Articles
Analisis Penggunaan Alat Musik Rebana sebagai Media Pembelajaran Seni Musik Anak Usia Dini
Tri Susanti;
Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3304
Penelitian studi kasus ini dilatarbelakangi pentingnya media pembelajaran seni musik khususnya pada anak usia dini di Lembaga Taman Kanak-Kanak dengan menggunakan alat musik rebana di dalam keterampilan seni musik anak usia dini. Penelitian bertujuan untuk menggali informasi bagaimana alat musik rebana dapat digunakan sebagai media pembelajaran seni musik pada anak usia dini dan sebagai identitas dari lembaga pendidikan anak usia dini. Lembaga pendidikan seperti Taman Kanak-kanak di bawah naungan Rifa’iyah yang mengajar pada lembaga pendidikan anak usia dini dikenal memperbolehkan tetapi tidak menganjurkan untuk mengenalkan alat musik kepada anak-anak yang selama ini tersebar di masyarakat. Harapan dalam penelitian ini bahwa alat musik rebana dapat menjadi media pembelajaran seni musik anak usia dini. Metode yang dipilih yakni studi kasus. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara tidak terstruktur, dan studi dokumentasi. Tempat dilaksanakan di lembaga pendidikan taman kanak-kanak, di kabupaen Pekalongan. Analisis data interaktif Miles dan Huberman digunakan dalam menganalisis penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik rebana dapat digunakan sebagai media pembelajaran seni musik pada anak usia dini serta boleh diajarkan dan dikenalkan pada lembaga pendidikan dibawah naungan Rifa’iyah dan mampu menumbuhkan sikap religius anak sejak dini.
Ketrampilan Seni Musik Anak Usia Dini melalui Ekstrakurikuler Angklung
Safariyatul Mahmudah;
Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.3746
Pendidikan musik anak usia dini adalah salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Angklung adalah salah satu alat musik yang kaya akan nilai-nilai dan dapat mewariskan budaya-budaya Indonesia pada generasi sekarang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan bagaimana proses pembelajaran seni serta untuk mengetahui bagaimana keberhasilan ketrampilan seni musik anak melalui ekstrakurikuler Angklung di RA Masyithoh Karangnongko Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data pelatih ekstrakurikuler angklung, guru pendamping dan Kepala Sekolah RA Masyithoh karangnongko Yogyakarta antara 1 Maret sd 11 Maret 2022. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan induktif yang meliputi 3 langkah yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bermain musik angklung dapat bermanfaat positif bagi semua praktisi-praktisi pendidikan serta inovasi baru bermain musik anak dalam pembelajaran sejak dini hingga masa dewasanya kelak.
Penerapan Model PAIKEM dalam Pembelajaran Seni
Nur Cahya Ningrum;
Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.2965
Model pembelajaran akan mempengaruhi kualitas pembelajaran, model PAIKEM adalah pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penerapan model PAIKEM dalam pembelajaran seni di TK Pertiwi 49 Canden Bantul. Penelitian ini menggunkanan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu mengobservasi sebuah objek dan pencarian fakta dengan interpretasi. Analisis data yang digunakan yaitu melalui data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan concolusion drawing/verification (penarikan kesimpulan dan verifikasi). Hasil observasi dilapangan menunjukkan bahwa pembelajaran seni pada TK Pertiwi 49 Canden Bantul menggunakan model PAIKEM dengan pembelajaran seni yang dikemas dengan memilih tema yang dekat dengan anak, mengajak anak terlibat langsung dan pemilihan metode pembelajaran yang tepat seperti bercerita atau bernyanyi agar anak tertarik melakukan kegiatan seni tersebut.
Pentas Seni Anak di Jogja TV Sebagai Ajang Eksistensi dan Promosi Kelembagaan TK
Tintin Wulandari;
Joko Pamungkas;
Arif Nurrahman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4545
Seni merupakan sebuah proses penyaluran diri melalui ekspresi dan kreatifitas, sehingga kegiatan seni perlu ditingkatkan di TK. Seni yang dimiliki oleh anak-anak TK dapat diekspesikan melalui pertunjukan pentas seni. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan pentingnya kegiatan seni yang dipromosikan melalui pertunjukan pentas seni sebagai media untuk meingkatkan eksistensi dan promosi lembaga Taman Kanak-Kanak. Penelitian menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan melakukan kegiatan wawancara, dokumentasi, dan observasi dalam rangka pengumpulan data. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, dokumentasi, dan lembar observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah triangulasi model interaktif yang menggabungkan reduksi data, penyajian data, dan penyusunan kesimpulan. Sampel penelitian ini adalah kepala sekolah, dan 1 guru pendamping kegiatan seni. Sedangkan subjek yang diobservasi yaitu 154 anak di TK Negeri 2 Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kegiatan seni telah dilakukan oleh lembaga melalui pertunjukan pentas seni seperti pentas tari, pentas vocal/ menyanyi, dan pentas fashion show pada acara “Cerita Anak” yang disiarkan secara langsung di Studio Jogja TV. Melalui kegiatan ini diketahui bahwa kegiatan pentas seni yang dilakukan dapat meningkatkan eksistensi lembaga dan menjadi ajang promosi bagi lembaga.
Penggunaan Microsoft Team 365 dalam Inovasi Pembelajaran Seni di TK
Fitriah Kunti Wikansari;
Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4336
Pemanfaatan Microsoft Teams 365 dalam pembelajaran seni membantu pendidik dalam menyelesaikan latihan peningkatan kemampuan berkarya seni bagi peserta didik. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pembelajaran seni berbasis Microsoft Teams 365. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, jumlah sampel sebanyak 78 anak. Pengambilan sampel menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dipakai deskripsi data, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Pengujian data memakai SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan Microsoft Teams 365 pada pembelajaran seni membantu Pengajar memberikan pembelajaran dengan baik, meskipun dilakukan secara jarak jauh. Microsoft Teams 365 mempermudah peserta didik mengikuti proses pembelajaran seni, mengumpulkan tugas, dan memperoleh materi. Fitur Microsoft Teams 365 membantu proses pembelajaran seni pada materi mewarnai dan menggambar, olah vokal, modelling, menari, serta diakhiri dengan puncak seni yaitu talent show
Pola Asah, Asih, Asuh dalam Implementasi Pembelajaran Seni Tari Wura Bongi Monca
Ikhwan Ikhwan;
Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.3582
Pendidikan dalam konteks budaya diajarkan pada anak sejak usia dini sebagai salah satu muatan lokal bahkan menjadi kegiatan wajib. PAUD Bintang Ranggasolo meyakini bahwa pengenalan budaya lokal harus dilakukan dan memiliki banyak cara untuk mengenalkan budaya. Salah satu tarian yang diajarkan pada lembaga yaitu tarian Wura Bongi Monca. Pelaksanaan kegiatan tari Wura Bongi Monca terdapat kaitan dengan visi lembaga yaitu aspek asah, asuh, dan asih. Penelitian mengguanakan dengan pendekatan data kualitatif. Sumber responden 2 guru dan 1 orang kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi data penelitian menggunakan teknik analisis data kualitatif, yaitu reduksi pada data, penyajian pada data, dan kesimpulan. Pada pola asuh memiliki arti di tarian tersebut yaitu menghormati kedatangan tamu dengan maksud sebagai penghormatan dan penyambungan silahturahmi. Pola asah memiliki gerakan dari kelenturan tangan dan kepala serta ketukan pada kaki. Pola asih yaitu menyadari akan tarian tradisional yang perlu dilestarikan.
Revitalization Of Traditional Children's Dolanan For Character Growth Jogja Values In Early Childhood
Joko Pamungkas;
Ika Budi Maryatun;
Nur Cholimah;
Septika Cahya Rahmawati;
Nur Cahya Ningrum
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/jrssem.v3i02.543
This study aims to know and identify Jogja values through art learning in kindergartens of the Special Region of Yogyakarta. This research method takes a qualitative approach with the process of data collection through observation, interviews and documentation as well as triangulating data to obtain data devalidation. The results of this study found that this art learning includes the development of children's dance, songs and children's traditional dolanan. The values contained in Jogja are the main ingredients in pouring this art learning material. These values are Hamemayu Hayuning Buwana, Sangkan paraning dumadi and manunggaling kawula gusti. In teaching these values, techniques in art learning that cannot be separated are elements of appreciation, exploration and expression.
MANAGEMENT PENGELOLAAN SEMBILAN BERKAH PADA KAMPUNG EMAS KRAPYAK IX SEYEGAN
Cepi syafruddin Abd jabar;
Joko Pamungkas;
Septika cahya rahmawati;
Ad Dieni Maulana Rizka;
Doni Fathurrahman;
Erina Putri Anggraeni
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 9 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i9.2193
Penelitian disusun dengan tujuan mengetahui pola manajemen pengelolaan Sembilan berkah di Desa Wisata Kampung Emas Krapyak Seyegan melalui kelompok sadar wisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengambilan data melalui musyawarah dan forum group discussion bersama warga, tokoh masyarakat, ahli manajemen pariwisata, serta mahasiswa dan dosen. Selain itu dilakukan praktik, dan dokumentasi. Hasil dari pelaksanaan penelitian ini yaitu terdapat enam tahapan dalam proses manajemen desa wisata kampung emas yaitu mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, pengawasan, serta dilengkapi dengan pengimplementasian. Output penelitian berupa manajemen sumber daya manusia, manajemen kegiatan sebelum dan pelaksanaan program.
Back to Nature Sebagai Strategi Pembelajaran Seni Lukis Anak Usia Dini
Meylisia Kurnia Putri;
Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.4989
Tujuan penelitian ialah untuk mendiskripsikan strategi Back to Nature yang merupakan salah satu strategi pendekatan alam. Baik kegiatan, alat, bahan dan hasil karya yang di hasilkan anak adalah bentuk eksplorasi dari alam, untuk dapat mengoptimalkan kegiatan seni lukis di taman kanak-kanak. Objek penelitiannya ialah anak di kelompok B. Dengan jenis dan metode penelitain deskriptif Kualitiatif. Teknik pengumpulan dan pengolahan data dilangsungkan melalui observasi untuk mendapatkan gambaran kegiatan lukis menggunakan strategi back to nature, wawancara proses tanya jawab guna mendapat informasi dari guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi berupa foto hasil karya dan proses berlangsungnya kegiatan lukis dengan strategi back to nature. Penelitian berlangsung selama satu bulan dari proses izin sampai pengumpulan data selesai dilakukan. Setelah melakukan analisis data berupa reduksi dan penyajian data, maka dapat disimpulkan serta diperolah hasilnya ialah bahwa rangkaian sumber belajar yang di hasilkan alam/ back to nature sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam kegiatan seni lukis.
Manajemen Pengelolaan Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni di TK
Safira Nugraini;
Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4622
Manajemen sangat penting bagi terselenggaranya sistem pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan manajemen pengelolaan pembelajaran ekstrakurikuler seni. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan pembelajaran ekstrakurikuler seni dilaksanakan menggunakan POAC. Hal ini dapat dilihat dari proses manajemennya yang dimulai dari Planning yaitu dengan penentuan kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler, menentukan anggaran biaya, mencari guru yang hendak mengampu. Organizing yaitu hanya sebatas pembagian tugas kepada pihak yang terlibat dalam pembelajaran ekstrakurikuler seni. Actuating yaitu terdapat tiga jenis seni yaitu seni musik dengan angklung, seni rupa dengan melukis dan seni tari dengan menari. Controlling yaitu dengan penilaian secara global yang dilakukan oleh guru masing-masing kemudian dilaporkan kepada kepala sekolah. Bahwasannya manajemen pengelolaan pembelajaran ekstrakurikuler seni sudah terlaksana dengan baik.