Rossi Suparman
Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Bhakti Husada Indonesia

Published : 79 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SANGKALI KOTA TASIKMALAYA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021 Suryaningsih Suryaningsih; Mamlukah Mamlukah; Dwi Nastiti Iswarawanti; Rossi Suparman
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i02.556

Abstract

Kejadian stunting pada balita merupakan masalah yang dialami hampir di setiap negara. Prevalensi stunting di Indonesia belum mengalami banyak perubahan, pada tahun 2018 masih berada pada 36,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sangkali Kota Tasikmalaya Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sebanyak 297 responden diambil dengan teknik probability sampling. Analisis data univariat menggunakan deskriptif, bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak (62.3%), Usia Ibu tidak berisiko sebanyak (68%), tingkat pendidikan rendah pada ibu sebanyak (78.8%), kategori ibu bekerja sebanyak (95.6%), kategori pendapatan rendah sebanyak (73.7%), hampir seluruh balita mengalami stunting sebanyak (79.1%.) Terdapat hubungan antara usia ibu, tingkat pendidikan ibu, dan pendapatan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita (p= 0.000, p= 0.000, p= 0.000, p= 0.004). Usia ibu menjadi faktor dominan untuk memiliki balita dengan kejadian stunting, dimana dukungan usia ibu berpeluang 9 kali lebih besar berpeluang untuk mengalami kejadian stunting pada balita, setelah dikontrol dengan variabel pendidikan. Faktor dominan yang paling mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sangkali Kota Tasikmalaya Pada Masa Pandemi Covid-19 adalah variabel usia ibu dan pendidikan. Oleh karena itu, edukasi mengenai usia dalam merencanakan kehamilan dianggap penting guna menurunkan risiko kejadian stunting.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 CIDAHU KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 Muhamad Wildan Khaerudin; Mamlukah Mamlukah; Lely Wahyuniar; Rossi Suparman
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i02.578

Abstract

Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, angka kejadian perkawinan di bawah usia 19 tahun atau perkawinan anak tercatat tahun 2020 terdapat 36 kasus, kemudian naik pada tahun 2021 menjadi 74 kasus. Sebesar 24% dari total kasus perkawinan anak di Kabupaten Kuningan terdapat di Kecamatan Cidahu yang merupakan kecamatan dengan penyumbang terbesar kejadian perkawinan anak sebanyak 18 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja di SMA Negeri 1 Cidahu Kabupaten Kuningan tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 283 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling sebanyak 166 responden. Instrumen penelitian mengunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan agama (p = 0,004), pengetahuan kesehatan reproduksi (p = 0,001), pengawasan orang tua (p = 0,001), kegiatan pengisi waktu luang (p = 0,026), tempat tinggal (p = 0,019) dan peran guru konseling (p = 0,012) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Tidak terdapat hubungan antara pendidikan terakhir ibu (p = 0,198) dan pendapatan orang tua (p = 0,373) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Diharapkan remaja dapat meningkatkan pengetahuan tentang dampak seks pranikah dan pemahaman tentang agama serta guru dan orang tua sudah sewajarnya memberikan pengawasan kepadanya agar terhindar dari perilaku seksual pranikah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN TENAGA KEFARMASIAN DALAM MELAKSANAKAN PROSEDUR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022 Hayuningsih Siskayani; Rossi Suparman; Mamlukah Mamlukah; Lely Wahyuniar
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v3i01.600

Abstract

Apoteker Puskesmas dituntut untuk merealisasikan perluasan paradigma Pelayanan Kefarmasian dari orientasi produk menjadi orientasi pasien. Untuk itu kompetensi Apoteker perlu ditingkatkan secara terus menerus agar perubahan paradigma tersebut dapat diimplementasikan. Data Tenaga Kefarmasian yang didayagunakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Indonesia sebanyak 77.492 orang. Tenaga Kefarmasian di Provinsi Jawa Barat sebanyak 10.937 orang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tenaga kefarmasian dalam melaksanakan prosedur pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Indramayu tahun 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 36 orang dan pengambilan sampel dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner tertutup. Hasil penelitian meunjukan terdapat hubungan antara pendidikan (p = 0,009), status kepegawaian (p = 0,014) dan kepemilikan SIP (p = 0,036) dengan kepatuhan tenaga kefarmasian. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p = 0,658), masa kerja (p = 0,422) dengan kepatuhan tenaga kefarmasian. Variabel kepemilikan SIP menjadi variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan kepatuhan tenaga kefarmasian dengan nilai p = 0,036 dan OR 1,312 (95% CI : 0,177 – 2,784). Diharapkan tenaga kefarmasian dapat mematuhi setiap prosedur pelayanan kefarmasian sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DENGAN STIGMA PENYAKIT KUSTA PADA MASYARAKAT DI DESA TENAJAR KECAMATAN KERTASEMAYA KABUPATEN INDRAMAYU 2022 Carbadi Carbadi; Dewi Laelatul Badriah; Mamlukah Mamlukah; Rossi Suparman
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v3i01.601

Abstract

Indonesia menduduki peringkat ke tiga dunia dengan angka tertinggi penyakit kusta. Dari jumlah 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu menempati peringkat ke empat dengan jumlah penemuan kasus baru kusta sebanyak 205 jiwa pada tahun 2021. Desa Tenajar merupakan wilayah kerja Puskesmas Kertasemaya yang memiliki penemuan kasus baru penyakit kusta sebanyak 13 kasus pada tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik dengan stigma penyakit kusta pada masyarakat di Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu 2022. Jenis penelitian ini menggunakan jenis analitik deskriptif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian 9506 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik Disproportionate Stratified Random Sampling sebanyak 107 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square) dan multivariat (Uji Regressi logistik). Hasil analisis bivariat didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur (p : 0,049), jenis kelamin (p : 0,023), pendidikan (p : 0,027), pekerjaan (p : 0,041), pendapatan (p : 0,010) dan pengetahuan (p : 0,045) dengan stigma penyakit kusta pada masyarakat. Variabel Pengetahuan merupakan variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan stigma penyakit kusta pada masyarakat Repotisi di Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu dengan nilai OR 1,469 (95% CI : 0,984 – 2,195).
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS COVID-19 PADA PETUGAS KESEHATAN DI KABUPATEN INDRAMAYU iis ismawati; Mamlukah Mamlukah; Rossi Suparman; Dewi Laelatul Badriah
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v3i01.608

Abstract

Kasus Covid-19 pada petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat cenderung meningkat. Kabupaten Indramayu sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat yang menyumbangkan angka kasus petugas kesehatan terpapar Covid-19 dengan jumlah 888 kasus pada tahun 2021. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan tentang faktor yang berhubungan dengan kasus Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kasus Covid-19 dengan faktor-faktor pada petugas kesehatan di Kabupaten Indramayu tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sebanyak 780 responden diambil dengan tehnik total sampling yang lolos kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square) dan multivariat (Uji Regresi Logistik). Hasil analisis bivariat didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara usia (P=0,043), jenis profesi (P=0,0001) dan riwayat kontak (P=0,0001) dengan kasus Covid-19 pada petugas kesehatan di Kabupaten Indramayu 2021. Variabel riwayat kontak menjadi variabel paling dominan yang berhubungan dengan kasus Covid-19 pada petugas kesehatan di Kabupaten Indramayu 2021. Diperlukan edukasi mengenai faktor yang mempengaruhi kasus Covid-19 bagi petugas kesehatan agar pemaparan tidak terjadi kembali pada petugas kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN TENAGA VAKSINASI COVID-19 PADA MASA PANDEMI DI KABUPATEN TASIKMALAYA 2022 Elsa Rustiawati; Dewi Laelatul Badriah; Rossi Suparman; Dwi Nastiti Iswarawanti
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v3i01.609

Abstract

Penanganan COVID-19 dengan pelaksanaan akselerasi vaksinasi COVID-19 terus dilakukan, tentunya menambah beban tugas petugas kesehatan. Banyaknya target vaksinasi yang harus dicapai menjadi tantangan dan menimbukan kecemasan bagi petugas. Hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa tenaga vaksinasi COVID-19 mengalami tingkat kecemasan sedang (56,67%), kecemasan ringan (23,33%), kecemasan parah (6,67%) dan kecemasan sangat parah (3,33%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan tenaga vaksinasi COVID-19 pada masa pandemi di Kabupaten Tasikmalaya 2022. Jenis penelitian analitik deskriptif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelilitian ini adalah 1274 orang dan pengambilan sampel menggunakan disproportionate stratified random sampling dengan sampel 309 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis dilakukan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis dari 5 variabel yang diteliti didapatkan tidak ada hubungan pendidikan dengan tingkat kecemasan (p value=0.057), dan terdapat hubungan antara pengetahuan (p value=0.001), jarak ke lokasi vaksinasi (p value 0.003), target sasaran vaksinasi (p value 0.014), jumlah sasaran vaksinasi (p value 0.007) dengan tingkat kecemasan. Faktor dominan yang berhubungan dengan tingkat kecemasan tenaga vaksinasi COVID-19 pada masa pandemi di Kabupaten Tasikmalaya 2022 adalah jumlah sasaran vaksinasi.
HUBUNGAN ANTARA KINERJA TENAGA KESEHATAN DENGAN CAPAIAN TARGET KINERJA PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PAGERAGEUNG KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2022 Yoyo Suhartoyo; Esty Febriani; Rossi Suparman; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 01 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i01.602

Abstract

Puskesmas selaku organisasi ujung tombak pembangunan kesehatan dituntut mempunyai pelayanan yang bermutu dan berkualitas. Masalah yang sering dialami oleh Puskesmas adalah rendahnya capaian target pelayanan Kesehatan. Berdasarkan data Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) UPTD Puskesmas Pagerageung tahun 2021 didapatkan hasil bahwa Penilaian cakupan pelayanan UKM Esensial hanya 81,78%, cakupan UKM pengembangan hanya 83,11% dan cakupan Pelayanan UKP sebesar 96,39%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kinerja tenaga kesehatan dengan capaian target pelayanan kesehatan di Puskesmas Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya 2022. Jenis penelitian ini menggunakan analitik deskriptif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 60 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian mengunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara Orientasi Pelayanan (p = 0,023), Integritas (p = 0,004), Disiplin (p = 0,009) Kerjasama (p = 0,011) dan Kepemimpinan (p = 0,041) dengan capaian target kinerja SDM kesehatan di Puskesmas. Variabel disiplin merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan capaian target kinerja SDM kesehatan di Puskesmas. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan capaian target pelayanan kesehatan baik itu cakupan pelayanan UKM Esensial dan cakupan UKM pengembangan yang mayoritas masih masuk kedalam kategori sedang.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PEGAWAI DI RSUD LINGGAJATI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 Shinta Risnawaty; Rossi Suparman; Mamlukah Mamlukah; Lely Wahyuniar
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 01 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i01.603

Abstract

Rumah sakit memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. SDM Kesehatan yang didayagunakan di Fasyankes di Indonesia sebanyak 1.500.541 orang dan di Provinsi Jawa Barat sebanyak 17.9347 orang. Berdasarkan Renja RSUD Linggajati, diperoleh data mengenai Indikator Kinerja Utama RSUD Linggajati yaitu Tingkat Kelulusan Standar Akreditasi Rumah Sakit dengan target (100%) dan pencapaian hanya (73,3%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan tahun 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 302 orang dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 172 orang. Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat (Rank Spearman) dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara profesionalisme (p = 0,010), persepsi (p = 0,001), sikap (p = 0,022), kepemimpinan (p = 0,000) dan penghasilan (p = 0,028) dengan kinerja pegawai. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kinerja pegawai yaitu penghasilan dengan OR 29,176 (95% CI: 3,502 - 43,059). Diharapkan dapat memonitoring dan memberikan evaluasi terhadap kepegawaian dan penilaian kinerja secara rutin sebagai dasar pemberian reward bagi pegawai yang berkinerja baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMBAYARAN IURAN BPJS KESEHATAN PADA PESERTA MANDIRI DI PUSKESMAS KERTASEMAYA KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022 Murniasih Murniasih; Rossi Suparman; Mamlukah Mamlukah; Esty Febriani
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 01 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i01.604

Abstract

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk capai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) salah satunya menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten Indramayu yang sudah terdaftar sebagai Peserta BPJS sebanyak 1.167.072 jiwa. Sebanyak 116.047 (9,94%) jiwa merupakan peserta BPJS Mandiri. Puskesmas Kertasemaya merupakan Puskesmas tertinggi yang memiliki peserta BPJS Mandiri di Kabupaten Indramayu yaitu sebanyak 5.179 jiwa dengan angka kepatuhan pembayaran iuran BPJS Mandiri sebanyak 1.181 (22,8%) jiwa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan pada peserta mandiri di Puskesmas Kertasemaya Kabupaten Indramayu Tahun 2022. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 1.454 orang dan pengambilan sampel dengan teknik disproportionate stratified random sampling sebanyak 200 orang. Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara pendapatan (p = 0,000), jumlah anggota keluarga (p = 0,006), akses pembayaran (p = 0,05) dan kepuasan pelanggan (p = 0,028) dengan kepatuhan pembayaran iuran. Tidak terdapat hubungan antara umur (p = 0,121), jenis kelamin (p = 0,626), pengetahuan (p = 0,709) dan cara pembayaran (p = 0,691) dengan kepatuhan pembayaran iuran. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan pembayaran iuran yaitu penghasilan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS JATIBARANG KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022 Cucu Sartiasih; Rossi Suparman; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i01.589

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatatkan penurunan jumlah peserta pada 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya akibat tekanan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Data kunjungan pasien rawat jalan peserta BPJS yang datang ke Puskesmas Jatibarang mengalami penurunan dari 7.313 jiwa (2020) menjadi 7.127 jiwa (2021). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Jatibarang Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini analitik deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 7.127 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 379 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner tertutup dengan melakukan wawancara. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat (Rank Spearman) dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Disimpulkan terdapat hubungan antara lima variabel dengan kepuasan pasien BPJS meliputi: fasilitas, kualitas layanan, interaksi personal, sikap layanan dan jadwal pelayanan dan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan yaitu fasilitas kesehatan. Diharapkan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam hal komunikasi, sikap dan etika petugas pelayanan serta aktif mengkomunikasikan keluhan kepada petugas puskesmas setempat agar memperlancar proses pelayanan yang memuaskan.
Co-Authors Abdal Rohim Abdal Rohim Abdal Rohim Ade Saprudin Agah Nugraha Ali Budiarto, Ali Amalia, Angginamita Apriani, Nina Aprianto, Risman Asep Nandang Hendarsyah Asep Sufyan Ramadhy Asikin Asikin Assegaf, Hapidz Hilal Atik Nurhayati Ayu Sekar Dini Badriah, Dewi Laelatul Cansiwinata, Ina Carbadi Carbadi Cipto Sudrajat Cucu Sartiasih Denny Mustafa Dessy Sutanti Dewi Laelatul Badriah Dewi Ratnawati Dewi Yuliani, Dewi Dinny Indriyani Diyah Siti Junaidah Dwi Nastiti Iswarawanti Dwi Nastiti Iswarawanti Dwi Nastiti Iswarawanti Elsa Rustiawati Emi Sumarni Esty Febriani Fatkurochman, Fatkurochman Hanna Maulyndah Hayati, Neli Kardiani Hayuningsih Siskayani Heni Handayani Heni Handayani, Heni Henni Djuhaeni Herlina, Popon Hermansyah, Asep Nandang Hidayat, Aid Fitriyana Hidayati, Windhy Iin Wahyuni Adiyanti iis ismawati Iskandar Iskandar Jamaludin Jamaludin Kosim Nurseha Lely Wahyuniar Lely Wahyuniar Lutfiatur Rosyidah M Lukman Mahmudah Mahmudah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah, Mamlukah Melinda, Intan Gita Muhamad Wildan Khaerudin Murniasih Murniasih Nugraha, Agah Nurahmi, Sri Nurjannah, Siti Nunung Nurseha, Kosim Rachmat Roebidin Rafliyani, Linda Rahayu, Nurdewi Anggita Rahmawati, Ai Reny Ramadhy, Asep Sufyan Retno Suciana Roebidin, Rachmat Rofiqoh, Efi Ropii, Ahmad Rumsilah, Rumsilah Sarifuddin, Diding Sarman Agustani Setiyanto Setiyanto Sharon Gondodiputro Shinta Risnawaty Sohel Rana Sohel Rana, Sohel Sri Suwartini, Sri Sukmanawati, Dera Supangat, Uus Suryaningsih Suryaningsih Susianto Susianto Susianto Tseng Tati Yuliani Tety Rostanty Tonton, Erika Astarita Triseu Setianingsih Wahyuniar, Lely Warti Warti Yannah, Yannah Yoyo Suhartoyo Yudha, Resta Mutiara