Articles
PEGEMI (Peran Generasi Milenial) Dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender Melalui Pendekatan Media Sosial
Larasati, Monica;
Rozan, Hafiz;
Saputra, Iqbal Dwi;
H, Ali Fikri Bustanul;
Munir, Achmad;
Radianto, Denny Oktavina
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 3 No. 3 (2023): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47467/visa.v3i3.587
Gender equality is a global goal that has become the concern of the world community. One important factor in achieving gender equality is the role of the millennial generation or what is often referred to as generation Y. The millennial generation has a very important role in fighting for gender equality. Through this research, the authors discuss the role of the millennial generation in realizing gender equality. The author uses a qualitative descriptive method by conducting interviews with five millennials who are active in the gender equality movement. The findings from this study indicate that the millennial generation has a good understanding of gender equality and they also actively participate in the gender equality movement. The millennial generation has also taken the initiative to bring gender equality issues into the public sphere through social media and social activities. However, there are still many challenges faced by the millennial generation in fighting for gender equality, such as gender stereotypes and discrimination that still exist in society. Therefore, the millennial generation needs to continue to struggle and work together with related parties to achieve gender equality. Keywords: millennial generation, gender equality
Anfigo: Inovasi Anti-Fire Gorden Tripotassium Sitrat Kulit Manihot Esculenta Dan Buah Citrus SP Sebagai Active Dan Passive Fire Protection
Dony Wardana;
Ferdi Firmansyah;
Widayana Tri Meiliya;
Moch Luqman Ashari;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 3 (2023): Mei: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i3.1192
Seiring dengan meningkatnya populasi manusia di dunia, tentu akan meningkatkan jumlah hunian sebagai tempat tinggal. Namun, hunian yang digunakan sebagai tempat menyimpan harta benda, jiwa, juga bangunan memiliki potensi lenyap akibat kebakaran non alam. Penelitian ini bertujuan untuk membuat gorden anti api menggunakan bahan dasar kain terpal katun, karbon aktif dari kulit Esculenta Manihot, buah Citrus sp, dan resin yang berfungsi sebagai fire active dan passive protection sehingga bisa mengurangi kerugian akibat kebakaran kelas A dan B. Metode penelitian ini berupa penelitian dan pengembangan. Penelitian ini menghasilkan desain dan prototipe dengan menguji coba ketahanan api pada sampel menggunakan pemantik api kompor secara maksimal. Gorden yang dibuat dapat menahan panas dan api karena zat aktif pada kulit Esculenta Manihot mampu mencegah lompatan energi elektron.
Pengukuran dan Evaluasi Potensi Bahaya Ergonomi Pada Pekerja DKRTH di Area ITS Raya
Alya Wahyu Rahma Dinanty;
Firza Najahan;
Alifia Ayu Miranti;
Haidar Natsir A;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 3 (2023): Mei: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i3.1266
Pekerjaan membersihkan jalan memerlukan penilaian potensi bahaya ergonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi faktor bahaya ergonomi pada pekerjaan membersihkan jalan di Area ITS Raya dan menentukan potensi bahaya yang muncul dari pekerjaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu untuk mengetahui potensi bahaya pada pekerjaan membersihkan jalan dan memberikan rekomendasi untuk pengurangan risiko pada pekerjaan tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor bahaya ergonomi yang dapat berdampak pada kesehatan pekerja diantaranya adalah postur tubuh yang tidak tepat, kelelahan otot, dan beban kerja yang berlebihan. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kesadaran dan pengetahuan pekerja dalam menjalankan pekerjaan membersihkan jalan agar dapat mengurangi risiko bahaya ergonomi pada pekerjaan tersebut.
Potensi Penambahan Adsorben Tempurung Kelapa (Cocos nucifera) untuk Regenerasi Minyak Jelantah
Rahmad Firnandi;
Fendika Bayu Pratama;
Alvin Dwi Kusuma Ardiansyah;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 4 (2023): Juli: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i4.1342
Minyak jelantah merupakan minyak yang dipakai secara berulang-ulang. Seringnya pemakaian minyak jelantah menyebabkan penurunan kualitas minyak seperti warna menjadi coklat dan timbulnya bau menyengat atau tengik yang berpotensi membahayakan kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi penambahan adsorben tempurung kelapa (Cocos nucifera) terhadap regenerasi minyak jelantah. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adsorben tempurung kelapa setelah dilakukan pengarangan dan aktivasi dapat meregenerasi minyak jelantah yang ditinjau dari berubahnya warna pada minyak jelantah yaitu menjadi lebih cerah atau kuning dan penurunan kadar asam lemak bebas atau FFA menurun hingga 75,73% dari kadar FFA minyak jelantah awal 1,03% menjadi 0,25%.
Tingkat Pemahaman Mahasiswa K3 Ppns Dalam Mata Kuliah Praktikum Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran
Alvin Ardiansyah;
Nurul Ramadhanti;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 4 (2023): Juli: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i4.1352
Kebakaran adalah salah satu bencana dimana kebakaran mengandung makna suatu bencana malapetaka atau musibah yang ditimbulkan oleh api yang tidak diharapkan, sukar dikuasai dan merugikan. Dalam Program Studi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja terdapat mata kuliah Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran merupakan mata kuliah yang membahas tentang ilmu dasar kebakaran yang wajib diajarkan kepada mahasiswa K3. Metode yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan analisis survei kuantitatif. Berdasarkan diagram diatas dari 61 responden, didapatkan penurunan dan kenaikan terkait tingkat pemahaman mahasiswa K3 PPNS. Pada nilai 3, didapatkan penurunan sebanyak 14 menjadi 6 responden. Pada nilai 4, didapatkan penurunan sebanyak 40 menjadi 26 responden. Pada nilai 5, didapatkan kenaikan sebanyak 7 menjadi 29 responden. Penurunan dan kenaikan ini membuktikan bahwa pemahaman mahasiswa K3 PPNS dalam materi Pratikum Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa K3 PPNS dalam mata kuliah praktikum pencegahan dan penanggulangan kebakaran lebih tinggi saat setelah praktikum.
Pemanfaatan Loofah (Gambas) Sebagai Campuran Sabun Cuci Tangan
Aisyah Diva Syaira;
Ardine Putri Rabbhani MS;
Dewi Rizqi Maimunah;
Samuel Lopok Pandapotan;
Viandra Trisna Syahputra;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 4 (2023): Juli: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i4.1407
Sabun merupakan produk kimia yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, dalam masa pandemi salah satu jenis sabun yaitu sabun cuci tangan menjadi produk yang banyak dicari sehingga tidak sedikit yang berkreasi membuat sabun herbal. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk memanfaatkan Loofah atau Gambas sebagai campuran dalam pembuatan sabun cuci tangan. Penelitian yang dipilih adalah deskriptif analisis dengan pemanfaatan Loofah sebagai objek penelitiannya. Dalam penelitian ditemukan jika untuk menjaga kualitas sabun dari reaksi oksidasi diperlukan bahan antioksidan yang merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam Loofah atau yang lebih sering disebut dengan Gambas.
Pengukuran dan Evaluasi Ventilasi Udara Berdasarkan SNI pada Laboratorium Motor Bakar Instansi Pendidikan di Surabaya
Sahipul Ernada;
Senna Malik Ibrahim;
Egyt Yusuf Hidayat;
Mey Rohmadhani;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 4 (2023): Juli: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i4.1428
Salah satu instansi pendidikan di Surabaya merupakan instansi yang bergerak dalam bidang perkapalan dimana praktek dilaksanakan di laboratorium. Salah satu laboratorium yaitu laboratorium motor bakar, dimana praktek selalu dilakukan dalam bengkel tersebut. Untuk memberikan kenyamanan dalam ruangan, perlu dilakukan evaluasi terhadap ventilasi yang terjadi dalam laboratorium motor bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem ventilasi di laboratorium motor bakar sudah sesuai standar atau belum terhadap higiene industri. Metode penelitian melibatkan pengambilan sampel aliran laju udara di laboratorium motor bakar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan parameter yang ada di SNI untuk menentukan efektivitas sistem ventilasi dalam mengurangi potensi penyakit akibat kerja (PAK). Temuan menunjukkan bahwa sistem ventilasi yang efektif dapat secara signifikan mengurangi potensi PAK. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan sistem ventilasi di laboratorium motor bakar dapat secara signifikan meningkatkan higiene industri dan mengurangi risiko penyakit terkait pekerjaan. Hasil penelitian sistem ventilasi pada laboratorium motor bakar sudah sesuai standart dan penelitian ini menekankan pentingnya inspeksi dan perawatan berkala pada sistem ventilasi.
Analisis Limbah Serat Pelepah Pisang untuk dijadikan Bahan Pendukung Komposit Fiber Terhadap Uji Tarik
Amelia Fiatul Izah;
Angelia Wangi Sekarintyas;
Danang Hadi Suhadak;
Vannisa Ayu Marcellia;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 4 (2023): Juli: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i4.1455
Perkembangan zaman semakin pesat, tak hanya pada bidang teknologi namun juga pada bidang industri. Dengan adanya perkembangan industri hal ini menyebabkan kebutuhan akan material semakin meningkat terutama untuk sebuah produk. Sekarang ini salah satu material yang banyak dikembangkan adalah komposit, komposit adalah gabungan dari dua bahan atau lebih komponen yang berlainan dan mempunyai sifat yang berbeda. Komposit terdiri dari dua bagian, yaitu matrik sebagai pengikat atau pelindung komposit dan filler sebagai pengisi komposit. Serat alam merupakan alternatif filler komposit untuk berbagai komposit polimer karena keunggulannya dibanding serat sintetis. Pohon pisang adalah tanaman paling banyak dijumpai dan tumbuh subur di Indonesia. Pelepah pisang jika diolah kembali akan menjadi serat dengan kekuatan yang tinggi dan daya serapnya lebih bagus sehingga sangat baik jika digunakan sebagai bahan penguat pada komposit. Penelitian ini dilakuan menggunakan metode penelitian yang memiliki sifat percobaan (experimental) dengan tujuan untuk menguji sifat mekanik komposit.
Analisis Penerapan Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Kontruksi Di Indonesia
Vicky Zulkarnain;
Danny Alfiyan Saputra;
Niko Hasby Yahya;
Muhammad Sabrie Aditya;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 4 (2023): Juli: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i4.1480
. Perusahaan kontruksi memiliki risiko pekerjaan yang cukup tinggi sehingga dalam pelaksanaannya diperlukan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Manajemen K3 merupakan salah satu upaya yang untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan bahaya dilapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajamen K3 pada proyek kontruksi di Indonesia. Metode yang digunakan yaitu melalui studi literatur dengan menelaah beberapa proyek kontruksi di Indonesia dan analisis penerapan prinsip K3 yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 5 proyek kontruksi di Indonesia telah menerapkan manajemen K3 dengan cukup baik, adapun sisanya masih sangat minim akibat kurangnya pengetahuan pekerja akan pentingnya pelaksanaan K3. Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa penerapan K3 pada proyek konstruksi berskala besar di Indonesia sudah terlaksana cukup baik namun untuk proyek berskala kecil aspek K3 cenderung tidak diperhatikan.
Faktor Yang Memperngaruhi Kesadaran Pekerja Terhadap Pelaporan Kecelakaan Kerja Di Bidang Kontruksi
Bagas Tri Pramudi Putra;
Ikmal Muntadhor Hamid;
Mohammad Syamzidan Rabani;
Fu’ad Alfafa;
Denny Oktavina Radianto
Journal of Student Research Vol. 1 No. 4 (2023): Juli: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jsr.v1i4.1503
Angka kecelakaan kerja di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu sektor yang banyak mengalami kecelakaan kerja adalah bidang kontruksi sehingga perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk menghindari risiko kecelakaan kerja semakin tinggi. Salah satu faktor yang dinilai menjadi penyebab tingginya kecelakaan kerja dibidang kontruksi adalah kurangnya kesadaran pekerja untuk melapor ketika kecelakaan kerja itu terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran pekerja akan pelaporan kecelakaan kerja di proyek kontruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kesadaran pekerja terhadap pelaporan kecelakaan kerja diantaranta faktor pengetahuan, lamanya jam kerja (shift kerja), usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan faktor pengetahuan.