Desa Sumber Sari, Kabupaten Kampar, merupakan salah satu wilayah pertanian yang masih menghadapi permasalahan berupa serangan hama tanaman, ketergantungan petani terhadap insektisida kimia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik dari aktivitas pertanian dan rumah tangga. Kondisi ini mendorong perlunya alternatif teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi pembakaran sampah bebas asap dalam mengkonversi limbah organik menjadi insektisida alami di Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-terapan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan alat sederhana berbasis prinsip pirolisis, pelatihan produksi asap cair, serta pendampingan aplikasi di lahan pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses pembakaran terkendali mampu menghasilkan cairan kondensat dengan karakteristik menyerupai wood vinegar, yang mengandung senyawa asam organik dan fenolik dengan potensi insektisida. Variasi frekuensi pembakaran mempengaruhi kualitas produk, di mana kondisi optimum diperoleh pada pH 4–5 yang sesuai untuk aplikasi pertanian setelah pengenceran. Selain menghasilkan produk fungsional, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas teknis petani dalam mengelola limbah biomassa secara mandiri. Implementasi teknologi ini berkontribusi terhadap pengurangan limbah, penurunan emisi dari pembakaran terbuka, serta penguatan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.