Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK BERBASIS CONCEPT ATTAINMENT MODEL SUBPOKOK BAHASAN FILUM ECHINODERMATA UNTUK MELATIHKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Mahbubah, Zahrotul Laili; Kuntjoro, Sunu; Faizah, Ulfi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemahaman konsep adalah kemampuan dalam menguasai pengertian, memberikan interpretasi serta mengetahui sesuatu untuk dapat dilihat dari berbagai segi. Pemahaman konsep peserta didik dapat diajarkan melalui Concept Attainment Model (CAM). Model pembelajaran CAM dalam penerapannya dapat dibantu melalui sumber belajar Lembar Kegiatan Peserta Didik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKPD berbasis CAM subpokok bahasan Filum Echinodermata untuk melatihkan pemahaman konsep peserta didik yang layak berdasarkan validitas, kepraktisan, dan keefektifan. LKPD tersebut menggunakan desain penelitian model 4-D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Dessiminate, namun tahap akhir tidak dilakukan. Uji coba dilakukan pada 16 peserta didik kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Ngimbang. Berdasarkan hasil validasi para ahli terhadap kelayakan isi, bahasa, penyajian serta karakteristik CAM menunjukkan bahwa LKPD dikatakan sangat valid dengan skor sebesar 3.86%. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik dikatakan sangat praktis dengan skor sebesar 86.72%. Berdasarkan respons peserta didik memperoleh skor rata-rata 96.50% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, Keefektifan LKPD berdasarkan hasil belajar yang ditinjau dari nilai pre-test dan post-test mendapatkan skor dengan kategori tinggi. Tes pemahaman konsep peserta didik mendapatkan skor rata-rata pada saat pre-test adalah 48.6% dan skor rata-rata post-test adalah 82.7%. Kata kunci : Concept Attainment Model, Pengembangan, Echinodermata
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK ELEKTRONIK (E-LKPD) BERBASIS GUIDED INQUIRY PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA Ikhwani, Putri Nur; Kuntjoro, Sunu
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis adalah salah satu tuntutan pembelajaran dari beberapa keterampilan pada abad 21. Model pembelajaran dan materi yang cocok untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis adalah guided inquiry dan materi perubahan lingkungan. Materi perubahan lingkungan tidak cukup di ajarkan secara teoritif saja melainkan perlu melakukan pembelajaran secara aplikatif dengan praktikum untuk itu dibutuhkan LKPD sebagai panduan dalam proses pembelajaran. Dalam menyambut digitalisasi bahan ajar di era industri 4.0 ini perlu dilakukan perubahan dari LKPD biasa menjadi bentuk elektronik atau E-LKPD. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-LKPD guided inquiry pada materi perubahan lingkungan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa yang layak secara teoritis dan empiris. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Diseminate), tanpa tahap diseminate. Kelayakan secara teoritis diperoleh dari hasil validasi ahli (yaitu ahli pendidikan dan ahli materi) dan guru biologi SMA ditinjau dari komponen isi, penyajian, dan kebahasaan. Kelayakan secara empiris didapatkan dari tiga respon guru sebagai praktisi dari instansi yang berbeda. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data menggunakan metode validasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD dinyatakan layak secara teoritis dengan skor validitas sebesar 3.69 dengan interpretasi sangat valid dan dinyatakan layak secara empiris dengan respon positif guru sebesar 97% dengan interpretasi sangat layak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa E-LKPD guided inquiry pada materi perubahan lingkungan untuk melatihkan ketrampilan berpikir kritis siswa dinyatakan layak secara teoritis dan empiris untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: E-LKPD, guided inquiry, keterampilan berpikir kritis, perubahan lingkungan
APPLYING SCIENCE LEARNING PhET SIMULATION TO IMPROVE PROCESS SKILL AND KNOWLEDGE ASPECT OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENT Sari, Dyah Puspita; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Kuntjoro, Sunu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v7n2.p1496-1500

Abstract

This research aims to improve students scientific process and aspects of knowledge, as well as to know activity and the response of the students through the application of science learning assisted PhET Simulation Program to 30 students of eight grades in junior high school. This research was experimental research with one group pretest-posttest design. Data were analyzed by descriptive quantitative results: (a) Students science process skills are increase with an average value post test results of 80 (N-gain; 0.71 with high criteria); (b) Students aspects of knowledge are increase with an average value post test results of 80 (N-gain; 0.74 with high criteria); (c) Frequency of activities that do experiment/ observation that by 18.3 percent while activities that students do at least is behavior that is not relevant to KBM by 3%; (d) The students positive response to learning process (83% with very strong criteria). Conclusion of this research that application of science learning assisted PhET simulation program can improve students process skills and aspects of knowledge.
Development of Physics Teaching Instruments Belong to Cooperative Group Investigation Model to Improve Students’ Self-Efficacy and Learning Achievement Tirta, Gusti Ayu Rai; Prabowo, Prabowo; Kuntjoro, Sunu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v7n2.p1464-1471

Abstract

This study aims to produce physics teachinginstruments with cooperative learning model type group investigation to improve students self-efficacy and learning achievement. Development of teachinginstrumentsusing Kemp model. The experimental design uses a one-pretest-posttest design model with three time replications. Subjects in this study are teachinginstruments and students of class XI MIPA. This research was conducted at SMA Negeri 3 Singaraja-Bali in the academic year of 2017/2018. Data were collected using validation method, questionnaire, observation, questionnaire and test. Data analysis techniques used are qualitative descriptive analysis and parametric statistical analysis. The results showed that the developed teachingintruments were valid, practical, and effective.The validitywas indicated by the average scores in a good categoryforlesson plan, BAS, student worksheet, achievement test and self-efficacy questionnaire.The practicisibilitywas showed by: (a) a good implementation of the lesson plan, (b) student activity is in excellent category, (c) the readability of BAS and student worksheet are in moderate categories, and (d) the obstacles during the learning activities can be overcome.The effectiveness was indicated by: (a) students’ learning achievement has increased significantly; (b) students’ self-efficacy has increased significantly; and (c) students respond is positive to the learning instruments and learning activity.  In conclusion, physics learning instruments with cooperative learning model type group investigation can be used to improve students’ self-efficacy and learning achievement.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Burung di Kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan dan sekitarnya Kabupaten Kediri Jawa Timur Wulandari, Eka Yosida; Kuntjoro, Sunu
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p18-25

Abstract

Cagar Alam Besowo Gadungan yang terletak di Kabupaten Kediri merupakan salah satu dari delapan belas wilayah cagar alam yang ada di provinsi Jawa Timur. Cagar alam ini termasuk dalam kawasan konservasi dengan tipe ekosistem hutan hujan tropis daratan rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat keanekaragaman, menganalisis kelimpahan jenis burung dan mengevaluasi daya dukung lingkungan di kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah jalur transek dengan menentukan lima stasiun pengamatan. Pengambilan data dilakukan enam kali pada bulan Maret 2018 serta dua kali pengamatan yaitu pagi dan sore pukul 07.00-10.00 WIB dan 14.00-17.00 WIB. Burung yang dijumpai diidenitifikasi berdasarkan ciri morfologi dan jumlah. Berdasarkan ciri dan jumlah akan dihitung menggunakan indeks keanekragaman Shannon-Wienner dan kelimpahan relatif. Hasil penelitian menunjukkan kawasan Cagar Alam Besowo Gadungan terdapat 38 jenis burung dengan indeks keanekeragaman 2,64 kategori sedang. Jenis yang paling melimpah adalah Collocalia linchi (38,20%), Pycnonotus aurigaster (10,11%) dan Pericrocotus cinnamomeus (5,62%). Vegetasi yang mendukung keberadaan burung pada kawasan ini adalah Albizia chinensis, Aleurites moluccanus, Alstonia scholaris, Altingia excelsa, Coffea arabica, Hopea odorata, Ficus annulata, Ficus benjamina dan Pinus merkusii. Faktor fisik yang mendukung kehadiran burung pada pagi hari hingga sore hari suhu rata-rata 25,9-28,9ºC; kecerahan sebesar 1833,77-2279,68 Lux dan kelembaban udara 56,23-60,97%.
Training Students’ Attitudes in Environmental Science Course Through Lesson Study Rahmadiarti, Fida; Kuntjoro, Sunu; Budijastuti, Widowati
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v1n1.p40-46

Abstract

The core competences of Environmental Sciences are to communicate and to understand the concepts of natural resources and environment, to solve related problems, and to have an environmental awareness. An effective effort is needed to train the environmental awareness. The purposes of this research were to evaluate how to train the attitudes of biology education study program students in the second semester who were taking the environment knowledge lecture. This research was quantitative and qualitative interpretation research by observing the learning process of Biology education students through lesson study. The research stages consisted of plan, do, and see in two cycles. The collected data included the results of observation on the learning process by the observer, the lecturers’ assessment related to the skills and attitudes during the learning process, and the students’ self-assessment on their attitudes. The data were analyzed descriptively. The research revealed that the students learned actively, they cooperated within groups, the class cleanliness was an indicator of attitude to environmental awareness because the lecturers always reminded the students related to the indicators of keeping the environment clean and treating garbage, the learning resources used challenged the students to work and discuss. The students’ attitudes towards environmental awareness are categorized as good-very good, the results of the lecturers’ assessment of the attitudes are categorized as good, and results of the students’ presentation skills are categorized as good-very good.
Penyerapan Pb dalam Daging Kupang Putih (Potamocorbula faba) dengan Pemberian Kitosan dari Cangkang Kupang Putih Sikana, Arina Mana; Kuntjoro, Sunu; Ambarwati, Reni
Sains & Matematika Vol 5, No 1 (2016): Oktober, Sains & Matematika
Publisher : Sains & Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kupang putih (Potamocorbula faba) dikenal sebagai produk perikanan yang potensial, tetapi juga berbahaya karena terkontaminasi oleh Pb. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perlakuan konsentrasi dan waktu perendaman kitosan untuk menurunkan kadar Pb dalam daging kupang putih serta untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik dalam menurunkan kandungan Pb dalam daging kupang putih. Kitosan yang digunakan dalam penelitian ini adalah optimalisasi kitin hasil transformasi cangkang kupang dengan derajat deasetilasi 70,21%. Sampel kupang diambil dari muara sungai Kepetingan, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu konsentrasi (0%, 1,5%, 2,0%, dan 2,5%) dan waktu perendaman (30, 60, dan 90 menit). Kadar Pb dianalisis dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectrometry). Pengaruh konsentrasi dan waktu perendaman terhadap kandungan Pb dalam daging kupang putih dianalisis dengan ANOVA dua arah dan dilanjutkan dengan uji LSD untuk menentukan pengobatan kombinasi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan waktu perendaman berpengaruh signifikan terhadap kandungan Pb di kupang putih. Kombinasi perlakuan kitosan yang dioptimalkan pada konsentrasi 2,0% dengan waktu perendaman 60 menit memberikan pengurangan Pb yang optimal, sebesar 94,53%. White Kupang (Potamocorbula faba) is known as potential fishery products, but on the other hand It is also dangerous because It's contaminated by Pb. This research aimed to describe the treatment effect of concentration and immersion time of chitosan to decrease the content of Pb in the white kupang's flesh as well as to define the best treatment combination in decreasing the content of Pb in the white kupang's flesh. The chitosan used in this research was optimized chitin resulted from the transformation of kupang shell with the degree of deacetylation 70.21%. The samples of kupang were taken from the estuary of the river Kepetingan, Sidoarjo. This research used completely randomized design with two factors treatment items, namely concentration (0%, 1.5%, 2.0%, and 2.5%) and immersion time (30, 60, and 90 minutes). The content of Pb was analyzed by using AAS (Atomic Absorption Spectrometry) method. The influence of concentration and immersion time to the content of Pb in the white kupang’s flesh was Analyzed by two-way ANOVA and Followed by LSD test to determine the best combination treatment. The results showed that the concentration and immersion time significantly affected on the content of Pb in white kupang. The combined treatment of optimized-chitosan at concentration of 2.0% with immersion time of 60 minutes gave the optimal reduction of Pb, amounting to 94.53%.
PENGARUH LAJU PENUMPUKAN DAN KELEMBABAN FESES BURUNG WALET (Aerodramus Fuciphagus) PADA PERUBAHAN WARNA SARANG WALET Dwi Iriyani; Sunu Kuntjoro
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 13 No. 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini belum banyak diketahui faktor penyebab pembentukan warna merah pada sarang burung walet, dan bagaimana teknik pembentukan warna merah pada sarang burung walet tersebut. Diduga penumpukan feses mempengaruhi perubahan warna pada sarang. Penelitian ini bertujuan mengukur banyaknya feses yang dihasilkan burung walet dalam satu periode pembentukan sarang, mengobservasi pengaruh jumlah dan kelembaban feses terhadap pembentukan warna merah pada sarang. Penelitian eksploratif ini dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Laboratorium Instrumen Jurusan Kimia FMIPA UNESA dan di rumah burung walet Sidayu Gresik selama 18 minggu (Nopember 2009-Maret 2010). Hasil penelitian menunjukkan feses burung walet pada awal pembentukan sarang menunjukkan jumlah yang sangat sedikit 2,16±0,90 g/minggu (minggu ke-4) dan sarang walet masih menunjukkan warna putih. Sedangkan warna merah terbentuk pada pada minggu ke-14 dengan jumlah feses walet 41,85±4,48 g/minggu. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa dengan feses walet 250 gr dan kelembaban 80% terjadi perubahan warna sarang merah pada hari ke-11. Pembentukan warna merah sarang burung walet terjadi secara bertahap dengan peningkatan jumlah feses. Kesimpulan penelitian ini adalah keberadaan feses dan kelembaban feses walet menjadi faktor penentu dalam pembentukan warna merah pada sarang burung walet. Edible swallow’s nests with red color are rare and preferred by its consumers. Besides factors affecting the coloration of the birds’ nests are not well-known. It issuspected that the amount of bird’s fecal influence the nest color. Therefore, the aim of this research are to prove that swallow’s fecal can influence the establishment of red color in swallow’s nest; to measure the amount of fecal matter produced in a single swallow bird nest formation period; and to observe the effect of the amount of feces and humidity on the formation of red color of the nest. Explorative research was done at the Instrument Laboratory of Chemistry Department in FMIPA UNESA and Gresik Sidayu swiftlet house for 18 weeks (November 2010 to March 2011). The results showed that fecal in the early formation was light (2.16 ± 0.90 g / week at 4th week) and swallow’s nest color was white. The red color was formed on the 14th week with larger amount of fecal (41.85 ± 4.48 g / week). Laboratory test results showed that the 250 gr swallow fecal at 80% humidity has changed the nest color to be red on the 11th day. It can be concluded that the formation of the red color of the bird's nest happens gradually in line with increasing number of bird’s fecal. Meanwhile, humidity of fecal was also influenced the coloration process.
VALIDITAS LEMBAR KEGIATAN SISWA BERBASIS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (THINK-PAIR-SHARE) UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Dwi Ernawati; Sunu Kuntjoro
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think-Pair-Share) merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan waktu lebih banyak kepada siswa untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu dalam kegiatan kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan. Model pembelajaran TPS (Think-Pair-Share) memiliki tiga fase tahapan antara lain: fase think, fase pair, dan fase share. Sedangkan, Keterampilan berpikir kritis adalah keterampilan yang melibatkan pemahaman dan menilai suatu tindakan seperti memecahkan masalah, mengambil keputusan, menganalisis asumsi maupun melakukan sebuah penelitian. Materi perubahan lingkungan merupakan materi kontekstual yang berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa perlu dilatih untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah secara langsung melalui kegiatan diskusi maupun percobaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan validitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis pembelajaran kooperatif tipe TPS pada materi perubahan lingkungan siswa kelas X SMA. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4D yaitu define, design, develop dan disseminate, namun tahap disseminate tidak dilakukan. Pengumpulan data menggunakan metode instrumen analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dikembangkan dapat melatih keterampilan berpikir kritis pada materi perubahan lingkungan siswa kelas X SMA yang valid. LKS memperoleh rata-rata skor validitas sebesar 3,78 untuk LKS 1 dan 3,77 untuk LKS 2 dengan kategori sangat valid. Kata Kunci: LKS, TPS (Think-Pair-Share), Keterampilan Berpikir Kritis, Perubahan Lingkungan
PENGEMBANGAN E-BOOK TIPE FLIP BOOK BERBASIS LITERASI SAINS PADA MATERI EKOLOGI KELAS X SMA Muhlas Muhlas; Sunu Kuntjoro
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pola pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan literasi sains. Hal tersebut dapat terintegrasi dengan optimalisasi inovasi media pembelajaran, salah satunya e-book tipe flip book. Penggunaan e-book tipe flip book berbasis literasi sains sesuai dikembangkan pada materi Ekologi, dikarenakan kompetensi dasar pada materi tersebut membutuhkan analisis informasi dari berbagai sumber. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan e-book tipe flip book yang layak secara teoretis dan empiris. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Hannafin and Peck yang terdiri dari tahap analisis keperluan, tahap desain, dan tahap pengembangan atau implementasi. Parameter yang diukur meliputi validasi e-book tipe flip book, keterbacaan dan angket respons peserta didik. Kelayakan teoretis diperoleh berdasarkan hasil validasi oleh dosen ahli literasi sains, ahli Ekologi dan ahli media. Kelayakan empiris diperoleh berdasarkan hasil keterbacaan menggunakan formula Fry dan angket respons peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian secara teoretis menunjukkan rata-rata persentase validitas sebesar 97,9% dengan kategori sangat valid. Kelayakan empiris menunjukkan keterbacaan e-book tipe flip book berada pada level 9 dan 12. Keterbacaan e-book tipe flip book sesuai untuk kelas X jika berada pada level 9-11. Persentase angket respons peserta didik sebesar 85,3% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: e-book, ekologi, flip book, literasi sains.
Co-Authors Ahmad Rizal Fadhil Ali, Marlina Alima, Rafida Hani Ambarwati, Reni Anelly Rohmani Anggy Ayu Maharrany Anindya Primadayuning Putri Ardhia Permatasari Ardhita Filja Nurismawati Arifin, Mustamil Arina Mana Sikana Binti Neng Tutiul Qoni'ah Cindi Evang Elista David Bagus Prasetyo Dazrullisa Dazrullisa Dewi, Lailia Kurniawati Diah Dwi Firnanda Diyah Nur Rahmawati Dwi Anggorowati Rahayu Dwi Ernawati Dwi Ernawati Dwi Iriyani Dwi Wahyu Agustina Dyah Puspita Sari Eka Yosida Wulandari Elista, Cindi Evang Elita Rahmawati ENDANG SUSANTINI Endang Susantini Erlin Permana Windiastuti Ervan Johan W., Ervan Ervan Johan Wicaksana Fadhil, Ahmad Rizal Faizah, Ulfi Fida Rachmadiarti Fida Rahmadiarti Fitriyana, Rizka Nur Gusti Ayu Rai Tirta Hanna, Tafty Herlina Fitrihidajati Holyness Nurdin Singadimedja Ifa Nur Hidayah Ikhwani, Putri Nur Ilvi Laili Kamilahrohmawati Kamilahrohmawati Kamilahrohmawati, Kamilahrohmawati Khairil Hadi Kharismanda, Kurnia khusnul khotimah Kurnia Dini, Maulidha Kurnia Kurnia Kharismanda Lette, Mardiana Mahanani Tri Asri Maharani, Vania Mahbubah, Zahrotul Laili Mardiana Lette MARGALITA, SHELLA Maulidatul Kurnia Pratiwi Moch. Yogi Pratama Mochammad Yuda Saifuddin MOHAMMAD BUDIYANTO Muhlas Muhlas Muhlas Muhlas, Muhlas Mustamil Arifin Nadi Suprapto Nadya Salsabela Novita Kartika Indah Oxi, Rizki Yulia P., Rahmawati Nur Sandi E. T. Permatasari, Ardhia Prabowo Prabowo Prabowo Prabowo Purwanti, Winda May Putri Nanda Agustin Putri Nur Ikhwani Rahmadiarti, Fida Rahmawati Nur Sandi E. T. P. Rahmawati, Elita Reni Ambarwati Reni Ambarwati Riyanto, Nindya Anggraeni Saifuddin, Mochammad Yuda Saputra, Setiawan Sari, Dyah Puspita Setiawan Saputra Sholihah, Aida Fitri Hidayatus Sikana, Arina Mana Silfia Mega Wati Susantini*, Endang Suyono Suyono Suyono Suyono TARZAN PURNOMO Tirta, Gusti Ayu Rai Titin Sunarti Tjandrakirana Tjandrakirana Tjandrakirana Tjandrakirana Tukiran Tyas, Annisa Wahyuning Ulfi Faizah Ulfi Faizah Widia Lestari WIDOWATI BUDIJASTUTI Winarsih Winarsih Winda May Purwanti Windiastuti, Erlin Permana Wulandari, Eka Yosida Wulansari, Diana Fitri Yuliani Yuliani Zahrotul Laili Mahbubah