Umi Yuniarni
Prodi Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Tikus Model Tukak Lambung yang Diinduksi Aspirin dan Etanol Rani Pertiwi; Umi Yuniarni; Bertha Rusdi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14294

Abstract

Abstract. Prevalence of peptic ucer in Indonesia is quite high, and if not treated properly can cause serious complications. Peptic ulcer can cause Helicobacter pylori infection, long-term use of nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), alcohol consumption, or stress. pharmacological activity test of the success of the inducing agent to produce the desired disease model event is an important part of the research, so that in this study gastric ulcer inducing agents are commonly used in many studies will be tested, namely NSAID drugs such as aspirin and ethanol. In this study, a model of gastric ulcer mice was made with aspirin at various doses, namely 450 mg/kgbb, 750 mg/kgbb, 1000 mg/kgbb, 1500 mg/kgbb and absolute ethanol 5 mL / kgbb. Theormulation of the research problem is to see whether aspirin and ethanol can be inducing agents in animal models of gastric ulcers? At what dose can aspirin cause gastric ulcers? What are the comparative results of animal models of gastric ulcers using NSAIDs and Ethanol? This study was conducted experimentally in the laboratory by observing the occurrence of ulcers in the stomach of mice that had been sacrificed macroscopically. The results of study showed aspirin dose of 450 mg/kgbb did not succeed making animal model gastric ulcer. Aspirin 750 mg/kgbb on the 5 day of administration resulted in death, aspirin 1000 mg/kgbb on the 4 day resulted in death, the condition of the two stomachs of the test animals that died was enlarged, bloated, and pale color. Aspirin 1500 mg/kgbb tested for one day succeeded becoming an ulcer-inducing agent by showing presence ulcers in stomach and the use of absolute ethanol 5 mL/kgbb could be an ulcer-inducing agent by showing wounds in the stomach of the test animal. With almost similar conditions, absolute ethanol 5 ml/kgbb gave clearer macroscopic results of the presence of gastric ulcers compared to aspirin 1500 mg/kgbb. Abstrak. Prevalensi kejadian tukak lambung di Indonesia cukup tinggi, dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius. Penyebab tukak lambung dapat terjadi akibat adanya infeksi Helicobacter pylori, penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), konsumsi alkohol, maupun stress. Pada pengujian aktivitas farmakologi keberhasilan agen penginduksi untuk menghasilkan kejadian model penyakit yang diinginkan menjadi bagian penting dari suatu penelitian, sehingga pada penelitian ini akan diuji agen penginduksi tukak lambung yang umum digunakan pada banyak penelitian yaitu obat golongan NSAID berupa aspirin dan etanol untuk memastikan keberadaan tukak pada lambung hewan uji. Penelitian ini dilakukan pembuatan model tikus tukak lambung dengan aspirin pada berbagai dosis yakni 450 mg/kgbb, 750 mg/kgbb, 1000 mg/kgbb, 1500 mg/kgbb dan etanol absolut 5 mL/kgbb. Rumusan masalah penelitian ini yaitu untuk melihat apakah aspirin dan etanol dapat menjadi agen penginduksi pada hewan model tukak lambung? Pada dosis berapakah aspirin dapat menyebabkan tukak pada lambung? Bagaimana hasil perbandingan hewan model tukak lambung yang menggunakan NSAID dan Etanol? Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan melihat kejadian tukak pada lambung tikus yang telah dikorbankan secara makroskopis. Hasil dari penelitian menunjukan aspirin dosis 450 mg/kgbb tidak berhasil membuat hewan uji model tukak lambung. Aspirin 750 mg/kgbb pada pemberian hari ke-5 mengalami kematian, aspirin 1000 mg/kgbb pada hari ke-4 mengalami kematian, kondisi kedua lambung hewan uji yang mengalami kematian membesar, kembung, serta berwarna pucat. Aspirin 1500 mg/kgbb pengujian selama satu hari berhasil menjadi agen penginduksi tukak dengan menunjukan adanya tukak pada lambung yang terlihat secara makroskopis serta penggunan etanol absolut 5 mL/kgbb dapat menjadi agen penginduksi tukak dengan menunjukan adanya luka pada lambung hewan uji. Dengan kondisi yang hampir serupa, etanol absolut 5 ml/kgbb memberikan hasil makroskopik keberadaan tukak lambung yang lebih jelas dibandingkan aspirin 1500 mg/kgbb.
Aktivitas Antibakteri beberapa Tanaman dari Famili Asteraceae terhadap Bakteri Mycobacterium tuberculosis Annisa Dila Perwitasari; Lanny Mulqie; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14483

Abstract

Abstract. Tuberculosis is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria where one of the keys to successful treatment is adherence. There have been many in vitro studies conducted from Asteraceae plants that can be used to treat tuberculosis in several countries. This study aims to determine Asteraceae plants that have antibacterial activity against the growth of bacteria that cause tuberculosis. The research was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method using the keywords "antibacterial Mycobacterium tuberculosis, Asteraceae". The results obtained from several studies were 20 plants of the Asteraceae family showed an inhibition zone against Mycobacterium tuberculosis bacteria. Abstrak. Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dimana kepatuhan pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis (adherence). Telah banyak penelitian secara in vitro yang dilakukan dari tanaman Asteraceae yang dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis di beberapa negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman suku Asteraceae yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan kata kunci Kata kunci yang digunakan yaitu “antibacterial Mycobacterium tuberculosis, Asteraceae”. Hasil yang didapatkan dari beberapa penelitian yaitu 20 tanaman famili Asteraceae menunjukkan adanya konsentrasi hambat minimum terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Perbandingan Efek Anti Kandidiasis dari Beberapa Tanaman Genus Syzygium Kamilia Zahro; Umi Yuniarni; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14621

Abstract

Abstract. Candidiasis is a fungal infection that is opportunistic, meaning that the infection occurs due to a decrease in the immune system. According to WHO (Word Health Organization) candidiasis cases attack women every year around the world by 10-15% of 100 million women. This study aims to determine the anti candidiasis activity of several syzygium genus plants against the growth of Candida albicans, knowing some syzygium genus plants that have the best effect and knowing the KHM concentration of syzygium genus plants that can have potential as anti candidiasis. The method used in this test is agar diffusion. In this study, anti-candidiasis activity was tested against Candida albicans at concentrations of 1, 5, 10, 20%. Determination of the KHM value is done by reducing the concentration of anti-candidiasis activity test results so that the smallest concentration that can inhibit fungal growth is obtained. Negative control used 10% DMSO and positive control as a comparison using 2% ketoconazole. The results showed that bay leaves (Syzygium polyanthum), jamblang leaves (Syzygium cumini), water guava leaves (Syzygium aqueum), guava bol (Syzygium malaccense), and clove leaves (Syzygium aromaticum) had anti-candidiasis activity against the growth of Candida albicans, and the plants had the best effect on clove leaves with KHM values of 1-5% with an inhibition diameter of 13.5 mm. Abstrak. Kandidiasis adalah infeksi jamur yang bersifat oportunistik artinya infeksi yang terjadi akibat terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh. Menurut WHO (Word Health Organization) kasus kandidiasis menyerang perempuan setiap tahunnya diseluruh dunia sebesar 10-15% dari 100 juta perempuan. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui aktivitas anti kandidiasis dari beberapa tanaman genus syzygium terhadap pertumbuhan Candida albicans, mengetahui beberapa tanaman genus syzygium yang memiliki efek paling baik serta mengetahui konsentrasi KHM dari tanaman genus syzygium yang dapat berpotensi sebagai anti kandidiasis. Metode yang digunakan pada pengujian ini yaitu difusi agar cara sumuran. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas anti kandidiasis terhadap Candida albicans pada konsentrasi 1, 5, 10, 20%. Penentuan nilai KHM dilakukan dengan menurunkan konsentrasi hasil pengujian aktivitas anti kandidiasis sehingga diperoleh konsentrasi terkecil yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Kontrol negatif menggunakan DMSO 10% dan kontrol positif sebagai pembanding menggunakan ketokonazol 2%. Hasil menunjukkan bahwa pada daun salam (Syzygium polyanthum), daun jamblang (Syzygium cumini), daun jambu air (Syzygium aqueum), jambu bol (Syzygium malaccense), dan daun cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki aktivitas anti kandidiasis terhadap pertumbuhan Candida albicans, serta tanaman memiliki efek paling baik yaitu pada daun cengkeh dengan nilai KHM sebesar 1-5% dengan diameter hambat sebesar13,5 mm.
Kajian Potensi Risiko Interaksi Obat Antiretroviral pada Pasien HIV/AIDS dengan Komorbid Lainnya di RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi Periode Tahun 2023 Siti Alifa Dzulnadifa; Umi Yuniarni; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14782

Abstract

Abstract. HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that infects the immune system and causes a decrease in human immunity. As a result, sufferers become more susceptible to various diseases. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a collection of symptoms that arise due to decreased immunity due to HIV infection. To suppress the number of viruses in the body, people with HIV require antiretroviral treatment (ARV), which is usually given in the form of a combination of drugs. In addition to ARVs, HIV/AIDS patients also often receive additional drugs or other substances that can interact with ARVs, potentially causing changes in blood drug levels. The purpose of this study was to determine the risk of potential drug interactions in HIV/AIDS patients undergoing antiretroviral treatment with other comorbid diseases at RSUD. R. Syamsudin, SH. This study used a retrospective descriptive design by reviewing the medical records of HIV/AIDS patients undergoing ARV therapy at RSUD. R. Syamsudin, S.H Sukabumi City period 2023. Samples were selected using non probability sampling method of purposive sampling. Out of 212 patients studied, 110 cases of interaction between ARV drugs and non-ARV drugs were found. Based on severity, 8% of interactions were major, 95% were moderate, and 2% were minor. Based on the mechanism, 51% were pharmacokinetic interactions and 49% were pharmacodynamic interactions. Abstrak. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menginfeksi sistem imun dan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. Akibatnya, penderita menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala yang muncul akibat penurunan kekebalan tubuh karena infeksi HIV. Untuk menekan jumlah virus dalam tubuh, penderita HIV memerlukan pengobatan antiretroviral (ARV), yang biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi obat. Selain ARV, penderita HIV/AIDS juga sering menerima obat tambahan atau zat lain yang dapat berinteraksi dengan ARV, sehingga berpotensi menyebabkan perubahan kadar obat dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resiko potensi interaksi obat pada pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan antiretroviral dengan penyakit komorbid lainnnya di RSUD. R. Syamsudin, SH. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan meninjau rekam medis pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV di RSUD. R. Syamsudin, S.H Kota Sukabumi periode tahun 2023. Sampel dipilih menggunakan metode non probability sampling jenis purposive sampling. Hasil penelitian dari 212 pasien yang diteliti, ditemukan 110 kasus interaksi antara obat ARV dengan obat non-ARV. Berdasarkan tingkat keparahannya, 8% interaksi bersifat mayor, 95% moderat, dan 2% minor. Berdasarkan mekanismenya, 51% adalah interaksi farmakokinetik dan 49% adalah interaksi farmakodinamik).
Penetapan Parameter Standar dan Skrining Fitokimia Simplisia Batang Sereh (Cymbopogon citratus) Lailatul Taqbi Rahmatya; Umi Yuniarni; Bertha Rusdi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14926

Abstract

Abstract. Lemongrass is a plant that has many uses in traditional medicine in addition to kitchen spices, kitchen lemongrass is also useful as a remedy for headaches, body warming, cough, stomach pain, diarrhea, heat reduction, and mosquito repellent. The purpose of this study is to obtain standard values of parameters and phytochemical screening of kitchen lemongrass stems (Cymbopogon citratus). This study uses laboratory experimental research methods by testing specific parameters in the form of water-soluble and ethanol-soluble juice levels, non-specific parameters in the form of drying shrinkage, moisture content, and specific weight, as well as phytochyma screening referring to the Pharmacopoeia Indonesia Herbal. The results of the standard parameters of lemongrass stem water soluble juice content were 30.61%, ethanol soluble juice content was obtained 26.44%, drying shrinkage of lemongrass stem was 6.91%, moisture content was 9.19%, 9.85% and specific weight was obtained of 0.85 g/mL. The results of phytochemical screening screening of lemongrass stem simplicia contain a group of alkaloid compounds, flavonoids, polyphenolates, saponins, tannins, monoterpenoids and sesquiterpenoids. Abstrak. Sereh merupakan tanaman yang memiliki banyak digunakan dalam pengobatan tradisional selain untuk bumbu dapur sereh dapur juga bermanfaat sebagai obat untuk sakit kepala, penghangat badan, batuk, nyeri lambung, diare, penurun panas, dan pengusir nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh nilai-nilai standar parameter dan skrining fitokimia batang sereh dapur (Cymbopogon citratus). Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental laboratorium dengan menguji parameter spesfik berupa kadar sari larut air dan larut etanol, parameter non spesifik berupa susut pengeringan, kadar air, dan bobot jenis, serta skrining fitokima yang merujuk pada Farmakope Herbal Indonesia. Hasil parameter standar batang sereh kadar sari larut air sebesar 30,61%, kadar sari larut etanol diperoleh 26,44%, susut pengeringan batang sereh sebesar 6,91%, kadar air sebesar 9,19%, 9,85% dan bobot jenis diperoleh sebesar 0,85 g/mL. Hasil penapisan skrining fitokimia simplisia batang sereh mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, polifenolat, saponin, tanin, monoterpenoid dan sesquiterpenoid.
Potensi Beberapa Bahan Alam yang Memiliki Aktivitas Prebiotik serta Aplikasinya dalam Kesehatan Qori Nabilla; Ratih Aryani; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14996

Abstract

Abstract. Prebiotics are food substances that cannot be digested by the body, but prebiotics can be utilized by the gut microbiota so as to increase the growth of these bacteria. The beneficial bacteria will ferment the indigestible food substances or prebiotics into short-chain fatty acids (SCFA). These fermented SCFAs from prebiotics have favorable effects on health. Various sources of prebiotics have been tested to determine their function as prebiotics. Natural ingredients that have high carbohydrate content may have potential as prebiotics. This study aims to determine the prebiotic potential of several natural ingredients on probiotic bacteria in vitro. This study was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method. The results showed that there are natural ingredients containing oligosaccharide compounds, water-soluble polysaccharides, cellobiose, β-glucan, inulin, pectin, and fructooligosaccharide (FOS) that have the potential to have prebiotic activity. Tests were conducted in vitro against probiotic bacteria of the genus Lactobacillus and Bifidobacterium based on prebiotic score and prebiotic index parameters. The results showed that the best natural ingredient with prebiotic potential was green radish (Raphanus sativus L.) with a prebiotic score of 1,89. Abstrak. Prebiotik adalah zat makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh namun prebiotik dapat dimanfaatkan oleh mikrobiota usus sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri tersebut. Bakteri yang menguntungkan tersebut akan memfermentasi zat-zat makanan yang tidak dapat dicerna atau prebiotik menjadi asam lemak rantai pendek (SCFA). SCFA hasil fermentasi dari prebiotik ini memiliki efek yang baik bagi kesehatan. Berbagai sumber prebiotik telah diuji untuk menentukan fungsinya sebagai prebiotik. Bahan alam yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dapat berpotensi sebagai prebiotik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui potensi prebiotik dari beberapa bahan alam pada bakteri probiotik secara in vitro. Kajian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat bahan alam yang mengandung senyawa oligosakarida, polisakarida larut air, selobiosa, β-glukan, inulin, pectin, dan fruktooligosakarida (FOS) yang berpotensi memilliki aktivitas prebiotik. Pengujian dilakukan secara in vitro terhadap bakteri probiotik genus Lactobacillus dan Bifidobacterium berdasarkan parameter nilai skor prebiotik dan indeks prebiotik. Hasil menunjukkan bahwa bahan alam yang paling baik berpotensi sebagai prebiotik adalah Lobak hijau (Raphanus sativus L.) dengan nilai skor prebiotik sebesar 1,89.
Uji Aktivitas Prebiotik Daun Salam Koja (Bergera koenigii (Linn) Spreng) terhadap Bakteri Lactobacillus acidophilus dan Escherichia coli secara In Vitro Puri Salsabila Arsyi; Bertha rusdi; Umi yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14997

Abstract

Abstract. Prebiotics are compounds that cannot be digested by human intestinal digestive enzymes, but can be fermented by beneficial bacteria in the colon. So that prebiotics in the large intestine will support the growth of beneficial bacteria (probiotics). koja bay leaves are reported to contain phenol prebiotic compounds but have not been studied for their prebiotic effects, so this study aims to evaluate the prebiotic activity of koja bay leaf extract (Bergera koenigii (Linn) Spreng) against the growth of Lactobacillus acidophilus and Escherichia coli bacteria in vitro. The prebiotic activity test was conducted using the turbidimetric method, which calculates the number of bacteria based on the absorption at a wavelength of 600 nm (OD600). OD600 value was measured at hour 0 and hour 24. In addition, total phenol content and total carbohydrate content were also calculated. Phenol content was carried out using spectrophotometric method using Folin-Ciocalteu reagent, while the determination of carbohydrate content was carried out using spectrophotometric method using phenol-sulfuric acid. The results of the determination of total phenol content obtained total phenol content of 77.150 mg GAE / g extract, and total carbohydrate content obtained by 13.57%. The results of prebiotic activity showed that koja bay leaves (Bergera koenigii (Linn) Spreng) can suppress the growth of e.coli but do not have a prebiotic effect. Abstrak. Prebiotik merupakan senyawa yang tidak dapat dicerna oleh enzim – enzim pencernaan usus manusia, tetapi dapat difermentasi oleh bakteri menguntungkan dalam usus besar. Sehingga prebiotik di dalam usus besar akan mendukung pertumbuhan bakteri menguntungkan (probiotik). daun salam koja dilaporkan mengandung senyawa prebiotik fenol namun belum diteliti efek prebiotiknya maka,penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas prebiotik ekstrak daun salam koja (Bergera koenigii (Linn) Spreng) terhadap pertumbuhan bakteri Lactobacillus acidophilus dan Escherichia coli secara in vitro. Uji aktivitas prebiotik dilakukan dengan metode turbidimetri, yaitu menghitung jumlah bakteri berdasarkan serapan pada panjang gelombang 600 nm (OD600). Nilai OD 600 diukur pada jam ke-0 dan jam ke-24. Selain itu dilakukan pula perhitungan kadar fenol total dan kadar karbohidrat total. Kadar fenol dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu, sedangkan untuk penentuan kadar karbohidrat dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri menggunakan fenol-asam sulfat. Hasil penentuan kadar fenol total didapatkan kadar fenol total sebesar 77,150 mg GAE/ g ekstrak, dan kadar karbohidrat total didapat sebesar 13,57 %. Hasil aktivitas prebiotik menunjukan daun salam koja (Bergera koenigii (Linn) Spreng) dapat menekan pertumbuhan e.coli tetapi tidak memiliki efek prebiotik.
Aktivitas Prebiotik Pati Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Lam) dan Kulit Pisang Ambon (Musa acuminata AAA) terhadap Lactobacillus acidophilus dan Escherichia coli Secara In Vitro Irene Yuliani Trinita; Bertha Rusdi; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15050

Abstract

Abstract. Prebiotics are compounds that cannot be digested and are beneficial to the health of the host. One of the prebiotic compounds is starch. Starch is a complex carbohydrate that is insoluble in water consisting of amylose and amylopectin. Starch sources are found in purple sweet potatoes (Ipomoea batatas L. Lam) and Ambon banana peels (Musa acuminata AAA). This study aims to evaluate the prebiotic activity of purple sweet potato starch (Ipomoea batatas L. Lam) and Ambon banana peels (Musa acuminata AAA) on the growth of Lactobacillus acidophilus and Escherichia coli in vitro. Prebiotic activity was carried out using the turbidimetry method and absorbance was measured using a UV-Visible spectrophotometer at a wavelength of 600 nm (OD600). The results showed that purple sweet potato starch and Ambon banana peels have prebiotic activity, characterized by increasing the growth of L. acidophilus and decreasing the growth of E. coli. The prebiotic activity produced between purple sweet potato starch and Ambon banana peel in vitro can be seen from the Prebiotic Index (PI) value, namely for purple sweet potato it is 0.04 and Ambon banana peel is 1.03. Abstrak. Prebiotik merupakan senyawa yang tidak dapat dicerna dan menguntungkan kesehatan inang. Salah satu senyawa prebiotik adalah pati. Pati merupakan karbohidrat kompleks tidak larut air yang terdiri dari amilosa dan amilopektin. Sumber pati terdapat pada ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Lam) dan kulit pisang Ambon (Musa acuminata AAA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas prebiotik dari pati ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Lam) dan kulit pisang Ambon (Musa acuminata AAA) terhadap pertumbuhan Lactobacillus acidophilus dan Escherichia coli secara in vitro. Aktivitas prebiotik dilakukan dengan metode turbidimetri dan di ukur absorbansi dengan alat spektrofotometri UV-Visible pada panjang gelombang 600 nm (OD600). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati ubi jalar ungu dan kulit pisang ambon memiliki aktivitas prebiotik, ditandai dengan meningkatkan pertumbuhan L.acidophilus dan menurunkan E.coli. Aktivitas prebiotik yang dihasilkan antara pati ubi jalar ungu dan kulit pisang Ambon secara in vitro dapat dilihat dari nilai Prebiotik Indeks (PI) yaitu untuk ubi jalar ungu sebesar 0,04 dan kulit pisang Ambon sebesar 1,03.
Perbandingan Aktivitas Antijamur dari Tanaman Syzygium terhadap Jamur Candida albicans Alika Ismita; Umi Yuniarni; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15284

Abstract

Abstract. Candida albicans fungal infections are a common health problem, especially in individuals with weakened immune systems. Treatment is often hampered by drug resistance. This study aims to compare the antifungal activity of the Syzygium plant against the growth of Candida albicans in vitro. The research method used is the agar well diffusion method. The parameter measured is the formation of a clear zone around the well. The results showed that 3 plants had antifungal activity against Candida albicans. The diameter of the inhibition zone formed for the ethanol extract of red shoot leaves at a concentration of 1% was 12.95 mm, at a concentration of 5% was 14.525 mm, at a concentration of 10% was 14.175 mm, and at a concentration of 20% was 17 mm. For rose guava leaves at a concentration of 5% it was 12.825 mm, at a concentration of 10% it was 15.975 mm, and at a concentration of 20% it was 17.375 mm. Meanwhile, for kupa leaves at a concentration of 5% it was 11.425 mm, at a concentration of 10% it was 14.15 mm, and at a concentration of 20% it was 15.575 mm. Abstrak. Infeksi jamur Candida albicans merupakan masalah kesehatan yang umum, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pengobatannya seringkali terhambat oleh resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antijamur dari tanaman Syzygium terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode difusi agar sumuran. Parameter yang diukur adalah terbentuknya zona bening di sekitar sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 tanaman memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Diameter zona hambat yang terbentuk untuk ekstrak etanol daun pucuk merah pada konsentrasi 1% sebesar 12,95 mm, pada konsentrasi 5% sebesar 14,525 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 14,175 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 17 mm. Untuk daun jambu mawar pada konsentrasi 5% sebesar 12,825 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 15,975 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 17,375 mm. Sedangkan untuk daun kupa pada konsentrasi 5% sebesar 11,425 mm, pada konsentrasi 10% sebesar 14,15 mm, dan pada konsentrasi 20% sebesar 15,575 mm.
Prebiotic Activity of Ambon Banana (Musa acuminata (AAA Group) ‘Ambon’) Peel Starch Against Lactobacillus. acidophilus and Escherichia coli In Vitro Rusdi, Bertha; Yuniarni, Umi
FITOFARMAKA: JURNAL ILMIAH FARMASI Vol 13, No 2 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v13i2.9237

Abstract

Prebiotics are compounds with the ability to specifically enhance the population of advantageous bacteria in the gastrointestinal tract. Starch is a polysaccharide which has prebiotic activity. Agricultural waste like banana peel contains prebiotic polysaccharides including starch. The prebiotic effect of starch from many varieties of banana peel has been explored by researchers. Although Ambon banana is a variety that is commonly consumed in Indonesia, the prebiotic activity of its peel, particularly the peel starch,  has not been studied yet. Thus, this study aims to research the prebiotic activity of Ambon banana peel starch against probiotic bacteria of the Lactobacillus acidophilus and the opportunistic pathogen bacteria of Eschericia coli. In this research, starch was extracted from banana peel (var. pisang Ambon) and prebiotic activity of the starch was tested on L. acidophilus and E. coli.  The number of bacteria was calculated at 0 and 24 hours of incubation using plate count methods.The result showed that at the concentration of 1% w/v, Ambon banana peel starch increases the number of L. acidophilus while inhibiting the growth of E. coli. The L. acidophilus culture in the starch-containing media had SCFAs (acetic, butyric and propionic acid) that were  known to have good impact to human health.