Evaluasi yang didapat dengan hasil perhitungan berupa persentase yaitu tepat pasien 100%, tepat indikasi 94,84%, tepat obat 100%, tepat dosis 95,24%, dan tepat interval pemberian 89,57%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan rasionalitas pengobatan belum mencapai 100% sesuai dengan pedoman.