Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa di Era Society 5.0 Alam Bakti; Windo Dicky Irawan; Atjih Sukaesih; Eka Melati; Hendra Sudarso; Irawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran literasi digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa di era Society 5.0. Era ini menuntut integrasi antara manusia dan teknologi, sehingga kemampuan berpikir kritis dan penguasaan literasi digital menjadi kompetensi utama bagi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai hasil penelitian sebelumnya yang relevan dari jurnal nasional dan internasional. Data dikumpulkan melalui analisis mendalam terhadap delapan sumber ilmiah yang membahas hubungan antara literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, terutama dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi. Mahasiswa yang memiliki literasi digital tinggi cenderung mampu menilai kredibilitas informasi, berpikir secara analitis, serta mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data. Selain itu, integrasi literasi digital dalam pembelajaran juga mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif, kreatif, dan reflektif terhadap tantangan akademik di era digital. Pembahasan lebih lanjut mengungkap bahwa penguatan literasi digital melalui kurikulum pendidikan tinggi, pelatihan teknologi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kualitas berpikir kritis mahasiswa. Dengan demikian, literasi digital bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga fondasi penting dalam membentuk mahasiswa yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi kompleksitas dunia Society 5.0.
PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI WILAYAH PESISIR INDONESIA Dewi, Yosa Novia; Melati, Eka; Munawwaroh, Khidayatul; Silfia, Efa; Sadjiran, Sadjiran
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2658

Abstract

Kemiskinan merupakan kondisi yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari masih tingginya jumlah penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 26,5 juta jiwa. Kemiskinan ini tidak terjadi begitu saja, salah satunya karena minimnya penghasilan rumah tangga sehingga membuat mereka tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemberantasan kemiskinan di Indonesia memerlukan kerjasama berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Oleh sebab itu, tim pengabdian masyarakat bersama LAZ Dompet Dhuafa menjalankan program berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemberdayaan perempuan. Program ini menyasar 50 perempuan keluarga nelayan kerang hijau di wilayah pesisir pantai Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Wilayah ini merupakan wilayah penghasil kerang hijau tetapi belum terbudidayakan dengan baik. Praktek nelayan masih dilakukan secara manual sehingga hasil yang didapatkan tidak optimal. Hal ini berdampak pada tingkat penghasilan masyarakat yang masih rendah. Program pengabdian dalam bentuk pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan perempuan keluarga nelayan. Program dijalankan selama satu tahun dengan pendampingan penuh. Program ini melingkupi pemberian modal usaha, pelatihan skil, dan pendampingan usaha. Evaluasi dampak program ini dihitung dengan metode SLIA (Sustainable Livelihood Impact Assessmen. Hasil program pengabdian ini menunjukkan bahwa program memberikan dampak yang positif terhadap kesejehteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat baik dari aspek peningkatan pendapatan, aspek fisik, aspek alam, aspek sumber daya manusia, maupun aspek sosial.
ANALISIS EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Melati, Eka
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui metode studi literatur. Media digital, seperti aplikasi pembelajaran bahasa, platform e-learning, dan sumber daya online, telah mengubah cara pembelajaran bahasa Inggris dilakukan, menawarkan fleksibilitas, aksesibilitas, dan interaktivitas yang tinggi. Studi literatur menunjukkan bahwa media digital dapat meningkatkan berbagai aspek kompetensi bahasa Inggris, termasuk kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, kualitas konten, dan potensi distraksi tetap ada. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan media digital, seperti ketersediaan infrastruktur teknologi, desain dan kualitas konten, keterlibatan dan motivasi siswa, serta dukungan dan pelatihan guru. Untuk mengoptimalkan manfaat media digital dalam pembelajaran bahasa Inggris, disarankan peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan guru, pengembangan konten berkualitas, dan panduan pengelolaan waktu bagi siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan pengembang teknologi pendidikan dalam merancang dan mengimplementasikan solusi pembelajaran digital yang efektif.
Penerapan Penerapan Program STBM Pilar 2 Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja Pukesmas Trauma Center Kota Samarinda Melati, Eka
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 2 dengan frekuensi kejadian diare dan mengevaluasi efektivitas program STBM dalam mengurangi kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Trauma Center Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol, yang melibatkan 142 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pelaksanaan program STBM pilar 2 Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan kejadian diare. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Trauma Center. Temuan ini menekankan pentingnya pendidikan tentang pentingnya praktik CTPS untuk mencegah penyakit, terutama diare.
A Psycholinguistic Investigation of Cognitive Mechanisms in Employee Speech and Conversation Dynamics at an Automated Teller Machine Filling Office Eka Melati; S Suryanti; Zaidun Naim; Ahmad Munawir; Imam Jayanto; Muh. Hasyim Rosyidi
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v6i2.746

Abstract

This study explores the cognitive processes underlying employees’ utterances and conversational dynamics in the specific context of an ATM cash replenishment office from a psycholinguistic perspective. The study's goal is to discover how employees process, organize, and express linguistic information during high-pressure task-oriented interactions. This research adopts a qualitative design. The data consist of employees’ utterances produced in the ATM replenishment office. Data sources include four bank officers, twelve ATM technicians, and ten customers. Data were collected using the participant observation method (simak libat cakap), in which the researcher observed the dynamics and cognitive processes of bank officers’ and ATM employees’ speech through audio recording and note-taking techniques. In-depth interviews were also performed with bank officers, ATM employees, and customers. Following data collection, the analytical process included transcription, data reduction, classification, verification, tabulation, interpretation, and drawing conclusions. The study’s result shows that the employees’s turn taking process, repair prosedures, and utterrance production, has influenced by time constraints, institutional norms, and cognitive load. Furthermore, the study indicates how shared mental models and implicit coordination can help sustain efficiency and accuracy in professional interactions. These resukts broaden the application of psycholinguistic research to organizational communication, especially in financial organizations where precision and clarity are crucial. Aside from its theoretical contribution, this study has practical implications for improving communication training, reducing operational errors, and strengthening teamwork in high-stakes operational settings.
The Integration of Digital Technology in Vocabulary Learning For EFL Students Eka Melati; Evan Afri
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6 Number 2 August 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v6i2.9508

Abstract

This study aims to explore the integration of digital technology in vocabulary learning for EFL students, focusing on how students use, experience, and interpret digital tools in developing vocabulary knowledge. The study is motivated by the increasing use of online dictionaries, translation applications, digital flashcards, videos, learning platforms, and mobile vocabulary applications in EFL learning contexts. A qualitative case study approach was employed to examine this phenomenon within an English Education Program at a higher education institution in Indonesia. The participants consisted of EFL students who had experience using digital technology for vocabulary learning and one lecturer involved in vocabulary-related instruction. Data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and documentation of students’ vocabulary tasks, digital learning materials, and reflective notes. The data were analyzed thematically to identify patterns related to students’ digital vocabulary learning practices. The findings revealed four main themes: digital technology as an accessible vocabulary learning resource, multimodal input as support for vocabulary understanding and retention, learner autonomy and self-regulated vocabulary practice, and challenges related to overdependence on translation tools, distraction, and unequal digital access. These findings contribute to understanding digital vocabulary learning as a contextual and socially situated process shaped by motivation, digital literacy, teacher guidance, and learning environment. The study implies that digital technology should be integrated purposefully and pedagogically to support deeper vocabulary learning. Further research is recommended to examine the long-term impact of specific digital tools on receptive and productive vocabulary development.