Rossi Suparman
Fakultas Ilmu Kesehatan, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Bhakti Husada Indonesia

Published : 79 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Sistem Pembiayaan Kesehatan Sebelum dan Selama Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kuningan Tahun 2014 Rossi Suparman; Cecep Heriana
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Indonesia implementing health financing system of social insurance starting on January 1, 2014 Health financing policy in this year ensured that all Indonesian society in terms of health insurance. Kuningan Regency Society already registered BPJS approximately 52%. Kuningan district health budget allocation in 2014 reached 4.9% of regional budget. When a policy is launched it will cause a change before or when the policy is launched insluding policy National Health insurance. This study aims to describe the comparison of the health financing system before and during the implementation of the national health insurance (JKN) in the Kuningan District. Methods: This study is a descriptive study with a qualitative approach. Subject of research was stakeholders, profesional organization, college. Characteristics of data collected include primary data obtained from interviews using an interview guide, while the secondary data obtained with the document study and the data were analyzed qualitatively. Result: The funds of health financing before JKN was approved from the state budget, provincial budget and the district also levies charges. Currently plus funds from the public (non-PBI). Allocation of health financing before and after JKN has not changed still 4,9% of the budget. Before JKN was approved, health care payment was using fee for service, and currently uses pattern CBG's INA rates. Governance in the region has not changed, the law refers to national legislation for the regulation of only a capitation system. The role of stakeholders or any agency in JKN was as implementers, monitoring and evaluation. The major of management role JKN program, each agency work together in order to all citizens will have become participants BPJS in Kuningan District. Conclusion and recommendation: health financing system in Kuningan district generally has not changed due to the allocation of health funding still does not tend to rise. Expected to increase the allocation of Health funding, and poor people who are not covered can be covered BPJS.
KESIAPAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT (SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT) UNTUK BERMITRA DENGAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF Rossi Suparman; Ade Saprudin; Cecep Heriana
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.98

Abstract

Pelayanan kesehatan dalam Pelaksanaan JKN di Indonesia terdiri dari Promotif, Preventif, kuratif dan rehablitiatif, namun pada pelaksanaannya pelayanan promotive dan preventif oleh FKTP belum dilaksanakan secara optimal, salah satunya disebakan karena tidak tersedia Tenaga Kesehatan Masyarakat. Tenaga Kesehatan Masyarakat atau Sarjana Keshatan Masyarakat (SKM) dapat bermitra dengan FKTP untuk melaksanakan upaya promotive dan preventif dengan persyatakan tenaga kesehatan masyarakat harus siap melaksanakan kemitraan sebagai implementasi prakatik kesehatan masyarakat. Sampai dengan saat ini tidak tersedia data tentang kesiapan tenaga kesehatan masyarakat untuk bermitra dengan FKTP. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesiapan Tenaga Kesehatan Masyarakat/SKM yang mandiri untuk bermitra dengan FKTP di Kab. Kuningan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 80% responden tidak memiliki STR, sebanyak 85% belum menjadi anggota IAKMI, 90% tidak memiliki pengalaman bermitra dengan FKTP. Sebanyak 100 persen SKM siap bermita dengan FKTP dan memiliki kepercayaan diri atas kompetensinya. Simpulan bahwa sebagain besar tidak memiliki STR, bukan anggota IAKMI, pengetahuan baik, tidak memiliki pengalaman bermitra dan memiliki kepercayaan diri. Saran diharapkan SKM meningkatkan kompetensi untuk mendapatkan STR dan tergabung dalam orgnisasi profesi IAKMI dan bagi IAKMI dan AIPTKMI harus menyusun panduan praktik kesehatan masyarakat dan kemitraan dengan FKTP sebagai bagian dari praktik mandiri kesehatan masyarakat.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU HAMIL DENGAN RISIKO TINGGI DI PUSKESMAS SINDANGWANGI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2020 Rossi Suparman; Ade Saprudin; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.172

Abstract

Periode kehamilan dan setelah melahirkan menempatkan ibu pada kondisi rentan terjadi perubahan emosi yang berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik, tingkat kecemasan dan sindrom post-partum ibu dengan risiko tinggi di Puskesmas Sindangwangi Kabupaten Majalengka. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sebanyak 60 orang ibu hamil dengan risiko tinggi di Puskesmas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner HARS dan EPDS. Distribusi frekuensi variabel dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata ibu hamil berada pada usia produktif kehamilan yaitu: 27,6+5,7 tahun. Sebagian besar berpendidikan Sekolah Menengah Pertama dan ibu rumah tangga. Sebagian besar (96,7%) memiliki pendapatan di bawah UMR. Rata-rata waktu persalinan adalah 7,18+2,9 jam dengan sebagian besar persalinan secara normal. Sebagian besar responden memiliki kecemasan sedang (48,4%) dan penilaian tingkat depresi post-partum dengan kategori berat sebesar 83,3 %. Diperlukan asuhan kebidanan yang terintegrasi dengan kesehatan mental ibu hamil sehingga dapat menurunkan stresor dan memperbaiki kualitas kesehatan sampai setelah persalinan.
ANALISIS PENGARUH TERAPI SENAM ANTI STROKE SEBAGAI UPAYA NON FARMAKOLOGI MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANJUT USIA (LANSIA) DENGAN HIPERTENSI RINGAN Emi Sumarni; Mamlukah Mamlukah; Rossi Suparman; Ahmad Ropii; M Lukman; Jamaludin Jamaludin; Cipto Sudrajat
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v1i2.300

Abstract

Lanjut usia (Lansia) merupakan proses alamiah dan berkesinambungan secara bertahap yang dimulai dari bayi, masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan lansia. Peningkatan usia harapan hidup pada lansia dapat mempengaruhi aspek kehidupan mereka, seperti perubahan psikologis, fisik, biologis, sosial, dan akan semakin banyak timbul penyakit degeneratif karena proses penuaan tersebut. Salah satunya dapat dilihat dari perubahan pada fungsi kardiovaskular, yang mengakibatkan tekanan darah meningkat atau akan menimbulkan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh senam anti stroke terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi ringan. Jenis pada penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pre-test dan post-test only design, dimana akan dilakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan senam anti stroke. Sampel pada penelitian ini adalah setiap lansia yang menderita kategori hipertensi ringan yang berjumlah 20. Instrument penelitian adalah SOP senam anti stroke, tensi meter digital, buku catatan. Analisis data yang digunakan untuk melihat pengaruh senam anti stroke terhadap penrunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi ringan menggunakan analisis statistik uji paired t test dengan drajat kepercayaan α = 0,05 Berdasarkan hasil analisis univariat menunjukan terdapat penurunan tekanan darah pada lansia sebelum perlakuan dengan mean sistole sebesar 151.70 dan diastole sebesar 87.10, sedangkan pada mean tekanan darah setelah diberikan perlakuan mean sistole sebesar 126 dan diastole sebesar 79.95. berdasarkan hasil uji bivariat menunjukan bahwa terdapat pengaruh senam anti stroke terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi ringan dengan nilai p= 0,000. Berdasarkan hasil tersebut simpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh senam anti stroke terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi ringan. Kata Kunci : Senam anti stroke, hipertensi, sistole, diastole.
PENGARUH TERAPI MURATTAL AL-QURAN TERHADAP KECEMASAN PADA PEKERJA LAYANAN JASA BOGA DI KABUPATEN CIREBON PADA ERA PANDEMI COVID 19 TAHUN 2020. Rachmat Roebidin; Mamlukah Mamlukah; Rossi Suparman; Esty Febriani
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v1i2.306

Abstract

ABSTRAK Terapi Murattal al-Quran adalah terapi mendengarkan bacaan al-Quran yang merupakan terapi religi bahwa seseorang dibacakan ayat-ayat al-Quran selama beberapa menit atau jam sehingga memberikan dampak positif. Jumlah populasi 64 responden dengan sampel 30 kasus dan 30 kontrol dengan metode purposive sampling dan pengambilan data menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) didapatkan jumlah responden yang mengalami kecemasan berat sebanyak (66,6%). Pengaruh terapi Murattal al-Quran terhadap kecemasan p value = 0,000 Kesimpulannya terdapat pengaruh terapi Murattal al-Quran terhadap kecemasan. Kata Kunci : Terapi Murattal al-Quran, Kecemasan Murattal al-Quran therapy is a therapy to listen to the recitation of the Koran which is a religious therapy that someone reads verses of the Koran for a few minutes or hours so that it has a positive impact. The total population of 64 respondents with a sample of 30 cases and 30 controls using purposive sampling method and data collection using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) obtained the number of respondents who experienced severe anxiety (66.6%). The effect of Murattal al-Quran therapy on anxiety p value = 0.000 In conclusion, there is an effect of Murattal al-Quran therapy on anxiety. Keywords: Murattal al-Quran therapy, Anxiety
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN PENGOBATAN SECARA TERATUR PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS HANTARA KABUPATEN KUNINGAN 2020 Asikin Asikin; Dewi Laelatul Badriah; Rossi Suparman; Susianto Susianto
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v2i1.330

Abstract

Prevalensi penyakit hipertensi di Jawa Barat sebesar 39,6%. Angka tersebut melebihi angka nasional yang hanya 34,11%. Kabupaten Kuningan memiliki prevalensi penyakit hipertensi yang cukup tinggi. Dari total laki-laki dan perempuan yang berusia produktif, terdapat 15,06% orang yang memiliki penyakit hipertensi dan hanya sebesar 38,33% yang memiliki kepatuhan melakukan pengobatan secara teratur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan teratur pada penderita hipertensi usia produktif di Puskesmas Hantara Kabupaten Kuningan 2020. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 861 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling sebanyak 273 responden. Instrumen penelitian ini mengunakan sfigmomanometer, stetoskop dan lembar kuesioner tertutup. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat Uji Korelasi Rank Spearman. Distribusi perilaku kepatuhan responden dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur didapatkan hasil sebanyak 109 orang (39,9%) diantaranya memiliki perilaku tidak patuh dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur, sedangkan 164 orang (60,1%) lainnya memiliki perilaku patuh dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur. Hasil uji korelasi Rank Spearman, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (p = 0,000), tingkat pendidikan (p = 0,001), penghasilan (p = 0,001) dan jarak rumah responden ke Puskesmas (p = 0,010) dengan kepatuhan dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, penghasilan dan jarak rumah responden ke Puskesmas dengan kepatuhan dalam melakukan pengobatan hipertensi secara teratur di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Hantara Kabupaten Kuningan tahun 2020. Diharapkan penderita hipertensi agar teratur melakukan kontrol tekanan darah sesuai dengan anjuran dokter sehingga dapat meminimalisir terjadinya kemungkinan komplikasi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI HEMODIALISA DI UNIT HEMODIALISA RSUD 45 KUNINGAN 2021 Sarman Agustani; Rossi Suparman; Triseu Setianingsih; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 02 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v2i2.411

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi dan insidensi gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang tinggi. Hemodialisis adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang paling banyak dipilih di Indonesia. Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa Penyakit Ginjal Kronis (PGK) masih tinggi, yaitu 3,8% dengan kenaikan 1,8% sejak 2013 sekitar 499.800 orang. Kabupaten kuningan jumlah pasien yang menjalani hemodialisa sampai tahun 2020 tercatat 429 penderita, termasuk di RSUD 45 Kuningan jumlah pasien yang menjalani hemodialisa kira-kira 136 pasien. Kepatuhan merupakan salah satu permasalahan pada pasien hemodialisa yang mengalami penyakit kronis. Tujuan Penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa.cross sectional dengan jumlah sampel 101 responden. Pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner.. Analisis Chi Square (bivariat) dengan = 0,05, didapatkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan menjalani hemodialisa dengan usia (p=0,019), tingkat pendidikan (p=0,000), dan lama HD (p=0,040). Analisis regresi logistik (multivariat) didapatkan variabel usia dengan nilai Exp(B) 13.879 merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI PUSKESMAS CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2020 Asep Nandang Hendarsyah; Rossi Suparman; Susianto Susianto; Mamlukah Mamlukah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 02 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v2i02.454

Abstract

Data Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2017 - 2018 menyatakan adanya penurunan jumlah kunjungan pasien. Salah satunya terjadi di Puskesmas Ciawigebang Kabupaten Kuningan dengan persentase penurunan jumlah kunjungan pasien peserta BPJS Kesehatan terbanyak yaitu 34.621 orang (46,44%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor-faktor kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Puskesmas Ciawigebang tahun 2020. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 36.841 orang dan pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 396 responden. Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner tertutup dengan melakukan wawancara. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat Chi-Square dan analisis multivariat Analisis bivariat : fasilitas puskesmas (P = 0.000), kualitas layanan (P = 0.000), interaksi personal (P = 0.000) sikap layanan (P = 0.000), jadwal pelayanan (P = 0.000) dengan kepuasan pasien peserta BPJS, analisis multivariat : sikap layanan (P =0.000 dan OR 47.07), interaksi personal (P = 0.000 dan OR 10.2). Semua variabel memiliki hubungan dengan kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan, dengan variabel yang paling dominan berhubungan yaitu interaksi personal dan sikap layanan. Diharapkan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam hal komunikasi, sikap dan etika petugas agar terwujudnya pelayanan yang memuaskan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN BERULANG PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) (STUDI PADA KLINIK PRATAMA ORINDA KUNINGAN) TAHUN 2021 Agah Nugraha; Rossi Suparman; Mamlukah Mamlukah; Susianto Susianto
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 02 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v2i02.455

Abstract

Pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN) di Indonesia sejak tahun 2014 telah merubah pola perilaku pencarian pengobatan pada masyarakat termasuk kunjungan berulang ke klinik pratama menjadi aktif. Sehingga berpotensi terjadinya kunjungan berulang (kunjungan >1 kali). Klinik Orinda di Kuningan, termasuk klinik dengan kunjungan berulang tertinggi oleh masyarakat sehingga perlu diketahui dan dianalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pola kunjungan berulang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan berulang pada pasien peserta JKN di Klinik Orinda Kabupaten Kuningan tahun 2021 Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini berjumlah 780 orang (Maret-Mei 2021) dan sampel sebanyak 265 responden (teknik consecutive sampling). Instrumen penelitian ini mengunakan lembar kuesioner dengan melakukan wawancara. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat Chi-Square, dan analisis multivariat regresi logistik Analisis bivariat : persepsi sakit (P = 0,047), keyakinan akan kesembuhan (P=0,001), persepsi kualitas layanan (P = 0,000), dukungan keluarga (P =0,012), Jenis Kepesertaan (P=0,039). Analisis Multivariat : Persepsi Sakit (nilai p=0,047, 95% CI:0,789-2,595). Kesimpulan, semua variabel berhubungan dengan kunjungan berulang pada pasien peserta JKN di Klinik Orinda tahun 2021. Dengan begitu, diharapkan pasien BPJS lebih giat untuk literasi tentang penyakit dan pencegahannya agar tidak melakukan kunjungan berulang jika dianggap masih bisa disembuhkan sendiri atau di rumah.
STUDI ANALISIS KETERCAPAIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN AKREDITASI PUSKESMAS DAN KINERJA PUSKESMAS DI KABUPATEN KUNINGAN Dessy Sutanti; Rossi Suparman; Triseu Setianingsih; Dewi Laelatul Badriah
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 02 (2022): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v2i02.462

Abstract

Akreditasi merupakan salah satu kebijakan bentuk yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Implementasi kebijakan tersebut dilaksanakan setelah dikeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter dan Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi. Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) merupakan rangkaian dalam Manajemen Puskesmas, suatu kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan keluaran yang efektif dan efisien (Permenkes, 2016). PKP merupakan salah satu penilaian yang ada dalam akreditasi Puskesmas. Permenkes No 46 tahun 2016 menyatakan bahwa di dalam PKP terdapat cakupan program, manajemen dan mutu yang dinilai dari mulai input, proses dan output.metode campuran ). Sampel penelitian untuk kuantitatif adalah total sampling 37 Puskesmas, dan untuk kualitatif adalah teknik probabilitas dengan stratifikasi sebanyak 9 Puskesmas. Analisis data kuantitatif dialkukan dengan uji Chi Square, untuk data kualitatif menggunakan analisis tema Matriks Hasil analisis bivariat yang didapatkan tidak ada hubungan antara capaian akreditasi Puskesmas dengan capaian kinerja Puskesmas di Kabupaten Kuningan dengan p=0,639. Untuk mendapatkan kualitatif dari keempat faktor yang berhubungan dengan implementasi kebijakan akreditasi Puskesmas di Kabupaten Kuningan tahun 2019 yang dapat segera ditingkatkan capaiannya tanpa membutuhkan waktu dan biaya yang besar adalah faktor hubungan antar organisasi.
Co-Authors Abdal Rohim Abdal Rohim Abdal Rohim Ade Saprudin Agah Nugraha Ali Budiarto, Ali Amalia, Angginamita Apriani, Nina Aprianto, Risman Asep Nandang Hendarsyah Asep Sufyan Ramadhy Asikin Asikin Assegaf, Hapidz Hilal Atik Nurhayati Ayu Sekar Dini Badriah, Dewi Laelatul Cansiwinata, Ina Carbadi Carbadi Cipto Sudrajat Cucu Sartiasih Denny Mustafa Dessy Sutanti Dewi Laelatul Badriah Dewi Ratnawati Dewi Yuliani, Dewi Dinny Indriyani Diyah Siti Junaidah Dwi Nastiti Iswarawanti Dwi Nastiti Iswarawanti Dwi Nastiti Iswarawanti Elsa Rustiawati Emi Sumarni Esty Febriani Fatkurochman, Fatkurochman Hanna Maulyndah Hayati, Neli Kardiani Hayuningsih Siskayani Heni Handayani Heni Handayani, Heni Henni Djuhaeni Herlina, Popon Hermansyah, Asep Nandang Hidayat, Aid Fitriyana Hidayati, Windhy Iin Wahyuni Adiyanti iis ismawati Iskandar Iskandar Jamaludin Jamaludin Kosim Nurseha Lely Wahyuniar Lely Wahyuniar Lutfiatur Rosyidah M Lukman Mahmudah Mahmudah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah Mamlukah, Mamlukah Melinda, Intan Gita Muhamad Wildan Khaerudin Murniasih Murniasih Nugraha, Agah Nurahmi, Sri Nurjannah, Siti Nunung Nurseha, Kosim Rachmat Roebidin Rafliyani, Linda Rahayu, Nurdewi Anggita Rahmawati, Ai Reny Ramadhy, Asep Sufyan Retno Suciana Roebidin, Rachmat Rofiqoh, Efi Ropii, Ahmad Rumsilah, Rumsilah Sarifuddin, Diding Sarman Agustani Setiyanto Setiyanto Sharon Gondodiputro Shinta Risnawaty Sohel Rana Sohel Rana, Sohel Sri Suwartini, Sri Sukmanawati, Dera Supangat, Uus Suryaningsih Suryaningsih Susianto Susianto Susianto Tseng Tati Yuliani Tety Rostanty Tonton, Erika Astarita Triseu Setianingsih Wahyuniar, Lely Warti Warti Yannah, Yannah Yoyo Suhartoyo Yudha, Resta Mutiara