Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA ENGKASAN KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU Iyus, Iyus; Akhmad, Asmahan; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.14859

Abstract

Land evaluation is the process of assessing the potential of the land for specific uses. Land is a medium used for an activity in the field of agriculture or natural resources and at the same major agrarian resources that are essential for support lives and livelihoods of people on earth. This study aims to determine the level/grade suitability of land for oil palm plantations and attempt to provide management recommendations. Results of land evaluation, whether the results obtained from the field and the results of laboratory analysis results will provide information and guidance necessary land use and finally value of production expectations increased. The research was conducted in the village of Engkasan Tayan Hulu subdistrict Sanggau district with an area of 100 hectares. Analysis of soil samples carried out in the Laboratory of Chemistry and Soil Fertility Faculty of Agriculture, University Tanjungpura Pontianak. The study started from April 2015 until the end of April 2016. The research was conducted by survey method using a grid system. Implementation of the research include: 1) Preparation, consisting of cartography topography of the site of research, collecting secondary data research sites and tools and materials used, 2) field observations, consisting of drilling and profiling of land, 3) Analysis soil samples in the laboratory, 4) Analysis and compilation of data, which consists of determining ratings soil chemical properties, determining the nomenclature of land, determination of land suitability classes, determination of the limiting factors of land, 5) Interpretation of the data and presenting the results, the data obtained in the field associated with the results of the analysis in the laboratory. The interpretation of field data and analysis in the laboratory showed that among the sites there are 4 Soil Mapping Unit, but it has one type of soil and is classified into the Order Ultisol, Sub-order Udik, Great-group Kandiudults, Sub-order Typic Kandiudults with epipedon ocric and horizon diagnostic kandik. Soil Mapping Unit 1 has a land suitability classes S3-n (nutrient status) actual and potential land suitability classes S1, Soil Mapping Unit 2 has a land suitability classes S3-ns (slope and nutrient status) actual and potential land suitability classes S1, Soil Mapping Unit 3 has the actual land suitability classes N1-s (slope). N1-s (slope) can not do so any improvement potential land suitability classes Soil Mapping Unit remain N1-s (slope) 3 and Soil Mapping Unit 4 has the actual land suitability classes N2-s (slope). N2-s (slope) can not do so any improvement potential land suitability classes Soil Mapping Unit remain N2-s (slope). Recommended management consists of organic materials recommendation, liming, fertilizing and terracing. The results of the lime requirement calculations amounted to 0.5344 ton / mgCa (CO3) 2 / ha, the result of calculation of P and K fertilizer demand respectively 159.8 kg / ha SP36 and 130 kg / ha KCl. Keywords: Land Suitability Evaluation, Palm Oil, Quality Land.
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2005-2015 PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI SEPAUK BAGIAN TENGAH KABUPATEN SINTANG KOKO, YOHANES; HAZRIANI, RINI; KRISNOHADI, ARI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15781

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan peralihan dari penggunaan lahan tertentu menjadi penggunaan lainnya. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada Sub-daerah aliran sungai (DAS) Sepauk bagian tengah pada umumnya berupa hutan menjadi lahan perkebunan, pertanian serta areal terbuka yang disebabkan oleh penambangan. Berdasarkan hal ini, untuk mendeteksi perubahan penggunaan lahan dengan cepat dan akurat maka digunakan penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografis (GIS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Sepauk bagian tengah dari tahun 2005 sampai dengan 2015 dan mengetahui kecenderungan perkembangan arah perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 tahun 2015 menggunakan kombinasi band 653 terdapat konversi perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Sepauk bagian tengah. Hasil verifikasi lapangan yang dibandingkan dengan hasil interpretasi citra satelit. Citra satelit Landsat 8 memiliki ketelitian 88%. Penggunaan lahan Sub DAS Sepauk bagian tengah dari tahun 2005 sampai 2015 mengalami alih fungsi lahan dengan luas 4.201,19 ha (20,86%) dari total luas Sub DAS Sepauk bagian tengah yaitu 20.142,06 ha. Jenis penggunaan lahan yang mengalami perubahan terbesar adalah hutan lahan kering sekunder dengan luas 1.971,85 ha. Pada tahun 2015 terdapat konversi penggunaan lahan menjadi perkebunan yang memiliki luas 2.863,85 ha, dan ini merupakan alih fungsi lahan hutan, lahan kering sekunder dan pertanian lahan kering bercampur semak, serta permukiman yang memiliki luas 40,59 ha. Berdasarkan prediksi, produksi padi dari ladang Sub DAS Sepauk bagian tengah dengan memanfaatkan luas lahan kering bercampur semak seluas 13.815,35 ha, maka diperoleh produksi padi ladang yaitu 26.525,47 ton. Kata kunci : Identifikasi dan Pemetaan, Perubahan Penggunaan Lahan, Sub DAS Sepauk
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN JAGUNG DI DESA GALANG KECAMATAN SUANGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH CANDRA, ANJI; Hazriani, Rini; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.18081

Abstract

Potensi hasil panen tanaman jagung pada lahan gambut Desa Galang perlu di identifikasi melalui evaluasi kesesuaian lahan, karena pada tahun 1999 pernah di tanam, namun tidak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor menghambat tanaman jagung, untuk menentukan kelas kesesuaian lahan gambut aktual dan potensial dan merekomendasikan pemupukan tanaman jagung di desa Galang, kabupaten Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Penelitian dimulai dari bulan Maret 2016 sampai Juni 2016 dengan luas area ± 50 Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian untuk tanaman jagung sesuai marginal (S3) dengan faktor penghambat yaitu retensi hara dan media perakaran (N2-rf). Kesesuaian lahan gambut perlu diberikan rekomendasi pengelolaan lahan termasuk pengelolaan saluran dan drainase, pemadatan tanah gambut, rekomendasi pengapuran maupun pemberian amelioran dengan lumpur laut dan rekomendasi pemupukan. Unsur hara tanah dapat ditingkatkan di mana N dan K, pada tanah gambut dilakukan pemupukan yaitu untuk Urea (193,82 kg / ha) dan KCL (163,22 kg / ha) dan SPT 2: Urea (194,67 kg/ha), KCL (119,86 kg/ha). Kata kunci : Evaluasi Kesesuaian Lahan Gambut, Jagung, Desa Galang.
Identifikasi Kesuburan Tanah Alluvial pada Perkebunan Karet Rakyat di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Nobertus, NOBERTUS; Hayati, Rita; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18736

Abstract

Karet merupakan komoditas yang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama peralatan rumah tangga yang merupakan bahan bakunya dari karet, seperti sol sepatu, kursi, selang, sikat, ember, pelapis kabel, ban, dan beranekaragam manfaat karet dalam kehidupan sehari-hari lainnya. Luas perkebunan karet secara umum di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2008 adalah sebesar 32.145,1 ha dengan total produksi 11.140 ton dengan produktivitas 346,5 kg/ha/tahun dan pada tahun 2009 produksinya mengalami penurunan menjadi 10.958,7 ton, dengan produktivitas 340,9 kg/ha/tahun. Luas perkebunan karet di Kecamatan Sungai Ambawang sendiri adalah 13.001,4 ha dan merupakan terluas di Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah produksi sebesar 6.305,3 ton dengan produktivitas 484,9 kg/ha/tahun (BPS Kabupaten Kubu Raya 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah, rekomendasi umum hara N, P dan K untuk menunjang pertumbuhan dan produksi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya dengan luas umum kebun karet di Desa Lingga 500 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 2 umur tanaman yang berbeda-beda, dalam satu lokasi di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem grid dan dikompositkan. Parameter pengamatan Reaksi Tanah (pH), N-Total Tanah, P tersedia, K dapat dipertukarkan, C-Organik Tanah, Kapasitas Tukar Kation, Calsium tersedia, Magnesium, Natrium, Kejenuhan Al, Bobot Isi, Kedalaman Pirit, Warna Tanah Kedalaman Muka Air Tanah dan Drainase. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam, Kadar nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, kadar fosfor (P) tersedia tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kadar kalium (K) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai sedang, magnesium (Mg) tersedia pada lokasi penelitian tergolong sangat sendah sampai rendah, natrium (Na) pada lokasi penelitian tergolong rendah, Kejenuhan Alumunium (Al) pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kedalaman sufidik dilokasi penelitian tergolong sangat dalam, Kapasitas Tukar Kation pada lokasi penelitian tergolong sedang, Kejenuhan Basa pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, dan status kesuburan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah.Kata kunci :Status Hara, Tanaman Karet, Kesuburan Tanah.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L) DI DESA SOTOK KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU Arif, Kristoforus; KRISNOHADI, ARI; HAZRIANI, RINI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19139

Abstract

ABSTRAK :Evaluasi kesesuaian merupakan bagian dari proses perencanaan tataguna tanah. Inti evaluasikesesuaian lahan adalah membandingkan persyaratan yang diminta oleh tipe penggunaan lahan yangakan diterapkan, dengan sifat "“ sifat atau kualitas yang dimiliki oleh lahan yang akan digunakan.Lahan yang akan di evaluasi terletak di Desa Sotok Kecamatan Sekatam Kabupaten Sanggau.Parameter penelitian meliputi: keadaan lingkungan, sifat fisika dan kimia. Kondisi linggkungan yangdiamati meliputi bentuk wilayah dan topografi, iklim, periode banjir, bahaya banjir, tinggi genangan,tata guna lahan, dan vegetasi. Sifat fisik tanah yang diamati meliputi warna tanah, tekstur, kedalamanmuka air tanah, kedalaman efektif, struktur tanah dan konsentrasi tanah. Sifat kimia tanah yangdianalisis di laboratorium, meliputi pH, KTK, N-total, P, K, C-Organik, Na, kejenuhan Al dankejenuhan basa. Hasil penilitian menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat satu peta tanah(SPT) yaitu Typic Eutrudepts yang mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S3 "“ nr, eh, n atausesuai marjinal dengan faktor pembatas KTK, C-organik, N total dan bahaya erosi. Rekomendasipengelolaan terdiri dari pemberian bahan organik sebagai pupuk dasar. Pembuatan teras harusmembentuk kemiringan 100-150. Pembuatan saluran drainase dengan lebar 100cm, dalam 100cm danjarak antara saluran berfariasi tiap 200m-500m. Pemupukan N dilakukan untuk meningkatkan S3menjadi S1 sedangkan pemupukan K dilakukan untuk meningkatkan S2 menjadi S1.Kata Kunci : Evaluasi Lahan, Kakao
Status Bobot Isi tanah dan Derajat Kemasaman Tanah Pada Lahan Gambut di Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak Yanda, Arif Elfri; Riduansyah, Riduansyah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19796

Abstract

Bobot isi tanah merupakan salah satu parameter dalam pengamatan sifat fisika tanah yang paling sering dianalisis, karena bisa dijadikan gambaran awal dari sifat fisik tanah lainnya seperti porositas, bearing capacity, dan potensi daya menyimpan air. Derajat kemasaman merupakan salah satu parameter untuk melihat reaksi kimia dalam tanah yang digunakan untuk melihat kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status sebaran bobot isi dan derajat kemasaman tanah pada tanah gambut dan membuat peta sebarannya sebagai acuan untuk memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah, penelitian ini berlangsung tanggal 24 Agustus 2016 sampai dengan 30 September 2016. Data penelitian diperoleh dari sebanyak 20 titik pengamatan, setiap titik diambil 2 sampel tanah tidak terganggu dengan dua kedalaman berbeda dalam satu titik pengamatan. Sampel penelitian diambil pada kedalaman 0 "“ 30 cm dan kedalaman 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari nilai bobot isi, nilai derajat kemasaman, ketebalan gambut, tingkat kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, dan drainase. Hasil rekomendasi analisis dan perhitungan ini memperlihatkan bahwa nilai bobot isi tanah gambut berkisar pada 0,19, menyatakan bahwa status bobot isi tanah pada lokasi penelitian ini sangat rendah, nilai pH berkisar pada 3,6 dan menunjukkan bahwa kondisinya masam, ketebalan gambut berkisar pada kedalaman 506 cm menunjukkan bahwa ketebalan gambut sangat dalam. Kata kunci: Status bobot isi, derajat kemasaman, Bansir Darat
Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) Herisman, Herisman; Riduansyah, Riduansyah; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22032

Abstract

ABSTRAKErosi menimbulkan masalah dalam pertanian karena tanah yang tererosi dapat mengurangi ketebalan lapisan tanah atas yang merupakan penyedia nutrisi bagi tanaman telah terkikis dan terangkut akibat terjadinya erosi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Besarnya laju erosi dihitung menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan menggunakan peta-peta tematik sebagai parameter dalam perhitungan USLE, yaitu factor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengelolaan tanaman (C), dan faktor pengelolaan tanah (P). Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jetak memiliki luas ± 25.147,20 ha.Penelitian dilakukukan di wilayah Sub DAS Jetak. Lingkup penelitian hanya dibatasi pada penelitian prediksi erosi dengan metode USLE dan dilanjutkan dengan penentuan Indeks Bahaya Erosi (IBE).Hasil perhitungan erosi menunjukkkan bahwa Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas yaitu sangat tinggi (116,80 "“ 242,14 ton/ha/th), tinggi (53,18 "“ 116,79 ton/ha/th), sedang (12,35 "“ 53,17 ton/ha/th) dan rendah (0 "“ 12,34 ton/ha/th). Indeks Bahaya Erosi (IBE) Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas, yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kelas rendah dengan nilai 0 "“ 0,98 yang memiliki luas ± 24.062,62 ha, untuk IBE dengan kelas sedang dengan nilai 1,01 - 3,98 yang memiliki luas ± 696,51 ha, untuk IBE dengan kelas tinggi dengan nilai 4,01 "“ 9,39 dengan luas ± 37,47 ha, sedangkan untuk IBE dengan kategori sangat tinggi dengan nilai IBE 10 "“ 14,75 yang memiliki luas ± 350,60 ha. Kata Kunci: Daerah Aliran Sungai, Erosi, Indeks Bahaya Erosi, Jetak
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN BAWANG MERAH DI DESA PELANG KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG WIJAYA, TRI SUMARDI; ANIS, RIDUANSYAH; krisnohadi, ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23734

Abstract

Lahan Gambut Di Desa Pelang merupaka salah satu lahan yang marginal yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap social ekonomi masyarakatnya. Namun dalam pemanfaatannya belum berdasarkan kemampuannya. Permasalahan yang ada seperti pH yang rendah, Kapasitas Tukar Kation (KTK) gambut yang tinggi dan Kejenuhan Basa (KB) relatif rendah, ketersediaan hara makro dan mikro sangat rendah Selain itu, sifat fisika tanah gambut seperti penurunan muka gambut (subsidence), kadar abu, ketebalan dan kematangan gambut juga menjadi salah satu kendala. Oleh sebab itu, diperlukan suatu kegiatan evaluasi kesesuaian lahan yang memberikan informasi tentang kondisi lahan.Metode penelitian yang digunakan seperti pengumpulan data-data sekunder, penyusunan peta rencana kerja, pengambilan sample tanah di lapangan dengan system grid, analisis dan kompilasi data serta penyusunan laporan akhir penelitian. Hasil analisis di laboratorium dan pengamatan di lapangan dipadukan dengan syarat tumbuh tanaman bawang merah, sehingga diperoleh kelas kesesuaian lahan. Pada SPT 1 kelas kesesuaian lahan untuk tanaman bawang merah. Hal ini menunjukkan bahwa factor pembatas terberat adalah ketebalan gambut, ketersediaan hara K2O, dan retensi hara yaitu pH. Pada SPT 2 kelas kesesuaian lahan untuk tanaman bawang merah. Hal ini menunjukkan bahwa factor pembatas terberat adalah ketebalan dan kematangan gambut, ketersediaan hara K2O, dan retensi hara yaitu pH. Dengan teknologi masukan berupa perbaikan drainase, peupukan dan pengapuran menjadikan daerah studi memiliki kelas kesesuaian lahan potensial Sesuai (S) tanpa factor pembatas untuk tanaman bawang merah. Kata Kunci: Bawang Merah, Evaluasi Kesesuaian Lahan.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN BAWANG MERAH (Alium ascalonicum L) DI KELURAHAN SUNGAI SELAMAT KECAMATAN PONTIANAK UTARA GUSWINDI, GUSWINDI; KRISNOHADI, ARI; GUNAWAN, JONI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24051

Abstract

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN BAWANG MERAH (Alium ascalonicum L) DI KELURAHAN SUNGAI SELAMAT KECAMATAN PONTIANAK UTARA Guswindi 1), Ari Krisnohadi 2) Joni Gunawan 2)1) Mahasiswa 2) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Abstrak Bawang merah (Alium ascalonicum L) merupakan komoditas hortikultura yang tergolong sayuran rempah. Sayuran rempah ini banyak dibutuhkan terutama sebagai pelengkap bumbu masakan, untuk menambah cita rasa dan kenikmatan makanan. Pengembangan lahan gambut untuk tanaman bawang merah menghadapi beberapa kendala karena sifat karakteristik yang dimiliki tanah gambut. Sebagian besar gambut tropik bersifat sangat masam dengan pH antara 3,5-4 dan drainase yang buruk/jelek. Tanah gambut juga memiliki kandungan unsur hara N, P, dan K yang relatif rendah, kejenuhan basa rendah dan kahat (deficiency) unsur-unsur mikro seperti Cu, Bo, Mn dan Zn. Tanah gambut juga mempunyai daya tahan (bearing capacity) yang rendah dan sifat kering tak balik (irreversible) yang menyebabkan daya retensi air menurun dan menjadikannya peka erosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya. Berdasarkan hasil interpretasi data dilapangan dan analisis di laboratorium menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian terdapat 2 satuan peta tanah (SPT). SPT 1 (Hemic Haplofibrists) mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual Nw,r dan kelas kesesuaian lahan potensial S3 dengan luas lahan 31,40 ha atau 52,33 % dari luas keseluruhan lokasi penelitian. SPT 2 (Fibric haplohemists) mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual Nw,r dan kelas kesesuaian lahan potensial S3 dengan luas lahan 28,60 ha atau 47,67 % dari luas keseluruhan lokasi penelitian. Tanah pada lokasi penelitian termasuk kedalam kriteria sangat masam, dengan kisaran pH 3,37 - 3,44 sehingga untuk mengatasi keadaan tanah yang bereaksi masam tersebut perlu dilakukan pengapuran. Penghitungan dilakukan berdasarkan percobaan penambahan CaCO3 dengan dosis berkisar 0 - 100 % dengan asumsi peningkatan pH menjadi 6. Kapur yang digunakan adalah kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Kapur yang dibutuhkan pada SPT 1 adalah 21,34 ton [CaMg(CO3)2]/ha, sedangkan kebutuhan kapur pada SPT 2 adalah 22,28 ton [CaMg(CO3)2]/ha. Kata kunci : Bawang merah, kelas kesesuaian lahan, Pengapuran.
PEAT LAND SUITABILITY EVALUATION FOR PEPPER (Piper Nigrum Linn) IN PASAK PIANG VILLAGE SUNGAI AMBAWANG DISTRICTS OF KUBU RAYA REGENCY Ukhuwah, Teguh Galang; Gunawan, Joni; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.081 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.25039

Abstract

ABSTRACT Pasak Piang Village Sungai Ambawang Districts Of Kabupaten Kubu Raya Regency was a location that have a large areas for plantation development, especially for pepper to be the main commodity. This plantation commodity has a strong appeal to individual traders as well as legal entities to make it an object of trade. This study aims to determine the characteristics of peatlands and to determine the level of land suitability for pepper plants (Piper Nigrum Linn) and provide recommendations for improvement. The research method are soil survey using grid system, with 200 x 250 m each survey routes. Soil sample has been analyzed in soil fertility laboratory, University Of Tanjungpura. The result showed that on 80 ha wide area has two land mapping unit, which are typic haplohemist on SPT 1, and typic haplosaprist on SPT 2. The actual land suitability class of SPT 1 and SPT 2 are N1r (temporary not suitable). The inhibited factor of SPT 1 and SPT 2 are root condition (peat depth >200cm). Land management to fix the inhibited factor are soil drainage management, sustainability farming, P and K fertilizer it recommendation will increase the potensial land suitability class to S2 (suitable).