Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Sensoris Kertas Karton dengan Bahan Dasar Serbuk Gergaji Kayu Jati dan Daun Gajahan dengan Penambahan NaOH dan Pewarna Alami Astuti, Utami Widi; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.728 KB)

Abstract

Serbuk gergaji kayu jati dan daun gajahan merupakan bahan alternative yang mengandung serat dan selulosa tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui uji sensoris kertas karton dari serbuk gergaji kayu jati dan rumput gajahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan dua factor perlakuan yaitu Faktor 1: Kombinasi serbuk gergaji kayu jati dan daun rumput gajahan (A). A1= 50% : 50%, A2= 70% : 30%. Faktor 2: konsentrasi ekstrak kunyit (B). B1= 0%, B2 = 25%, dan B3 = 50%. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil uji sensoris terhadap tekstur kertas tertinggi pada perlakuan A2B3 dengan nilai 2.45, kenampakan serat tertinggi pada perlakuan A1B1 dengan nilai 2.0, nilai warna tertinggi yaitu perlakuan A2B3 dengan nilai 2.15 dan nilai terhadap daya terima tertinggi pada perlakuan A2B3 dengan nilai sebesar 2.1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat perbedaan kualitas kertas dari kombinasi bahan serbuk gergaji kayu jati dan daun gajahan dengan penambahan NaOH dan ekstrak kunyit yang berbeda.
Efektivitas Esktrak Daun Tembelekan dan Ekstrak Daun Jeruk Purut Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk dengan Berbagai Kosentrasi Safitri, Akmalia Riskiana; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.182 KB)

Abstract

Daun tembelekan memiliki kandungan fitokimia berguna sebagai racun perut, dan daun jeruk purut memiliki kandungan minyak atsiri yang berfungsi sebagai racun kontak terhadap serangga. Zat toksik yang dimiliki oleh tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai insektisida nabati untuk membasmi larva nyamuk dalam upaya mengurangi penggunaan insektisida kimia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Efetivitas Esktrak Daun Tembelekan dan Ekstrak Daun Jeruk Purut Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Dengan Berbagai Kosentrasi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperiment dengan rancangan acak lengkap dua faktorial yaitu perbandingan ekstrak daun tembelekan : ekstrak jeruk purut (25%:75%, 50%:50%, 75%:25% dan kosentrasi pelarut (etanol 70% dan etanol 96%). Pengujian dilakukan selama 120 menit Masing- masing perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 2 kali. Parameter penelitian ini adalah mortalis larva nyamuk. Pengujian dilakukan selama 120 menit. Data hasil pengamatan mortalitas dianalis dengan menggunakan Uji Two Way Anova dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Differences). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan kombinasi dari ekstrak daun tembelakan dan daun jeruk purut mampu membasmi larva nyamuk diatas 50 % dalam kurun waktu 120 menit, sehingga dapat menjadi alternatif insektisida nabati pembasmi larva nyamuk.
Kualitas Pupuk Organik dari Limbah Sayuran Secara Vermicomposting Menggunakan Lumbriscus terrestris dan Ulat Hongkong Dengan Penambahan Darah Sapi Asngad, Aminah; Santoso, Rudi; Kurniasari, Desi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.147 KB)

Abstract

Limbah sayur sangat baik untuk pembuatan pupuk organik karena mengandung unsur hara yang sangat baik dan proses dekomposisinya cepat. Vermicomposting merupakan salah satu metode pembuatan pupuk organik yaitu proses pengomposan dengan memanfaatkan mikroba tanah misalnya, cacing, dan berbagai jenis ulat. Darah sapi layak dijadikan sebagai pupuk organik karena mengandung unsur hara yang relatif tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas pupuk organik dari limbah sayuran secara vermicomposting menggunakan Lumbriscus terrestris dan Ulat hongkong dengan penambahan darah sapi secara kimia. Penelitian dilakukan di Lab. Biokimia Pend. Biologi FKIP UMS dan lab. Tanah Fakultas Pertanian UNS, dengan menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Adapun faktor 1, Bahan Vermicomposting (U1 = Lumbriscus terrestris, U2 = ulat hongkong), faktor 2, Dosis limbah darah sapi (D1 = darah sapi 75 ml/5 hari dan D2 = darah sapi 85 ml/5 hari). Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitattif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kualitas perlakuan terbaik pada perlakuan pada perlakuan limbah sayuran secara vermicomposting menggunakan ulat hongkong 200g dengan pemberian dosis limbah darah sapi 85 ml/5 hari yakni Posopor 17,62 ppm, Kalium 0.54%, dan pH 7,22. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Efektivitas Ekstrak Daun Tembelekan dengan Penambahan Daun Cengkeh dalam Bentuk Spray sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Nyamuk Cahyani, Devita Nur; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.286 KB)

Abstract

Upaya pengendalian dan pemberantasan nyamuk saat ini banyak dilakukan, salah satunya dimulai dari tahap larva nyamuk dengan menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia secara berkelanjutan dapat memberikan dampak negatif bagi manusia dan bahkan dapat menyebabkan larva nyamuk menjadi resisten. Telah diketahui bahwa daun tanaman tembelekan mengandung flavonoid yang berpotensi menjadi insektisida. Selain itu, daun tanaman cengkeh juga berpotensi sebagai insektisida karena memiliki kandungan eugenol. Untuk membuktikan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Ekstrak Daun Tembelekan Dengan Penambahan Daun Cengkeh Dalam Bentuk Spray Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Nyamuk Dengan Berbagai Konsentrasi. Penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan acak lengkap ini dilakukan maserasi dengan etanol 70% dan 96 % dengan 3 konsentrasi, yaitu 25% : 75%, 50% : 50%, 75% : 25%., untuk kemudian di destilasi agar diperoleh ekstrak kental dilanjutkan dengan proses waterbath guna menghilangkan kandungan etanol. Jadi terdapat 6 perlakuan yang berbeda, yaitu
Efektivitas Ekstrak Daun Tembelekan dengan Penambahan Ekstrak Daun Serai Wangi Sebagai Insektisida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Widyastuti, Hesty; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.485 KB)

Abstract

Altenatif pembasmian larva nyamuk dapat dilakukan dengan memanfaatkan ekstrak daun tembelekan dan ekstrak serai wangi. Daun tembelekan dan daun serai wangi merupakan tanaman yang mempunyai bau cukup menyengat sehingga dapat digunakan sebagai insektisida nabati. Daun tembelekan mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan kuinon sedangkan daun serai wangi memiliki kandungan sitronella, geraniol, dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetaui bagaimana efektivitas larutan ekstrak tembelekan dan ekstrak serai wangi sebagai insektisida nabati terhadap mortalitas larva nyamuk. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan 2 faktor. Faktor pertama adalah kombinasi bahan (75:25, 50:50, dan 25:75) dan faktor kedua adalah konsentrasi pelarut (etanol 70% dan etanol 96%). Ekstrak daun tembelekan dan daun serai wangi di peroleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan etanol 96% kemudian di destilasi untuk mendapatkan ekstrak kental. Data hasil pengamatan mortalitas nyamuk dianalisis menggunakan uji statistik parametrik Two Way Anova dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Differences). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara ekstrak daun tembelekan dan ekstrak daun serai wangi menggunakan pelarut etanol 70% dan 96% mampu untuk membunuh larva nyamuk sehingga dapat menjadi alternatif insektisida nabati yang ramah lingkungan.
Pemanfaatan Limbah Nanas dan Limbah Bulu Ayam sebagai Bahan Baku Pop dengan Penambahan Lumbricus terrestis dan Tenebrio molitor sebagai Dekomposer Akbar, Novandita Aulia; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik seperti limbah sayuran, kotoran ternak dan juga berasal dari makhluk hidup yang telah mati. Pembusukan dari bahan bahan organik dan mahkluk hidup yang telah mati menyebabkan perubahan sifat fisik dari bentuk sebelumnya. Pemanfaatan limbah kulit nanas dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestris dan Tenebrio molitor sebagai dekomposer dapat dijadikan pupuk organik padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengamatan sensoris pada pemanfaatan limbah kulit nanas dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestris dan Tenebrio molitor sebagai deckomposer. Penelitian dilaksanakan di Kost Griya Kusuma, Menco 5, Gonilan Kartasura. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu B1D1 limbah ampas tebu 325 gram dengan Lumbriscus terrestris dan pemberian dosis limbah bulu ayam 50 g/5 hari, B1D2 limbah kulit nanas 300 gram dengan Lumbriscus terrestris dan pemberian dosis limbah bulu ayam 75 g/5 hari. B2D1 limbah kulit nanas 325 gram dengan Tenebrio molitor dan pemberian dosis limbah bulu ayam 50 g/5 hari, B2D2 limbah kulit nanas 300 gram dengan Tenebrio molitor dan pemberian dosis limbah bulu ayam 75 g/5 hari. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ciri-ciri kompos yang sudah matang yaitu berwarna coklat kehitaman, tekstur remah, aroma tidak berbau atau tidak menyengat, dan pH 6. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Efektivitas Hand Sanitizer Kombinasi Ekstrak Biji Alpukat dan Jeruk Nipis terhadap Uji Sensoris dengan Penambahan Carbopol dan Triklosan Risalam, Nazzilah Maluha; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand sanitizer adalah pembersih tangan yang praktis karena bisa digunakan tanpa menggunakan air dan sabun serta mampu menghambat maupun membunuh bakteri. Pengaplikasian alkohol pada sediaan antiseptik dirasakan kurang aman untuk kesehatan, hal ini karena alkohol adalah pelarut organik yang mampu melarutkan lapisan lemak serta sebum yang ada di kulit yang berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi mikroorganisme dan jika alkohol digunakan secara berulang bisa menyebabkan iritasi terhadap kulit. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk untuk mengetahui uji sensoris (aroma, warna, dan pH) hand sanitizer kombinasi biji alpukat dan jeruk nipis dengan penambahan carbopol dan triklosan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian RAL ini akan menggunakan 2 faktor yaitu perbandingan ekstrak biji alpukat dan jeruk nipis 75%, 50%, dan 25%. Dan untuk faktor yang kedua ialah perbandingan carbopol dan triclosan yaitu 0,5% dan 1%. Hasilnya pada aroma yang lebih dominan terhadap ekstrak biji alpukat atau jeruk nipis yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah formulasi yang diberikan terhadap hand sanitizer. Lalu warna yang dihasilkanberwarna kuning tua hingga kuning keputihan. dan pada uji ph pada semua percobaan menghasilkan hasil yang sama yaitu 6, yang sesuai dengan syarat ph kulit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya keberagaman aroma dan warna serta kesamaan pada ph dari sediaan hand sanitizer kombinasi ekstrak biji alpukat dan jeruk nipis terhadap uji sensoris dengan penambahan carbopol dan triklosan.
Pemanfaatan Azolla mycrophylla dan Daun Kersen Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) dengan Penambahan Bioaktivator Rebung Bambu Irawan, Doni Lucki; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Azolla mycrophylla memiliki potensi yang besar sebagai bahan dasar pupuk organik cair karena dapat melakukan simbiosis dengan bakteri hijau dan mampu mengikat nitrogen dari udara secara mandiri. Bahan organik lain sebagai bahan dasar pupuk harus mengandung unsur hara yang tinggi bagi pertumbuhan tanaman seperti Daun Kersen. Penambahan Rebung bambu digunakan sebagai perombak bahan organik Azolla mycrophylla dan Daun Kersen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas pupuk organik cair (POC) kombinasi Azolla mycrophylla dan daun kersen dengan penambahan bioaktivator rebung bambu ditinjau dari karakteristik sensoris. Penelitian dilakukan di Greenhouse Laboratorium Biologi UMS dengan metode ekspeimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu komposisi bahan Azolla microphylla dengan daun kersen dan penambahan bioaktivator rebung bambu. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 ulangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Adapun faktor 1 yaitu Komposisi bahan Azolla microphylla dan daun kersen, A1= 120 ml : 180 ml. Dan faktor 2 yaitu Penambahan MOL rebung bambu, P1= 75 ml dan P2= 100 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas terbaik pupuk organik cair (POC) kombinasi Azolla mycrophylla dan daun kersen dengan penambahan bioaktivator rebung bambu ditinjau dari karakteristi sensoris ditunjukkan pada perlakuan P2A1 dengan karakteristik sensoris berupa tekstur yang cair, warna cokelat bercak putih, tidak bergelembung, aroma seperti bau tape yang menyengat, dan pH bersifat asam yaitu 4. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik sensoris pada pupuk organik cair memengaruhi kualitas dari pupuk organik cair.
Pemanfaatan Limbah Tebu dan Bulu Ayam Sebagai Bahan Baku Pop dengan Penambahan Lumbriscus terrestris dan Zophobas morio sebagai Dekomposer Novianti, Ika Putri; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang ditambahkan pada tanaman untuk melengkapi ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar dapat berkembang biak dengan baik. Pemanfaatan limbah tebu dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestrisdan Zophobas morio sebagai dekomposer dapat dijadikan pupuk organik padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengamatan sensoris pada pemanfaatan limbah tebu dan bulu ayam sebagai bahan baku POP dengan penambahan Lumbriscus terrestris dan Zophobas morio sebagai dekomposer. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu B1D1 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 325 gram dan limbah bulu ayam 50 gram/5 hari, B1D2 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari. B2D1 Zophobas morio dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 325 gram dan limbah bulu ayam 50 g/5 hari, B2D2 Zophobas moriodengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengamatan sensoris setiap perlakuan menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada perlakuan B1D2 (Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari) memiliki ciri-ciri pupuk kompos yang telah matang yakni berwarna sangat hitam, tekstur remah, aroma berbau tanah, dan pH 8,90. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Pemanfaatan Limbah Jerami dan Bulu Ayam sebagai Bahan Baku Pop dengan Penambahan Lumbriscus terrestris dan Maggot BSF sebagai Dekomposer Almastin, Ardhananes Wari; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah organik dalam pembuatan pupuk organik merupakan salah satu upaya dalam mengurangi limbah lingkungan sekitar. Penggunaan limbah Jerami dan limbah bulu ayam dapat menghasilkan pupuk yang baik bagi tanaman serta mengurangi limbah di lingkungan sekitar. Pengomposan pupuk dapat dilakukan dengan menggunakan organisme pendukung berupa cacing tanah (Lumbricus terrestris) dan Maggot BSF yang akan menghasilkan unsur hara yang tinggi. tujuan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: Untuk mengetahui karakteristik sensoris pada pupuk organik padat berbahan dasar limbah jerami dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestis dan maggot BSF sebagai dekomposer. Penelitian dilaksanakan di Kost Griya Kusuma, Menco 5, Gonilan Kartasura. Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Adapun faktor perlakuan yaitu sebagai berikut: Faktor 1 organisme Pengurai (B1 = Lumbriscus terrestis, B2 = maggot BSF). Faktor 2 Bahan baku (D1 = Limbah jerami 325 gram : Limbah bulu ayam 50 gram/5 hari. D2 = Limbah jerami 300 gram : Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari.). Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitattif. Hasil penelitian menunjukan kualitas perlakuan terbaik pada perlakuan B1D2 (Lumbriscus terrestis dengan bahan baku Limbah jerami 300 gram dan Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari) yang memiliki hasil pupuk sangat hitam, bertekstur remah, dan beraroma tanah. Sedangkan kandungan pH tertinggi terdapat pada perlakuan B2D1 (Maggot BSF dengan bahan baku Limbah jerami 325 gram dan Limbah bulu ayam 50 gram/5 hari) dan B2D2 (Maggot BSFdengan bahan baku Limbah jerami 300 gram dan Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari) dengan hasil kandungan pH yaitu 6,2. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Co-Authors Adhni, Eisah Nur Agus Supriadi Akbar, Novandita Aulia Akhadia S. W Almastin, Ardhananes Wari Ambarwati Ambarwati, A Amelia, Risky Amelia, Risky Andria Putri Anggreini, Ciptiningtyas Kensi Anisa Rizki Nastiti Anugraheni, Dyah Dwi Apriani, Desvia Puput Aprilia Bagas R Aprilia, Nadia Ardiyana Rahma Pertiwi Astuti, Utami Widi Cahyani, Devita Nur Cahyaningsih, Aisyah Cahyo, Devi Setyaning Carissa Rahmitasari Damayanti, Yolanda Arifah Devi Setyaning Cahyo Diah Wulandari Subiakto Dian Nugroho Doni Lucki Irawan Dwi Setyo Astuti Dyah Ratna Wuryandari Enggar Rosmita Sanastri Erma Musbita Tyastuti Ervian Jan Marudin F., Shinta Nur Fadhilah, Umniati Farahim, Anyes Nur Firdausi, Musdhalifah Husna Firstnanda Ivanka Putri Friska Wahyu Damayanti Gernes, Geswin Hanara, Rizki Happy Suci Puspitasari Hidayati, Umi Muslikah Nur Ika Nur Rahmawati Inna Siti N Inna Siti N, Inna Siti Intan, Uci Nurmala Irawan, Doni Lucki Islamy, Faizah Nur Istifarini, Feby J, Wahyu K. Joko Purwanto Jumadi Jumadi Jumihartiningsih, Erna Kahfi, Muhammad Rizal Khairunnisa, Hana Khofiyanti, Novi Khotimah, Widya Husnul Khussyiria, Milla Mifta Konitah, Zahra Kurniasari, Desi Kurniawati, Zeny Lina Agustina Marudin, Ervian Jan Milla Mifta Khussyiria Muhammad Fauzi Nurromadhon Musbita, Erma Mustikasari, Nur Afifah Nastiti, Anisa Rizki Nila Permatasari Ningsih, Dyah Ayu Ningsih, Ike Warti Nitami, Arisa Putri Jihan Nopitasari Nopitasari Nopitasari, N Nopitasari, Nopitasari Nopitasari, Nopitasari Novianti, Ika Putri Novitasari, Irma Ayuningtyas Nugroho, Dian Nurpitasari, Dewi Nurul Aeni Nurul Aeni Palupi, Ratna Pratiwi, Mira Primadianti, Anindhita Dwi Puji Astuti Pujiati Pujiati Putri, Firstnanda Ivanka Qoirunnisa, Marissa Ajekrun Qosim Nurseha, Qosim R, Aprilia Bagas R, Aprilia Bagas Rahmawati, Amalia Nilam Rahmawati, Fiska Yeni Ria Anisa Fani Rina Astuti Risalam, Nazzilah Maluha Risky Amelia Rudi Santoso, Rudi Safitri, Akmalia Riskiana Santhyami Saputri, Nindita Amanah Sarah Annisa Alifvina Sari, Dyah Arum Kumala Sari, Siti Kartika Sekaringsih, Nur Jati Septian Nur Ika Trisnawati Setyawati, Eni Shalsa Shabilla Isna Putri Shinta Nur F. Siti Kartika Sari Siti Nur Syarifah Subiakto, Diah Wulandari Suci Siska Suci Siska, Suci Sucika Miftarul Anzila Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti, S Susetyawati, Nabila Junisky Syalala, Yoni Syifa Zulfiani Zakiyah Susilo Tania, Tantri Titik Suryani Triana Ambarwati Triastuti Rahayu Trihutant, Intan Wahyu Tyas, Elin Tiara Hayu Styaning Utami, Fatiya Dwi Vanda Fikoeritrina Vanda Fikoeritrina, Vanda W, Akhadia S. Wahyu K. J Wahyu Purwo Raharjo Wahyuni, Sari Eka Teguh Warsiti Warsiti Warsiti, W Widya Primerika Widya Primerika, Widya Widyastuti, Hesty Yuniar Trisna Wardana Zahra Konitah